Hendaryan, Raden
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Campur Kode Pada Konten Acap Cincau Febiyanti, Amalina; Hendaryan, Raden
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19242

Abstract

AbstrakPeneitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode pada konten Tiktok Acap Cincau. Campur kode pada konten tersebut cenderung menganggap sebagai bentuk komunikasi yang lebih modern atau keren, tetapi di sisi lain, itu dapat mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia dan dapat membuat kesenjangan bahasa. Penonton yang tidak terbiasa dengan bahasa inggris atau bahasa daerah akan merasa kebingungan dan sulit untuk memahami konten secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis difokuskan pada pola penggunaan campur kode dengan menonton video berulang untuk mengenali momen penggunaan campur kode dan mentranskripsi manual setiap dialog yang diucapkan oleh Acap Cincau dalam setiap videonya, serta memisahkan kalimat yang mengandung campur kode. Hasil penelitian ini bahwa bentuk campur kode yang paling dominan ditemukan adalah campur kode kedalam sebanyak 79,54% menunjukkan bahwa pengaruh bahasa daerah, khususnya di platform media sosial. Berdasarkan hasil analisis, campur kode pada konten Tiktok Acap Cincau memilki potensi untuk dimanfaatkan sebagai strategi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan kepada khalayak yang multibasa, dapat pula meningkatkan daya tarik konten karena memberikan warna tersendiri yang menceriminkan identitas budaya pembuat konten dengan autentisitasnya semakin diapresiasi. Oleh karena itu, campur kode tidak hanya sebatas fenomena linguistik, tetapi juga dapat dilihat sebagai bentuk strategi branding personal maupun kultural dalam ranah digital.Kata Kunci: Campur kode, Tiktok
Kesantunan Berbahasa dalam Podcast Agak Laen Official Nopira, Nanda; Hendaryan, Raden
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19218

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami pematuhan dan pelanggaran maksim sebagai prinsip dalam mewujudkan komunikasi yang komunikatif, efektif, dan santun. Tujuan penelitian yang diarahkan pada pendeskripsian karakteristik kesantunan diasumsikan tercapai melalui analisis yang dilakukan secara kontekstual terhadap 109 pemakaian maksim dalam 4 episode. Tayangan podcast  dalam 4 episode menunjukkan bahwa situasi santai pembicaraan sebagai peristiwa tutur menuntut penutur dan mitra tutur (pemandu acara dan bintang tamu) menggunakan ragam bahasa pergaulan yang humoris. Kenyataan ini memunculkan pelanggaran-pelanggaran maksim sehingga dikategorikan tidak santun. Namun demikian ketidaksantunan berbahasa dalam situasi santai dan humoris tidak menghambat proses komunikasi yang efektif. Analisis terhadap pemakaian maksim menghasilkan simpulan bahwa maksim kebijaksanaan menempati posisi teratas dalam penelitian maksim dengan persentasi 34% diikuti maksim simpati 26,5%, maksim pujian 23%, maksim kerendahan hati 6,5%, maksim kedermawanan 5,5%, maksim kesepakatan 4,5%. Kesantunan berbahasa ditentukan oleh pematuhan dan pelanggaran maksim. Hasil analisis menunjukkan simpulan bahwa pematuhan maksim terdapat pada maksim kebijaksanaan. Pelanggaran maksim terbanyak juga terdapat pada maksim ini yakni 37,8%. Peristiwa tutur dalam podcast banyak yang menunjukkan ketidaksantunan, namun komunikasi berlangsung komunikatif karena berada pada konteks santai dan humor. Hasil penelitian layak dijadikan bahan ajar sebagai contoh pemakaian bahasa santun dan tidak santun.Kata Kunci: kesantunan, maksim, pematuhan, pelanggaran
Sindiran dan Kritik dalam Podcast Depan Pintu di Channel Youtube Kaesang Pangarep by GK Hebat (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Debat) Karina, Rina; Hendaryan, Raden
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19219

