Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DAS MANUBAR KABUPATEN KUTAI TIMUR MENGGUNAKAN METODE USLE DAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Suryanto, Joko; Amprin, Amprin; Krisbiyantoro, Joko; Anisum, Anisum
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.8268

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Manubar terletak di dua wilayah administratif kabupaten sehingga membutuhkan perencanaan pengendalian erosi yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dan sebaran spasial tingkat bahaya erosi (TBE) pada DAS Manubar mengunakan model Universal Soil Loss Erosion (USLE) dan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode USLE digunakan untuk mengestimasi erosi, dengan memperhitungkan faktor ersoivitas hujan (R), erodibiltas tanah (K), manajemen tanaman penutup (C), panjang dan kemiringan slope (LS), dan praktik konservasi (P) yang diolah mengunakan program komputer GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata erosi DAS Manubar sebesar 22,344 ton/ha/tahun dan termasuk kelas TBE rendah. Luas DAS Manubar dengan tingkat bahaya erosi sangat rendah mencapai 86,5% dengan rata-rata erosi 1,64 ton/ha/tahun, kelas rendah 6,6% dangan rata-rata erosi 33,1 ton/ha/tahun, kelas sedang 4,6% dengan rata-rata erosi 104,2 ton/ha/tahun, kelas berat 1,8% dengan rata-rata erosi 276,1 ton/ha/tahun dan kelas sangat berat 0,6%  dengan rata-rata erosi 1.556 ton/ha/tahun. dari luas total DAS. Jenis penutupan lahan hutan tanaman, pemukiman, perkebunan dan pertanian lahan kering bercampur semak terutama yang berada pada jenis tanah podsolik membutuhkan prioritas usaha pengendalian erosi karena termasuk ke dalam kelas TBE sedang hingga berat.
A Morphometric Analysis of Karangan Watershed East Kutai Regency, Using Remote Sensing Data and GIS Techniques: Morphometric Analysis of Karangan Watershed East Kutai Regency, Using Remote Sensing Data and GIS Techniques Suryanto, Joko; Amprin, Amrpin; Krisbiyantoro, Joko; Anisum, Anisum
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.v17i1.1306

Abstract

Watershed management requires information on the characteristics of the watershed, particularly its morphometric parameters. The Geographic Information System (GIS) techniques and remote sensing products such as the Digital Elevation Model (DEM) can used in analyzing watershed morphometric parameters. This research aims to determine the Karangan watershed’s morphometric parameter divided into linear, areal, and relief aspects. The study uses Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) DEM data and GIS techniques to obtain morphometric parameters. The drainage network analysis obtained from SRTM DEM data extraction shows that the Karangan watershed has seven river orders with very low drainage density and fine drainage texture. The parameters of drainage density, drainage texture, infiltration number, and constant channel maintenance indicate that the watershed has low surface runoff, making it less susceptible to erosion. The parameters of low bifurcation ratio and high elongation ratio suggest that the shape’s watershed is circular, with the characteristic rainfall quickly concentrated into stream flow. The hypsometric integral value revealed that the Karangan watershed is in the mature geomorphological development phase and dominated by fluvial landforms.
Analisis Kinetika Kadar Air pada Pengeringan Biji Kakao (Theobroma caccao Linn) dengan Menggunakan Pengering Tipe Greenhouse Anisum, Anisum
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 2 Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v4i2.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinetika perubahan kadar air biji kakao selama pengeringan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari tiga perlakuan yaitu (1) pengeringan biji kakao dengan metode konvensional (kontrol), (2) pengeringan biji kakao dengan pengering tipe greenhouse, dan (3) pengeringan biji kakao dengan pengering tipe greenhouse menggunakan reflektor. Parameter yang diamati meliputi kadar air, susut bobot dan bulk density. Pengeringan tipe greenhouse menggunakan reflektor mampu menurunkan kadar air 86% menjadi 50,28% selama 2 hari pengeringan (penjemuran). Nilai laju pengeringan untuk tiga perlakuan pengeringan berada pada kisaran 0,0025-0,006. Untuk Susut bobot menunjukkan pengeringan dengan greenhouse menggunakan reflektor menghasilkan nilai yang terbesar yaitu 103,02 gram. Nilai bulk density terkecil adalah pada pengeringan tipe greenhouse menggunakan reflektor. Suhu pengeringan mempengaruhi kecepatan penguapan kadar air pada biji kakao (laju pengeringan). Semakin tinggi suhu pengeringan, semakin besar laju pengeringan terjadi pada kelembaban relatif konstan. Nilai koefisiensi korelasi antara prediksi dan observasi yang rata-rata hampir mendekati 1.