Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penentuan kebutuhan air, pengaturan volume, dan interval penyiraman untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi bawang putih di dataran tinggi Hamdan Drian Adiwijaya; Ika Cartika; Rofik Sinung Basuki
Kultivasi Vol 21, No 1 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i1.34991

Abstract

AbstrakBawang putih merupakan jenis tanaman yang biasa ditanam di dataran tinggi tropis yang sangat sensitif terhadap cekaman kekeringan. Kekurangan air  dapat menyebabkan pembentukan umbi terhambat sehingga akan mengurangi hasil poduksi. Agar dapat berproduksi optimal bawang putih memerlukan volume dan interval penyiraman yang tepat, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kebutuhan air serta berapa banyak volume dan interval penyiraman yang harus diberikan. Penelitian disusun dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penentuan kebutuhan air, sedangkan tahap kedua adalah eksperimen volume dan interval penyiraman. Penentuan kebutuhan air menggunakan software Cropwat v8.0, sedangkan penelitian kedua menggunakan rancangan petak terbagi. Petak utama merupakan volume penyiraman yang terdiri dari 4 taraf: 50%, 75%, 100%, dan 200% ETc, sedangkan anak petak adalah interval penyiraman yang terdiri dari 4 taraf: 2, 3, 4, 5, hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ETo berkisar antara 3,42 – 4,15 mm/hari dengan nilai Kc untuk bawang putih (Garlic) adalah 0,7 untuk fase vegetatif, 1,0 untuk fase pembentukan dan pengisian umbi, dan 0,7 untuk fase pematangan umbi. Pemberian volume air 200% Etc menghasilkan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, tebal daun, panjang akar, volume akar, diameter umbi, jumlah siung, bobot segar umbi, dan bobot kering umbi yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan volume air lainnya, kecuali pada kandungan klorofil. Secara umum interval penyiraman 2 sampai dengan 5 hari tidak berpengaruh pada semua parameter pengamatan, kecuali pada jumlah daun dan jumlah siung. Interval penyiraman 2 hari menghasilkan jumlah daun dan jumlah siung lebih tinggi dibanding interval penyiraman 5 hari.Kata kunci: Bawang putih ∙ Cekaman kekeringan ∙ Cropwat ∙ Dataran tinggi  AbstractGarlic is a type of highland tropical plant that is very sensitive to water stress. The lack of water can reduce tuber formation and afterwards reduce harvested yields. To produce optimal yield of garlic, it requires the setting of right volume and interval of watering, so that the purpose of this research is to find out the water needs, water volume and interval of watering of garlic in the highlands. The research was composed of two stages. The first stage is the determination of water needs while the second stage is an experiment of the determination of watering volume and interval. Determination of water needs using Cropwat v8.0 software, while the second study used a split plot design. The main plot was the watering volume consisting of 4 levels: 50%, 75%, 100%, and 200% ETc, while the subplots were watering intervals consisting of 4 levels: 2, 3, 4, 5, days. The results showed that the ETo values ranged from 3.42 to 4.15 mm day-1 with Kc values for garlic (Garlic) being 0.7 for the vegetative phase, 1.0 for the tuber formation, and 0.7 for the tuber ripening phase. Watering volume of 200% Etc resulted in plant height, stem diameter, number of leaves, leaf area, leaf thickness, root length, root volume, tuber diameter, number of cloves, tuber fresh weight, and tuber dry weight higher than other water volume treatments, except for the chlorophyll content. In general, watering intervals of 2 to 5 days had no effect on all observed variables, except for the number of leaves and the number of cloves. Watering interval of 2 days resulted in the improvement of number of leaves and cloves rather than the watering interval of 5 days.Keywords : Garlic ∙ Drought stress ∙ Cropwat ∙ Highland 
Uji Efikasi Paraquat Dalam Menekan Pertumbuhan Gulma Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Sistem Tot Hamdan Drian Adiwijaya; Lusiana
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.095 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji efikasi herbisida bahan aktif paraquat dalam menekan pertumbuhan gulma pada tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata L.) sistem TOT. Percobaan dilaksanakan di Desa  Jatibaru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, dengan ketinggian tempat ±15 mdpl dan suhu rata-rata 280C pada bulan November 2020 sampai dengan Januari 2021. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok dalam lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri dari P0(kontrol), P1(2 ml/L), P2(3 ml/L), P3(4 ml/L), dan P4(5 ml/L). Parameter yang diamati dalam penelitian diantaranya: dominansi gulma, bobot kering gulma, uji fitoksitas, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong per tanaman, panjang polong, dan bobot polong.  Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)herbisida bahan aktif paraquat efektif menekan pertumbuhan gulma berdaun lebar (Cleome rutidosperma), rumput (Panicum repens, Phyllanthus niruri), dan teki (Cyperus rotundus). (2) paraquat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. (3) konsentrasi paraquat pada perlakuan P3(4 ml/L) paling efektif menekan pertumbuhan gulma.
Kombinasi Takaran Kapur Dan Pupuk Fosfat Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Kultivar Anjasmoro Lusiana; Hamdan Drian Adiwijaya
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.68 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2649

