Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS KONSENTRASI TERHADAP KEMAMPUAN SHOOTING ATLET FUTSAL IKOR FIKK UNM Darul Husnul; Iyan Nurdiyan Haris
KORSA: Jurnal Kajian Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This decrease in concentration is marked by athletes exhibiting behavior that is detrimental to appearance. Athletes can disrupt their concentration when athletes are unable to pay attention to relevant stimuli and ignore irrelevant stimuli. When doing competition activities or sports activities, the stimulus always comes together. This requires athletes to always focus on the activity being carried out. Stimuli can be in the form of instructions from the coach, movements of opponents, teammates, noise from the audience and behavior of opposing supporters. Shooting is one of the basic futsal techniques that every player needs to master. Shooting is an attempt to kick the ball with the aim of putting the ball into the goal using accuracy and concentration so that the ball is directed according to the desired goal. shooting is a ball kick that is very hard and accurate and is carried out by a player towards the goal. In the futsal game, From the data above, the value of R = 0.991 is obtained, which means a concentration of 99.1% on the shooting results. with a value of Sig = 0.00. sig value <0.05 it can be said that the data is significant. This result also concludes that the better the concentration results of the players, the better the shooting results will be, this is because the other players are very focused on running the match even though they are very tired.
PERKEMBANGAN PEMBINAAN KOMUNITAS PECINTA ALAM UNTUK OLAHRAGA PANJAT TEBING DI KABUPATEN BONE Darul Husnul
KORSA: Jurnal Kajian Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the development of rock climbing in the nature lovers community in Bone Regency. This research uses descriptive qualitative research, the subject of this research is the entire chairman of the nature lovers community in Bone district consisting of 16 chairmen. The object of this research is about the development of rock climbing sports in the Bone district nature lovers community. With data collection techniques observation, questionnaires and documentation. This research was conducted in all student organizations of nature lovers in Bengkulu Province. Based on the results of the study, it can be seen that the results of the development of rock climbing sports coaching in the Bone district nature lovers community with human resources with a percentage of 63.96% are categorized as good, facilities and infrastructure with a percentage of 66.56% are categorized as good, training programs with a percentage of 78.75% are categorized as good, and achievements with a percentage of 65.83% are categorized as good. with an average of 68.77% in the good category so it can be concluded that the development of rock climbing sports coaching for nature lovers students in Bone district is in the good category.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI BERBASIS TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING UNTUK MENGEMBANGKAN KERJA SAMA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR Muhammad Zulfikar; Nurliani Nurliani; Ihsan Abbas; Darul Husnul; Alif Aryadi Hardi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyosialisasikan model pembelajaran Teaching Games for Understanding untuk meningkatkan kerja sama siswa di UPT SD Negeri 14 Biru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sasaran kegiatan terdiri atas 2 guru pendidikan jasmani dan 26 siswa kelas VI. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi edukatif kepada guru dan praktik terbimbing bersama siswa melalui permainan olahraga yang dimodifikasi. Pelaksanaan kegiatan menekankan pemahaman permainan, diskusi taktis sederhana, pembagian peran, komunikasi antarsiswa, serta refleksi kerja sama setelah aktivitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam permainan, mampu berkomunikasi dengan teman satu kelompok, saling membantu, dan menunjukkan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas permainan. Berdasarkan pengamatan, tidak tampak perbedaan mencolok antara siswa laki-laki dan perempuan dalam aspek kerja sama. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Teaching Games for Understanding dapat menjadi alternatif pembelajaran pendidikan jasmani yang partisipatif dan kolaboratif di sekolah dasar.
PkM Pola Hidup Sehat dan Aktivitas Fisik Sebagai Upaya Penurunan Angka dan Pencegahan Stunting Pada Anak Haeril Haeril; Abdul Rahman; Ichsani Ichsani; Muhammad Zulfikar; Darul Husnul
Jurnal Dharma Pendidikan dan Keolahragaan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dharmapendidikan.v3i1.27374

