Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Optimalisasi Pemodelan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (Plth) On-Grid di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (Spklu) Berbasis Aplikasi Homer Hidayat, Syarif; Fadliondi, Fadliondi
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 2 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.2.123-130

Abstract

ABSTRAK Energi terlibat pada semua aspek kehidupan. Namun, tidak semua energi selalu memiliki dampak positif bagi kehidupan, salah satunya yaitu energi fosil. Pemanfaatan bahan bakar fosil berkontribusi pada perubahan iklim melalui emisi gas rumah kaca dan mengakibatkan pemanasan global. Dalam rangka memenuhi Paris Agreement 2025, pemerintah Indonesia masih mendorong untuk beralih dari bahan bakar fosil menuju energi baru terbarukan. Pemerintah Indonesia menetapkan target 23% energi baru terbarukan pada bauran energi primer di tahun 2025, mengurangi emisi sebesar 29-41% di tahun 2030. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem pembangkit listrik tenaga hibrida untuk stasiun pengisian kendaraan listrik umum dan membandingkannya dengan kondisi aktual yang telah terpasang di Sebuah Showroom  Mobil  . Studi desain pembangkit listrik tenaga hibrida menggunakan aplikasi HOMER PRO Versi 3.14.2 untuk menilai kelayakan dari segi teknis, lingkungan dan ekonomi. Dari hasil simulasi menunjukkan konfigurasi sistem terbaik secara on-grid dengan kelayakan ekonomi Net Present Cost -Rp. 3.879.876.000, lalu Cost of Energy: -Rp. 121.38 Rp/kWh, dan Payback Period: 11 tahun. Dimana kondisi aktual kelayakan ekonomi sebagai berikut: Net Present Cost Rp. 5.948.337.543, lalu Cost of Energy: Rp. 2100 Rp/kWh. Potensi energi sinar matahari yang cukup besar dengan rata-rata 4,76 kWh/
Studi Kelayakan Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap On-Grid Kapasitas 65,3 kWp di SMK Taruna Bangsa Bekasi Fadliondi Fadliondi; Dian Alif Ferdinata
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol. 8 No. 1 (2025): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.8.1.43-52

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kebutuhan energi listrik dan keterbatasan bahan bakar fosil mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis, ekonomi, dan lingkungan dari pemasangan PLTS atap on-grid berkapasitas 65,3 kWp di SMK Taruna Bangsa Bekasi. Data konsumsi listrik sekolah selama enam bulan terakhir menunjukkan rata-rata 13.733,20 kWh per bulan. Analisis potensi radiasi matahari menggunakan data Global Solar Atlas menunjukkan rata-rata radiasi 2,91 kWh/m²/hari. Desain sistem PLTS menggunakan modul Trina Solar TSM-PD14 320 Wp dengan 204 modul dan inverter Sunny Tripower 24000TL-US. Simulasi teknis dilakukan dengan HelioScope, sementara analisis ekonomi mencakup perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTS ini mampu mendukung operasional sekolah, mengurangi tagihan listrik, serta memiliki potensi investasi yang layak. PLTS ini juga memberikan manfaat edukasi bagi siswa dan menjadi model penerapan energi terbarukan di institusi pendidikan. Penerapan teknologi ini meningkatkan efisiensi energi, kesadaran lingkungan, serta berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon sesuai kebijakan energi hijau pemerintah. Selain aspek teknis dan ekonomi, studi ini mengevaluasi keberlanjutan pemanfaatan energi surya jangka panjang. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain dalam mengadopsi teknologi PLTS sebagai upaya efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Dengan penerapan yang tepat, sistem ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, mempercepat transisi energi hijau, serta memberikan manfaat bagi sektor pendidikan dan lingkungan. PLTS ini juga berkontribusi dalam mengurangi beban listrik sekolah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan bagi generasi mendatang. Kata Kunci: Energi terbarukan, PLTS, Studi Kelayakan, Helioscope, Sistem On-Grid, Investasi Energi ABSTRACT The increasing demand for electrical energy and the limited availability of fossil fuel reserves have driven the development of renewable energy, one of which is Solar Power Plants (PLTS). This study aims to analyze the technical, economic, and environmental feasibility of installing a 65.3 kWp on-grid rooftop PLTS at SMK Taruna Bangsa Bekasi. Electricity consumption data over the past six months show an average usage of 13,733.20 kWh per month. Solar radiation potential analysis using data from the Global Solar Atlas indicates an average radiation of 2.91 kWh/m²/day. The PLTS system is designed using Trina Solar TSM-PD14 320 Wp modules with 204 units and a Sunny Tripower 24000TL-US inverter. Technical simulations were conducted using HelioScope, while the economic analysis included calculations of Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), and Payback Period (PBP). The results show that this PLTS can support school operations, reduce electricity bills, and offer viable investment potential. Additionally, the system provides educational benefits for students and serves as a model for renewable energy adoption in educational institutions. This technology enhances energy efficiency, promotes environmental awareness, and contributes to carbon emission reductions in line with government green energy policies. Besides technical and economic aspects, this study evaluates the long-term sustainability of solar energy utilization. The findings are expected to serve as a reference for other educational institutions seeking to adopt PLTS technology as part of their energy efficiency and sustainability efforts. This PLTS also helps reduce the school's electricity burden while raising awareness of the importance of renewable energy for future generations. Keywords: Renewable Energy, PLTS, Feasibility Study, HelioScope, On-Grid System, Energy Investment.
Sistem Pemantauan dan Pengontrolan Kandang Anak Ayam Berbasis Internet Of Things (Iot) dan Aplikasi Android Fadliondi Fadliondi; Iqbal Lail Ramadhan
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol. 8 No. 2 (2025): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.8.2.155-160

