Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Intensitas Persediaan, Pertumbuhan Penjualan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Tarif Pajak Efektif Erna Novita Wulandari; Siti Hanah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas persediaan, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap tarif pajak efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan sumber data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020–2024. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling sehingga sampel yang diperoleh dengan metode tersebut adalah 11 perusahaan dengan periode pengamatan selama 5 tahun sehingga diperoleh 55 data observasi. Data dalam penelitian ini diolah menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas persediaan, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan secara simultan tidak berpengaruh terhadap tarif pajak efektif. Hal ini menunjukkan bahwa intensitas persediaan, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan secara bersama-sama belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tarif pajak efektif. Kemudian secara parsial intensitas persediaan tidak berpengaruh terhadap tarif pajak efektif yang menunjukkan bahwa besar kecilnya proporsi persediaan yang dimiliki perusahaan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tarif pajak efektif. Pertumbuhan penjualan secara parsial tidak berpengaruh terhadap tarif pajak efektif yang menunjukkan bahwa perubahan tingkat penjualan perusahaan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tarif pajak efektif. Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh positif terhadap tarif pajak efektif yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan ukuran yang lebih besar cenderung memiliki tarif pajak efektif yang lebih tinggi.
Pengaruh Pertumbuhan Penjualan, Intensitas Persediaan, dan Intensitas Modal terhadap Manajemen Pajak Liana Dwi Cahyani; Siti Hanah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13421

Abstract

Perusahaan sebagai wajib pajak mempunyai kewajiban untuk membayar pajak yang besarnya terhitung dari laba yang diperoleh, namun pajak bagi perusahaan seringkali dianggap sebagai beban yang akan mengurangi laba sehingga dalam rangka meningkatkan efisiensi daya saing, maka manajer wajib menekan beban pajak soptimal mungkin. Perusahaan dalam usahanya untuk meminimalkan pembayaran pajak harus sesuai peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pertumbuhan penjualan, intensitas persediaan, dan intensitas modal terhadap manajemen pajak. Penelitian ini menggunakan variabel dependen manajemen pajak, dan variabel independen pertumbuhan penjualan, intensitas persediaan, dan intensitas modal. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan sektor cosumer non cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Jumlah populasi sebanyak 129 perusahaan, dari jumlah populasi tersebut digunakan untuk menentukan sampel sehingga diperoleh sampel sebanyak 16 perusahaan dengan data observasi sebanyak 80 data penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan E-Views 12 metode penelitian yang digunakan adalah uji chow, uji hausman, dan uji lagrange multiple untuk pemilihan model. Serta uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian diatas membuktikan bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap manajemen pajak, sedangkan intensitas persediaan dan intensitas modal tidak berpengaruh terhadap manajemen pajak. Hasil ini juga menunjukkan pengaruh pertumbuhan penjualan, intensitas persediaan, dan intensitas modal berpengaruh simultan terhadap manajemen pajak.
Pengaruh Intensitas Aset Tetap, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan terhadap Manajemen Pajak Annisa Annisa; Siti Hanah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Intensitas Aset Tetap, Struktur modal, dan Ukuran perusahaan terhadap manajemen pajak. Penelitian ini menggunakan variabel dependen manajemen pajak serta variabel independen Intensitas Aset Tetap, Struktur modal dan Ukuran perusahaan. populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh perusahaan property dan real estate  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).  periode  2021-2024 yaitu sebanyak 92 perusahaan. Dari jumlah populasi tersebut digunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria untuk menentukan sampel, sehingga diperolehlah sampel sebanyak 19 perusahaan. Dengan 76 data observasi selama periode pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan  perangkat lunak E-views 12 yang didalamnya meliputi uji statistik deskriptif, analisis model data panel, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. . Berdasarkan hasil pengujian diatas membuktikan bahwa secara simultan Intensitas Aset Tetap, Struktur modal dan Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen pajak. Dan secara parsial struktur modal berpengaruh terhadap manajemen pajak. Sedangkan intensitas aset tetap dan Ukuran Perusahan tidak berpengaruh terhadap manajemen pajak. Hasil ini mengindikasikan bahwa tingkat penggunaan utang perusahaan menjadi pertimbangan utama dalam strategi perpajakan, sementara proporsi aset tetap fisik, dan skala ukuran perusahaan belum menjadi determinan langsung dalam praktik manajemen pajak. Oleh karena itu, kebijakan pendanaan berorientasi utang lebih dominan dimanfaatkan manajemen guna mengoptimalkan beban efisiensi pajak perusahaan secara menyeluruh.
Pengaruh Capital Intensity, Firm Size dan Corporate Social Responsibility terhadap Agresivitas Pajak Andi Riza Mandalika; Siti Hanah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Intensity, Firm Size, dan Corporate Social Responsibility terhadap Agresivitas Pajak pada perusahaan yang tergabung dalam Indeks SRI-KEHATI dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh 14 perusahaan dengan 70 observasi selama lima tahun pengamatan. Agresivitas Pajak diukur menggunakan Effective Tax Rate (ETR), Capital Intensity diukur dengan rasio aset tetap terhadap total aset, Firm Size diukur menggunakan logaritma natural total aset, sedangkan Corporate Social Responsibility diukur menggunakan logaritma natural biaya CSR. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Intensity, Firm Size, dan Corporate Social Responsibility secara simultan berpengaruh terhadap Agresivitas Pajak. Secara parsial, Capital Intensity berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak, sedangkan Firm Size berpengaruh negatif terhadap Agresivitas Pajak. Sementara itu, Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap Agresivitas Pajak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan investasi pada aset tetap dan karakteristik ukuran perusahaan memiliki keterkaitan dengan agresivitas pajak, sedangkan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap agresivitas pajak pada perusahaan yang menjadi objek penelitian
Pengaruh Leverage, Capital Intensity dan Inventory Intensity Terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris pada Perusahaan Sub Sektor Pharmaceuticals & Health Care yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2018 - 2022) Apri Susanto; Siti Hanah
JURNAL ECONOMINA Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ECONOMINA, Januari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v3i1.1169

