Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Following the Global Rejection: The Motives of Majelis Ulama Indonesia's Fatwas on Ahmadiyah Fariz Alnizar; Fadlil Munawwar Manshur; Amir Ma'ruf
Studia Islamika Vol 29, No 3 (2022): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36712/sdi.v29i3.15349

Abstract

This article examines the motives behind the decisions of the Majelis Ulama Indonesia (MUI), in 1980 and 2005, to issue fatwas condemning the Ahmadiyah. Using critical discourse analysis, this study reveals MUI’s motives behind its fatwas on the Ahmadiyah by drawing on the text and the context of the issuance of the fatwas. Underpinning MUI’s issuance of its fatwa on the Ahmadiyah Qadiyan in 1980 was the global rejection of the Ahmadiyah, particularly in Pakistan and Saudi Arabia. Meanwhile, MUI’s fatwa on the Ahmadiyah in 2005 was informed by an increased rejection of the Ahmadiyah in Indonesia, which was based on the Jalsa Salana Ahmadiyah meeting in 2005, in Parung, Bogor. In the fatwa’s dictum, MUI positions itself as the guardian of the Islamic creed. MUI’s choice of wording and language style in its fatwas demonstrates its desire to display its authority as a quasi-non-governmental organization.
Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Untuk Dosen dan Mahasiswa Program Studi Keagamaan Di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Vika; Muhammad Nurul Huda; Fariz Alnizar; Fatkhu Yasik; Nadiah Nurli Fadilah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i2.12728

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi dosen serta mahasiswa prodi keagamaan dalam penulisan artikel ilmiah. Metode dalam kegiatan ini menggunakan metode pendampingan yang terbagi menjadi tiga tahapan diantaranya yaitu tahapan pembukaan, tahapan inti, dan tahapan penutup. Hasil dari kegiatan ini dosen dan mahasiswa mampu memahami penulisan artikel ilmiah dengan baik sesuai dengan komponen-komponen dalam penulisan artikel ilmiah. Hal tersebut dibuktikan dari hasil pendampingan yang dilakukan selama kegiatan pendampingan bahwa dosen dan mahasiswa sudah mampu memahami penulisan artikel ilmiah.
Language, Authority, and Digital Media: The Impact on the Legitimacy of Fatwas Ahmad Suaedy; Fariz Alnizar; Juri Ardiantoro; Said Aqil Siroj
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v23i1.28875

Abstract

This study aims to uncover the position of the Indonesian Ulama Council (Majelis Ulama Indonesia or MUI) in the current institutional context where it has the authority to issue fatwas. The era of disruption and digital revolution poses challenges for MUI. This qualitative study combines content analysis of a text with actor-network analysis of the actors who produce the text. Content analysis of the text was carried out by analyzing the language used in MUI regional fatwas that indicate symptoms of fatwa de-bureaucratization. The next step is to map the discourse arising from the fatwa de-bureaucratization symptoms. This study uses the Discourse Network Analysis (DNA) tool to map the actors involved. This is useful to answer the discourse map and actors involved in producing a discourse. The study results show that MUI faces two main challenges in the digital revolution era. First, the symptom of de-bureaucratization is marked by the increasing number of national issues discussed and decided by MUI regions. Second, depersonalization is characterized by the emergence of celebrity ulama, who often issue fatwas in forums and religious gatherings they possess. Abstrak: Kajian ini berupaya mengungkap posisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini yang secara kelembagaan memiliki kewenangan mengeluarkan fatwa. Era disrupsi dan revolusi digital membawa tantangan tersendiri bagi MUI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggabungkan analisis isi dalam sebuah teks dengan analisis jaringan aktor yang memproduksi teks tersebut. Analisis isi teks dilakukan dengan menganalisis data berupa penggunaan bahasa pada fatwa MUI daerah yang menunjukkan gejala debirokratisasi fatwa. Tahap selanjutnya adalah memetakan wacana yang muncul dalam gejala debirokratisasi fatwa. Dalam memetakan aktor-aktor tersebut, penelitian ini menggunakan Discourse Network Analysis (DNA). Hal ini berguna untuk menjawab peta wacana dan aktor yang terlibat dalam memproduksi sebuah wacana. Hasil kajian menunjukkan bahwa ada dua tantangan utama yang dihadapi MUI di era revolusi digital. Pertama, merupakan gejala debirokratisasi yang ditandai dengan semakin banyaknya isu nasional yang dibahas dan diputuskan oleh MUI daerah. Kedua, depersonalisasi ditandai dengan lahirnya ulama selebritas yang kerap mengeluarkan fatwa di forum-forum halakah dan pengajian yang dimiliki.