Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN CABAI PETANI DI KABUPATEN TIMUR TENGAH UTARA Lake, Yeremias; Aziz, Syaefudin; Amleni, Wilfridus
Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi (JMBO)
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jmbo.v4i2.504

Abstract

Permasalahan petani cabai di Kabupaten Timur Tengah Utara rendahnya pengetahuan tentang strategi pemasaran modern menjadi kendala, karena banyak petani masih menggunakan cara-cara konvensional dalam memasarkan produk mereka. Fluktuasi harga sering kali tidak stabil, mengakibatkan pendapatan petani menurun, rendahnya pendapatan menjadi salah satu penyebab kemiskinan di daerah tersebut. Penelitian berfokus dalam menganalisis strategi pemasaran penjualan Petani Cabai di Kabupaten Timur Tengah Utara guna menemukan alternatif strategi pemasaran pada permasalahan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berupaya dalam mendeskripsikan permasalahan serta menguraikan informasi yang didapat selama proses penelitian. Alat analisis penelitian menggunakan Analisis SWOT dengan tujuan mengidentifikasi faktor internal strength (kekuatan) dan weakness (kelemahan) dan faktor eksternal opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Kebaharuan penelitian berfokus pada pemasaran cabai di Kabupaten TTU, daerah yang jarang diteliti. Selain melihat teknik pemasaran, penelitian ini juga memperhatikan kondisi dan kebutuhan petani secara langsung, sehingga strategi yang dihasilkan lebih sesuai dan membantu meningkatkan penjualan serta kesejahteraan petani secara nyata dan berkelanjutan.
MAGANG: PENINGKATAN HARD SKIL DAN SOFT SKILL MAHASISWA Aksa, Adi Faisal; Lake, Yeremias; Klau, Anggelina Delfiana; Bani, Marlinda Pala
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v4i3.530

Abstract

Magang yang menekankan pada aspek hard skill dan soft skill adalah ringkasan yang menjelaskan bagaimana magang meningkatkan kompetensi teknis (hard skill) dan kualitas interpersonal (soft skill) mahasiswa, yang keduanya saling melengkapi untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Tujuan magang untuk mengimplementasikan ilmu, tantangan yang dihadapi, serta hasil berupa peningkatan hard skill (misalnya, pemahaman prosedur kerja) dan soft skill (seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan memecahkan masalah). Dengan pelaksanaan magang oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Timor yang telah menerapkan hard skill dan soft skill, maka sangat membantu dalam pelaksanaan tugas, serta membantu dalam adaptasi, komunikasi, dan kolaborasi di lingkungan kerja yang dinamis. Kedua jenis keterampilan tersebut saling melengkapi dan sama-sama penting untuk mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi dunia profesional setelah selesai pendidikan dari perguruan tinggi.
PKM PEMANFAATAN MARKETPLACE SEBAGAI MEDIA PROMOSI DAN PEMASARAN KOPI TUBU DI DESA TUBU KECAMATAN BIKOMI NILULAT KABUPATEN TTU Lake, Yeremias; Taolin, Maximus L; Aziz, Syaefudin; Amleni, Wilfridus; Taena, Emanuel Tati; Bani, Marlinda Pala
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v4i3.543

Abstract

Desa Tubu di Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, memiliki potensi sumber daya alam yang beragam, salah satunya adalah komoditas kopi. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal karena masyarakat belum memahami proses pengolahan yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomis, belum melakukan pemasaran secara digital (melalui marketplace atau media sosial), serta masih kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan usaha yang baik dan benar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam pengolahan kopi agar memiliki nilai tambah, menganalisis potensi pemasaran digital melalui platform e-commerce dan media sosial, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manajemen keuangan hasil usaha kopi. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD), serta pelatihan dan pendampingan intensif dengan tema pemanfaatan marketplace sebagai media promosi dan pemasaran. Kegiatan PKM telah dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari masyarakat Desa Tubu. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan mitra, khususnya dalam pemanfaatan marketplace sebagai media promosi dan pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar produk Kopi Tubu.
AKUNTANSI SEBAGAI PEMAHAMAN LITERASI KEUANGAN Aksa, Adi Faisal; Mauk, Sarlince Sandi; Taena, Emanuel Tati; Lake, Yeremias; Timo, Fredirikus; Lika, Ernestina
Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi (JMBO)
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64626/jmbo.v4i2.567

