Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisa Perhitungan Daya Mesin Chopper Two In One Susilo, Feri; Sugianto, Arif
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i2.4943

Abstract

Mesin Chopper two in one merupakan sebuah mesin yang berfungsi sebagai mesin pemotong dan pencacah yang digunakan untuk pakan ternak, dan mixer merupakan mesin yang berfungsi untuk mengaduk campuran pakan ternak. Penelitian ini bertujuan merancang dan menghitung kebutuhan daya mesin chopper two in one (pencacah dan pengaduk) pakan ternak kapasitas 2,5 kg/menit. Pendekatan perancangan menggunakan studi literatur dan observasi guna mengetahui kebutuhan perhitungan daya, termasuk pemilihan penggunaan motor. Prosedur perancangan meliputi desain dan perhitungan alat, perhitungan kebutuhan daya, pembuatan mesin, uji coba dan validasi. Motor yang digunakan adalah motor bakar tipe bensin dengan daya 6,5 hp, torsi maksimal 13,2 Nm serta kubikasi 196 cc. Hasil uji coba yang dilakukan sebanyak 4 kali menghasilkan data bahwa penggunaan motor tersebut mampu mengoperasikan mesin chopper dengan baik tanpa kendala termasuk hasil validasi yang menunjukkan bahwa pemilihan motor dengan daya 6,5 Hp sudah sesuai dengan kebutuhan.
Aplikasi Screw Press Pada Mesin Pemarut Dan Pemeras Singkong Multifungsi Guna Meningkatkan Produktivitas UMKM Kerupuk Sadariyah Di Desa Puhjajar Nadliroh, Kuni; Nugroho, Wibowo Harso; Sugianto, Arif; Istiqlaliyah, Hesti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 4 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v4i1.23979

Abstract

Kerupuk sadariyah merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari bahan baku singkong atau ketela pohon, dimana dalam proses pengolahannya harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari pengupasan kulit, pencucian, pemarutan, pemerasan, pemasakan, perajangan lontongan kerupuk hingga penggorengan. Dalam serangkaian kegiatan produksi tersebut, beberapa proses masih dikerjakan secara manual. Sehingga membutuhkan banyak waktu dan tenaga kerja yang pada akhirnya berimbas pada besarnya biaya dan kapasitas produksinya. Hal ini yang menjadikan sering terjadi keterlambatan pengiriman dan dapat mengakibatkan kekecewaan konsumen. Dari permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusantara PGRI kediri mencoba membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi produsen dengan merancang satu mesin pemarut dan pemeras singkong multifungsi yang mengaplikasikan sistem srew press. Hasil yang diperoleh setelah menggunakan mesin ini adalah peningkatan kapasitas produksi yang awalnya hanya mencapai 300kg/hari menjadi sekitar 350kg/hari. Produsen tentunya sangat terbantu dengan adanya mesin perajang ini, mereka pada ahirnya mampu memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi.
Pembinaan Jiwa Ecopreneur melalui Pendampingan Pembuatan Ecobrick Bagi Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan di SKB 2 Samarinda Mustangin, Mustangin; Saraka, Saraka; Wahyuni, Sri; Norhidayat, Norhidayat; Setiawan, Ady; Nisa, Wahdatan; Sugianto, Arif; Permata, Namira Gladiesa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11295

Abstract

Kerusakan lingkungan menjadi salah satu isu permasalahan yang disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan. Manusia adalah pihak yang menjadi penyebab dan juga pihak yang akan dirugikan dengan adanya penumpukan sampah. Sehingga diperlukan upaya dalam mengatasi permasalahan sampah ini. Oleh karena itu, Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sampah plastik menjadi produk ecobricks yang bernilai jual. Program ini dilaksanakan untuk masyarakat sasaran yaitu warga belajar pendidikan kesetaraan di SKB 2 Samarinda. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui jalan pendidikan dengan melaksanakan proses pembelajaran bersama dengan masyarakat. Terdapat tiga tahapan dalam prosesnya ini, tahapan pertama yaitu persiapan untuk menyiapakan segala kebutuhan untuk pengabdian kepada masyarakat. Tahapan kedua yaitu pelaksanaan program yaitu inti dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Tahapan ketiaga yaitu evaluasi program pengabdian kepada masyarakat. Proses pelaksanaan program pebgabdian menggunakan proses pembelajaran sehingga dalam pelaksanaan programnya menggunakan metode pembelajaran. Adapun metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah untuk memberikan materi awal kepada masyarakat sasaran program. Selanjutnya metode demonstrasi dan praktek oleh peserta didik dengan pendampingan langsung oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Pada tahapan akhir yaitu evaluasi dengan mengadakan ujian akhir praktek membuat ecobricks
Rancang Bangun Rangka Mesin Chopper Dengan Aplikasi Pisau Bergerigi Kapasitas 60 Kg/Jam Alfian WIldiy, Yusuf; Hesti Istiqlaliyah; Nuryo Suwito; Arif Sugianto; Wibowo Harso Nugroho
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i1.24627

