Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Volume Asi Perah Ibu Menyusui Selama Bekerja Di Lingkungan Universitas Nu Surabaya Esty Puji Rahayu; nur masruroh
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 02 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.643 KB) | DOI: 10.33086/jhs.v12i02.834

Abstract

Makanan yang paling ideal untuk bayi adalah air susu ibu, namun demikian karena beberapa hal bayi tidak dapat memperoleh air susu ibu karena beberapa alasan seperti kesehatan ibu dan bekerja di luar rumah. Faktor-faktor yang menghambat keberhasilan menyusui pada ibu bekerja adalah pendeknya waktu cuti kerja, kurangnya dukungan tempat kerja, pendeknya waktu istirahat saat bekerja (tidak cukup waktu untuk memerah ASI), tidak adanya ruangan untuk memerah ASI, pertentangan keinginan ibu antara mempertahankan prestasi kerja dan produksi ASI. Salah satu masalah yang sering dihadapi ibu-ibu yang hendak menabung ASIP adalah hasil perah/pumping yang kurang memuaskan. Pada penelitian menjelaskan faktor faktor yang mempengaruhi volume ASI Perah menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan crosectional dengan sample ibu bekerja yang memompa ASI di lingkungan UNUSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan volume ASI perah adalah paritas (p value 0,012), keyakinan ibu untuk bisa memberikan ASI (p value 0,009) dan frekuensi memerah (p value 0,041). Usia ibu, indeks massa tubuh ibu, alat yang digunakan untuk memompa, tempat memompa dan alat kontrasesepsi tidak berhubungan secara signifikan dengan volume ASI Perah Kata Kunci: faktor, ASI Perah, ibu bekerja.
Hubungan Kejadian Dismenore dengan Asupan Fe (zat Besi) pada Remaja Putri Nur Masruroh; Nur Aini Fitri
Jurnal Dunia Gizi Vol 2, No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v2i1.4344

Abstract

Dismenore merupakan nyeri selama menstruasi yang disebabkan oleh adanya kejang pada otot rahim. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenore, diantaranya yaitu asupan nutrisi yang terdiri dari Fe (zat Besi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian dismenorea dengan asupan Fe (zat Besi) pada remaja putri .  Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 112 yang diambil menggunakan teknik propostionate stratified random sampling. Data kejadian dismenore diperoleh dari kuesioner numeric rating scale dan data asupan zat gizi diperoleh dari form semi quantitative food frequency questionaire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian remaja putri memiliki asupan Fe (zat Besi) kurang (50%). Sedangkan kejadian dismenorea yang dialami hampir setengahnya termasuk dalam kategori nyeri ringan (45,5%). Hasil analisis menggunakan uji rank sprearman menunjukkan bahwa ada hubungan kejadian dismenorea dengan asupan Fe (zat Besi) dengan nilai p-value = 0,014. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi asupan Fe (zat Besi), maka semakin rendah kejadian dismenorea yang dirasakan. Diharapkan remaja putri dapat mencegah dan mengurangi nyeri dengan mengkonsumsi makanan sumber Fe (zat Besi).
HUBUNGAN PROTEIN URINE DAN MEAN ARTERI PRESSURE DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RSU PRIMA HUSADA SIDOARJO Nur Masruroh; Andreas Putro Ragil Santoso
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v3i1.479

Abstract

Preeclampsia is still a major health problem for pregnant women in the world and in Indonesia. These are the three main causes of maternal death. Preeclampsia is a complication in pregnancy characterized by hypertension, protein in the urine and edema in the extremities. This study aims to determine the relationship between urine protein levels and mean arterial pressure in third trimester pregnant women at Prima Husada Hospital Sidoarjo. This research method is cross sectional analytic observation with a sample size of 30 pregnant women. Urine protein levels are obtained by examining using the urine dipstick method. Meanwhile, mean arterial pressure is obtained by measuring the mother's blood pressure and then calculated using a formula to determine the results. Data analysis using Chi Square. Results: Of the 30 respondents, 20% were positive on the examination of protein levels and 30% were positive on the examination of the mean arterial pressure. On examination of urine protein with hypertension, the result was p = 0.272 (> 0.005). The results of the analysis of the relationship between MAP and hypertension obtained p = 0.001 (<0.005). Conclusion: There is no relationship between protein levels and hypertension and there is a relationship between mean arterial pressure and hypertension. It is expected that pregnant women carry out routine pregnancy checks at least 4 times during pregnancy and midwives routinely carry out early detection of preeclampsia to prevent complications in the mother and the fetus.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN KADAR HB IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA Nur Masruroh; Gilang Nugraha
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.753