Abstract

Pemahaman akan literasi keuangan merupakan faktor yang paling terpenting ketika mengintegrasikan antara teori ke dalam praktik kehidupan sehari-hari terkait keuangan pribadi. Hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa penyebab membengkaknya pengeluaran bulanan dikarenakan sering mengalami masalah keuangan terutama berkaitan dengan kemampuan mengontrol keuangan, tidak bisa menyusun rencana keuangan, serta kebiasan berkumpul dan jalan-jalan. Penelitian ini mencari bagaimana pemahaman terhadap konsep akuntansi dapat mempengaruhi keterampilan dalam penyusunan perencanaan keuangan pribadi. Selain dari itu, peneliti juga ingin mengetahui bagaimana hubungan antara pendidikan akuntansi dan literasi keuangan, serta mencari faktor-faktor dalam pengelolaan keuangan pribadi. Pemahaman tentang akuntansi dapat mempengaruhi perencanaan keuangan pribadi, terutama berkaitan dengan: pencatatan dan penganggaran, analisis dan evaluasi, pengambilan keputusan, serta tujuan jangka panjang. Pemahaman akuntansi merupakan dasar dari literasi keuangan, dimana pemahaman akuntansi dapat membantu pengelolaan keuangan secara efektif, pembuatan keputusan secara baik dan tepat, serta sejahtera dalam finansial. Pengelolaan keuangan pribadi akan terkontrol dengan baik apabila memperhatikan beberapa faktor, diantaranya: literasi keuangan, perilaku dan psikologi, karakteristik demografi dan sosial, serta komponen perencanaan keuangan.
UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA JASA ANGKUTAN UMUM (STUDI KASUS PADA PENGUSAHA JASA ANGKUTAN UMUM KRATON) Lake, Yeremias; Huda, Nurul; Aziz, Syaefudin; Korbafo, Yesus Armiro; Toan, Maximilian Werenfredus
Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN) Vol 11 No 1 (2023): Juni, 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/juan.v11i01.5213

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan serta strategi yang dapat digunakan dalam meningkatkan pendapatan pada usaha jasa angkutan umum Kraton. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuisioner yang dibagikan kepada 32 orang responden. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik Analisis SWOT dengan menggunakan metode matrix IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan matrix EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary). Berdasarkan hasil analisis matrix IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan matrix EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary) maka nilai dari sumbu WS pada diagram SWOT yaitu + 1,4 dan nilai dari sumbu OT pada diagram SWOT yaitu -0,33 sehingga perusahaan Kraton berada pada Kuadran II (+ , - ) dengan menggunakan Strategi ST (Strength-Threath) maka rekomendasi strategi peningkatan pendapatan pada Usaha Jasa Angkutan Kraton yaitu diversifikasi strategi, artinya memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk menghindari atau mengatasi ancaman dari luar perusahaan.
The Mediating Role of Brand Image in the Relationship Between Promotion, Price Perception, and Purchase Intention: Evidence from Emerging Market Bottled Water Consumers Gulo, Maria Monika Anjelina Manek; Lake, Yeremias
Goliterati Management Review Vol. 1 No. 1 (2026): Strategic Dynamics in Emerging Markets: Psychological Mechanisms in Consumer Be
Publisher : PT Literati Global Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66452/702407