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang rangka mesin chopper dengan pisau bergerigi yang memiliki kapasitas 60 kg/jam untuk memenuhi kebutuhan peternak dalam mengolah pakan hijauan di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Proses perancangan diawali dengan pembuatan desain rangka menggunakan software Solidworks, serta ANSYS untuk menganalisis struktur melalui metode Finite Element Analysis (FEA). Material yang dipilih adalah ASTM A36, yang dikenal memiliki kekuatan tinggi, kekakuan, dan daya tahan terhadap beban. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan maksimum (Von Mises) sebesar 109,6 N/m² masih berada di bawah batas kekuatan luluh (Yield Strength) material, sehingga struktur dinyatakan aman dari kegagalan. Deformasi (Displacment) maksimum sebesar 0,060244 mm menunjukkan bahwa rangka mampu menahan beban tanpa perubahan bentuk yang berarti. Dengan faktor keamanan minimum 2,281 ul, rangka ini dianggap aman untuk penggunaan harian karena nilai > 1. Penelitian ini juga menekankan pentingnya desain mesin yang ergonomis, ekonomis, dan multifungsi untuk mendukung produktivitas peternak.
THE EXISTENCE OF TUTORS IN CARRYING OUT NON-FORMAL EDUCATION SERVICES AT SKBN 2 SAMARINDA: EKSISTENSI TUTOR DALAM MELAKSANAKAN LAYANAN PENDIDIKAN NONFORMAL DI SKBN 2 SAMARINDA Meydina Fauziah Putri; Arif Sugianto; Sri Wahyuni; Hepy Triwinarti
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6147

Abstract

This study aims to examine the role of tutors in implementing non-formal education services at SPNF SKB Negeri 2 Samarinda with a focus on the role of tutors as facilitators, motivators, evaluators and social companions. This study uses a qualitative approach. The data collection techniques used are interviews, observations, and documentation studies.Data analysis techniques include the data condensation stage, data presentation (matrix/theme network), as well as conclusion drawing and verification, coding is carried out deductive-inductive (initial code from role theory concepts, andragogy principles, competency development enriched through open coding to saturation). The results of the study show that tutors at SPNF SKB Negeri 2 Samarinda play an important role in creating a participatory and relevant learning atmosphere that is in accordance with the principles of andragogy. As motivators, tutors provide psychological support and enthusiasm to residents to learn with a personal approach. As evaluators, they conduct assessments based on contextual understanding and provide constructive feedback. On the other hand, as social companions, tutors pay attention to the personal condition of learning residents to create social bonds that strengthen the sustainability of the learning process. While there is already recognition of the existence of tutors, the study also found a need to strengthen the professional capacity of tutors through relevant training and rewards equivalent to their contributions. For this reason, non-formal educational institutions need to provide more support in the form of continuous training, formal recognition and fair performance evaluations so that tutors can carry out their roles optimally.
SKILLS-BASED NON-FORMAL EDUCATION IN WOMEN'S EMPOWERMENT: A CASE STUDY OF THE SAMARINDA WEAVING COMMUNITY: Pendidikan Nonformal Berbasis Keterampilan dalam Pemberdayaan Perempuan: Studi Kasus Komunitas Tenun Samarinda nurhayati, ismaya nurhayati; Muhamad Ali Salman; Hepy Triwinarti; Arif Sugianto
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6259

Abstract

This study aims to examine the implementation of skills-based non-formal education in efforts to empower women through activities in the Samarinda Weaving Community by using a qualitative approach of case study methods. The research subjects included community managers, artisans, and instructors, with data collection techniques in the form of in-depth interviews, observations, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results of the study show that non-formal education activities include weaving training from the introduction stage of tools and materials, learning basic techniques, developing distinctive motifs, production management, to product marketing which is carried out through the learning by doing methodĀ  and a community-based continuous learning system. The program contributes to improving technical skills, expanding women's access to productive resources, strengthening decision-making capacity, increasing income and economic independence, and active participation in social activities and preserving local culture through traditional weaving motifs and techniques. Of the total of about 30 active artisans, more than 60% are now major contributors to family income and 40% of participants have played a role in social activities at the RT, sub-district, and sub-district levels, including as PKK administrators, training facilitators, and cultural event committees. However, this program still faces obstacles in the form of high raw materials, limited tools, and lack of regeneration of young artisans. In conclusion, skills-based non-formal education has an important role in women's empowerment, so synergy between stakeholders, strengthening digital literacy, and regeneration strategies is needed to strengthen the sustainability and development of programs in the future.
WOMEN AND HOME INDUSTRY: A STUDY ON THE IMPACT OF WOMEN'S EMPOWERMENT IN THE PEANUT CAKE HOME INDUSTRY AS A COMMUNITY EDUCATION STRATEGY rachman, rica adelia; Sri Wahyuni; Ady Setiawan; Arif Sugianto
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 2 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i1.5645

