Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kualitas permen jeli dengan pasta ekstrak bunga telang dan kulit buah kakao sebagai penstabil alami Dian Ariani Saputra; Yuliana Reni Swasti; Franciscus Sinung Pranata
AGROINTEK Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v20i1.28536

Abstract

Jelly candy is a popular treat for children, teenagers, and adults alike. The good qualities of jelly candy are its transparency, chewiness, and elasticity. Utilising Clitoria ternatea L. (butterfly pea) flower extract paste and cocoa pod extract paste (Theobroma cacao L.) to make jelly candy. This research aims to determine the quality of jelly candy with butterfly pea flower extract paste and Theobroma cacao pod extract paste in terms of its chemical, physical, microbiological, and panellist preference levels, and to determine the optimal concentration of butterfly pea flower extract paste and cocoa pod extract paste in making jelly candy. This study uses a completely randomized design with variations of butterfly pea flower extract paste and cocoa pod extract paste, 0:0 as control, 2:4, 4:6, and 6:8. Jelly candy in this research has a water content of 12.00-15.26%, a ash content of 0.12-0.35%,  the antioxidant activity of 29.93-68.19%, hardness 44.20-66.05 N, springiness 0.96-0.97, and chewing power 34.54-58.32 N. The most preferred jelly candy was treatment A, which consisted of a 2% fruit peel extract paste and 1% butterfly pea flower. The total plate count and the number of yeast moulds met the quality requirements as specified in SNI 3547.2-2008. The optimal concentration of jelly candy paste is achieved using a combination of butterfly pea flower extract paste and cacao pod extract paste, with a ratio of 2:4.
Kualitas dan Aktivitas Antioksidan Selai Lembaran Kombinasi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dan Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Gisela Dian Prasetyani; Franciscus Sinung Pranata; Yuliana Reni Swasti
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i1.3328

Abstract

Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dan kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dikombinasikan untuk diolah menjadi selai lembaran yang memiliki manfaat kesehatan. Manfaat tersebut diperoleh dari kandungan antioksidan dari kedua bahan yang dapat mencegah timbulnya penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella terhadap kualitas kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik. Berdasarkan hasil uji tersebut akan ditentukan pula selai lembaran dengan kualitas paling baik. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella yaitu 100:0 (P), 100:20 (Q), 100:40 (R), 100:60 (S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selai lembaran kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella memberikan pengaruh terhadap kadar air, kadar abu, serat kasar, serat terlarut, total padatan terlarut, total asam tertitrasi, total fenolik, aktivitas antioksidan, tekstur dan angka kapang khamir, tetapi tidak memberikan pengaruh pada warna dan angka lempeng total. Selai lembaran perlakuan 100:60 (S) menghasilkan kualitas paling baik berdasarkan parameter kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik. 
The Quality of Snack Bar with Jack Bean Tempeh Flour and Red Dragon Fruit Albedo Extract Substitution Devi Alvina; Yuliana Reni Swasti; Franciscus Sinung Pranata
agriTECH Vol 46, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.102485

Abstract

The snack bar is a grab-and-go food with wheat flour as the primary component. In this context, exploring alternative substitute ingredients is necessary to strengthen food security, reduce Indonesia’s dependence on wheat, and increase the nutritional content of snack bars. Generally, snack bars have a high-carbohydrate content. In this research, wheat flour was substituted with jack bean (Canavalia ensiformis) tempeh flour to enhance protein content, and red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) albedo extract was used to improve fiber content. Therefore, this research aimed to determine the chemical, physical, microbiological, and organoleptic properties, and to identify the best formulation of snack bars using jack bean tempeh flour and red dragon fruit albedo extract as substitutes. A Completely Randomized Design (CRD) method was used with four formulation treatments. The ratios of wheat flour, jack bean tempeh flour, and red dragon fruit albedo extract in the formulation were 100:0:0 (K), 80:15:5 (A), 65:25:10 (B), and 50:35:15 (C), respectively. Significant differences were analyzed on chemical, physical, and microbiological results using One-Way ANOVA and followed by a post-hoc Duncan Multiple Range Test (DMRT). The snack bar results ranged from 9.62-18.47%, 1.13-2.40%, 16.81%-19.53%, 6.01-9.76%, 52.56-65.26%, 0.96-11.24%, 2.09-11.27%, and 15.55-32.02 N moisture, ash, fat, protein, carbohydrates, insoluble fiber, soluble fiber contents, and hardness, respectively. The microbial test met the requirements for contamination according to the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM). The best formulation for the snack bar was identified in treatment B (65:25:10).
Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Tempe Koro Pedang dalam Produk Egg Roll di Pulutan, Wonosari, Gunung Kidul Brigitta Laksmi Paramita; Franciscus Sinung Pranata; LM Ekawati Purwijantiningsih; Yuliana Reni Swasti; Leonie Margaretha Widya Pangestika
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.60752

Abstract

Desa Pulutan, Wonosari merupakan salah satu desa penghasil kacang koro pedang. Namun, olahan koro pedang saat ini hanya sebatas diolah menjadi tempe. Pengembangan produk tempe yang dinilai memiliki manfaat gizi yang tinggi pun masih terbatas sehingga diperlukan pengetahuan terkait pengembangan produk tempe menjadi produk yang lebih komersial dan memiliki nilai jual yang tinggi. Egg roll merupakan salah satu produk yang digemari masyarakat. Pemanfaatan tempe koro pedang pada produk egg roll dapat meningkatkan nilai jualnya. Pengetahuan terkait dengan pemanfaatan tempe koro pedang menjadi egg roll sangat diperlukan untuk memperluas pemanfaatan tempe koro pedang dan untuk pengembangan usaha tempe koro pedang. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dipilih dalam pengabdian ini agar peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan namun juga skill dalam mengolah tempe koro pedang menjadi produk egg roll. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank (p<0,05) menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada frekuensi jawaban benar pre-test dan post-test yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait pemanfaatan tempe koro pedang pada produk egg roll. Peningkatan skill peserta dalam mengolah produk egg roll berbasis tempe koro pedang juga dibuktikan dengan produk egg roll tempe koro pedang yang sudah dikomersialisasikan dan bermanfaat untuk pengembangan UKM. Kata kunci: Tempe koro pedang; egg roll; penyuluhan; pelatihan.