Abstract

Pajak merupakan iuran dari masyarakat kepada negara, yang diatur berdasarkan undang-undang, yang nantinya akan digunakan untuk pembiyayan negara. Pajak berperan penting dalam perekonomian di Indonesia, karena pada pos penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau (APBN) pajak memiliki porsi sumbangan yang lebih besar jika di bandingkan dengan sumber peneriaman dari sektor lain. Salah satu indikasi tidak tercapainya target penerimaan pajak di Indonesia karena terdapat penghindaran pajak yang dilakukan oleh perusahaan. Penghindaran pajak merupakan tindakan menurunkan penghasilan kena pajak dengan perencanaan pajak secara legal. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris mengenai pengaruh leverage, capital intensity dan inventory intensity terhadap tax avoidance pada perusahaan sub sektor pharmaceutical & health care yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2018-2022. Metode pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh sample penelitian sebanyak 8 perusahaan dengan periode penelitian selama 5 (lima) tahun, sehingga diperoleh sebanyak 40 data laporan keuangan. Pengelolaan data menggunakan Program Microsoft Office Excel dan Program Statistik Eviews 12 dengan mengumpulkan data-data yang terkait kemudian menganalisis statistik deskriptif, uji kesesuaian model, uji asumsi klasik, koefisien determinasi, analisis regresi linier data panel, uji statistik F, uji statistik t. Hasil uji statistik F dapat disimpulkan bahwa leverage, capital intensity dan inventory intensity secara simultan berpengaruh terhadap tax avoidance. Hasil uji statistik t dapat disimpulkan bahwa leverage dan inventory intensity secara parsial berpengaruh terhadap tax avoidance, sedangkan capital intensity secara parsial tidak berpengaruh terhadap tax avoidance.
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Inventory Intensity, dan Kepemilikan Instutisional terhadap Agresivitas Pajak (Pada Perusahaan Pada Manufaktur Sub Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018 - 2022) Agusman Hulu; Siti Hanah
JURNAL ECONOMINA Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ECONOMINA, Januari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v3i1.1171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan, Inventory intensity dan kepemilikan Institusi terhadap agresivitas pajak. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengambil data laporan keuangan pada perusahaan manufaktur seb sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, metode data panel, uji asumsi klasik, Uji koefisien determinan, uji simultan (uji F) dan uji parsial (uji t) Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 6 perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan eviews 12. Hasil penelitian secara parsial Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan dimana thitung < ttabel (1.130286 < 1,70329), dan nilai probabilitas signifikan (0,2687 > 0,05) terhadap agresivitas pajak, Inventory intensity berpengaruh signifikan dimana thitung > ttabel (2.500150 > 1,70329), dan nilai probabilitas < signifikan (0,0191 < 0,05) terhadap agresivitas pajak dan kepemilikan Institusi tidak berpengaruh signifikan dimana thitung < ttabel (0.25019 < 1,70329), dan nilai probabilitas < signifikan (0,80441 > 0,05) terhadap agresivitas pajak. Secara simultan Ukuran perusahaan, Inventory intensity dan kepemilikan Institusi secara bersama-sama tidak berpegaruh dan signifikan dengan Fhitung < Ftabel (2.61 > 2,96) dengan prob (f-statistic) sebesar 0,072514 > 0,05 terhadap agresivitas pajak. Berdasarkan uji determinasi dengan hasil R-square sebesar 0.143082 yang berarti bahwa variabel mampu dejelaskan dengan variabel independen sebesar 14,31% sedangkan 85,69% sisanya dipengaruhi oleh variabel independen lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kebijakan Dividen dan Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Consumer Non- Cyclicals Subsektor Makanan & Minuman di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 - 2022) Asti Puspitaningrum; Siti Hanah
JURNAL ECONOMINA Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL ECONOMINA, Februari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v3i2.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kebijakan Dividen, dan Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel perusahaan manufaktur sektor Consumer Non-Cyclicals subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018 – 2022. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2018 – 2022 menggunakan metode purposing sampling dengan jumlah perusahaan yang dijadikan sampel sebanyak 15 perusahaan dengan periode penelitian selama 5 tahun, sehingga diperoleh sampel sebanyak 75 perusahaan. Pengolahan data menggunakan program Statistik Eviews 12. Hasil uji statistik F menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan, Kebijakan Dividen dan Kebijakan Hutang secara simultan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Selanjutnya hasil uji statistik t menunjukkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh secara parsial terhadap Nilai Perusahaan, sedangkan variabel Kebijakan Dividen dan Kebijakan Hutang tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.