Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT GUNA MENINGKATKAN KEKUATAN MOTORIK PASIEN PASCA STROKE DENGAN MEMBERIKAN ROM (RANG OF MOTION) EXERCISE DAN SCRENING KESEHATAN DI RUANGAN POLIKLINIK SARAF RSUP DR. M. JAMIL PADANG Hendri Budi, Netti, Yosi Suryarinilsih,
Menara Ilmu Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 77, Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i77.386

Abstract

Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang sungguh mengerikan dan menjadi penyebab kematian no 3 di Indonesia setelah penyakit jantung, tekanan darah tinggi dankanker. Serangan strokeselalu datang mendadak tanpa tanda-tanda pasti. Masalah yang seringdialami oleh penderita stroke dan yang paling ditakuti adalah penurunan kekuatanotot.Kekuatan otot adalah kemampuan otot menahan beban baik berupa beban eksternalmaupun beban internal. Empat juta orang Amerika mengalami defisit kekuatan otot akibatstoke, dan dua per tiga dari defisit ini bersifat parah. (National Rural Health Association). Halini akan berdampak keputusasaan dari pasien ataupun dari keluarga. Hari ke hari pasienterisolasi, sementara itu fungsi motorik yang merupakan system koordinasi, keseimbangan danpola jalan merupakan terhubung dengan pusat kognitif. Untuk mengatasi hal ini diperlukanintervensi yang tepat bagi pasien salah satunya adalah dengan ROM exercise. Ruangpolineurolo RSUP Dr. M. Djamil merupakan ruang rawat jalan bagi pasien-pasien pasca strokedan merupakan tempat yang tepat untuk memberikan pendidikan kesehatan terkait latihan ini.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan Kekuatan Motorik Pasien Pasca Stroke denganMemberikan ROM (Rang of Motio) Exercise dan Screning Kesehatan di ruangan polikliniksaraf RSUP dr. M. jamil Padang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan bulanOktober 2016 dengan melakukan screening kesehatan dan latihan ROM pada 30 orang pasienpasca stroke yang melakukan rawat jalan di ruang polineurologi. Hasil kegiatan ini diperolehhasil pasien dan keluarga mampu melaksankan kegiatan ini secara mandiri dan mulaimenerapkannya di tempat tinggal mereka masing-masing. Hasil kegiatan ini direkomendasikanuntuk dapat dilanjutkan Perawat diharapkan dapat menfasilitasi latihan ini secaraberkesinambungan. 
Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Menggenggam Bola Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pasien Stroke Iskemik Hendri Budi; Netti Netti; Yossi Suryarinilsih
Jurnal Sehat Mandiri Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 14, No.2 Desember 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.683 KB) | DOI: 10.33761/jsm.v14i2.151

Abstract

Stroke causes motor hemiparise disorders or weakness. Nursing intervention to overcome this is by doing range of motion (ROM) exercises grasping the ball. The purpose of the study was to identify the effect of ROM-grasping ball exercises on the strength of limb muscles for ischemic stroke patients. Quasi-experimental research type, one group pre-post test design. Research in the Neuro Ward Dr. M. Djamil Padang Hospital. The time of the research is October to December 2017. The intervention is ROM gripping ball exercises, namely rubber balls for 3 days followed by tennis balls for 2 days. Hold the ball firmly for 5 seconds then relax 10 seconds, practice repeated 10 times, frequency 3 times a day. The study population were all stroke patients in the Neuro Ward Dr. M. Djamil Padang Hospital. A sample of 10 people was obtained by purposive sampling that met the inclusion criteria. Data collection by measurement of muscle strength using Manual Muscle Testing (MMT). Data were computerized, analyzed by descriptive statistics and Wilcoxon test. The results of the study showed differences in upper limb muscle strength before and after the ROM exercise held the ball on the patient's shoulder (p value = 0.004), on the elbow of the patient (p value = 0.000), on the patient's hand (p value = 0.000), and on the patient's finger (p value = 0.000). It is recommended to nurses to implement the practice of grasping the ball to increase muscle strength of ischemic stroke patients and make it as a procedure for nursing intervention to patients to muscle strength.
Hypertension Risk Factor Control Effort In Post Stroke Patients Yosi Suryarinilsih; Hendri Budi; Netti Netti; Wiwi Sartika
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.03 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i2.1109

Abstract

Post-stroke patients have risk factors for recurrent stroke. The main risk factor is hypertension. The purpose of this community service activity is to improve the ability of the community, especially post-stroke patients, to control hypertension as a risk factor for recurrent stroke through identification of risk factors, health education and the application of light activity and deep breathing exercises. Before education is given, post-stroke patients and their families are given prestest first and after education, posttest returns to evaluate the patient's understanding. The results of the activity, there was a significant difference between the knowledge before and after being given education to post-stroke patients and their families with p value <0.05. To the head of the room and the neuroscientific nurse, dr. M. Djamil Padang can continue the activity of identifying recurrent stroke risk factors and health education related to control of recurrent stroke risk factors in post-stroke patients by involving the Health Promotion (Promkes) department of Dr. M. Djamil Padang.
Pengalaman Keluarga dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Pasca Strok Netti Netti; Yosi Suryarinilsih; Hendri Budi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.72136