Abstract

ABSTRAK Pemeliharaan anak ayam (Day Old Chick) pada usia dini memerlukan pengelolaan lingkungan yang optimal agar kesehatan dan pertumbuhannya tetap terjaga. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, ketersediaan pakan dan air minum, serta ancaman predator sangat berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup anak ayam. Peternak skala rumahan sering menghadapi kendala dalam melakukan pemantauan dan pengontrolan kandang secara berkelanjutan karena keterbatasan waktu, tenaga, dan sarana teknologi. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu membantu proses pemeliharaan secara lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta mengimplementasikan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat memantau dan mengendalikan kondisi kandang anak ayam secara real time melalui aplikasi android. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali yang terintegrasi dengan sensor DHT22 untuk mendeteksi suhu dan kelembapan, HC-SR04 untuk mengukur ketinggian pakan serta air minum, dan PIR untuk mendeteksi pergerakan predator di sekitar kandang. Sebagai aktuator, digunakan mini fan, heater, buzzer, serta motor servo yang berfungsi memberikan respon otomatis sesuai kondisi yang terdeteksi. Data hasil pembacaan sensor dikirimkan ke Firebase sebagai media penyimpanan dan komunikasi, kemudian ditampilkan melalui aplikasi MIT App Inventor sehingga pengguna dapat memantau kondisi kandang dari jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan sistem berjalan sesuai rancangan dengan tingkat akurasi sensor berada dalam batas toleransi. Sistem mampu menjaga suhu kandang pada kisaran 30–34°C serta kelembapan 60–70% sesuai kebutuhan pertumbuhan anak ayam. Penerapan sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi pemeliharaan, menjaga kestabilan lingkungan kandang, serta memberikan kemudahan pengontrolan tanpa kehadiran langsung peternak. Kata Kunci : Internet of Things, ESP32, Firebase, MIT App Inventor, ABSTRACT The maintenance of day-old chicks (DOC) at an early age requires optimal environmental management to ensure their health and growth. Environmental factors such as temperature, humidity, the availability of feed and drinking water, as well as predator threats, significantly affect the survival rate of chicks. Small-scale poultry farmers often face challenges in continuously monitoring and controlling the coop due to limitations in time, labor, and technological resources. Therefore, a system is needed to support the maintenance process more efficiently. This research aims to design and implement an Internet of Things (IoT)-based system that can monitor and control the condition of chick coops in real time through an Android application. The system uses an ESP32 microcontroller as the main controller, integrated with a DHT22 sensor to measure temperature and humidity, an HC-SR04 sensor to monitor feed and water levels, and a PIR sensor to detect predator movement around the coop. As actuators, a mini fan, heater, buzzer, and servo motor are used to provide automatic responses according to the detected conditions. Sensor data are transmitted to Firebase as a storage and communication medium, then displayed via an MIT App Inventor application so that users can monitor the coop remotely. The test results show that the system operates as designed, with sensor accuracy levels remaining within acceptable tolerances. The system is able to maintain coop temperature in the range of 30–34°C and humidity between 60–70%, which are suitable for chick growth. The implementation of this system has proven to improve maintenance efficiency, stabilize the coop environment, and provide convenience in control without the farmer’s direct presence. Keywords : Internet of Things, ESP32, Firebase, MIT App Inventor,
Rancang Bangun Monitoring Ketinggian Air dan Temperatur Berbasis Internet of Things dan Telegram Fadliondi Fadliondi; Muhammad Rizki Wijaya
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol. 9 No. 1 (2026): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.9.1.61-68

