Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Minat Belajar Siswa Melalui Metode Role Playing Di Kelas VIII MTs. Darussalam Air Joman Mhd. Ihsan; Indra Ramadona Harahap; Suparmadi, Suparmadi; Bachtiar Efendi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.269

Abstract

Penelitian Tindakan merupakan penelitian yang dilakukan melalui tindakan di kelas oleh guru atau peneliti. Penelitian tindakan dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu: (1) penelitian tindakan partisipasi (participatory action sesearch), penelitian tindakan kritis (critical action reseach), penelitian tindakan sekolah (institutional action research), dan penelitian tindakan kelas (clasroom action recearch). Proses pembelajaran yang monoton akan berdampak kepada minat belajar siswa dikarenakan dapat menimbulkan kebosanan di dalam kelas sehingga berpengaruh kepada hasil belajar yang diperoleh oleh siswa. Penelitian ini membahas tentang penerapan metode role Playing untuk meningkatkan minat belajar siswa pada bidang Studi Pendidikan Agama Islam kelas VIII MTs Darussalam Air Joman. Penelitian merupakan penelitian Tindakan kelas. Penerapan proses pembelajaran PAI yang dilakukan di sekolah, membutuhkan minat belajar siswa dalam pembelajaran PAI. Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan minat belajar siswa adalah pemilihan metode yang tepat. Metode pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar siswa yaitu metode role playing. Metode bermain peran merupakan metode yang sangat baik dalam upaya peningkatan minat belajar siswa, karena metode role playing ini lebih mengarah kepada ranah afektif siswa sehingga menyentuh psikologi siswa. Penggunaan Metode role playing sesuai dan efektif dapat meningkatkan minat belajar dengan baik. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi minat belajar siswa MTs.Darussaalam Air Joman khususnya kelas VIII terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah tinggi
Penerapan Multi Criteria Decision Making Untuk Rekomendasi Cafe Di Kabupaten Asahan Zulkhairani, Zulkhairani; Iqbal Kamil Siregar; Mhd. Ihsan; Indra Ramadona Harahap
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.787

Abstract

Perkembangan bisnis Cafe di tanah air termasuk di Asahan terus tumbuh pesat sehingga pihak pengusaha memperhitungkan bisnis ini sebagai salah satu bisnis yang menguntungkan di era modern sekarang ini. Rekomendasi Cafe terbaik membutuhkan beberapa kriteria yang cocok dengan selera masyarakat setempat. Salah satu cafe yang diharapkan oleh masyarakat Asahan khususnya adalah Cafe yang dapat dinikmati oleh semua tingkat usia maupun kalangan mulai dari orang tua, dewasa, remaja bahkan anak-anak sekalipun, sehingga masyarakat atau komunitas yang ingin pergi ke Cafe bersama keluarga bisa saling mendapatkan kenyamanan dalam satu tempat yang sama. Penelitian ini berfokus pada pengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan memanfaatkan metode ORESTE sebagai proses dalam pemilihan Cafe terbaik di Asahan. Untuk menentukan Cafe terbaik, Cafe harus memenuhi kriteria-kriteria yang sudah ditentukan, yaitu rasa, harga, suasana, pelayanan, fasilitas dan kebersihan. Peneliti melakukan wawancara kepada para pengunjung Cafe, melakukan pengamatan secara langsung bahkan ikut serta dalam mengevaluasi setiap kriteria yang ada di Cafe yang diteliti dan memanfaatkan teori yang menyangkut ilmu-ilmu sistem informasi. Dengan beberapa langkah dan proses yang dilakukan dapat menentukan nilai bobot untuk setiap alternatif, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang menyeleksi alternatif yang sudah dievaluasi.
TEKNIK PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Mhd Ihsan; Indra Ramadona Harahap; Suparmadi Suparmadi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v3i2.1661

Abstract

Abstract: The problems that most often arise in the classroom are lack of student motivation and low student achievement. If teachers can respond quickly to problems these existing problems, they can become more reflective and critical of them learning process in the classroom. Therefore, the quality and quantity of the learning process in the classroom can be improved and improved. One way that teachers can improve the quality of learning is through classroom action research (PTK). Classroom Action Research (CAR) is a practical action with the aim of improving the quality of learning. PTK is part of Continuous Professional Development (PKB) as an effort to improve teacher competency as a whole, sequentially and planned. This is in accordance with the Regulation of the Minister of State and Empowerment of State Apparatus and Bureaucratic Reform Number 16 of 2009 concerning Functional Positions and Credit Scores. Referring to these regulations, PTK must be carried out by educators. PTK provides space for teachers to reflect on learning, identify challenges, and formulate an action as a solution to address these challenges. Evaluation of this training The training teacher is expected to be able to prepare a draft of Classroom Action Research. It is hoped that this draft can be further elaborated so that it becomes a comprehensive work of classroom action research. Keywords: classroom action research;learning outcomes; MTS Nurhasanah  Abstrak:Masalah yang paling sering muncul di kelas adalah kurangnya motivasi siswa dan rendahnya pencapaian siswa. Bila guru bisa cepat tanggap terhadap permasalahan-permasalahan yang ada ini, mereka dapat menjadi lebih reflektif dan kritis terhadap proses pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu, kualitas dan kuantitas proses pembelajaran di dalam kelaspun bisa diperbaiki dan ditiingkatkan. Salah satu cara yang bisa ditempuh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sebuah tindakan praktis dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. PTK merupakan bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru secara keseluruhan, berurutan dan terencana. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Negara dan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kredit. Merujuk pada Peraturan tersebut, PTK wajib dilaksanakan oleh para pendidik. PTK memberikan ruang bagi guru untuk melakukan refleksi pembelajaran, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan sebuah tindakan sebagai solusi untuk menyikapi tantangan tersebut. Ealuasi dari pelatihan ini Guru pelatihan diharapkan dapat menyusun sebuah draf Penelitian Tindakan Kelas. Draf ini diharapkan dapat dielaborasi kembali sehingga menjadi sebuah karya penelitian tindakan kelas yang komprehensif. Kata kunci: penelitian tindakan kelas; hasil belajar; MTS Nurhasanah