Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Aposisi dalam Kalimat pada Artikel Laporan Utama Majalah Tempo dan Implementasinya sebagai Materi Ajar Kebahasaan Teks Artikel di SMA Bondan Prakoso; Mursia Ekawati; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum lengkapnya bahasan aposisi dalam materi ajar buku teks bahasa Indonesia di SMA kelas XII dan bervaratifnya penggunaan aposisi dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan aposisi yang terdapat dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo dan menghasilkan materi ajar kebahasaan teks artikel yang berupa aposisi untuk SMA kelas XII. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data bersumber dari artikel laporan utama majalah Tempo versi digital dari edisi 5 Januari sampai 29 Juni 2019. Objek penelitian ini berupa aposisi. Data penelitian berupa kalimat yang termasuk ke dalam jenis aposisi. Data disediakan dengan metode simak dengan teknik pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan, yaitu metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) sebagai teknik dasar dan teknik lesap sebagai teknik lanjutan. Berdasarkan analisis dan pembahasan, didapatkan hasil penelitian. Pertama, dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo edisi 5 Januari-29 Juni 2019, ditemukan enam jenis aposisi. Enam jenis aposisi dalam kalimat yang ditemukan diperinci: (1) aposisi penuh, (2) aposisi sebagian, (3) aposisi sejajar, (4) aposisi bertingkat, (5) aposisi mewatasi, dan (6) aposisi takmewatasi. Kedua, hasil penelitian yang berupa aposisi dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo dapat diimplementasikan sebagai materi ajar kebahasaan teks artikel pada KD 3.11 menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah di SMA kelas XII.Kata Kunci: aposisi, laporan utama, majalah Tempo, teks artikel, materi ajar
INTERFERENSI BAHASA JAWA KE DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR KECAMATAN TLOGOMULYO, KABUPATEN TEMANGGUNG Zuliya Kurnia; Fransiscus Xaverius Samingin; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk dan jenis interferensi bahasa Jawa ke dalam pemakaian bahasa Indonesia siswa sekolah dasar serta sumbangsihnya dalam pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di sekolah dasar. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teori-teori yang relevan dan data-data kebahasaan berupa kata, frasa, kalimat, leksikon, dan paragraf yang mengandung interferensi bahasa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah murid sebagai informan serta karangan yang dihasilkan oleh siswa sekolah dasar, data diperoleh dari sekolah dasar di Kecamatan Tlogomulyo. Data kebahasaan tersebut diperoleh dengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode agih dan metode padan dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik hubung banding menyamakan hal-hal pokok (teknik HBSP). Hasil penganalisisan data tersebut ditemukan tujuh jenis interferensi bahasa, yaitu (1) Interferensi fonologi; (2) Interferensi morfologi; (3) Interferensi sintaksis; (4) Interferensi leksikal; (5) Interferensi ragam; (6) Interferensi arti; (7) Interferensi bahasa lisan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menghindarkan dan meminimalkan terjadinya interferensi bahasa Jawa ke dalam pemakaian bahasa Indonesia siswa sekolah dasar.Kata kunci: Interferensi, Bahasa Jawa, Siswa Sekolah Dasar, Temanggung
MAKNA SUBKATEGORI MODALITAS PADA KALIMAT LANGSUNG DALAM KUMPULAN CERPEN PILIHAN KOMPAS 2016 “TANAH AIR” Riza Annisa Aulia; Hari Wahyono; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyak ditemukan kalimat langsung yang mengandung makna subkategori modalitas dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Rumusan masalahnya, yaitu (1) apa saja subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air” dan (2) apa saja makna subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Adapun tujuan penelitian ini, yaitu (1) memperoleh deskripsi mengenai subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air” dan (2) memperoleh deskripsi mengenai makna subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode simak dan teknik catat, sedangkan metode dan teknik yang digunakan untuk mengenalisis data yaitu metode deskriptif analitik dan teknik pilah unsur tertentu. Hasil penelitian ini ditemukan 5 subkategori modalitas, yaitu (1) modalitas intensional, (2) modalitas epistemik, (3) modalitas deontik, (4) modalitas dinamik, dan (5) modalitas deontik dan dinamik. Selanjutnya, juga ditemukan 11 makna subkategori modalitas, yaitu (1) keinginan, (2) ajakan, (3) kemungkinan, (4) keteramalan, (5) keharusan, (6) kepastian, (7) izin, (8) perintah, (9) kemampuan, (10) kemauan dan keakanan, dan (11) izin dan kemampuan.Kata kunci: makna, subkategori, modalitas, dan cerpen
STRATEGI KEBAHASAAN PRESIDEN JOKOWI DALAM MENANAMKAN IDEOLOGI DAN MANIFESTO PEMERINTAHAN Rangga Asmara
LITERA Vol 15, No 2: LITERA OKTOBER 2016
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v15i2.11836

Abstract

STRATEGI KEBAHASAAN PRESIDEN JOKOWIDALAM MENANAMKAN IDEOLOGI DAN MANIFESTO PEMERINTAHANRangga AsmaraFKIP Universitas Tidaremail: asmara@untidar.ac.idAbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kebahasaan Presiden Jokowi dalammenanamkan ideologi dan manifesto pemerintahan.Penelitian menggunakan analisiswacana kritis model van Dijk. Sumber data penelitian adalah teks pidato Presiden Jokowiberjudul Di Bawah Kehendak Rakyat dan Konstitusi. Pengumpulan data menggunakananalisis dokumen dengan menelusuri struktur mikro dan makro. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat empat strategi kebahasaan, yaitu strategi leksikon, stilistika,pronomina, dan sintaksis. Pada strategi leksikon dan stilistika ditemukan kosakata yangbervisi kelautan dan kerja sehingga membedakannya dengan presiden sebelumnya danmencitrakan diri sebagai penjelmaan Soekarno. Pada strategi pronomina, Jokowi berusahamengacaukan struktur dan mengaburkan makna pronomina: saya, kami, kita, dan rakyatsehingga membangkitkankemenyatuan. Pada strategi sintaksis digunakan kalimat positifdan negatif untuk menokohkan diri (glorifikasi).Kata kunci: strategi kebahasaan, ideologi, dan manifesto pemerintahanPRESIDENT JOKOWI’S LANGUAGE STRATEGIESIN INCULCATING THE IDEOLOGY AND GOVERNMENT’S MANIFESTOAbstractThis study aims to describe President Jokowi’s language strategies in inculcating theideology and government’s manifesto. It employed van Dijk’s critical discourse analysismodel. The data source was Jokowi’s speech text entitled Di Bawah Kehendak Rakyat danKonstitusi. The data were collected using document analysis by tracing micro- and macrostructures.The findings show that there are four language strategies, i.e. lexical, stylistic,pronominal, and syntactic strategies. In the lexical and stylistic strategies, there are somewords referring to marine and work, distinguishing Jokowi from the former presidents andcreating his image as the incarnation of President Soekarno. In the pronominal strategy,Jokowi tries to turn the structure upside down and to blur the meanings of the pronounssaya, kami, kita, and rakyat in order to stimulate the unity. In the syntactic strategy, heuses both positive and negative sentences for his glorification.Keywords: language strategies, President Jokowi, ideology, government’s manifesto