Abstract

ABSTRAK Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering menimbulkan kerugian besar, baik secara material maupun nonmaterial, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan seperti pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas. Rendahnya akurasi data lingkungan serta keterlambatan informasi sering menyebabkan masyarakat kurang siap dalam menghadapi potensi bencana. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem deteksi dini berbasis Internet of things (IoT) yang dirancang untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time serta memberikan peringatan cepat melalui aplikasi Telegram. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data yang terhubung dengan beberapa sensor penting, meliputi sensor ketinggian air HY-SRF05, sensor suhu dan kelembapan DS18B20, sensor curah hujan Rain Drop, serta modul GPS Neo-6M untuk menentukan lokasi. Data yang diperoleh diolah untuk diklasifikasikan menjadi tiga status utama, yaitu aman, peringatan, dan siaga, lalu dikirimkan secara otomatis ke aplikasi Telegram agar masyarakat dapat segera mengetahui kondisi terkini. Selain notifikasi digital, sistem ini juga dilengkapi Buzzer sebagai peringatan suara langsung di lokasi. Pengujian dilakukan melalui dua tahap, yakni uji laboratorium dan uji lapangan, untuk memastikan keandalan sistem dalam berbagai kondisi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik, mendeteksi perubahan lingkungan secara akurat, serta mengirimkan peringatan tepat waktu, termasuk informasi koordinat lokasi perangkat melalui GPS. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan, mempercepat respons masyarakat, serta mendukung upaya mitigasi bencana banjir secara efektif dan efisien. Kata Kunci: Internet of Things, Monitoring Ketinggian Air, Telegram, GPS ABSTRACT Floods are among the most frequent natural disasters, often causing severe material and non-material losses, particularly for communities living in vulnerable areas such as the confluence of the Cileungsi and Cikeas rivers. In many cases, the lack of accurate environmental data and delays in disseminating information reduce community preparedness and response to potential flood events. To address this problem, this study develops an Internet of Things (IoT)-based early warning system designed to monitor environmental conditions in real time and provide rapid alerts through the Telegram application. The system uses the ESP32 microcontroller as the central processing unit, integrated with several sensors: the HY-SRF05 ultrasonic sensor to measure water level, the DS18B20 temperature and humidity sensor, the Rain Drop rainfall sensor, and the Neo-6M GPS module to determine device location. The collected data are processed and categorized into three conditions: safe, warning, and alert. This information is automatically transmitted to Telegram, enabling residents to receive timely updates on environmental conditions. To strengthen local awareness, a buzzer is also installed to deliver immediate audio alerts on-site. The system was tested through laboratory and field experiments to evaluate performance and reliability. The results show that the prototype functions effectively, accurately detecting changes in environmental parameters and sending timely notifications, including GPS coordinates. Overall, this system is expected to improve flood preparedness, enhance community response, and support disaster mitigation strategies. Keywords: Internet of Things, Water Level Monitoring, Telegram, ESP32, GPS.