Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Dosis Sekam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 32 Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian Adiwijaya; Buki Hermawan; Nine Wahyuni Maulani
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.624

Abstract

The research aims to determine; (1) the response of growth and yield of rice plants to various doses of roasted husks, and (2) doses of roasted husks that have a positive effect on the growth and yield of rice plants of the Inpari 32 variety. The study was carried out for 3 (months) months, starting from January to March 2022. This research was carried out with an experimental approach using a Randomized Block Design (RBD), 6 doses of burnt husk treatment and repeated five times, so that there were 30 experimental units. The variables observed were plant height, number of tillers per clump, number of productive tillers per clump, number of shoots per clump, panicle length, number of pithy grain per panicle, weight of 1000 grains of grain, yield of dry grain harvested per clump and per plot. The data obtained in the study were analyzed by analysis of variance (ANOVA) if there was a significant effect, then Duncan's multiple-distance further test was carried out at a significance level of 5 percent. The results showed: (1) Burned husk treatment had a significant effect on plant height, number of tillers per clump, number of productive tillers per clump, number of panicles per clump, number of pithy grain per panicle, weight of 1000 grains of grain, yield of dry grain harvested per clump. and per plot, but had no significant effect on panicle length. and (2) The highest harvested dry grain yields were obtained at doses of roasted husks of 4 and 5 tons/ha, namely 6.65 kg and 7.70 kg per plot or equivalent to 7.39 tonnes per hectare and 8.56 tonnes per hectare.
PENGUATAN STATUS BADAN HUKUM BUMDES KALIANGSANA SEBAGAI FASILITATOR OLAHAN TAPE KETAN Hamdan Drian Adiwijaya; Bella Kristiana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.3717

Abstract

BUMDes didirikan berdasarkan Musyawarah Desa dan pendiriannya ditetapkan dengan Peraturan Desa. BUMDes memperoleh status badan hukum pada saat diterbitkannya sertifikat pendaftaran secara elektronik dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Untuk memperoleh status badan hukum, BUMDes melakukan pendaftaran kepada Menteri melalui Sistem Informasi Desa. Hasil pendaftaran BUMDes terintegrasi dengan sistem administrasi badan hokum dan menjadi dasar bagi kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia untuk menerbitkan sertifikat pendaftaran badan hukum BUMDes. Pengabdian ini bertujuan untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang sebagai fasilitator umkm olahan tape ketan melalui program pendaftaran BUMDes Desa Kaliangsana agar berbadan hukum. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni mengambil data dari pihak yang berwenang dan wawancara mendalam, serta dokumentasi untuk selanjutnya menjadi bahan dalam pendaftaran BUMDes tersebut. Hasil dari penguatan BUMDes tersebut diharapkan mampu mendorong pemasaran olahan tape ketan yang merupakan produk khas dari desa kaliangsana.
Peran Mobilizer Yess Dalam Menciptakan Petani Milenial Kabupaten Subang Hamdan Drian Adiwijaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.5984

Abstract

Rendahnya pemuda/i milenial yang berkiprah di bidang pertanian menjadi focus kelemahan bidang pertanian yang dihadapi di Indonesia, oleh karena itu Program Youth Entrepreneurship And Support Services yang merupakan hasil kerjasama antara Kementrian Pertanian dengan International Fund For Agricultural Development  yang bertujuan untuk menciptakan wirausahawan muda bidang pertanian dan menghasilkan sumber daya manusia bidang pertanian yang handal dan kompetitif. Pengabdian kepada masyarakat sebagai mobilizer program YESS di Kabupaten Subang dilaksanakan selama 3 Tahun dari tahun 2020 sampai dengan 2022. Pelaksanaan program meliputi pelatihan motivasi bisnis, literasi keuangan, proposal bisnis dan start up, pemagangan dan pemberian dana hibah kompetitif.  Program ini telah merangkul sebanyak 9362 calon penerima manfaat dimana perempuan sebanyak 2436 orang, laki-laki sebanyak 6930 orang, penyandang disabilitas sebanyak 44 orang sampai dengan tahun 2022. Pada tahun 2022 sebanyak 3726 penerima manfaat yang telah dilatih dalam empat kegiatan pelatihan, 48 penerima manfaat yang telah melaksanakan magang di beberapa perusahaan dan 45 penerima manfaat yang telah didanai hibah kompetitif
Pelatihan Tematik Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pagon Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang Nine Wahyuni Maulani; Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Vera Purnama; Hamdan Drian Adiwijaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7714

Abstract

Pangan merupakan hal mendasar yang harus terpenuhi dalam kehidupan manusia. Kebutuhan pangan semakin lama memperlihatkan angka yang terus bertambah, namun tidak diiringi dengan perluasan areal pertanian. Pandemi covid 19 semakin menambah permasalahan karena perusahaan banyak yang memPHK karyawannya. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya dengan mengoptimalkan peran ibu rumah tangga dengan cara budidaya di lahan pekarangan. Pemerintah dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian membuat program pekarangan pangan lestari (P2L) yang ditujukan kepada kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap daerah. Desa Pagon, kecamatan Purwadadi, kabupaten Subang merupakan desa yang masih berkembang dan butuh pendampingan dalam pembangunannya. Kelompok Wanita tani (KWT) Pisang merupakan kelompok yang cukup aktif dalam berbagai program pemerintah, namun masih membutuhkan tambahan pengetahuan dalam hal budidaya tanaman dan keberagaman tanaman sayuran. Kegiatan pelatihan tematik P2L yang diprakarsai oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kabupaten Subang dan Fakultas agrorektan Universitas Subang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya tanaman pekarangan khususnya jenis sayuran. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara: sosialisasi, penyampaian materi, dan pelatihan budidaya tanaman. Masyarakat desa Pagon terutama ibu-ibu kelompok tani (KWT) sangat bersemangat dan mendapatkan manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan.