Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU DI PUSKESMAS BENGKOL KOTA MANADO Ria Angelina Jessica Rotinsulu; Hindun Rahim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2021): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.208 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v5i1.110

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman pendamping (termasuk air jeruk, madu, air gula), yang dimulai sejak bayi baru lahir sampai dengan usia 6 bulan. Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi 0 – 12 bulan. Jenis penelitian retrospektif dengan pendekatan Cross Sectional. Analisis data digunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Puskesmas Bengkol Kota Manado (p value = 0,338 > α = 0,05) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Puskesmas Bengkol Kota Manado (p value = 0,001 < α = 0,05). Saran yaitu Suami dan keluarga tetap berperan aktif dalam mendukung/mendorong, memotivasi dan memberi nasehat kepada istri agar memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa susu formula dan makanan lain, juga Tenaga kesehatan dalam hal ini bidan selalu memotivasi ibu untuk tetap menyusui bayi sejak lahir sampai 6 bulan serta memberikan informasi tentang manfaat ASI eksklusif.
RISK FACTORS AFFECTING THE EVENT OF BREAST CANCER IN SOUTHEAST ASIA Hindun Rahim; Ismarwati Ismarwati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.692

Abstract

Background: Breast cancer is one of the reproductive cancers that cause increased morbidity and mortality. Based on the Global Burden Cancer (Globocan) data, breast cancer has increased by more than 20%, while the mortality rate has increased by 14% since 2008.Purpose: The aim of the study is to conclude a systematic literature review that is related to risk factors that influence breast cancer in Southeast Asia.Methods: This study emphasizes risk factors that influence breast cancer incidence such as; contraceptive use, age, body mass index, menarche, menopause, parity, breastfeeding, and smoking using the systematic literature review method identified a total of 7 relevant journals and summarized in a narrative manner.Result: The results of this journal review show that contrast use, age, body mass index (BMI) in this case a higher BMI or obesity, early age menarche that is influenced by unhealthy lifestyles, menopause, and the Human Papillomavirus (HPV) significant risk factors that influence breast cancer incidence in Southeast Asia.Conclusion: Age, body mass index (BMI), and contraceptive use are very influential on the incidence of cancer.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA Ria Rotinsulu; Hindun Rahim; Istiqamah Istiqamah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.918

Abstract

Latar Belakang: Remaja memiliki masalah yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialaminya. Masalah yang paling menonjol adalah seksualitas (kehamilan yang tidak diinginkan, seks pranikah, dan aborsi), dan terinfeksi penyakit menular seksual. Masa Remaja adalah masa dimana sering terjadi permasalahan yang menonjol terutama dalam hal seksualitas, terinfeksi penyakit menular seksual. hal ini karena Kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh adat istiadat, budaya, agama dan kurangnya informasi dari sumber yang benar. Tujuan: penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja. Metode: Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan rangcangan one group pre test-post tes design.Sampel penelitian berjumlah 21 responden. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap perilaku seksual remaja (pValue 0,005), kebiasaan yang telah melekat pada remaja tersebut, yang mempengaruhi ketidakberhasilan pemberian edukasi. Kesimpulan: Faktor kebiasaan, pengetahuan, social ekonomi dan lingkungan  mempengaruhi ketidakberhasilan pemberina edukasi terhadap perilaku seksual remaja.
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seks Bebas Pada Remaja SMK Di Kota Bitung Rahim, Hindun; Ardiningtyas, Lisa; Saputri, Erni Ernawati Citra Dwi
Madu : Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.13.2.187-193.2024

Abstract

This study aims to identify the factors influencing free sexual behavior among vocational high school students in Bitung City. The objectives include understanding the impact of parental roles, social media exposure, and knowledge of sexual health on adolescent behavior. A quantitative approach was employed, utilizing surveys distributed to 200 students. The results indicate a significant correlation between parental guidance and reduced instances of free sexual behavior. Additionally, increased knowledge of reproductive health was associated with more responsible sexual behavior. The study concludes that enhancing parental involvement and sexual education can mitigate risky behaviors among adolescents. Recommendations include implementing comprehensive sexual education programs in schools.
Hubungan Ibu Hamil Preeklampsia dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Kotamobagu Makalunsenge, Marzha Chikita; Rahim, Hindun; Kasim, Zainar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.24869

Abstract

Pengaruh preeklampsia bisa terjadi pada ibu dan janinnya. Penurunan aliran darah ke plasenta mengakibatkan gangguan fungsi plasenta. Hal ini mengakibatkan hipovolemia, vasopasme, penurunan perfusi uteroplasenta dan kerusakan sel endotel pembuluh darah plasenta sehingga mortalitas janin meningkat. Dampak preekalmpsia pada janin, antara lain : intrauterine growth restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat, oligohidramnion, premature, bayi lahir rendah dan solusio plasenta. Masalah dari penelitian ini adalah di RSUD Kotamobagu kejadian ibu hamil preeklampsia mencapai 27,5% dan bayi asfiksia neonatorum yang lahir dari ibu preeklampsia 16,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ibu hamil preeklampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum. Metode Penelitian : yang digunakan adalah analitik yang berdesain crossectional, analisis data menggunakan uji Chi Square (X2). Hasil : dari 247 ibu bersalin, 60,2% ibu dengan preeklampsia melahirkan bayi asfiksia neonatorum. Hasil uji X2 menunjukkan hubungan antara preeklamsia dengan kejadia asfiksia neonatorum sebesar OR : 9,807. Kesimpulan : ada hubungan antara ibu preeklampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum. Saran : bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat membahas lebih rinci mengenai preeklampsia dan dampak lain pada preeklampsia, mengingat banyak dampak lain dari preeklampsia seperti IUGR, solutio plasenta, kelainan kongenital maupun kematian bayi.
Efektivitasi Pijat Oksitosin terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Basaan Tuwongkesong, Dewi Asti; Rahim, Hindun; Atikah, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25833