Abstract

Percobaan dilaksanakan dari bulan Juli 2020 sampai dengan Oktober 2020 di desa Ciruluk, kecamatan Kalijati kabupaten Subang.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi takaran kapur dan pupuk Fosfat serta mengetahui takaran kombinasi pengapuran dan pemupukan fosfat yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai kultivar Anjasmoro yang paling baik...Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental  metode rancangan acak kelompok sederhana dengan enam perlakuan diulang sebanyak empat kali. Perlakuan terdiri dari kombinasi takaran kapur dan pupuk fosfat yaitu (A) = 0 ton/ha kapur + 75 kg/ha fosfat, (B) = 0 ton/ha kapur + 100 kg/ha fosfat, (C) = 0 ton/ha kapur + 125 kg/ha fosfat, (D) = 10,26 ton/ha kapur + 75 kg/ha fosfat, (E) = 10,26 ton/ha kapur + 100 kg/ha fosfat, (F) = 10,26 ton/ha kapur + 125 kg/ha fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi takaran kapur dan pupuk  fosfat berpengaruh terhadap, Tinggi tanaman, pada umur 2 MST, 4 MST, 6 MST, Berat Kering brangkasan, Jumlah polong isi dan hampa, Jumlah biji dan Bobot 25 biji, dan Bobot biji pertanaman. Pemberian 125 kg/ha SP-36 tanpa kapur (C) menunjukan penambahan yang tepat untuk meningkat kan tinggi tanaman pada umur 6 MST dan jumlah polong hampa tanaman kedelai kultivar Anjasmoro.  Pemberian 10,26 ton/ha kapur disertai dengan 75kg/ha SP36  (D) menunjukan perlakukan yang tepat untuk meningkatkan bobot kering brangkasan, jumlah polong isi, dan bobot 25 biji tanaman kedelai kultivar Anjasmoro. Pemberian 10,26 ton/ha kapur disertai dengan 100 kg/ha SP36  (E) menunjukan perlakuan yang tepat untuk meningkatkan jumlah biji dan hasil atau bobot biji kedelai kultivar Anjasmoro
The PELATIHAN DASAR HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK DI MASJID MIFTAHUL HUDA KABUPATEN SUBANG Vera Purnama; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian A; Tita Kartika Dewi; Nine Wahyuni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.534 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4023

