Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Validasi penggunaan Panel Half Slab Precast pada Perencanaan Ruko di Sumatera Utara Nirma Rahmadia; Johannes Tarigan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i9.476

Abstract

Salah satu inovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan kontruksi masa kini adalah penggunaan sistem beton precast diantaranya adalah pelat lantai precast. Penggunaan pelat lantai pracetak yang cukup sering digunakan adalah half slab precast. Pada penelitian ini, akan dilakukan simulasi pemodelan produk pelat lantai dan pelat atap menggunakan sistem half slab precast dengan penulangan one way slab pada fungsi ruko sebagai rumah tinggal dan perkantoran difokuskan untuk wilayah Sumatera Utara dengan 6 jenis tipe pelat, yaitu HS-1, HS-2, HS-3, HS-5 dan HS-6. Dengan simulasi pemodelan ini diharapkan tercipta produk half slab precast generasi Sumatera Utara yang dapat dipasarkan dan memenuhi kebutuhan konstruksi di wilayah Sumatera. Hasil dari penelitian ini yaitu tebal pelat rencana yang mengacu pada nilai minimum diperoleh dari kondisi pelat pada setiap kemungkinan kondisi tumpuan yaitu sebesar 16 cm. Momen terbesar terjadi pada pelat lantai tipe HS-3 dengan nilai momen 1388,45 kgm yang terletak pada tumpuan arah x. HS-3 memiliki dimensi total 650 mm x 300 mm, dengan dimensi half slab perparsial 124 mm x 290 mm. Besarnya lendutan yang terjadi pada pelat lantai dan pelat atap berdasarkan hasil analisis menggunakan software ETABS, memperlihatkan nilai lendutan sebesar 11,633 mm pelat lantai ruko yang difungsikan sebagai rumah tinggal, dan 15,131 mm pada pelat lantai ruko yang difungsikan sebagai perkantoran, serta 15,424 mm pada pelat atap, menunjukkan bahwa tipe baik pelat lantai ataupun pelt atap memenuhi persyaratan lendutan maksimum, sehingga dapat meminimalisir defleksi atau deformasi yang dapat berpengaruh negatif pada kekuatan atau kemampuan layan suatu struktur.
Penerapan Prinsip Keberlanjutan dalam Pengelolaan Limbah di Kawasan Industri Terpadu Batang Ade Al Muhyi; Nirma Rahmadia
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i01.4683

Abstract

Pengelolaan limbah di kawasan industri adalah elemen krusial untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan. Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan limbah dari aktivitas industrinya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi implementasi pengelolaan limbah terpadu yang efektif dan berkelanjutan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Melibatkan pengumpulan dan analisis data sekunder dari sumber-sumber yang relevan, termasuk laporan tahunan dan dokumen perencanaan dari PT. KITB Hasil penelitian: menunjukkan bahwa KITB telah mengembangkan sistem pengelolaan limbah terintegrasi, dengan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) yang mendukung pengurangan limbah dan daur ulang. Pengelolaan limbah di KITB menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan berpotensi menjadi model bagi kawasan industri lainnya di Indonesia. Kesimpulan: penerapan pengelolaan limbah terpadu di KITB berhasil menciptakan ekosistem industri yang lebih ramah lingkungan, mengurangi pencemaran, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Optimasi Penggunaan Beton Precast: Meningkatkan Keberlanjutan dan Kecepatan Konstruksi Nirma Rahmadia; Ade Al Muhyi
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i01.4694

Abstract

Optimasi penggunaan beton precast telah menjadi fokus utama dalam industri konstruksi modern, terutama dalam konteks meningkatkan keberlanjutan dan kecepatan konstruksi. Beton precast, yang diproduksi di pabrik kemudian dipindahkan ke lokasi konstruksi, menawarkan sejumlah keuntungan dibandingkan dengan metode konvensional. Penggunaan beton precast tidak hanya berfokus pada kecepatan konstruksi tetapi juga pada keberlanjutan melalui inovasi material dan teknik. Dengan memanfaatkan material alternatif dan teknologi modern, industri konstruksi dapat mengurangi dampak lingkungan sambil memenuhi tuntutan proyek yang semakin kompleks dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi optimasi yang tidak hanya mengatasi tantangan tersebut, tetapi juga mendorong inovasi dalam praktik konstruksi untuk mencapai hasil yang lebih berkelanjutan dan efisien. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui analisis statistic proyek pembangunan dari penelitian terdahulu. Perubahan desain menggunakan pelat precast half-slab menghasilkan penghematan sebesar 5,2% terhadap biaya konstruksi pelat konvensional. Pemilihan pelat half-slab untuk diimplementasikan merupakan akumulasi nilai tertinggi dari decision matrix. Tidak hanya itu selisih perbandingan metode konvensional dan metode HCS juga terjadi pada proyek yang lainnya dengan selisih sebesar Rp.1,720,484,393.67. Penggunaan beton precast dalam konstruksi telah menjadi solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Secara keseluruhan, penggunaan beton precast dalam proyek konstruksi memberikan manfaat yang signifikan dalam hal efisiensi waktu, pengurangan biaya, dan minimisasi limbah material.
Optimasi Penggunaan Beton Precast: Meningkatkan Keberlanjutan dan Kecepatan Konstruksi Nirma Rahmadia; Muhyi, Ade Al
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i01.4694

