Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Disposisi Matematis terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Febriyani, Anita; Hakim, Arif Rahman; Hakim, Nadun
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1087

Abstract

Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sulit, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika serta mengalami dampak buruk bagi sikap dan motivasi belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kompetensi yang dimiliki siswa dalam hal memahami konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika. Metode penelitiannya yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survai korelasional analisis regresi sederhana. Populasi target yaitu seluruh siswa SMP Islam Malahayati. Populasi terjangkau hanya siswa kelas VIII SMP Islam Malahayati. Sampel penelitian berjumlah 26 responden dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket disposisi matematis dan soal essai kemampuan pemahaman konsep matematika. Teknik analisis data dilakukan dengan uji korelasi dan uji regresi sederhana. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif tidak signifikan disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Mathematics is one of the difficult subjects, many students have difficulty in learning mathematics and have a bad impact on students' attitudes and learning motivation. This is caused by the lack of competence that students have in understanding mathematical concepts. This study aims to determine the effect of mathematical disposition on the ability to understand mathematical concepts. The research method is quantitative research with correlational survey method with simple regression analysis. The target population, namely all students of the Malahayati Islamic Middle School. The population reached was only the VIII grade students of Malahayati Islamic Junior High School. The research sample amounted to 26 respondents with a simple random sampling technique. The research instrument was a mathematical disposition questionnaire and a question about the ability to understand mathematical concepts. The technique of data analysis was done by correlation test and simple regression test. Overall, it can be said that there is a positive and insignificant effect on students' ability to understand mathematical concepts.
Pengenalan Aquaponik sebagai Pengetahuan Dasar Ketahanan Pangan Berkelanjutan bagi Warga Sekolah Pendidikan Nonformal PKBM Bunda: Introducing Aquaponics as Fundamental Knowledge of Sustainable Food Security to Non-Formal Education Community at PKBM Bunda Learning Center Mustangin, Mustangin; Sandy, Aisyah Trees; Norhidayat, Norhidayat; Hidayat, Fahrul; Febriyani, Anita; Kinanti, Andin Dwi
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i2.8119

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu penting yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan akibat pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk menjawab tantangan ini adalah pertanian perkotaan melalui sistem aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu kesatuan ekosistem, sehingga mampu menghasilkan pangan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PKBM Bunda, Samarinda, dengan tujuan memperkenalkan konsep dasar aquaponik kepada warga belajar pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari pendidikan kecakapan hidup. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan diawali dengan ice breaking untuk menciptakan suasana akrab, dilanjutkan penyampaian materi menggunakan metode ceramah, pemanfaatan media video sebagai alat bantu visual, diskusi kelompok untuk meningkatkan partisipasi aktif, serta sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta. Evaluasi pembelajaran dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga belajar terhadap konsep aquaponik, yang menegaskan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan efektif dalam memberikan pengetahuan awal. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pemahaman dasar kepada peserta tentang aquaponik sekaligus membuka peluang bagi pengembangan keterampilan praktis pada tahap berikutnya. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung peningkatan kapasitas warga belajar pendidikan kesetaraan, tetapi juga berkontribusi pada upaya mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah perkotaan. 
NON-FORMAL EDUCATION IN COMMUNITY-BASED WOMEN'S EMPOWERMENT: THE CASE OF THE WOMEN'S SCHOOL ACADEMY IN SAMARINDA Febriyani, Anita; Hepy Tri Winarti; Muhamad Alisalman; Arif Sugianto
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6412

Abstract

Women's empowerment is an important aspect of development, because women play a strategic role in improving the welfare of families and communities. In Samarinda City, many women serve as heads of families and face economic and educational challenges. This study aims to analyze the implementation of non-formal education through the Women's School Academy (WSA) program, part of PEKKA (Empowerment of Women Heads of Families), and identify its supporting and inhibiting factors. This study uses a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with PEKKA program facilitators and representatives from the Samarinda Women and Children Protection Office (DP2PA), as well as document analysis. The results of the study show that WSA has strengthened the economic independence of participants through providing support for business capacity building, assistance in legal business registration (NIB, PIRT, halal certification), and increasing financial literacy. In addition, the program fosters social solidarity, emotional support, and develops leadership and organizational skills among women. This study concludes that non-formal education through WSA makes a significant contribution to the empowerment of women heads of families and supports sustainable community development in Samarinda.