Abstract

Hidroponik merupakan metode yang tepat untuk mengoptimalkan hasil pada urban farming. Sistem hidroponik terdiri dari beberapa macam sistem, salah satu diantaranya adalah sistem wick. Sistem wick atau sistem sumbu merupakan sistem hidroponik yang sederhana dan memiliki tingkat kesulitan yang rendah untuk pemula. Pelatihan ini dilakukan di Masjid Miftahul Huda, Kabupaten Subang. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan keterampilan dan kecakapan ataupun keahlian yang berguna bagi masyarakat sekitar masjid miftahul huda sehingga keterampilan tersebut dapat menghasilkan nilai tambah berupa pendapatan dan diharapkan dapat menjadi bekal untuk masyarakat sekitar berwirausaha. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu: (1) Melakukan sosialisasi kepada warga berkaitan dengan pengertian dan manfaat budidaya hidroponik dengan sistem hidroponik yang diperkenalkan yaitu wick system. (2) Memberikan penyuluhan dan pelatihan dengan cara melakukan praktek secara langsung bagaimana cara bertanam hidroponik dengan wick system. (3) Memberikan pendampingan yang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan. (4) Evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukan bahwa dengan adanya pelatihan ini jamaah Masjid Miftahul Huda terampil dalam melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan hidroponik sistem wick sehingga kegiatan ini dapat dilanjutkan sebagai kegiatan berwirausaha bagi jamaah Masjid Miftahul Huda.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Program P2L pada KWT Akur di Desa Kawunganten Kecamatan Cikaum Kabupaten Subang lusiana priyatna; Tita Kartika Dewi; Hamdan Drian; Nine Wahyuni; Vera Purnama
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.694 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4042

Abstract

Abstract Sustainable Food Courts (P2L) is an activity of utilizing yards as a source of food in a sustainable manner to increase the availability, accessibility, use and income of the community. P2L is a government program in dealing with food insecurity. Optimization of P2L by empowering women in the use of yards as a source of family food by cultivating various types of vegetable and medicinal plants as additional food availability. P2L aims to empower women farmers (KWT) to have knowledge, skills, motivation in utilizing the yard as a source of food and family income and being able to carry out environmentally friendly and economical plant cultivation through conventional and simple hydroponic plant cultivation systems. The method used is group participation involving the community in activities: counseling, training and mentoring. In the cultivation practice, participants were given knowledge about preparing planting media, seeding and planting. The activity begins with the practice of preparing good planting media for vegetable crops. In this activity group members were able to prepare planting media with good media composition. KWT Akur members are generally skilled in plant cultivation practices. KWT Akur is very enthusiastic about P2L activities and is very skilled in good plant cultivation practices. The motivation of KWT Akur members needs to be increased through regular assistance by optimizing activities and support from the Subang District Food Security Service. P2L in KWT Akur, is expected to improve the economy and use of yards as a provider of food sources and household nutrition Keywords: yard land; Food security; Food; sustainable Abstrak Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan dan pendapatan masyarakat. P2L adalah program pemerintah dalam penanganan rawan pangan.Optimalisasi P2L dengan memberdayakan wanita dalam pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sayuran dan obat sebagai tambahan ketersediaan pangan.P2L bertujuan untuk memberdayakan wanita Tani (KWT) agar memiliki pengetahuan,ketrampilan,memotivasi dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga serta dapat melaksanakan budidaya tanaman ramah lingkungan dan ekonomis melalui sistem budidaya tanaman konvensional dan hidroponik sederhana. Metode yang digunakan adalah partisipasi kelompok yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan: penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Pada praktek budidaya peserta diberikan pengetahuan tentang persiapan media tanam,penyemaian dan penanaman. Kegiatan dimulai dengan praktek persiapan media tanam yang baik untuk tanaman sayuran. Pada kegiatan ini anggota kelompok mampu menyiapkan media tanam dengan komposisi media yang baik. Anggota KWT Akur umumnya terampil dalam praktek budidaya tanaman. KWT Akur sangat antusias dalam kegiatan P2L dan sangat terampil dalam praktek budidaya tanaman dengan baik. Motivasi anggota KWT Akur perlu ditingkatkan melalui pendampingan secara berkala dengan mengoptimalkan kegiatan dan dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang. P2L di KWT Akur,diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai penyedia sumber pangan dan gizi rumah tangga Kata Kunci: lahan pekarangan; Ketahanan pangan; Pangan; Lestari Accepted: yyyy-mm-dd Published: yyyy-mm-dd
PENGUATAN STATUS BADAN HUKUM BUMDES KALIANGSANA SEBAGAI FASILITATOR OLAHAN TAPE KETAN Hamdan Drian Adiwijaya; Bella Kristiana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.671 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i2.3717

