Articles
Kajian Kinetika Adsorpsi Mg(II) pada Silika Gel Termodifikasi Gugus Sulfonat
Azmiyawati, Choiril
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2006): Volume 9 Issue 2 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.775 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.9.2.35-39
Dalam penelitian ini telah dikaji pengaruh perlakuan silika gel dengan γ-glisidoksipropiltrimetoksisilan (γ-GPS) dan garam mononatrium asam 4-amino-5-hidroksi-2,7-naftalenadisulfonat (C10H8NNaO7S2) sebagai perlakuan awal, terhadap kinetika adsorpsi magnesium, Mg(II) dalam larutan. Perlakuan dikerjakan dengan mereaksikan silika gel dan γ-GPS membentuk senyawa Si-Ep yang berfungsi sebagai senyawa perantara dalam pembuatan silika gel termodifikasi gugus sulfonat. Si-Ep selanjutnya direaksikan dengan garam sulfonat sehingga diperoleh Si-SO3H (silika sulfonat) yang berupa padatan. Padatan (adsorben) digunakan untuk mengadsorpsi Mg(II) dalam larutan dengan variasi waktu kontak. Jumlah logam yang teradsorpsi ditentukan dengan menganalisis larutan/filtrat menggunakan metoda spektroskopi serapan atom (AAS). Pengaruh perlakuan terhadap kinetika dievaluasi berdasarkan parameter kinetika, yaitu laju adsorpsi dengan model kinetika Langmuir Hinshelwood (LH). Kajian kinetika adsorpsi Mg(II) dengan model kinetika LH memberikan tetapan laju adsorpsi, k = 3 x 10-5 menit-1. Berdasarkan nilai perubahan energi bebas Gibbs adsorpsi standar (-ΔG˚= 19,3886 J/mol) menunjukkan bahwa adsorpsi berlangsung melalui interaksi fisik.
Modifikasi Silika Gel dengan Gugus Sulfonat untuk Meningkatkan Kapasitas Adsorpsi Mg(II)
Azmiyawati, Choiril
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2004): Volume 7 Issue 1 Year 2004
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.662 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.7.1.10-16
Sintesis silika gel termodifikasi gugus sulfonat telah dilakukan melalui interaksi silika gel dengan larutan γ-glisidoksipropiltrimetoksisilan pada temperatur 90 oC selama 30 menit. Produk yang diperoleh diinteraksikan dengan garam mononatrium asam 4-amino-5-hidroksi-2,7-naftalenadisulfonat menghasilkan adsorben. Karakterisasi adsorben dilakukan menggunakan spektrofotometer infra-merah. Ketiga adsorben yang diperoleh digunakan untuk menentukan kapasitas adsorpsi Mg(II) pada berbagai pH. Adsorpsi dilakukan dalam sistem batch dan jumlah ion logam teradsorpsi dihitung berdasarkan ion logam tersisa dalam larutan yang diukur menggunakan spektroskopi serapan atom.Adanya interaksi antara silika gel G tipe-60 dan garam mononatrium asam 4-amino-5-hidroksi-2,7-naftalenadisulfonat ditunjukkan melalui spektrometer infra-merah pada bilangan gelombang di daerah 1458 cm-1 untuk S=O dari gugus sulfonat dan hilangnya bilangan gelombang di daerah 900 cm-1 dari gugus epoksi. Kapasitas adsorbsi Mg(II) tertinggi adalah 4,9 x 10-5 mol/gram terjadi pada pH 5.
Pembentukan Senyawa 2-Bromo-1-(3,4-dimetoksifenil) propanoI-1 dalam Dimetilsulfoksida
Azmiyawati, Choiril;
Priatmoko, Priatmoko;
Soelistyowati, Retno Dwi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 2, No 2 (1999): Volume 2 Issue 2 Year 1999
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4715.896 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.2.2.61-66
Pembentukan senyawa 2-Bromo-1-(3,4-dimetoksifenil) propanol-1 telah dilakukan melalui adisi N-Bromosuksinimida dan air kepada ikatan rangkap trans-metilisoeugenol dalam dimetilsulfoksida basah. Dihasilkan pasta berwama coklat kehijauan. Struktur senyawa ditentukan dengan spektroskopi infra merah dan kromatografi gas-spektroskopi massa. Analisa struktur senyawa 2-Bromo-1 -(3,4- dimetoksifenil)propanol-1 dilakukan dengan spektroskopi infra merah memberikan serapan pada 3400 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus hidroksil dan serapan pada 560 cm-1 menunjukkan adanya ikatan C-Br. Data ini didukung oleh munculnya senyawa tersebut pada kromatografi dari kromatogram gas-spektroskopi massa dengan waktu retensi 25,117
Adsorpsi Kadmium(II) pada Bahan Hibrida Tiol-Silika dari Abu Sekam Padi
Sriyanti, Sriyanti;
Azmiyawati, Choiril;
Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.351 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.8.2.48-54
Bahan hibrida tiol-silika telah dibuat dengan mengimobilisasikan 3-merkapto-propiltrimetoksisilan ke dalam silika melalui metode sol-gel. 3-Merkaptopropil-trimetoksisilan ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, kemudian diasamkan dengan HCl 6M hingga pH: 7. Larutan natrium silikat dihasilkan dari ekstraksi abu sekam padi dengan larutan natrium hidroksida mendidih. Model isoterm adsorpsi Langmuir digunakan untuk memperkirakan kapasitas dan energi adsorpsi kadmium(II). Dilakukan pula adsorpsi pada berbagai pH untuk mendapatkan kondisi yang sesuai untuk adsorpsi selektif ion logam yang dipelajari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cd(II) teradsorpsi lebih tinggi pada bahan hibrida tiol-silika (SG-MPTS) dibandingkan pada silika gel tanpa gugus tiol dengan kapasitas adsorpsi berturut-turut (b: 0,0208 mol/g) dan (b = 0,0156 mol/g) . Dari energi adsorpsi yang terlibat (25, 545 kJ/mol dan 27,422 kJ/mol), adsorpsi Cd(II) pada kedua adsorben dapat dikategorikan sebagai adsorpsi kimia. Untuk kedua adsorben, adsorpsi Cd(II) paling efektif pada 3
Pengembangan Metode Pengikatan Gugus Epoksida pada Silika Gel untuk Meningkatkan Efisiensi
Azmiyawati, Choiril
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.988 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.8.3.89-93
Pengikatan gugus epoksida pada silika gel G telah dilakukan. Pengikatan ini dilakukan dengan cara mereaksikan silika gel G dan γ-GPS pada konsentrasi dan waktu kontak yang bervariasi. Variasi konsentrasi γ-GPS yang dilakukan adalah 5%, 10%, dan 15%. Variasi waktu kontak antara silika gel dengan γ-GPS adalah 1, 2, dan 8 hari. Diperoleh bahwa semakin besar konsentrasi dan waktu kontak, semakin banyak gugus epoksida yang terikat pada silika gel. Meskipun demikian, efisiensi terbesar yaitu 0,614% terjadi pada konsentrasi γ-GPS 5% dengan waktu kontak 8 hari.
Silica Magnetite Adsorbent: Effect of Drying Temperature of Silica Sol Gel on Magnetite Core Structure
Endang Sawitri;
Choiril Azmiyawati;
Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2469.954 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.21.3.149-154
Recently, magnetite was investigated as water purification adsorbent because it’s unique magnetic properties that improved the adsorption efficiency through desorption process. But magnetite oxidized into maghemite/hematite with the increase of temperature. This transformation should be avoided to maintain the magnetic properties of magnetite. In this research magnetite separated from iron sand by magnetic extraction then coated with silica via sol gel method. The effect of drying temperature in sol gel had change the magnetite core structure into maghemite and found no formation of hematite at 350⁰C. Silica coating proved had protected magnetite from transformation into hematite due to drying temperature until 350⁰C .
Effect of pH on the Synthesis of Silica Sol-Gel Tetraethylorthosilicate-Trimethylchlorosilan (TEOS-TMCS)
Artha Monica Andini;
Choiril Azmiyawati;
Adi Darmawan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 11 (2022): Volume 25 Issue 11 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jksa.25.11.394-398
Sol-gel synthesis of silica employing the co-precursor trimethylchlorosilane (TMCS) and the precursor tetraethylorthosilicate (TEOS) was accomplished. The purpose of this investigation was to ascertain how pH affected the properties of synthetic silica. The synthesized hydrophobic silica was characterized using FTIR, TGA, and GSA to determine the effect of pH adjustment on the functional group characters, thermal properties, and pore morphology. The ratio between TEOS/TMCS was fixed at 75:25 and varied the pH (4, 6, 7, 8, and 10) and the calcination temperature (without calcination, 300℃ and 500℃). FTIR analysis showed that the number of C-H and Si-OH groups in the xerogel decreased with increasing calcination temperature. Xerogel formed at pH 6 provides the highest thermal stability among other pHs. The results from the BET analysis revealed that changes in pH directly affect the physical characteristics of the surface, making the resulting gel network less rigid and more susceptible to shrinkage of pore volume and diameter in the atmosphere. Meanwhile, in an alkaline medium, continuous condensation will occur so that the pore diameter and volume decrease. The high pore diameter and volume imply that pH 7 is ideal for preparing xerogels.
Sintesis Porous Carbon dari Sukrosa Menggunakan Silica Template pada Temperatur Kamar
Lia Puspita Dewi;
Taslimah Taslimah;
Choiril Azmiyawati
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.031 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.13.1.25-29
Pada penelitian ini telah dibuat material porous carbon menggunakan bahan baku gula (sukrosa) dengan menambahkan natrium silikat sebagai sumber silica template. Sintetis porous carbon dilakukan pada temperatur kamar dan tanpa aktivasi. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh material porous carbon dengan metode sederhana, menentukan porositas porous carbon yang dihasilkan dan mengetahui kemampuan adsorptivitasnya terhadap zat warna pada proses bleaching minyak kelapa sawit kasar (CPO). Porous carbon dibuat dengan cara menambahkan natrium silikat ke dalam larutan gula (sukrosa) yang selanjutnya dilakukan penambahan asam sulfat pekat dan pengadukan hingga homogen. Setelah campuran dingin, kemudian ditambahkan HF 1%, dicuci hingga netral dan dipanaskan pada suhu 120°C selama 2 jam. Produk yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR, X-Ray diffraction dan surface area analyzer. Selanjutnya porous carbon yang dihasilkan dicobakan sebagai agen pemucat (bleaching agent) pada minyak kelapa sawit mentah (CPO). Disimpulkan bahwa porous carbon yang terbentuk memiliki kemiripan dengan karbon aktif, sedangkan penambahan silica template dapat meningkatkan porositas porous carbon yang dihasilkan. Porous carbon dengan rasio sukrosa dan natrium silikat sebanyak 20:15 memiliki luas permukaan spesifik sebesar 155,90 m2/g dan jari-jari pori rata-rata sebesar 1,4019 Ǻ. Porous carbon hasil sintetis dapat digunakan sebagai agen pemucat minyak kelapa sawit mentah (CPO), namun kemampuan pemucatannya masih relatif rendah.
Pengaruh Variasi Jenis Asam terhadap Karakter Nanosilika yang Disintesis dari Abu Sekam Padi
Dini Hayati;
Pardoyo Pardoyo;
Choiril Azmiyawati
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (583.409 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.20.1.1-4
Abu sekam padi mengandung 80% silika sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam sintesis nanosilika. Pada penelitian ini dilakukan sintesis nanosilika dari abu sekam padi dengan variasi jenis asam yaitu HCl, H2SO4, dan H3PO4 dengan konsentrasi masing-masing 3M. Nanosilika diperoleh dengan mereaksikan natrium silikat yang diperoleh dengan melarutkan abu sekam padi dalam larutan NaOH 2,5 M kemudian proses sol gel dengan katalis asam hingga pH 7. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nanosilika dengan katalis asam posfat dan diperoleh ukuran morfologi permukaan 40 sampai 60 nm. Nanosilika yang dihasilkan dengan katalis asam sulfat (H2SO4) menghasilkan luas permukaan dan volume total pori paling besar diantara ketiga variasi asam yang digunakan katalis asam klorida (HCl) dan asam posfat (H3PO4), yaitu luas permukaan 158,168 m2/g, volume total pori 0,2378 cc/g, dan diameter pori rata-rata 6 nm.
Modifikasi Silika Gel dari Abu Sekam Padi dengan γ-Glycidoxyopropyltrimethoxysilane dan Mercaptobenzothiazole untuk Adsorpsi Logam Kadmium(II)
Erna Kurnia Sari;
Choiril Azmiyawati;
Taslimah Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (753.981 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.13.3.71-75
Telah dilakukan modifikasi permukaan silika gel yang disintesis dari abu sekam padi menggunakan Mercaptobenzothiazole (MBT) dengan agen penghubung γ-glycidoxypropyltrimethoxysilane (γ-GPTMS) untuk mengadsorpsi Cd2+ dalam medium air. Sintesis silika gel termodifikasi Mercaptobenzothiazole dilakukan melalui pembuatan natrium silikat, pembentukan silika gel, pengikatan gugus epoksi dan MBT pada silika gel, dan adsorbsi silika gel pada logam Cd2+. Modifikasi silika gel dilakukan dengan tiga variasi urutan penambahan reagen pada kisaran pH campuran 5,5-5,8. Variasi pertama, silika gel ditambahkan ligan MBT yang telah direaksikan dengan γ-GPTMS, variasi kedua silika gel ditambahkan dengan ligan MBT yang telah bereaksi dengan γ-GPTMS dan variasi ketiga dilakukan dengan pencampuran simultan larutan natrium silikat dengan HCl 6M dan ligan MBT yang telah diikatkan dengan γ-GPTMS. Hasil penelitian menunjukan bahwa modifikasi permukaan silika gel yang disintesis dari abu sekam padi menggunakan Mercaptobenzothiazole dengan agen penghubung γ-glycidoxypropyltrimethoxysilane dapat dilakukan. Diperoleh pula bahwa adsorben kedua memiliki kemampuan adsorpsi terhadap Cd2+ yang lebih besar daripada adsorben pertama dan ketiga, yaitu 0,108 mmol/gram.