Abstract

Penelitian ini berjudul “Sindiran dan Kritik Dalam Podcast Depan Pintu di Channel Youtube Kaesang Pangarep by Gk Hebat (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Debat)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sindiran dan kritik dalam Podcast Depan Pintu di Channel Youtube Kaesang Pangarep by Gk Hebat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data berupa tuturan yang mengandung unsur sindiran dan kritik, diambil dari podcast depan pintu yang diunggah pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh penggunaan gaya bahasa sindiran terdiri dari tiga jenis, yakni ironi (25 %), sinisme (42%), dan sarkasme(33%). Adapun karakteristik kritik terdiri atas empat jenis, yaitu mengemukakan keburukan (40%), mengemukakan kekurangan (33%), mengemukakan kekeliruan (20%), dan mengemukakan kesalahan (7%). Jenis sindiran yang paling dominan digunakan adalah sinisme dengan presentase 42%, sedangkan kritik yang paling dominan adalah mengemukakan keburukan dengan presentase 40%. Selain mengindentifikasi karakteristik sindiran dan kritik dalam podcast depan pintu, hasil penelitian ini juga diarahkan pada aspek kebermanfaatan terwujudnya alternatif pengembangan bahan ajar debat pada jenjang SMA Kelas X semester genap karena memuat opini dan argumen yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Bahan ajar yang dikembangkang merujuk pada prinsip bahan ajar menurut Depdiknas (2006), yaitu prinsip relevansi, prinsip kecukupan, dan prinsip konsistensi, selaras dengan dengan kurikulum yang berlaku.Kata Kunci: gaya bahasa, sindiran, kritik, podcast
Nilai Sosial dan Pendidikan dalam Drama Korea Pyramid Game sebagai Alternatif Bahan Ajar Drama Riza Saputra, Fachrul Muhamad; Hendaryan, Raden
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai sosial dan nilai pendidikan yang terkandung dalam drama Korea Pyramid Game serta potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar menganalisis isi drama. Drama ini mengangkat isu sosial mengenai kekerasan, diskriminasi, dan budaya perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah, yang direpresentasikan melalui sistem pemeringkatan di antara siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi, teknik dokumenter, dan kajian literatur. Proses tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai sosial dan nilai pendidikan yang terdapat pada dialog, karakter, peristiwa dan alur cerita drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama ini terdapat nilai-nilai sosial seperti nilai material, nilai vital, nilai kerohanian dengan aspek kebaikan, kebenaran, estetika dan religius. Nilai-nilai pendidikan yang ditemukan meliputi nilai ketuhanan, nilai moral, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai estetika. Berdasarkan temuan tersebut, drama Korea Pyramid Game dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar alternatif yang kontekstual dan relevan dengan realitas sosial peserta didik, khususnya dalam pembelajaran manganalisis isi drama. Pemanfaatan media populer seperti drama Korea dapat meningkatkan daya tarik pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap realitas sosial yang dihadirkan dalam karya sastra.Kata Kunci: Nilai Sosial, Nilai Pendidikan, Drama Korea Pyramid Game, Pengembangan Bahan Ajar
Sikap Bahasa Vincent dan Desta dalam Channel Youtube Vindes (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Pidato) Anggraeni, Tina; Hendaryan, Raden
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19220

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul “Sikap Bahasa Vincent dan Desta Dalam Channel Youtube Vindes” (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Pidato). Latar belakang penelitian ini yaitu sikap bahasa Vincent dan Desta dalam channel youtube Vindes tidak mencerminkan sikap positif bahasa. Oleh karena itu penulis mengkaji karakteristik sikap bahasa Vincent dan Desta dalam channel youtube Vindes. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa Vincent dan Desta dalam channel youtube Vindes. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskritif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan Vincent dan Desta dalam channel youtube Vindes diantaranya Denny Sumargo Bukan Episode Klarifikasi ! Kalah Judi 30 Milyar, Ahmad Dhani di DPR Siang, Malemnya Masih Bisa Manggung Bareng Dewa 19., Frinawan Vacum Mencari Arti Untuk Apa Kita Dilahirkan ? Atau Foya-Foya Keliling Dunia ?, dan Enzy Storia Di Indonesia Cuma Tiga Tahun Lagi ? Pisah Lagi sama Vindes ? Tega Banget !, yang diunggah pada bulan November 2024 sampai Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk karakteristik sikap bahasa tuturan Vincent dan Desta dalam channel youtube Vindes terdapat (1) Sikap positif Karakteristik Sikap Bahasa (52%), Sikap Negatif Kesetiaan Bahasa (42,3%), (2) Sikap positif keKbanggaan Bahasa (31%), sikap negatif Kebanggaan Bahasa (30,7%), (3) Sikap Positif Kesadaran Adanya Norma Bahasa (17%), Sikap negatif Kesadaran Adanya Norma  Bahasa (27%). Selain Karakteristik Sikap Bahasa pada channel youtube Vindes, hasil penelitian ini juga diarahkan pada aspek kebermanfaatan terwujudnya alternatif pengembangan bahan ajar pidato pada jenjang SMP kelas IX semester ganjil, diharapkan dapat mewujudkan variasi bahan ajar yang memungkinkan terwujudnya pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Kata Kunci : Sikap Bahasa, Sikap Positif , Sikap Negatif