Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Prategang pada Box Girder Longspan Ciliwung LRT Jabodebek Roestaman Roestaman; Sulwan Permana; Risna Merliana
Jurnal Konstruksi Vol 18 No 2 (2020): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.18-2.846

Abstract

Light Rail Transit atau LRT dibangun sebagai salah satu transportasi massal bermoda kereta, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 dan perubahannya, lintas pelayanan LRT dapat mendukung aktifitas penduduk dengan meminimalisir volume lalu lintas ibukota. Struktur LRT Longspan Ciliwung direncanakan dengan struktur melayang dan menerapkan tipe kontruksi prategang Box Girder. Mutu beton pada Box Girder adalah 50 MPa serta menggunakan kabel prategang dengan diameter 15,24 mm. Analisis ini bertujuan untuk membandingkan jumlah kebutuhan strand yang terpasang di lapangan dengan jumlah strand hasil perhitungan. Analisis prategang dilakukan pada segmen yang berada di tengah bentang utama dengan 2 tahapan analisis, tahap I yaitu menganalisis prategang berdasarkan data di lapangan. Sedangkan analisis tahap II yaitu analisis prategang dengan tidak diizinkan tegangan tarik dan yang diizinkan tegangan tarik, sehingga menghasilkan banyak strand perhitungan. Setelah dianalsis, jumlah strand yang diperlukan berdasarkan hasil analisis tahap II sebanyak 366 buah untuk kondisi tidak diizinkan terjadi tarik hampir sama jumlahnya (perbedaan 1,7 %) dengan strand terpasang di lapangan berdasarkan analisis tahap I sebanyak 372 buah sehingga bisa dipastikan bahwa pemasangan 372 strand di lapangan berdasarkan desain prategang yang tidak diizinkan terjadi tarik.
Pengaruh Penggunaan Bahan Tambah Tipe A (Water Reducing) Terhadap Sifat-Sifat Beton Adri Triadi; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.893

Abstract

Beton merupakan suatu material yang keras menyerupai batu yang dibuat dengan campuran semen, pasir, kerikil/split dan air serta dengan penambahan bahan lainnya yang dapat mempengaruhi beton itu sendiri. Penelitian ini menggunakan aditif sika viscocrete 1003 yang bertujuan untuk menambah nilai kuat tekan beton dari rancangan beton normal pada umur 14 hari. Urutan penelitian dimulai dari pengumpulan material, pengumpulan data, pengujian agregat, proses rekayasa, pembuatan benda uji, pengujian sample dan mengambil kesimpulan dari penelitian tersebut. Untuk persentase aditif sika viscocrete 1003 yaitu 0,2 % sampai 0,6 % diambil dari berat semen, ditambah dengan komposisi campuran beton normal dibuat dalam benda uji slinder ukuran 10 x 30 pada umur 14 hari. Penelitian dengan menggunakan aditif sika viscocrete 1003 ini menghasilkan nilai slump antara 75-100 mm. Nilai dari kuat tekan yang didapat dari penambahan superplasticizer ini pada umur 14 hari untuk penambahan 0,5 % dan 0,6 % mengalami penurunan berdasarkan perhitungan trendline. Pada campuran 0,2 % didapat nilai kuat tekan sebesar 14,33 MPa, campuran 0,3 % sebesar 14,99 MPa, campuran 0.4 % sebesar 13,67 MPa, Campuran 0,5 % sebesar 14,23 MPa dan campuran 0,6 % sebesar 14,23 dari kuat tekan beton normal dihasilkan sebesar 10,67.MPa.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Kerikil Alami Terhadap Mutu Beton Sena Arian; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.896

Abstract

Sungai menghasilkan agregat dengan karakteristik yang berbeda, khususnya Kabupaten Garut dilalui oleh Sungai Cimanuk. Sungai Cimanuk mempunyai pola aliran yang berbeda-beda, sehingga kualitas agregat yang dihasilkan juga berbeda- beda. Setiap pola aliran menghasilkan material kerikil sungai yang bisa digunakan untuk campuran agregat kasar pada campuran pembuatan beton. Penggunaan struktur beton menyebabkan tingginya permintaan material, dibutuhkan inovasi guna mencari pengganti agregat. Agregat alami menjadi pilihan untuk bahan campuran beton, salah satunya agregat alami adalah kerikil alami yang berasal dari sungai. Penulis meneliti pengaruh dari penggunaan kerikil alami sebagai agregat bu pada campuran beton yang dikombinasikan dengan agregat (Spilt Ex. Garut). Proses dalam penelitian ini di Uji Laboratorium STT Garut. Agregat kerikil alami hasil produksi langsung dari Sungai Cimanuk. Penggunaan kerikil alami pada campuran beton yang divariasikan menjadi 5, 10%, dan 15% digunakan rancangan mix design SNI 7833-2012. Berdasarkan nilai kuat tekan yang dianalisis menggunakan trendline dan pembatasan ± 5% untuk mendapat hasil nilai relevan menujukan adanya peningkatan pada campuran variasi 5% sebesar 1,81%, 0,87% pada variasi 10%, 8,72% dan 3,01 pada variasi 15%.
Pengaruh Pemakaian Agregat Kasar Ex Pecahan Keramik Terhadap Mutu Beton Moch Lukman Nul Hakim; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.898

Abstract

Pembangunan infrastruktur saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, dari setiap pembangunan tentunya tidak terlepas akan kontruksi beton. Pada umumnya bahan pembuatan beton terdiri dari air, semen, dan agregat, akan tetapi jika bahan baku tersebut terus menerus diambil dari alam ketersediaannyapun akan menurun dan berdampak negatif bagi lingkungan. Maka dari itu harus ada bahan lain untuk mengurangi bahan baku utama pada campuran beton, untuk mengatasi hal tersebut bisa dicoba menggunakan limbah keramik sebagai campuran untuk menggantikan sebagian dari agregat kasar normal. Penelitian ini bertujuan mencari tau pengaruh limbah ex pecahan keramik terhadap sifat-sifat beton, selain itu juga apakah limbah keramik layak digunakan sebagai campuran beton struktur. Campuran beton ini dibuat berdasarkan peraturan SNI 7656-2012. Pada penelitian ini limbah ex pecahan keramik digunakan sebahgai bahan substitusi dari agregat kasar normal dengan persentase limbah keramik 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, untuk mutu rencana beton yaitu F’c 20 MPa, dengan bentuk benda uji silinder berukuran 150 300 mm. Dari hasil penelitian dihasilkan nilai beton normal yaitu 10,895 MPa, sementara untuk nilai beton campuran limbah keramik 5% adalah 10,489 MPa, nilai tersebut menurun sebesar 3,7%. Dan untuk nilai beton campuran limbah keramik 10%, 15% dan 20% adalah 10,137 MPa, 9,371 MPa, dan 9,352 MPa, nilai tersebut kekuatannya menurun sebesar 7%, 10,7% dan 14,2% dari beton normal. Limbah keramik tidak cocok dijadikan sebagai bahan pengganti dari agregat kasar normal dan juga tidak cocok digunakan sebagai bahan campuran untuk beton struktur, dikarenakan bentuk dari limbah keramik yang pipih dan juga sifat dari limbah keramik ini sangatlah rapuh, dan permukaannya yang licin membuat daya ikat limbah keramik dengan adukan beton kurang kuat.
Pengaruh Interval Pembilasan Terhadap Dimensi Kantong Lumpur Bendung Copong Kabupaten Garut Irgi Agustian; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.928

Abstract

Bendung Copong terletak di Desa Sukasenang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bendung Copong merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Leuwigoong dengan luas 5.313 hektare, yang memiliki sumber air dari aliran sungai Cimanuk. Bendung Copong mempunyai bangunan kantong lumpur yang berfungsi untuk mengendapkan sedimen yang terbawa oleh aliran air sungai ke intake. Perhitungan yang dilakukan mencakup perhitungan dimensi kantong lumpur, waktu/interval pembilasan, serta keefektifan kantong lumpur. Dimensi kantong lumpur dihitung berdasarkan debit aliran, konsentrasi sedimen, ukuran butir sedimen, serta berpedoman pada kriteria perencanaan bangunan utama KP-02. Interval pembilasan dapat diketahui dengan mengetahui volume endapan serta kapasitas desain kantong lumpur, yang selanjutnya dapat diketahui efektifitas dari kantong lumpur dari perhitungan dan data-data yang sudah ada. Dari hasil perhitungan, menggunakan metode Meyer Petter Muller didapat nilai angkutas sedimen dasar sebesar 22,8 m3/hari, dan konsentrasi sedimen sebesar 272 mg/l. Dengan asumsi bahwa kantong lumpur harus di bilas setiap 2 (dua) minggu sekali, Volume kantong lumpur bendung Copong adalah 950,74 m3, dimensi kantong lumpur, panjang 115 m, lebar 8 m, dan kedalaman 1,3 m, kemiringan kantong lumpur 0.00553 Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan dimensi kantong lumpur yang direncanakan berdasarkan volume sedimen yang didapat, kantong lumpur diharuskan dibilas atau dibersihkan dengan waktu atau interval 14 hari sekali supaya sedimen tidak menumpuk dan mengalir ke saluran primer jaringan irigasi.
Analisis Pengelolaan Air Irigasi Desa Panyindangan Kabupaten Garut Sulwan Permana; Tri Astita Gunawan
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.967