Abstract

Purpose: This study examines brand image as a mediating mechanism linking promotional strategies and price perception to purchase intention among bottled water consumers in an emerging market context, addressing the need for process-oriented research in price-sensitive Southeast Asian markets. Method/Approach: Cross-sectional survey data from 160 Le Minerale consumers in Kefamenanu City, Indonesia (July-August 2025) were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with bias-corrected bootstrapping procedures (5,000 resamples). The study tested both direct effects and indirect effects through brand image mediation. Findings: Promotion (β = 0.522, p < 0.001) and price perception (β = 0.348, p < 0.001) strongly influence brand image, which in turn significantly predicts purchase intention (β = 0.487, p < 0.001). Brand image significantly mediates both promotion-purchase intention (indirect effect = 0.254, 95% CI [0.143, 0.365], accounting for 55% of total effect) and price perception-purchase intention relationships (indirect effect = 0.169, 95% CI [0.077, 0.263], accounting for 44% of total effect). The model explains 47% of variance in purchase intention (R² = 0.47) and demonstrates predictive relevance (Q² = 0.36). Limitations: Cross-sectional design limits causal inference. Future research should employ longitudinal designs, examine boundary conditions (product involvement, competitive intensity), and test generalizability across product categories and cultural contexts in Southeast Asia. Implications: Organizations should develop integrated marketing strategies emphasizing brand-building through promotional activities and competitive pricing rather than relying solely on direct promotional tactics. Marketing managers in FMCG sectors should allocate resources to strengthen brand perception as the primary mechanism influencing purchase behavior. Contribution: This study quantifies brand image as the dominant mediating mechanism in emerging markets, demonstrating that indirect effects through brand perception exceed direct effects of marketing variables. Findings extend social cognitive theory and brand positioning literature to price-sensitive, high-competition Southeast Asian contexts where fundamental psychological mechanisms operate when organizational conditions support brand-building practices.
The Mediating Role of Brand Image in the Relationship Between Promotion, Price Perception, and Purchase Intention: Evidence from Emerging Market Bottled Water Consumers Gulo, Maria Monika Anjelina Manek; Lake, Yeremias
Goliterati Management Review Vol. 1 No. 1 (2026): Strategic Dynamics in Emerging Markets: Psychological Mechanisms in Consumer Be
Publisher : PT Literati Global Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66452/702407

Abstract

Purpose: This study examines brand image as a mediating mechanism linking promotional strategies and price perception to purchase intention among bottled water consumers in an emerging market context, addressing the need for process-oriented research in price-sensitive Southeast Asian markets. Method/Approach: Cross-sectional survey data from 160 Le Minerale consumers in Kefamenanu City, Indonesia (July-August 2025) were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with bias-corrected bootstrapping procedures (5,000 resamples). The study tested both direct effects and indirect effects through brand image mediation. Findings: Promotion (β = 0.522, p < 0.001) and price perception (β = 0.348, p < 0.001) strongly influence brand image, which in turn significantly predicts purchase intention (β = 0.487, p < 0.001). Brand image significantly mediates both promotion-purchase intention (indirect effect = 0.254, 95% CI [0.143, 0.365], accounting for 55% of total effect) and price perception-purchase intention relationships (indirect effect = 0.169, 95% CI [0.077, 0.263], accounting for 44% of total effect). The model explains 47% of variance in purchase intention (R² = 0.47) and demonstrates predictive relevance (Q² = 0.36). Limitations: Cross-sectional design limits causal inference. Future research should employ longitudinal designs, examine boundary conditions (product involvement, competitive intensity), and test generalizability across product categories and cultural contexts in Southeast Asia. Implications: Organizations should develop integrated marketing strategies emphasizing brand-building through promotional activities and competitive pricing rather than relying solely on direct promotional tactics. Marketing managers in FMCG sectors should allocate resources to strengthen brand perception as the primary mechanism influencing purchase behavior. Contribution: This study quantifies brand image as the dominant mediating mechanism in emerging markets, demonstrating that indirect effects through brand perception exceed direct effects of marketing variables. Findings extend social cognitive theory and brand positioning literature to price-sensitive, high-competition Southeast Asian contexts where fundamental psychological mechanisms operate when organizational conditions support brand-building practices.