Abstract

Latar Belakang: Strok merupakan kondisi medis akibat terganggunya aliran darah ke otak yang menyebabkan kematian sel sehingga sering mengakibatkan kelumpuhan. Kelumpuhan pada usia produktif dapat menyebabkan kepercayaan diri pasien menurun. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien di beberapa domain kehidupan, seperti fungsi fisik dan mental, kemampuan untuk melakukan aktivitas/peran sehari-hari.Tujuan: Menggali pengalaman keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca strok.Metode: Penelitian yang digunakan berbasis kualitatif melalui pendekatan fenomenologi, dengan partisipan sebanyak 6 orang. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode Colaizzi.Hasil: Keluarga sulit membedakan kondisi pasien strok berulang serta tanda dan gejala kerusakan, sedangkan respons emosional ketika terjadi strok berulang adalah menangis, cemas, takut kehilangan anggota keluarganya dan respons simpatik oleh keluarga. Massage ringan dan kompres hangat adalah tindakan yang sering dilakukan apabila ada permasalahan dengan gangguan sendi.Kesimpulan: Penelitian ini menghasilkan 4 tema, yaitu mengenal gejala awal terserang strok berulang, bagaimana respons psikososial keluarga menghadapi strok berulang, penyebab keterlambatan dibawa ke rumah sakit, dan pertolongan pertama sebelum pasien dibawa ke rumah sakit.
Faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja puskesmas belimbing kota padang regina dwi handani; Suhaimi Suhaimi; Netti Netti; Lola Felnanda Amri; Efitra Efitra
Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri, Volume 3 No.2 November 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Mandiri Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jksm.v3i2.1850

Abstract

Hipertensi disebut sebagai The Silent Killer karena sering terjadi tanpa keluhan, dan diketahui setelah terjadi komplikasi. Presentase penderita hipertensi pada tahun 2024 di wilayah Asia terjadi peningkatan sebanyak 32%, meningkat seiring bertambahnya usia. Indonesia termasuk kedalam urutan ketiga di Asia Tenggara. Faktor resiko terjadinya hipertensi yaitu diet yang tidak patuh, aktivitas fisik kurang, stress berat, kurangnya memanfaatkan pelayanan kesehatan dan dukungan keluarga yang rendah. Puskesmas Belimbing menempati peringkat kedua tertinggi kejadian hipertensi di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Populasi 399 lansia dengan jumlah sampel 78 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Hasil penelitian didapatkan lansia menderita hipertensi 69,2%, lansia tidak patuh melakukan diet hipertensi 52,6%, lansia dengan aktivitas fisik kurang 53,8%, lansia mengalami stress ringan 60,3%, lansia memanfaatkan pelayanan kesehatan 62,8%, lansia dengan dukungan keluarga tinggi 53,8%. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara diet, aktivitas fisik, stress, dan dukungan keluarga dengan kejadian hipertensi (p value 0,000) dan adanya hubungan antara pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan kejadian hipertensi (p value 0,003)
Faktor Resiko Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita Di Kelurahan Parak Laweh Lubuk Begalung Kota Padang winda fransisca; Tisnawati Tisnawati; Netti Netti; Zolla Amely Ilda; Suhaimi Suhaimi
Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri, Volume 3 No.2 November 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Mandiri Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jksm.v3i2.1852

Abstract

Pneumonia pada anak balita menyebabkan masalah gangguan pernafasan, jika dibiarkan berdampak pada tumbuh kembang anak. Pneumonia menyumbang 14% dari seluruh kematian anak di dunia. Di Indonesia angka kematian pneumonia sebesar 0,12%. Di Kota Padang pneumonia tertinggi terjadi di Kelurahan Parak Laweh sebanyak 40 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kejadian pneumonia pada anak balita di Kelurahan Parak Laweh Lubuk Begalung Kota Padang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain Case Control. Populasi penelitian adalah anak balita berjumlah 577. Sampel penelitian berjumlah 76 anak balita diambil dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dengan buku KIA, lembar observasi dan kuesioner, pengolahan data dengan editing, coding, data entry, processing, cleaning. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Uji Chi square dan Uji Oods Ratio. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara ventilasi rumah dan kepadatan hunian dengan pneumonia pada anak balita di Kelurahan Parak Laweh Lubuk Begalung Kota Padang. Dan tidak terdapat hubungan antara BBLR, status gizi dan keluarga merokok dengan pneumonia pada anak balita di Kelurahan Parak Laweh Lubuk Begalung Kota Padang.
Pengaruh Pemberian Edukasi Deteksi Dini Fibroadenoma Mamae (Fam) Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Remaja Putri Tentang Sadari Di Sman 5 Padang risma lailatul rahmi; Netti Netti; Zolla Amely Ilda; Defia Roza; Efitra Efitra
Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri, Volume 3 No.2 November 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Mandiri Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jksm.v3i2.1854

Abstract

Fibroadenoma Mamae dapat berkembang menjadi kanker payudara. Angka kejadian kanker payudara di Kota Padang pada tahun 2020 terjadi peningkatan sebesar 73%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi deteksi dini FAM terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan SADARI. Metode penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pre-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi kelas XI. Sampel berjumlah 64 siswi dengan teknik stratified random sampling. Teknik penggumpulan data dengan menggunakan kuesioner.Analisis data yaitu univariat dan bivariat. Uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov, Uji statistik T-test dependent untuk terdistribusi normal untuk variable pengetahuan (p= <0,05) dan sikap (p= <0,05) dan Wilcoxon untuk data yang tidak terdistribusi normal. Terdapat pengaruh antara pengetahua sebelum dan sesudah diberikan intervensi. p-value =0,000, terdapat pengaruh antara pengetahuan, sikap dan tindakan pre dan post intervensi, dengan uji t test (p = 0,000; a = 0,05. Beda rerata pengetahuan pre dan post adalah 4,4, beda rerata sikap pre dan post adalah 0,02 dan beda rerata tindakan sebelum dan sesudah adalah 0,94. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk memasukkan edukasi dini FAM ke program UKS Sekolah.