Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Guided Writing terhadap Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Kelas II SDN 170 Mulyasri Kabupaten Luwu Timur Milia Sugiarti; Syahruddin Syahruddin; Ratnawati Ratnawati
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5254

Abstract

The main problem in this research is the lack of innovative teaching materials for students to practice cursive writing. This research aims to describe the effect of guided writing-based student worksheets (LKPD) on the cursive writing skills of class II students at SDN 170 Mulyasri, East Luwu Regency. This type of research is quantitative research that uses experimental research (pre-experimental design) with a one-group pretest-posttest design. The population in this study were all class II students at SDN 170 Mulyasri, East Luwu Regency with a sample size of 22 students. The research instruments used to collect data were description tests (pretest-posttest) and observation. The data analysis technique used in this research uses descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis with the t test. The results of the research prove that there is an influence of guided writing-based LKPD on the cursive writing skills of class II students at SDN 170 Mulyasri, East Luwu Regency.
Improve Students' Description Text Writing Skills using Higher Order Thinking Ability-Based Learning Nuraeni Nuraeni; Syahruddin Syahruddin; Ratnawati Ratnawati
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 11 No. 2 (2023): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v11i2.4656

Abstract

Students' limited descriptive writing skills can hinder their ability to express ideas clearly, expand their vocabulary, and develop their imagination. This, in turn, may restrict their communication skills when conveying experiences or concepts in a detailed and structured manner. This study seeks to examine the impact of higher-order thinking skills-based learning on students' descriptive writing abilities in the context of Indonesian language education, potentially offering valuable insights into effective learning strategies. The research employed a quasi-nonequivalent control group experimental design, dividing junior high school students into two balanced groups. The experimental group, consisting of 35 students, utilised higher-order thinking Ability Based Learning, while the control group, also comprising 35 students, did not. The study encompassed the entire population of seventh-grade students, totalling 70 individuals. Data collection involved observation, tests, and documentation, with analysis conducted using Descriptive Statistics and Inferential Statistics via the SPSS application. The findings indicate a significant positive impact of higher-order thinking skill-based learning. Students who engaged in this approach demonstrated substantial improvement in their descriptive writing skills, enhancing their capacity to critically analyse information, think creatively, and solve problems.
Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Pendek Menggunakan Media Pop up untuk Siswa Kelas IV SDN Minasa Upa Kecamatan Rappocini Kota Makassar Nurul Fitri; Ratnawati Ratnawati; Sri Rahayu
Jurnal Pendidikan Indonesia (JOUPI) Vol. 1 No. 3 (2023): September : Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joupi.v1i3.82

Abstract

The main problem in this research is how is the process of writing short story skills using pop up media for fourth grade students at SD Minasa Upa, Rappocini District, Makassar City. Rappocini Makassar City. This type of research is classroom action research (CAR), which consists of two cycles where each cycle is held in three meetings. Research procedures include planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were 32 students of class IV at SDN Minasa Upa, Rappocini District, Makassar City. The results showed that in cycle I there were 16 students who got low scores (50%), 4 students who got fair scores (12.5%) and 16 students who got low scores (50%). Whereas in cycle II 21 there were 26 students who got high scores (81.25%), 2 students who got fair scores (6.25%) and 4 students who got low scores (12.5). Based on the results of observation and evaluation, then it was concluded that the research was stopped in cycle II, the research target of 80% had been fulfilled. As previously stated that by implementing pop up media in class IV SDN Minasa Upa, Rapoccini District, Makassar City, it has increased and after seeing the results of the research that has been analyzed, it can be seen that the results of learning writing skills for class IV students at SDN Minasa Upa, Rapoccini District, Makassar City after applying pop-up media in learning writing skills it has increased. We can see this in the average value of students after the use of pop up media cycle I and cycle II increased from 50% to 81.25%. If it is put into a five-scale category, the increase in learning outcomes in writing skills increases from low to high.
Penggunaan Metafora dan Makna dalam Diskursus Politik pada Media Sosial (Kajian Pragmatik) Fahriani; Nur Khadijah Razak; Ratnawati Ratnawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metafora dan makna dalam diskursus politik di media sosial, khususnya pada Platform Youtube, dengan pendekatan pragmatik. Fokus penelitian diarahkan pada pada dialog politik yang diunggah oleh channel The Habibie Center. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pencatat, dan stuudi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora yang digunakan dalam diskursus politik di media sosial berfungsi untuk membangun citra politik, membingkai isu-isu tertentu, serta mempengaruhi opini publik. Tindak tutur ilokusi, seperti asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, banyak ditemukan dalam penggunaan metafora tersebut. Tindak tutur asertif dalam pernyataan keyakinan dan penegasan terhadap ideologi tertentu. Direktif muncul dalam bentuk ajakan, permintaan, dan intruksi kepada publik atau pemerintah. Ekspresif terlihat pada ungkapan keprihatinan, kritik, dan pujian terhadap kondisi politik atau tokoh tertentu. Komisif digunakan dalam janji politik atau komitmen terhadap kebijakan, sedangkan deklaratif hadir dalam pengumuman atau pernyataan yang mengubah status politik tertentu. Selain itu, makna dalam diskursus politik tidak hanya bersifat literal, melainkan juga implisit yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan tujuan komunikatif penutur. Temuan ini mengaskan bahwa penggunaan metafora dalam diskursus politik di media sosial menjadi alat strategis dalam membentuk persepsi politik masyarakat.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTICULATE STROYLINE GURU UPT SDN 29 MAJANNANG KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Maulidya Apriana; Regita Maulinda; Ermawati Ermawati; Ratnawati Ratnawati; Syahruddin Syahruddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40998

Abstract

Pendampingan articulate storyline pada guru-guru UPT SDN 29 Majannang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru-guru dalam membuat media pembelajaran berbasis android yang dapat meningkatkan minat belajar siswa di dalam atau luar kelas. Metode pendampingan ini dilakukan 2 tahap yaitu (1) pendampingan di sekolah (2) Uji coba media articulate storyline. Peserta membuat media pembelajaran yang mereka ajarkan di kelas. Media ini sangat interaktif jika dibandingkan power point dan memudahkan kembali menu utama. Penggunaan media ini sangat efektif karena siswa dapat mengulangi tontonan video pembelajaran dan menjawab pertanyaan pada soal-soal yang disajikan. Pendampingan guru-guru UPT SDN 29 Majannang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Analisis Penerapan Strategi Pembelajaran Reading Aloud dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Kelas III SD Citra Yulianti; Muhammad Akhir; Ratnawati Ratnawati
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1151

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan strategi membaca nyaring  dalam pembelajaran membaca pemahaman siswa kelas III SDN Bontoramba. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif. Metode pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian 1 guru dan 29 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis data mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Selain itu, prosedur penelitian ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap analisis, interpretasi, dan pelaporan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan strategi pembelajaran membaca dengan metode reading aloud  dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas III SDN Bontoramba. Hal ini terlihat dari interaksi antara guru dan siswa selama kegiatan belajar, di mana guru membacakan teks dengan jelas dan menggunakan intonasi dan ekspresi yang tepat, menerangkan kosakata yang sulit, serta mengajukan pertanyaan di tengah-tengah bacaan. Siswa tampak sangat perhatian, aktif memberikan jawaban atas pertanyaan, dan diberikan kesempatan untuk membaca secara bergantian. Selain itu, siswa juga dapat memahami isi teks yang dibaca, yang dapat dilihat dari kemampuan menjawab pertanyaan dan menceritakan kembali isi bacaan.
Analysis of Academic Supervision of School Principals in Improving the Pedagogic Competence of Teachers of Indonesian Language Classes At UPT SD Negeri 12 Arungkeke Jeneponto Regency: - Syamsiah Syamsiah; Munirah Munirah; Ratnawati Ratnawati
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.5097

Abstract

This study aims to analyze the implementation of academic supervision of school principals in improving the pedagogic competence of teachers in Indonesian subject classes at UPT SD Negeri 12 Arungkekeke, Jeneponto Regency. This study uses a qualitative approach with a descriptive type, involving the principal, three classroom teachers, and one supervisor as key informants. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman's analysis model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that academic supervision is carried out through three main stages, namely planning, implementation, and follow-up. The principal has prepared observation instruments, supervision schedules, and mapping teacher needs. In the implementation stage, the principal carries out classroom observations, provides constructive feedback, and guides teachers in designing teaching tools. At the follow-up stage, the principal provides further guidance through discussion, mentoring, and monitoring. Academic supervision has been proven to contribute positively to improving teachers' pedagogic competence, especially in learning planning, classroom management, and the application of methods that suit the characteristics of students. Thus, the academic supervision of school principals plays an important role in encouraging the improvement of the quality of Indonesian learning in elementary schools
Analisis Karakter Tokoh dalam Novel Yang Telah Lama Pergi Karya Tere Liye dan Novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Karya Puthut Ea: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow Ulfa Amalia; Muhammad Akhir; Ratnawati Ratnawati
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8344

Abstract

The purpose of this study was to analyze the development of character figures in the novels Yang Sudah Lama Pergi by Tere Liye and Cinta Tak Pernah Tepat Waktu by Puthut EA with the approach of Abraham Maslow's humanistic psychology. The focus of the analysis is on the fulfillment of Maslow's five levels of needs: physiological, security, love and belonging, self-esteem, and self-actualization. The method used is descriptive qualitative with literature study techniques, intensive reading, recording, and text documentation. Data in the form of words, sentences, which contain elements of humanistic psychology. The data sources come from the novels Yang Sudah Lama Pergi, and Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. The results of this study found 23 data in the novel Yang Sudah Lama Pergi while in the novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu there were 5 data. Thus, the prominent characters in the first novel reflect assertiveness, devotion, and leadership, while the prominent characters in the second novel show gentleness, deep reflection, and strength from within so that the need for self-actualization is fulfilled. The main difference between the two novels lies in the context of fulfilling the character's needs. The characters in the novel Yang Sudah Lama Pergi develop in a dynamic and action-packed social-collective situation, while the characters in the novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu develop more through personal reflection and emotional conflict. This study contributes to the study of literary psychology and can be a reference in learning literature based on a humanistic approach. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan karakter tokoh dalam novel Yang Telah Lama Pergi karya Tere Liye dan Cinta Tak Pernah Tepat Waktu karya Puthut EA dengan pendekatan psikologi humanistik Abraham Maslow. Fokus analisis pada pemenuhan lima tingkat kebutuhan Maslow: fisiologis, rasa aman, cinta dan rasa memiliki, harga diri, serta aktualisasi diri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka, pembacaan intensif, pencatatan, dan dokumentasi teks. Data berupa kata, kalimat, yang mengandung unsur psikologi humanistik. Sumber data berasal dari novel Yang Telah Lama Pergi, dan Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. Hasil penelitian ini terdapat 23 data pada novel Yang Telah Lama Pergi sementara pada novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu terdapat 5 data. Dengan demikian, karakter yang menonjol dalam novel pertama mencerminkan ketegasan, pengabdian, dan kepemimpinan, sedangkan karakter yang menonjol dalam novel kedua menunjukkan kelembutan, refleksi mendalam, dan kekuatan dari dalam sehingga terpenuhinya kebutuhan aktualisasi diri. Perbedaan utama dari kedua novel terletak pada konteks pemenuhan kebutuhan tokoh. Tokoh-tokoh dalam novel Yang Telah Lama Pergi berkembang dalam situasi sosial-kolektif yang dinamis dan penuh aksi, sedangkan tokoh dalam novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu lebih banyak melalui refleksi pribadi dan konflik emosional. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian psikologi sastra dan dapat menjadi acuan dalam pembelajaran sastra berbasis pendekatan humanistik.
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ratnawati Ratnawati; Haslinda Haslinda; Muhammad Akhir
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 4 (2022): APRIL-MEI TAHUN 2022
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v1i4.441

Abstract

Berbagai kondisi yang menyebabkan rendahnya kemampuan menulis teks prosedur, diantaranya adalah pemahaman struktur dan ciri kebahasaan yang masih rendah. Rendahnya pemahaman mengenai struktur dan ciri kebahasaan teks dikarenakan oleh materi tersebut masih baru diterapkan. Siswa masih banyak yang bingung bahkan tidak mengerti dengan struktur teks, ciri kebahasann dan penggunaan ejaan bahasa Indonesia dalam menulis teks prosedur. Sehingga media audio visual (video) sebagai salah satu solusi dalam pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu penting untuk mengetahui keefektifan penggunaan video pembelajaran terhadap kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kenyam Kab. Nduga-Papua. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen jenis one group pretest-posttest design. Pengumpulan data melalui tes kemampuan menulis teks prosedur. Tes yang digunakan untuk mengukur aspek kompetensi keterampilan siswa dengan meminta siswa menulis teks prosedur untuk dijadikan sebagai data awal atau pretest untuk mengetahui penguasaan awal menulis teks prosedur. Selanjutnya data posttes diperoleh setelah sampel mendapatkan perlakuan yakni menulis teks prosedur dengan menggunakan video pembelajaran. Analisis data menggunakan analisis inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan video pembelajaran sangat efektif diterapkan dalam meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Kenyam Kab. Nduga-Papua
Kajian Intertekstual Perempuan dalam Film Penyalin Cahaya Karya Wregas Bhanuteja dan Film Yuni Karya Kamila Andini (Pendekatan Feminisme) Nur Azizah Syam; Ratnawati Ratnawati; Muhammad Dahlan
Cakrawala Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v10i2.2209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perempuan dalam film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja dan Yuni karya Kamila Andini melalui pendekatan intertekstual dan teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian intertekstual. Data yang diperoleh dari film Penyalin Cahaya dan Yuni yang dianalisis berdasarkan adegan, dialog, dan tokoh perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi adegan yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan kajian intertekstual dan teori feminisme konsep “the Other” dari Simone de Beauvoir. Hasil penelitian dengan jumlah 14 data menunjukkan bahwa kedua film sama-sama menampilkan subordinasi perempuan melalui kekuasaan simbolik, dominasi laki-laki, dan tekanan sosial terhadap perempuan yang menolak tunduk pada norma patriarki. Dalam film Penyalin Cahaya, tokoh Sur mengalami marginalisasi karena berani melawan sistem, sedangkan dalam Yuni, tokoh Yuni ditekan untuk menikah demi menjaga nama baik keluarga. Dapat disimpulkan bahwa film Penyalin Cahaya dan Yuni merepresentasikan perjuangan perempuan untuk mendapatkan otonomi diri dalam struktur sosial yang patriarkal. Kedua film menjadi medium kritik sosial terhadap ketidaksetaraan gender yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.