Abstract

Nilai normal Hb ditentukan dari kadar Hb itu sendiri. Kadar Hb ibu hamil terjadi jika produksi sel darah merah meningkat, nilai normal hemoglobin (12 sampai 16 gr/dl) dan nilai normal hematokrit (37% sampai 47%) menurun secara mencolok. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan kadar Hb ibu hamil trimester III. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2019 di Puskesmas Jagir Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan pengambilan sampel dengan simple random sampling sebanyak 30 responden ibu hamil trimester III yang berkunjung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah (56,7%) memiliki kadar Hb>11g% dan hampir setengah (43,3% responden yang memiliki kadar Hb <11g%. Hasil analisis bivariat menggunakan chi square dengan p value <0,05 mendapatkan hasil adanya hubungan antara usia dan kadar Hb ibu hamil trimester III yaitu 0,001 , terdapat hubungan antara paritas dan kadar Hb ibu hamil yaitu 0,003 , tidak terdapat hubungan antara pendidikan dan kadar Hb ibu hamil trimester III yaitu 0,11 serta tidak ada hubungan antara pekerjaan dan kadar Hb ibu hamil trimester III yaitu 0,72.Disarankan kepada petugas untuk memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia dalam kehamilan dan pentingnya mengkonsumsi tablet fe dan makanan yang mengandung zat besi.
Peningkatan Pengetahuan Penanganan Emesis Gravidarum Pada Kader Kesehatan Melalui Pemanfaatan Minuman Herbal Jahe Siska Nurul Abidah; Hinda Novianti; Nur Masruroh; Fariska Zata Amani
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.906 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v4i2.66

Abstract

Mual muntah pada kehamilan berlebih tidak hanya mengancam ibu hamil tetapi juga menyebabkan efek samping pada janin. Kader merupakan seorang yang sukarela sebagai pelaku penggerak masyarakat bukan tenaga professional tetapi hanya membantu dalam pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang penanganan emesis gravidarum melalui pemanfaatan minuman herbal jahe. Sehingga kader diharapkan dapat memberikan edukasi tersebut kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di RW 1 Kelurahan Wonokromo Surabaya dengan melibatkan kader kesehatan sebanyak 23 orang yang dilakukan selama 1 bulan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi menggunakan power point dan leafleat tentang penanganan emesis gravidarum pada kader kesehatan melalui pemanfaatan minuman herbal jahe dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum pemberian edukasi, peserta kader kesehatan diberikan pretest dan setelah pemberian edukasi, diberikan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuannya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ibu kader kesehatan mempunyai tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi tentang penanganan emesis gravidarum melalui pemanfaatan minuman herbal jahe, dengan rata-rata skor pre test 34,8% sedangkan hasil post test nilai rata-rata peserta adalah 91,3% sehingga ada peningkatan pengetahuan kader kesehatan akan manfaat minuman herbal jahe untuk menurunkan mual muntah pada ibu hamil. Sehingga kader kesehatan diharapkan dapat secara mandiri memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.   Kata kunci : Jahe, Mual Muntah, Kader Kesehatan   Abtract Nausea and vomiting in excess not only threatens pregnant women but also causes side effects to the fetus. A Kader is a person who voluntarily acts as a community mobilizer, not a professional but only assists in health services. This community service activity was carried out to increase the knowledge of health kader about handling emesis gravidarum through the use of ginger drinks. So that the kader are expected to provide this education to the community. This community service was carried out in RW 1, Wonokromo Village, Surabaya, involving 23 health kader, which was carried out for 1 month. This community service activity is carried out by providing education using power points and leaflets about handling emesis gravidarum to health kader through the use of ginger drink using the lecture method, question and answer using health protocols. Before giving education, health kader participants were given a pretest and after giving education, a posttest was given to measure their level of knowledge. The results of this activity indicate that the health kader mothers have a good level of knowledge after being given education about handling emesis gravidarum through the use of ginger drinks, with an average pre test score of 34.8% while the post test results have an average score of 91, 3 % so that there is an increase in the knowledge of health kader about the benefits of ginger herbal drink to reduce nausea and vomiting in pregnant women. So that health kader are expected to be able to independently provide public health education.   Keywords : Ginger, Nausea Vomiting, Health Cadre
MENGGAPAI ELIMINASI HEPATITIS VIRUS TAHUN 2030 DENGAN EDUKASI DI BEBERAPA KOTA JAWA TIMUR Ardyarini Dyah Savitri; Diaz Syafrie Abdillah; Andreas Putro Ragil Santoso; Nur Masruroh
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.181

Abstract

Bertepatan dengan hari hepatitis pada 28 Juli, WHO mengingatkan akan target eliminasi hepatitis virus di dunia tahun 2030. Adanya serangan Covid-19 mengakibatkan program eliminasi berjalan lebih lambat dan tidak sesuai rencana. Pada World Hepatitis Day, WHO membawa tema “Bringing hepatitis care closer to you” dengan harapan dapat menggugah kewaspadaan masyarakat terhadap hepatitis. Di sisi lain, masih rendahnya pengetahuan masyarakat awam tentang hepatitis, maka, dirasa perlu adanya edukasi mengenai hepatitis virus yang sering terjadi di Indonesia (Hepatitis A, B dan C). Edukasi diberikan dengan metode seminar offline yang dilakukan di UINSA Surabaya, dan secara online untuk masyarakat Driyorejo, Gresik. Kegiatan seminar offline dihadiri oleh 50 orang, dan seminar online oleh 40 orang. Peserta berasal dari berbagai kalangan profesi. Tingkat pemahaman peserta dinilai dari aktivitas peserta dalam mengajukan pertanyaan serta penilaian kuesioner. Selama kegiatan offline tercatat lebih dari 5 peserta aktif bertanya, sedangkan pada kegiatan online ada 2 peserta yang mengajukan pertanyaan. Hasil kuesioner menunjukkan 81 (90%) peserta berpendapat materi mudah dipahami, 81 (90%) peserta menilai diskusi meningkatkan pemahaman, dan seluruh peserta (100%) menilai pemateri menguasai topik, serta seluruh peserta (100%) menganggap seminar bermanfaat. Kegiatan seminar ini cukup bermanfaat bagi masyarakat untuk dapat mengetahui gejala awal, cara penularan hepatitis serta penanganannya.
PENINGKATAN EFIKASI DIRI IBU DALAM MEMPERSIAPKAN PERSALINAN GENTLE BIRTH Fritria Dwi Anggraini; Nur Zuwariyah; Nur Masruroh; Farida Umamah; Fariska Zata Amani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.18181

Abstract

Banyak persalinan yang berakhir dengan induksi dan seksio cesaria (SC). Salah satu penyebab tertinggi SC yaitu partus lama, dimana partus lama sangat dipengaruhi faktor ibu yaitu kondisi psikologis seperti kecemasan berlebihan dan ibu merasa tidak mampu melahirkan secara normal. Stress, kecemasan dan kekhawatiran adalah faktor-faktor yang berkontribusi terhadap persepsi nyeri yang mempengaruhi persalinan dan pengalaman atau trauma melahirkan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan melakukan edukasi guna meningkatkan pengetahuan dan self efikasi ibu hamil serta bagi kader kesehatan agar bisa selalu memotivasi ibu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan Kesehatan tentang gentle birth dan self efikasi pada ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 minggu dan diikuti oleh 30 ibu hamil dan kader kesehatan. Sebelum diberikan edukasi, dilakukan pre test dan post test mengenai gentle birth dan self efikasi. Didapatkan hampir seluruhnya 97% ibu hamil dan kader memiliki tingkat pengetahuan dan self efikasi yang baik setelah dilakukan edukasi. Seorang Ibu hamil yang mampu mempersiapkan dan meyakinkan dirinya secara terus menerus untuk dapat melaksanakan persalinan gentle birth maka akan cukup besar peluangnya untuk berhasil dalam melaksanakan persalinan gentle birth
Compliance with Iron Supplementation Consumption in Pregnant Women on Hematological Profiles and Ret-He Gilang Nugraha; Subagijo Poegoeh Edijanto; Nur Masruroh
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v11i1.333

Abstract

Fetal growth will increase the mass of maternal and fetal erythrocytes resulting in an increase in iron requirements, causing a decrease in maternal iron stores.A decrease in iron in the body will disrupt the formation of hemoglobin, because one of the components that forms it is heme which contains iron. the aim of our research is to study the compliance of pregnant women in consuming iron supplements regarding hematological features and body iron reserves through the Ret-He examination. This research is a cross-sectional study in 30 pregnant women for complete blood count (CBC), Ret-He and estradiol. There were differences in the concentrations of Hgb and MCHC (P-value < 0.05) and there were no differences in the concentrations of Hct, RBC, MCV, MCH, RDW, Ret-He and estradiol (P-value > 0.05). It was found that there was a relationship between estradiol and Hgb (P-value = 0.047; r = 0.366). Pregnant women who do not comply with taking iron supplements experience a decrease in Hgb and MCHC. The decrease in Hgb levels is strongly correlated with E2 levels in pregnant women who adhere and do not comply with iron supplementation.
MENGGAPAI ELIMINASI HEPATITIS VIRUS TAHUN 2030 DENGAN EDUKASI DI BEBERAPA KOTA JAWA TIMUR Ardyarini Dyah Savitri; Diaz Syafrie Abdillah; Andreas Putro Ragil Santoso; Nur Masruroh
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.181

Abstract

Bertepatan dengan hari hepatitis pada 28 Juli, WHO mengingatkan akan target eliminasi hepatitis virus di dunia tahun 2030. Adanya serangan Covid-19 mengakibatkan program eliminasi berjalan lebih lambat dan tidak sesuai rencana. Pada World Hepatitis Day, WHO membawa tema “Bringing hepatitis care closer to you” dengan harapan dapat menggugah kewaspadaan masyarakat terhadap hepatitis. Di sisi lain, masih rendahnya pengetahuan masyarakat awam tentang hepatitis, maka, dirasa perlu adanya edukasi mengenai hepatitis virus yang sering terjadi di Indonesia (Hepatitis A, B dan C). Edukasi diberikan dengan metode seminar offline yang dilakukan di UINSA Surabaya, dan secara online untuk masyarakat Driyorejo, Gresik. Kegiatan seminar offline dihadiri oleh 50 orang, dan seminar online oleh 40 orang. Peserta berasal dari berbagai kalangan profesi. Tingkat pemahaman peserta dinilai dari aktivitas peserta dalam mengajukan pertanyaan serta penilaian kuesioner. Selama kegiatan offline tercatat lebih dari 5 peserta aktif bertanya, sedangkan pada kegiatan online ada 2 peserta yang mengajukan pertanyaan. Hasil kuesioner menunjukkan 81 (90%) peserta berpendapat materi mudah dipahami, 81 (90%) peserta menilai diskusi meningkatkan pemahaman, dan seluruh peserta (100%) menilai pemateri menguasai topik, serta seluruh peserta (100%) menganggap seminar bermanfaat. Kegiatan seminar ini cukup bermanfaat bagi masyarakat untuk dapat mengetahui gejala awal, cara penularan hepatitis serta penanganannya.
Hubungan Kebiasaan Sarapan, Status Gizi dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Nur Masruroh; Ariesta Dwi Andriani
Journal of Ners and Midwifery Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v3i1.ART.p024-027

Abstract

The habit of having breakfast is important because the duration between the dinner and breakfast is very long, consequently the sugar levels which is a source of energy in the body decreased. The efforts to improve the quality of human resources should be done early, systematic and continuous. The achievement of elementary school students are supported by the provision of optimal nutrition. This study aimed to analyze the correlation of breakfast habits, nutritional status and academic achievement of elementary school students. This study used a quantitative descriptive design. The approach used cross sectional. The sample used all students totaling 180 students. The sampling technique used in this study was total sampling technique. The independent variable was the morning eating habits and nutritional status of elementary school students. The dependent variable was the learning achievement of elementary school students. The statistical test used in logistic regression. Chi-square test results in table omnibus test of model coefficients equal to 89.737 with a significant level of less than 5% is 0.000, which means the morning eating habits and nutritional status had a significant correlation to student achievement in elementary school.