Abstract

Pembangunan bendung menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem irigasi demi mendapatkan hasil panen yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dibangunnya Bendung Leuwipeundeuy yang terletak di kecamatan Cisompet Kabupaten Garut terhadap pemenuhan kebutuhan air irigasi dan tingkat kepuasan terhadap adanya bendung serta pengelolaan irigasi yang dilakukan oleh masyarakat. Hasil analisis menunjukan kondisi neraca air di Bendung Leuwipeundeuy seimbang sehingga cukup memenuhi kebutuhan air irigasi, nilai debit andalan sungai diperoleh menggunakan metode F.J Mock dengan nilai tertinggi sebesar 2,41 m3 /det dan nilai Evapotranspirasi tertinggi terdapat pada bulan Maret sebesar 4,48 mm/hari diperoleh menggunakan metode Penman-Montheit. Pola tanam menggunakan Padi - Padi - Padi dengan kebutuhan air bersih disawah tertinggi sebesar 15,47 mm/hari. Dengan kondisi air yang cukup berlimpah, masyarakat cukup puas dengan adanya pembangunan bendung walaupun dalam hal pengelolaannya belum dilakukan secara maksimal.
KAJIAN PEMANFAATAN AIR BAKU TERHADAP AREA PELAYANAN DI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT Ridwan Alamsyah; Sulwan Permana; Ida Farida; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kontruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.11-1.55

Abstract

Air merupakan salah satu sumber kehidupan atau sumber daya alam yang amat penting bagi kehidupan, dalam setiap aktivitasnya manusia mutlak membutuhkan air bersih. Dalam hal kebutuhan akan air bersih dari tahun ke tahun semakin meningkat, sedangkan pasokan air baku untuk air bersih semakin menurun baik dari segi kuantitas maupun segi kualitas. Dalam upaya kebutuhan air maka perlu adanya Sistem Penyedian Air Minum dari sumber air permukaan di area pelayanan tersebut yang terletak di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, sumber air permukaan ini debit (Q) air yang akan dimanfaatkan sebesar 20 liter/ detik diharapkan dapat mengaliri air ke area pelayanan tersebut dengan optimal dan dapat mengaliri ke wilayah area pelayanan baru untuk beberapa tahun kedepan. Kajian Pemanfaatan Air Baku Terhadap Area Pelayanan disini yaitu untuk mengkaji debit air permukaan dan mengetahui kesesuaian antara diameter pipa dengan debit yang dialirkan oleh pipa tersebut, sehingga diameter pipa dapat mengalirkan air dengan jumlah debit yang sesuai dengan debit yang dibutuhkan untuk setiap Area Pelayanan, serta kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh aliran pada pipa dapat diganti dengan menambahkan panjang ekuivalen pipa.
PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEMAKAIAN ALAT BERAT BULLDOZER DAN EXCAVATOR DIBANDINGKAN DENGAN BACKHOE LOADER PADA PEMBANGUNAN PETERNAKAN AYAM DAYEUH MANGGUNG Robby Maulana Sopa; Sulwan Permana; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kontruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.11-1.72

Abstract

Pembangunan Peternakan Ayam Dayeuh Manggung terletak di Kampung Warukai DesaDayeuh Manggung Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Luas lahan yang akan dibangun ± 200 Ha,Penggunaan alat berat pada Pembangunan Peternakan Ayam Dayeuh Manggung ini yaitu alat beratyang sering dipakai dalam pelaksanaan gali timbun antara lain: bulldozer, excavator, backhoe loaderdan truk. Penelitian ini berupa analisis perbandingan pemakaian kombinasi alat berat bulldozer danexcavator dibandingkan dengan pemakaian backhoe loader untuk  pekerjaan galian dan timbunan/pemindahan material, permodelan  penggunaan alat berat dilakukan dalam tinjauan biayadan waktu pekerjaan kemudian membandingkan hasil analisis perhitungan tersebut. Dari hasilanalisis perhitungan, maka waktu yang diperlukan oleh kombinasi excavator dengan bulldozer sebesar 2089,86 jam, sedangkan  waktu  untuk backhoe loader sebesar 2835,48 jam. Maka waktutercepat dengan menggunakan kombinasi antara excavator dengan bulldozer dengan selisih waktu745,62 jam. Berdasarkan perbandingan biaya pelaksanaan pekerjaan, waktu yang diperlukan olehkombinasi excavator dengan bulldozer sebesar Rp.981.294.412,00- sedangkan biaya untuk backhoeloader sebesar Rp. 897.394.401,00-  Maka  biaya termurah  dengan  menggunakan backhoe loaderdengan selisih biaya Rp. 83.900.012,00-. Untuk pekerjaan perataan tanah sebaiknya menggunakankombinasi excavator dengan bulldozer karena lebih efisien dari segi waktu, Namun  bila  meninjau dari  segi biaya  atau  penghematan  maka  disarankan menggunakan backhoe loader.
Pengaruh Curah Hujan Harian terhadap Ketersediaan Air pada Perencanaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sungai Cisanggiri Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut Widya Prima Mulyana; Sulwan Permana; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kontruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.11-1.85