Abstract

BUMDes didirikan berdasarkan Musyawarah Desa dan pendiriannya ditetapkan dengan Peraturan Desa. BUMDes memperoleh status badan hukum pada saat diterbitkannya sertifikat pendaftaran secara elektronik dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Untuk memperoleh status badan hukum, BUMDes melakukan pendaftaran kepada Menteri melalui Sistem Informasi Desa. Hasil pendaftaran BUMDes terintegrasi dengan sistem administrasi badan hokum dan menjadi dasar bagi kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia untuk menerbitkan sertifikat pendaftaran badan hukum BUMDes. Pengabdian ini bertujuan untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang sebagai fasilitator umkm olahan tape ketan melalui program pendaftaran BUMDes Desa Kaliangsana agar berbadan hukum. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni mengambil data dari pihak yang berwenang dan wawancara mendalam, serta dokumentasi untuk selanjutnya menjadi bahan dalam pendaftaran BUMDes tersebut. Hasil dari penguatan BUMDes tersebut diharapkan mampu mendorong pemasaran olahan tape ketan yang merupakan produk khas dari desa kaliangsana.
Pengaruh Dosis Sekam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 32 Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian Adiwijaya; Buki Hermawan; Nine Wahyuni Maulani
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.624

Abstract

The research aims to determine; (1) the response of growth and yield of rice plants to various doses of roasted husks, and (2) doses of roasted husks that have a positive effect on the growth and yield of rice plants of the Inpari 32 variety. The study was carried out for 3 (months) months, starting from January to March 2022. This research was carried out with an experimental approach using a Randomized Block Design (RBD), 6 doses of burnt husk treatment and repeated five times, so that there were 30 experimental units. The variables observed were plant height, number of tillers per clump, number of productive tillers per clump, number of shoots per clump, panicle length, number of pithy grain per panicle, weight of 1000 grains of grain, yield of dry grain harvested per clump and per plot. The data obtained in the study were analyzed by analysis of variance (ANOVA) if there was a significant effect, then Duncan's multiple-distance further test was carried out at a significance level of 5 percent. The results showed: (1) Burned husk treatment had a significant effect on plant height, number of tillers per clump, number of productive tillers per clump, number of panicles per clump, number of pithy grain per panicle, weight of 1000 grains of grain, yield of dry grain harvested per clump. and per plot, but had no significant effect on panicle length. and (2) The highest harvested dry grain yields were obtained at doses of roasted husks of 4 and 5 tons/ha, namely 6.65 kg and 7.70 kg per plot or equivalent to 7.39 tonnes per hectare and 8.56 tonnes per hectare.
Pengaruh kombinasi pupuk NPK dan ekstrak kecambah kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var. Botrytis L.) Hamdan Drian Adiwijaya; Tita Kartika Dewi; Ria Andela
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 11 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v11i1.4898