Abstract

Optimasi penggunaan beton precast telah menjadi fokus utama dalam industri konstruksi modern, terutama dalam konteks meningkatkan keberlanjutan dan kecepatan konstruksi. Beton precast, yang diproduksi di pabrik kemudian dipindahkan ke lokasi konstruksi, menawarkan sejumlah keuntungan dibandingkan dengan metode konvensional. Penggunaan beton precast tidak hanya berfokus pada kecepatan konstruksi tetapi juga pada keberlanjutan melalui inovasi material dan teknik. Dengan memanfaatkan material alternatif dan teknologi modern, industri konstruksi dapat mengurangi dampak lingkungan sambil memenuhi tuntutan proyek yang semakin kompleks dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi optimasi yang tidak hanya mengatasi tantangan tersebut, tetapi juga mendorong inovasi dalam praktik konstruksi untuk mencapai hasil yang lebih berkelanjutan dan efisien. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui analisis statistic proyek pembangunan dari penelitian terdahulu. Perubahan desain menggunakan pelat precast half-slab menghasilkan penghematan sebesar 5,2% terhadap biaya konstruksi pelat konvensional. Pemilihan pelat half-slab untuk diimplementasikan merupakan akumulasi nilai tertinggi dari decision matrix. Tidak hanya itu selisih perbandingan metode konvensional dan metode HCS juga terjadi pada proyek yang lainnya dengan selisih sebesar Rp.1,720,484,393.67. Penggunaan beton precast dalam konstruksi telah menjadi solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Secara keseluruhan, penggunaan beton precast dalam proyek konstruksi memberikan manfaat yang signifikan dalam hal efisiensi waktu, pengurangan biaya, dan minimisasi limbah material.
Pelatihan Pembuatan Sabun Limbah Minyak Jelantah Proses Saponifikasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Hamparan Perak Medan Belawan Nyimas Yanqoritha; Al Muhyi, Ade; Rahmadia, Nirma; Siska, Siska; Gunawan, Muhammad Rizky
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v5i2.4068

Abstract

Used cooking oil waste is often disposed of incorrectly, contributing to water and soil pollution and health risks if not managed properly. Training on making soap from used cooking oil in coastal communities, emphasizing environmental sustainability and economic empowerment. Participants gain practical skills, which lead to business opportunities. This activity was carried out on October 23, 2024, targeting housewives from Fisherman's Village, Hamparan Perak, Medan Belawan. Understanding indicators are evaluated using the questionnaire instrument. This output follows the target, namely obtaining a product that is made simply, at low cost, and affordable. The results of monitoring the increase in public understanding from the pre-test questionnaire and post-test showed that the participants strongly agreed (SA1) 75%, while the post-test strongly agreed (SA2) 85%, agreed (A2) 15%, that the theme of the activity was by the participants' needs. This shows that the choice of activity theme is appropriate and in line with the needs of the Hamparan Perak fishing village community, namely to manage used cooking oil kitchen waste into soap products that are useful and economical, as well as protecting the surrounding environmental resources, namely water and land, the community also contributes to sustainable practices and environmental health.
TANGGAP DARURAT PASCABANJIR MELALUI PENYEDIAAN FILTER AIR BERSIH DAN LOGISTIK BERBASIS GOTONG ROYONG DI KABUPATEN LANGKAT Angin, Despaleri Perangin; Alamsyah, Bhakti; Modifa, Ira; Rahmadia, Nirma; Syukran, Puji; Sinaga, Gita Ronauli; N, Binsar Suwilyam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9415

Abstract

The flood disaster in Langkat Regency significantly impacted the availability of clean water and the fulfillment of basic community needs due to contamination by pollutants and pathogenic microorganisms. This community service program aims to implement an emergency response program by providing clean water filters and community-based post-flood recovery logistics packages in Pematang Cengal Village and Paya Perupuk Village. The implementation method used a participatory approach that included needs assessment, assembly of filtration units using nanofiltration technology, coordinated distribution of logistical assistance, and education on facility maintenance. The results of the activity showed an improvement in water quality visually and functionally, from a cloudy brownish condition to clear and drinkable. A total of ten water filters have been installed at strategic points to serve 427 families, supported by the distribution of logistics in the form of food, medicines, and emergency equipment such as tents and mattresses. The mutual cooperation approach has proven effective in accelerating the distribution process and increasing community participation and ownership of village assets. In conclusion, the integration of technical filtration solutions and community-based social assistance can strengthen the socio-economic resilience of communities in facing emergencies. This model has great potential to be replicated in other disaster-prone areas as a systematic and sustainable post-disaster recovery strategy. ABSTRAK Bencana banjir di Kabupaten Langkat berdampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akibat kontaminasi polutan dan mikroorganisme patogen. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan program tanggap darurat melalui penyediaan filter air bersih dan paket logistik pemulihan pascabanjir berbasis gotong royong di Desa Pematang Cengal dan Desa Paya Perupuk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan assessment kebutuhan, perakitan unit filtrasi menggunakan teknologi nanofiltration, distribusi bantuan logistik secara terkoordinasi, serta edukasi pemeliharaan sarana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kualitas air secara visual dan fungsional, dari kondisi keruh kecokelatan menjadi jernih dan layak konsumsi. Sebanyak sepuluh unit filter air telah terpasang di titik strategis untuk melayani 427 kepala keluarga, didukung dengan penyaluran logistik berupa bahan pangan, obat-obatan, serta perlengkapan darurat seperti tenda dan matras. Pendekatan gotong royong terbukti efektif mempercepat proses distribusi dan meningkatkan partisipasi serta rasa kepemilikan masyarakat terhadap aset desa. Kesimpulannya, integrasi solusi teknis filtrasi dan bantuan sosial berbasis komunitas mampu memperkuat ketangguhan sosial-ekonomi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Model ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya sebagai strategi pemulihan pascabencana yang sistematis dan berkelanjutan.