Abstract

Hidrologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sistem kejadian air di atas, pada permukaan dan di dalam tanah untuk mendapat nilai aliran di sungai. Data-data yang diperlukan dalam perencanaan hidrologi adalah: curah hujan harian, luas daerah aliran sungai, serta perbedaan ketinggian antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Dari data-data tersebut akan diperoleh curah hujan harian rata-rata, curah hujan minimum, curah hujan maksimun, standar deviasi, koefisien variasi, koefisien kemencengan, koefisien kurtosius, sebaran normal, sebaran gumbel, debit yang menggunakan rumus rasional, intensitas hujan, serta debit andalan. Selanjutnya dengan debit andalan tersebut kita dapat menghitung seberapa besar enegri listrik yang berasal dari tenaga air. Energi listrik itu diperoleh dari perhitungan debit dikali dengan beda ketinggian yang akan dijadikan sebagai terjunan air dan dikalikan dengan gravitasi bumi. Hasil analisis itu adalah energi listrik kotor karena belum memasukan efisiensi hidrolik yang berasal dari turbin, generator, serta transmisi mekanik. Dalam penelitian ini penulis tidak menghitung energi bersih yang dihasilkan oleh pembangkit karena hal itu diluar dari ruang lingkup teknik sipil yaitu hidrologi.
ANALISA KEPADATAN TANAH PADA TIMBUNAN DI SALURAN IRIGASI DENGAN METODE PENGUJIAN PROCTOR DAN SAND CONE Yuda Yudistira; Sulwan Permana; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 13 No 1 (2015): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.13-1.260

Abstract

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut kelahan pertanian. Pengelolaan Infrastruktur Irigasi telah berkontribusi dalam meningkatkan intensitas tanaman padi sawah khususnya pada daerah Irigasi, serta mengupayakan pengelolaan infrastruktur sumber daya air untuk meningkatkan ketersediaan air baku, mengurangi luas areal banjir, dan pengendalian banjir. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui kepadatan dari suatu tanah di lapangan secara langsung dengan membandingkan berat isi kering tanah di lapangan dengan berat isi kering tanah laboratorium. Dan Mengetahui karakteristik tanah dari beberapa titik Proctor Test dan Sand cone Test yang akan diambil, sebagai perwakilan yang akan dijadikan sebagai jaringan irigasi Leuwigoong AMS-19 Kabupaten Garut. Data pemadatan tanah dengan menggunakan Proctor Test dan Sand cone Test ini bisa berguna sebagai bahan acuan untuk pemadatan tanah tidak hanya pada pembangunan irigasi tapi juga bisa digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, bangunan gedung, dan lain sebagainya. Metode penelitian yang digunakan dalam analisis ini berdasarkan ketentuan SNI 03-2828-1992 (Metoda Pengujian Kepadatan Lapangan dengan Alat Konus Pasir) dan SNI-R-03-1742-1989 (Cara Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah) dan data penunjang lainnya. Dari hasil analisa yang dilakukan d maks = 1,142 g/cm3 dan Kepadatan tanah maksimum (D) = 9,81 %. Massa air yang membebani tanah timbunan pada saluran irigasi yang dipadatkan yaitu 2.059 kg/detik. Tanah timbunan dengan angka kepadatan tanah lebih dari 95% dan tanah timbunan tersebut dapat menahan massa air lebih dari 2 ton/detik maka bangunan saluran irigasi tersebut berada dalam batas aman, karena tidak aka nada rembesan dan tidak akan tergerus oleh air meski dengan debit maksimal.