Abstract

This study aims to analyze the impact of women's empowerment in the home business of making peanut cakes in Balikpapan City. Using a qualitative approach method, it shows the results that this peanut cake home business has a very positive impact on women so that they are empowered in all aspects of life. Through the economic aspect, women can independently generate income and manage finances, socially women can expand their relationships and reach to contribute to the economy, psychological and personal aspects women are more confident and empowered and also have mature thinking in making decisions to be wiser, and finally the educational aspect, the impact in the non-formal education environment, where this effort can be a means for learning sustainable life in the form of community because of the many positive aspects of this business that help people be more skilled in generating income and still get education with a focus on improving skills and financial management.
TRANSFORMATION OF COMMUNITY CAPACITY THROUGH EDUCATION-BASED EMPOWERMENT IN PT PERTAMINA EP SANGA-SANGA CSR PROGRAM IN THE SUNGAI HITAM SAMBOJA ECOTOURISM AREA Agustina, Jumriah; Mustangin; Muhamad Alisalman; Arif Sugianto
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6080

Abstract

This study aims to analyze the empowerment strategy in the Sungai Hitam Lestari Ecotourism area by PT Pertamina EP Sanga-Sanga Field's CSR. The focus of this research is on three stages in education-based empowerment, namely the awareness stage, the ability transformation stage and the intellectual ability stage. A qualitative approach with a descriptive method was carried out in this study. The data collection used interview, observation and documentation study methods. Data analysis is carried out by means of data reduction, data presentation and conclusion drawn. Research results At the awareness stage, social mapping was carried out, collaboration with the government and local community groups such as Pokdarwis, forming MSMEs and WWTP Groups in expanding empowerment goals, and providing education for these groups. The ability transformation stage is realized through non-formal education, namely trainings such as financial management, English language training, tour guides, processed mangrove products, eco enzymes, and floating WWTP management. The training was prepared in a participatory manner, intensely monitored and evaluated through the Community Satisfaction Index (IKM). At the intellectual ability stage, the community begins to be independent through regeneration, impact measurement (SROI, BOD, COD), and cross-sector collaboration. The results show an increase in proboscis monkeys, an increase in group income, strengthening local capacity, reducing emissions and waste, and the sustainability of ecotourism management after the CSR program ends.
TUTOR STRATEGIES IN INCREASING THE MOTIVATION OF STUDENTS TO LEARN AT PKBM BUNDA THROUGH A PARTICIPATORY LEARNING MODEL: STRATEGI TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI WARGA BELAJAR DI PKBM BUNDA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PARTISIPATIF IHLAS NUR FAHMAN, Fahman; Ady Setiawan; Arif Sugianto; Muhammad Alisalman
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6295

Abstract

This study aims to analyze tutor strategies in increasing the motivation of students to learn at PKBM Bunda through the application of a participatory learning model. The research background is based on low motivation to learn, which has an impact on participation, attendance, and the level of equality of the program. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques were obtained through interviews, observations, and documentation studies. Data analysis techniques include the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that tutors play a role not only as teachers, but also as facilitators, motivators, and learning companions. The strategies implemented include collaborative learning planning, the use of problem-based learning methods, strengthening social interactions, and project-based evaluations that emphasize relevance to the real lives of learning residents. This research complements previous research that generally only highlighted motivation strategies in general and tutor professionalism, This study confirms that the application of participatory learning models in PKBM is effective not only in increasing the intrinsic motivation of learning citizens, but also in strengthening social solidarity and forming a cohesive learning community. These findings prove that the participatory learning model is able to increase intrinsic motivation, active involvement, and confidence of participants, while strengthening social among learning residents.
ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI SKALA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA Abdillah, Muhaimin; Pratiwi, Yashinta Sari; Sugianto, Arif
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i8.871-877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk skala kesejahteraan psikologis berdasarkan model enam dimensi yang dikembangkan oleh Ryff dan Keyes dalam konteks mahasiswa Indonesia. Sebanyak 145 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surakarta berpartisipasi sebagai responden. Instrumen yang digunakan terdiri atas 23 item yang disebarkan melalui Google Form. Analisis faktor konfirmatori (CFA) dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian model teoretis dengan data empiris melalui software Lisrel. Hasil uji analisis faktor konfirmatori pertama memiliki performa psikometrik rendah yang ditandai dengan nilai faktor loading item dibawah 0,40, p 0,05, dan RMSEA 0,8. Setelah dilakukan penyesuaian model, diperoleh model lima faktor yang menunjukkan kriteria model yang fit. Temuan ini mengindikasikan bahwa lima dimensi kesejahteraan psikologis lebih stabil secara psikometrik dalam konteks mahasiswa dan budaya kolektivistik. Hasil penelitian menegaskan pentingnya mempertimbangkan konteks budaya dalam validasi konstruk psikologis. Pada masyarakat kolektivistik seperti Indonesia, dimensi interpersonal dalam kesejahteraan psikologis tidak selalu terwakili secara optimal oleh item yang dikembangkan dalam konteks Barat.