Abstract

This study aims to determine the effect of the combination of NPK fertilizer and bean sprout extract (BSE) on the growth and yield of cauliflower plants and to determine the right dose of the combination of NPK fertilizer and bean sprout extract, so as to provide maximum results on the growth and yield of cauliflower plants in the lowlands. The experiment was carried out in Pusakanagara District, Subang Regency, West Java Province. With an altitude of 15 m above sea level, the air temperature ranges from 270C–300C. The experiment was carried out from October to December 2022. The study used an experimental method and a randomized block design with four treatments and six replications. The treatment consisted of P0: 5 g NPK (as control), P1: 5 g NPK + 75 g/L, P2: 5 g NPK + 100 g/L, P3: 5 g NPK + 125 g/L. The results showed that all treatments of a combination of NPK fertilizer and bean sprout extract had a significant effect on plant height (14 and 28 days after planting(DAP)), number of leaves (14, 28, and 35 DAP), leaf diameter (14 and 35 DAP), flower weight and flower diameter. For the P3 treatment, the combination dose of 5 g of NPK fertilizer and 125 g/l of bean sprout extract had a significant effect and showed the highest yield on plant height, number of leaves, and the highest weight of cauliflower, namely 379.25 g/plant. It can be concluded that the administration of bean sprout extract (BSE) was proven to increase the growth and yield of cauliflower varieties PM 126F. Doses of bean sprout extract fertilizer up to 125 mg/L of water are considered quite effective in efforts to increase the growth and yield of flower cabbage variety PM 126F.
Peran Mobilizer Yess Dalam Menciptakan Petani Milenial Kabupaten Subang Hamdan Drian Adiwijaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.5984

Abstract

Rendahnya pemuda/i milenial yang berkiprah di bidang pertanian menjadi focus kelemahan bidang pertanian yang dihadapi di Indonesia, oleh karena itu Program Youth Entrepreneurship And Support Services yang merupakan hasil kerjasama antara Kementrian Pertanian dengan International Fund For Agricultural Development  yang bertujuan untuk menciptakan wirausahawan muda bidang pertanian dan menghasilkan sumber daya manusia bidang pertanian yang handal dan kompetitif. Pengabdian kepada masyarakat sebagai mobilizer program YESS di Kabupaten Subang dilaksanakan selama 3 Tahun dari tahun 2020 sampai dengan 2022. Pelaksanaan program meliputi pelatihan motivasi bisnis, literasi keuangan, proposal bisnis dan start up, pemagangan dan pemberian dana hibah kompetitif.  Program ini telah merangkul sebanyak 9362 calon penerima manfaat dimana perempuan sebanyak 2436 orang, laki-laki sebanyak 6930 orang, penyandang disabilitas sebanyak 44 orang sampai dengan tahun 2022. Pada tahun 2022 sebanyak 3726 penerima manfaat yang telah dilatih dalam empat kegiatan pelatihan, 48 penerima manfaat yang telah melaksanakan magang di beberapa perusahaan dan 45 penerima manfaat yang telah didanai hibah kompetitif
Pelatihan Tematik Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pagon Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang Nine Wahyuni Maulani; Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Vera Purnama; Hamdan Drian Adiwijaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7714

Abstract

Pangan merupakan hal mendasar yang harus terpenuhi dalam kehidupan manusia. Kebutuhan pangan semakin lama memperlihatkan angka yang terus bertambah, namun tidak diiringi dengan perluasan areal pertanian. Pandemi covid 19 semakin menambah permasalahan karena perusahaan banyak yang memPHK karyawannya. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya dengan mengoptimalkan peran ibu rumah tangga dengan cara budidaya di lahan pekarangan. Pemerintah dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian membuat program pekarangan pangan lestari (P2L) yang ditujukan kepada kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap daerah. Desa Pagon, kecamatan Purwadadi, kabupaten Subang merupakan desa yang masih berkembang dan butuh pendampingan dalam pembangunannya. Kelompok Wanita tani (KWT) Pisang merupakan kelompok yang cukup aktif dalam berbagai program pemerintah, namun masih membutuhkan tambahan pengetahuan dalam hal budidaya tanaman dan keberagaman tanaman sayuran. Kegiatan pelatihan tematik P2L yang diprakarsai oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kabupaten Subang dan Fakultas agrorektan Universitas Subang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya tanaman pekarangan khususnya jenis sayuran. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara: sosialisasi, penyampaian materi, dan pelatihan budidaya tanaman. Masyarakat desa Pagon terutama ibu-ibu kelompok tani (KWT) sangat bersemangat dan mendapatkan manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan.