Steven Jacub Soenjono
Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Manado, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

UJI COBA KOMPOSIS FECES (KOTORAN) BABI DAN AIR CUCIAN BERAS DALAM MENGHASILKAN BIOGAS Rimeks Aemba; Tony K, Timpua; Steven J. Soenjono
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.333 KB) | DOI: 10.47718/jkl.v6i2.613

Abstract

Pembuatan biogas menggunakan feses hewan khususnya, babi ini berpotensi sebagai energy alternatif yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui komposisi feses babi dan air cucian beras yang efektif menghasilkan biogas dan waktu detensi yang efektif menghasilkan biogas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian experiment semu (quasi), yang menjadi sampel adalah kotoran babi dan air cucian beras yang dimasukan kedalam biodigester untuk difermentasikan kemudian dilakukan pengamatan. Alat yang digunakan yaitu ember atau tong dengan hasil penelitian yaitu untuk campuran kotoran babi dan air cucian beras dengan komposisi 1:1, 1:1,5 dan 1:2 dengan lama fermentasi 14 hari dalam menghasilkan 200 gram biogas, untuk perbandingan 1:1,5 dan 400 gram biogas. Untuk itu perlu dilakaukan penelitian lanjutan dengan memperhatikan cara pemasangan selang dan cara pengrakitan alat, pengamatan waktu tinggal.
HUBUNGAN SARANA KESEHATAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN PATETEN SATU KECAMATAN AERTEMBAGA KOTA BITUNG Temmy V. Pesik; Steven J. Soenjono; Joy V.I. Sambuaga
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v7i2.623

Abstract

Data dari Dinas Kesehatan Kota Bitung jumlah penderita diare sampai pada tahun 2013 sebanyak 2393 kasus yang terdiri dari usia < 1 tahun sebanyak 382 kasus, usia 1-4 tahun sebanyak 879 kasus, usia lebih dari 5 tahun sebanyak 1132 kasus dan kasus diare pada tahun 2014 sampai pada bulan Oktober 2014 sebanyak 4687 yang terdiri dari usia < 1 tahun sebanyak 749 kasus, usia 1-4 tahun sebanyak 1751 kasus, usia lebih dari 5 tahun sebanyak 2187. Prevalensi kejadian diare di Kota Bitung pada tahun 2013 sebesar 1,3 %. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara sarana kesehatan lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Pateten Satu Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Cross sectional study, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu berdasarkan hasil perhitungan besar sampel sebanyak 53 sampel yang dijadikan sebagai responden. Hasil analisis secara bivariat dengan menggunakan uji Chi square didapatkan hasil yaitu ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan sarana air bersih dengan kejadian diare pada balita dengan nilai p= 0,004, ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita dengan nilai p= 0,000 dan ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan sarana pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita dengan nilai p= 0,012. Kesimpulan yaitu ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan sarana air bersih, ketersediaan jamban keluarga dan ketersediaan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Pateten Satu Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Saran bagi masyarakat agar membangun dinding sumur yang kedap air supaya air buangan tidak merembes ke dalam sumur, jamban yang tidak memiliki saptic tank, agar membangun septic tank dan pembuangan akhir jamban tidak di buang pada saluran umum, agar kotoran yang di buang tidak mencemari lingkungan dan tidak mencemari air sumur gali dan air buangan yang di buang ke halam rumah agar dibangun SPAL yang kedap air
STATUS RESISTENSI NYAMUK AEDES sp TERHADAP MALATHION DI KELURAHAN PAPAKELAN KABUPATEN MINAHASA Lewi M. Kawatu; Steven J. Soenjono; Agnes T. Watung
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 9 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v9i1.643

Abstract

Kejadian DBD di Kabupaten Minahasa sampai sekarang masih tinggi, sehingga dalam upaya pengendalian vektor DBD yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa yaitu secara kimiawi dengan menggunakan malathion. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif yang diambil pengambilan sampel nyamuk (larva) Aedes sp. pada 100 rumah yang dilakukan dengan metode Simple random sampling yaitu pengambilan acak sederhana seluruh individu yang menjadi anggota populasi dan memiliki peluang yang sama dan bebas dipilih sebagai anggota sampel, terdiri dari satu kelompok yakni setiap uji menggunakan 4 tabung perlakuan dan 1 tabung kontrol. Pada setiap tabung uji dimasukkan nyamuk betina umur 3 – 5 hari sebanyak 25 ekor pada keturunan pertama. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan alat uji resistensi (susceptibility test) dengan standar WHO tahun 1975 yaitu menggunakan empat impregnated paper yaitu malation 0.8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengukuran 1 jam pertama mempunyai hasil 8%-16% kematian Nyamuk Aedes sp. dengan rata-rata 9% kematian, sedangkan pada pengukuran 24 jam mempunyai hasil 64%-76% kematian Nyamuk Aedes sp. dengan rata-rata 70% kematian, penggunaan malathion dalam jangka waktu yang lama menjadi penyebab terjadinya resistensi Aedes sp. Kesimpulan status resistensi nyamuk Aedes sp. menggunakan insektisida malation (0,8%) di Kelurahan Papakelan telah menunjukkan resisten.
Pengaruh Kepadatan Plasmodium Terhadap Kadar SGPT/SGOT Pada Penderita Malaria Di Kota Bitung Tahun 2016 Joy Victor Sambuaga; Steven Jacub Soenjono; Dionysius Sumenge
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8 No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.774 KB) | DOI: 10.47718/jkl.v8i2.652

Abstract

Malaria adalah penyakit kronis dan akut yang disebabkan oleh protozoa dari jenis Plasmodium. Secara alami, Plasmodium sp. ditularkan kepada manusia oleh vektor nyamuk betina dari jenis Anopheles sp. Penularan juga dapat terjadi dengan induksi inokulasi langsung dari sel darah merah yang terinfeksi melalui transfusi, jarum atau bawaan dari ibu kepada bayi yang dikandungnya. Beberapa tanda dan gejala utama dari penyakit ini adalah menggigil, demam tinggi, sakit kepala, anemia dan pembesaran limpa (splenomegali). Menurut WHO jumlah penderita malaria di seluruh dunia diperkirakan mencapai 154-289 juta jiwa pada tahun 2010 dengan jumlah kematian 490.000-836.000 jiwa dan mayoritas kasus terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Bitung tahun 2015, jumlah temuan penderita dengan gejala malaria dalam kurun waktu tahun 2014-2015 mencapai 5071 kasus dan 569 yang terkonfirmasi positif dengan ditemukan infeksi P. falciparum 81%, P. vivax 15%, dan Campuran 4%. Keterlibatan hati pada malaria adalah kejadian umum pada pasien penderita malaria dan mungkin menunjukkan jaundice atau yang biasa disebut penyakit kuning dikarenakan peningkatan serum bilirubin, terjadinya hepatomegali, serta kemungkinan terjadi peningkatan aktivitas enzim hati seperti Aspartat Transaminase (AST/SGOT) dan Alanine Transaminase (ALT/SGPT). . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kepadatan Plasmodium sp terhadap Kadar SGPT/SGOT Pada Penderita Malaria Di Kota Bitung. Populasi penelitian adalah Penderita malaria di Kota Bitung pada bulan April sampai bulan Oktober tahun 2016. Sampel ditentukan secara Accidental Sampling yaitu Penderita malaria pada bulan April sampai bulan Agustus yang datang memeriksakan diri pada di Puskesmas dan RS yang ada di Kota Bitung yang berjumlah 30 penderita. Hasil penelitian Densitas Plasmodium sp pada 30 penderita malaria terdiri dari 28 kasus +, dan 2 kasus +++. Hasil uji statistik tidak ada pengaruh antara kepadatan Plasmodium sp terhadap Kadar SGPT/SGOT Pada Penderita Malaria Di Kota Bitung. Kepada instansi terkait yaitu Dinas Kesehatan Kota Bitung perlu melakukan pemetaan kasus malaria dengan sistim buffering guna mengetahui pola penyebaran penyakit malaria sehingga pengendalian vektor malaria tepat pada sasaran. Penanganan/pengobatan penderita malaria jangan hanya terfokus pada parasitnya tap iharus disertai juga dengan pengobatan pada gejala klinis yang dialami oleh penderita yaitu penurunan fungsi hati.
STUDI SPASIAL KEBERADAAN BREEDING PLACES DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA BULUDE KECAMATAN KABARUAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Maya Tindige; Joy V.I. Sambuaga; Steven J. Soenjono
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8 No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v8i2.676

Abstract

The incidence of malaria is 350-500 million cases every year, with more than 1.1 million deaths the majority of deaths occur in pregnant women and children aged less than 5 years. Malaria is the number 4 cause of death in the world after respiratory infections, HIV / AIDS and diarrhea. The purpose of this study is to specialize and find out the relationship between Breeding places and the incidence of malaria in the Bulude Village, Kabaruan Sub-District, Talaud Islands Regency. The results of the study prove that the spread of malaria incidence in Bulude Village, Kabaruan Subdistrict, Talaud Islands Regency in 2017 is spatial, the physical environmental conditions (temperature and humidity) in the habitat of Anopheles sp. in malaria sufferer settlement areas in Bulude Village, Kabaruan Subdistrict, Talaud Islands Regency in 2017 are Temperature 26-290C, humidity 82% - 87%, Chemical environmental conditions (pH and salinity) in Anopheles sp. in malaria settlement areas in Bulude Village, Kabaruan Subdistrict, Talaud Islands Regency in 2017, the pH is in the range of 8-9.2 and salinity is 0%. Breeding Type places in Bulude Village, Kabaruan Subdistrict, Talaud Islands Regency in 2017 consists of Puddles / Ditches, Rivers and marshes and there is no relationship between the existence of breeding places and the incidence of malaria in Bulude Village, Kabaruan Subdistrict, Talaud Islands District, 2017 p = 1.00. It is recommended for the public to pay attention and increase awareness of what can cause malaria and to carry out malaria prevention activities such as cleaning the environment routinely at least once a week
Kegiatan Unit Kesehatan Sekolah Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Tatanan Sekolah Di SMA Negeri 1 Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe Dismo Katiandagho; Steven J Soenjono
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 11 No 1 (2021): April
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v11i1.1342

Abstract

Adolescent forms of deviation as a result of development such as smoking behavior, alcoholic beverages, drug use, stress and trauma. The purpose of this study was to determine the relationship between the activities of the school health unit (UKS) with clean and healthy living behavior (PHBS) in SMA Negeri 1 Manganitu. The type of this research is analytic observational with a cross sectional study design, the sample size in this study is 62 students.. Data collection will be done directly by conducting interviews. The research data were analyzed univariate and bivariate by using the test Chi square. The results showed that there was a significant relationship between using healthy latrines and PHBS, value p = 0.001; PR = 8,775, there is a significant relationship between smoking behavior at school and PHBS, p = 0.026; PR = 20.148, there is a significant relationship between eradicating mosquito larvae with PHBS value p = 0.026; PR = 20.148, and there is a significant relationship between waste disposal and PHBS,value p = 0.014; PR = 46,667. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between using healthy latrines, non-smoking behavior in schools, eradicating mosquito larvae and disposing of garbage in its place with clean and healthy living behavior. It is recommended for the school to educate students and teachers through counseling and installation of leaflets prohibiting smoking in schools and providing cleaning water for latrines. For the puskesmas to provide assistance for UKS so that it continues to run well and support every UKS program implemented in schools.
PELATIHAN KADER KESEHATAN GIGI BAGI GURU TK DALAM PROGRAM IMUNISASI GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK DI WILAYAH KECAMATAN MALALAYANG TAHUN 2021: TRAINING OF DENTAL HEALTH CAREERS FOR TEACHERS IN THE DENTAL IMMUNIZATION PROGRAM FOR PRESCHOOL CHILDREN IN THE REGION OF MALALAYANG DISTRICT IN 2021 I Ketut Harapan; Anneke A. Tahulending; Henry S. Imbar; Steven J. Soenjono; Riane R. Pagau; Ireine N. Dajoh
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.406 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.537

Abstract

Penyakit gigi dan mulut menduduki urutan pertama dari daftar sepuluh besar penyakit yang paling sering dikeluhan masyarakat Indonesia. Persepsi dan perilaku masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut masih buruk. Angka karies gigi dan penyakit mulut di Indonesia yang cenderung meningkat. Data laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menyebutkan bahwa pravalensi rata-rata penduduk Indonesia usia 5-9 tahun bermasalah gigi dan mulut sebesar 28,9% dengan persentase tertinggi sebesar 30,5% pada usia 35-44 tahun. Persentase masalah gigi dan mulut pada usia 5-9 tahun sudah memasuki angka yang cukup tinggi.  Provinsi Sulawesi Utara indeks DMF-T diatas angka rata-rata secara nasional yaitu 5,4. Terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut pada penduduk, tidak terlepas dari cara memelihara kesehatan gigi dengan baik dan benar, yaitu dengan cara menyikat gigi. Data RISKESDAS Tahun 2013 menunjukkan persentasi penduduk menyikat gigi sebelum tidur malam 28,7% terjadi penurunan menjadi 27,3% pada Tahun 2018. Metode pelaksanaan: Pelatihan bagi guru pada 10 sekolah Taman Kanak-kanak dan edukasi dilakukan dengan metode  pre dan post test. Lokasi pelaksanakan di wilayah Kecamatan Malalayang Kota Manado pada tanggal 27-28 Mei 2021. Hasil kegiatan: Kegiatan dimulai dari penjajakan lokasi dengan berkoordinasi pihak puskesmas dan UPT kemendikbud  untuk pengumpulan data serta koordinasi dengan pihak Kecamatan untuk tempat pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan pre tes bahwa pengetahuan baik hanya 3 orang responden (20%), sedangkan setelah diberikan pelatihan dengan edukasi  terjadi peningkatan hasil post tes pengetahuan sebanyak 30 orang ( 100%). Kesimpulan:  Bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader serta sudah faham mengenai cara menjaga kesehatan gigi , mampu mengenal penyakit gigi, serta mampu mengaplikasikan pengolesan vitamin gigi pada anak pra sekolah. Peningkatan pengetahuan dari hasil pos test (100%).