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal karena komposisi nutrisinya yang lengkap hingga usia 6 bulan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi ASI adalah kondisi fisik dan psikologi ibu. Rendahnya kepercayaan diri ibu akan keberhasilan menyusui dapat menurunkan produksi ASI Ibu. Berkaitan dengan permasalahan tersebut di atas sangat perlu dipecahkan dan diselesaikan. Untuk pengeluaran ASI yang cukup dibutuhkan upaya non farmokologis berupa pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Efektivitas dari Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi adalah ibu memyusui 0-21 hari, jumlah sampel 30. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T Test. Uji T-test menunjukkan bahwa Nilai t hitung (Terhitung) adalah 7,857, dengan Nilai Sig sebesar 0,000. Nilai sig yang diperoleh lebih kecil dari Nilai alpha (0,000 < 0,05) menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi pijat oksitosin. Hal tersebut mengindikasikan bahwa intervensi pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Efektivitas Teknik Pelvic Rocking Dengan Birthing Ball Terhadap Lama Persalinan Kala I Pada Ibu Bersalin Di Wilayah Kerja Puskesmas Bahu Kota Manado Bolong, Sitti Aisya Nazwa S.; Desiyanti, Irne Wida; Rahim, Hindun
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50372

Abstract

Prolonged first stage of labor increases the risk of complications for both mother and baby. Pelvic rocking with birthing ball is a non-pharmacological method that is believed to accelerate cervical dilation and shorten labor duration. This was conducted to determine the effectiveness of these techniques on laboring mothers at the Bahu Health Center. This research method uses a Quasi-Experimental design with a post-test only design approach. The sample consisted of 34 primigravida mothers in the first stage of labor, divided into two groups: intervention (pelvic rocking + birthing ball) and control (walking). Sampling is done with total sampling technique.. Data were collected using observation sheets and partographs. Data analysis using Welch’s t-test due to non-homogeneous variance. The result showed that the mean duration of first stage labor in the intervention group was 232.41 minutes, while the control group was 323.88 minutes. Time difference of 91.47 minutes with a significance value of p = 0,002 (p < 0,05) indicating a significant difference. Pelvic rocking with a birthing ball is effective in accelerating labor time of the first stage. It is recommended that healthcare workers implement these techniques as a non-pharmacological alternative in maternity care.
Pengaruh Pemberian Inhalasi Lemon Suanggi (Citrus Hystrix) Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di RS X Kota Bitung Pudehokang, Erlinda; Rahim, Hindun; Rahmadhani, Risna Ayu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16438

Abstract

Mual (nausea) dan muntah (emesis) merupakan gejala yang sangat sering terjadi pada masa kehamilan yang dirasakanwanita hamil. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil adalah inhalasi lemon suanggi (citrus hystrix). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian inhalasi lemon suanggi (citrus hystrix) terhadap mual muntah. Metode penelitian menggunakan Quasy-eksperiment dengan rancangan One Group Pre-Test Post-Test Design, teknik purposive sampling dengan jumlah samprel srebanyak 30 rrespondren dan prengumpulan data mrenggunakan lrembar chrecklist PUQE-24 drengan mretodre analisis Wilcoxon Trest. Hasil prenrelitian umur ibu hampir sreluruh 20-35 tahun, brerprendidikan tinggi dan multipara. Rata-rata frrekurensi mual muntah srebrelum intrervrensi (9.96), sresudah intrervrensi mrengalami prenurunan (3.26) dan prerbredaan rata-rata frrekurensi (6.7). Hasil uji Wilcoxon didapatkan p-valure = 0,00. Hasil prenrelitian ditremukan ada prengaruh dari inhalasi lremon suanggi (citrus hystirx) dalam mrengurangi frrekurensi mual muntah pada ibu hamil trimrestrer I.
Analisis Risiko Kanker Payudara Berdasar Riwayat Usia, Menarche, IMT, Penggunaan Kontrasepsi Dan HPV Rahim, Hindun; Atikah, Sri; Mokoagow, Winarsi; Thalih, Dhilah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51437

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kejadian kanker payudara terus mengalami peningkatan yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini tergolong penyakit tidak menular yang kasusnya terus bertambah sebanyak 19,2 juta jiwa pada tahun 2020, sedangkan jumlah kematian mencapai 9,9 juta jiwa. Hingga saat ini penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Penyebabnya bersifat multifaktoral yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kanker payudara yang dipengaruhi oleh riwayat usia, menarche, IMT, penggunaan kontrasepsi dan virus HPV. Metode: Jenin penelitian kuantitatif dengan design case control study. Sampel penelitian berjumlah 30 responden. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan riwayat usia (p= 0,020) OR. 7,43; menarche (p=0,010) OR. 0,12; IMT (p=0,028) OR. 5.50, penggunaan kontrasepsi (0,002)OR. 21,00 dengan kanker payudara. Kesimpulan: Riwayat usia, menarche, IMT, penggunaan kontrasepsi dan HPV berhubungan dengan kejadian kanker payudara.