Abstract

Stunting pada anak merupakan masalah gizi kronis yang umum terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Untuk mencapai standar kesehatan yang baik maka diperlukan adanya proses pengelolaan lingkungan sekitar dan aktivitas harian yang tercermin dalam gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat merupakan gaya hidup masyarakat yang menjunjung tinggi aspek-aspek kesehatan seperti pengelolaan kebersihan dan kesehatan lingkungan, menjaga kebugaran fisik dan psikis dan pemberian asupan nutrisi yang cukup, sehingga tercapai standar kesehatan yang baik. Tujuan dari pengabdian pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pengetahuan serta pemahaman pola hidup sehat dan aktivitas fisik yang teratur untuk penurunan angka dan pencegahan stunting. Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu workshop, sosialisasi, demonstrasi, dan media sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga dilakukan pengukuran indeks massa tubuh siswa untuk mengetahui status gizi. Peningkatan pengetahuan stunting, poa hidup sehat dan perilaku aktivitas fisik pada anak merupakan dua hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Stunting adalah masalah gizi kronis pada anak yang dapat menyebabkan pertumbuhan tubuh yang tidak optimal dan berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak yang buruk. Sedangkan perilaku aktivitas fisik yang kurang pada anak dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting dan masalah kesehatan lainnya.
Rutinitas Berolahraga dan Kondisi Lemak Tubuh: Studi Cross-Sectional Pada Masyarakat Usia Produktif di Kota Makassar: Exercise Routine and Body Fat Condition: A Cross-Sectional Study Among Productive-Age Adults in Makassar City Sulaeman; Darul Husnul
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rutinitas berolahraga dan kondisi lemak tubuh pada masyarakat usia produktif di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 150 responden berusia 18–60 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel independen adalah rutinitas berolahraga yang dikategorikan menjadi rutin dan jarang, sedangkan variabel dependen adalah persentase lemak tubuh yang diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dan diklasifikasikan menjadi gemuk, rata-rata, bugar, dan kurang. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rutinitas berolahraga dan kondisi lemak tubuh (p = 0,642). Meskipun responden yang rutin berolahraga lebih banyak berada pada kategori lemak tubuh normal dan bugar, hubungan tersebut tidak cukup kuat secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa komposisi lemak tubuh dipengaruhi oleh faktor lain di luar frekuensi olahraga. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan intensitas latihan, pola makan, dan kebiasaan sedentari guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Korelasi Olahraga Aerobik Dengan Acute Montain Sicknes Pada Aktifitas Alam Bebas (Olahraga Pendakian Gunung) Darul Husnul
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 4 No. 1 (2024): November-April
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v4i1.57

Abstract

Tinjauan fisiologi tubuh, mendaki gunung sebenarnya merupakan salah satu jenis olahraga aerobik yang termasuk dalam kategori aerobik. Pendaki harus mempunyai kekuatan fisik yang baik untuk mendaki tanpa merasa lelah. Oleh karena itu, pendaki harus mempunyai tingkat olahraga aerobik yang baik untuk dapat melakukan pendakian. Hasil penelitian ini menunjukkan hal yang sama dengan penjelasan diatas, dimana ditemukan bahwa hampir sebagian besar pendaki pada penelitian ini memiliki olahraga aerobik tingkat sedang hingga tinggi. olahraga aerobik kategori lebih moderat dibandingkan aktivitas ringan dan berat.juga mengatakan bahwa selain persiapan sebelum pendakian, sebagian besar pendaki memiliki tingkat aktivitas sedang. Penyakit gunung akut (AMS) merupakan penyakit yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh beradaptasi dengan ketinggian.Parahnya di pagi hari, saat berbaring, dan juga saat berolahraga berat. Dalam penelitian ini, seluruh . responden (100%) mengalami gejala SMA ringan hingga sedang. Oleh karena itu, persiapan olahraga aerobik berupa olahraga yang bersifat aerobic disarankan bahkan sangat penting bagi pendaki. Hasil analisis data tingkat olahraga aerobik dan AMS didapatkan kelompok responden dengan tingkat olahraga aerobik tinggi, sehingga Mayoritas responden memiliki tingkat olahraga aerobik tinggi ringan dan kelompok responden tingkat aktivitasnya sedang, karena mereka hanya berjalan kaki atau bersepeda setiap hari.Selain itu, juga harus mempersiapkan diri dengan matang saat mendaki untuk meminimalisir penyakit akibat AMS.
Pengaruh Latihan Propriceptif Neuro Mascular Facilitation (PNF) Terhadap Peningkatan Kelentukan Pada Mahasiswa IKOR FIKK UNM Darul Husnul; Harvina Mukrim
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 4 No. 2 (2024): May - October
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v4i2.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latihan Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) terhadap peningkatan kelenturan pada mahasiswa IKOR FIKK UNM. Metode yang digunakan adalah pra eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 56 mahasiswa yang memprogram mata kuliah senam yang memenuhi kriteria. Latihan PNF dilakukan selama 16 minggu dengan menggunakan kelompok pre test dan post test. Data kelenturan diukur menggunakan alat pengukur kelenturan standar sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired Samples Test untuk melihat perbedaan antara kelompok sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam kelenturan pre tes dan post test (p < 0,05). Berdasarkan hasil analisis data ,dari 56 responden berusia antara 19 sampai 21 tahun, bahwa pada kelompok pre_test nilai mean 14.73 masuk dalam kategori kurang sekali dengan standar deviasi 0.90 sedangkan pada kelompok pre test nilai mean 19.04 masuk dalam kategori baik dengan standar deviasi 1.47. Dari hasil yang dilakukan dengan menggunakan uji paired sample test ditemukan hasil 4.31 dengan nilai sig 0.00 yang berarti ada perbedaan sebelum dan sesudah melakukan metode Propriceptif Neuro Mascular Facilitation
Efektivitas Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) Stretching Terhadap Denyut Nadi Pemulihan Setelah Melakukan High Intensity Interval Training Pada Club Voli Smantri Ayu Yulandari; Bustang; Darul Husnul
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 5 No. 2 (2025): Mei-Oktober
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v5i2.147

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah PNF stretching dapat membantu mempercepat penurunan denyut nadi setelah latihan intensitas tinggi pada anggota Club Voli Smantri. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis penelitian eksperimen atau pre-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, yaitu mengukur denyut nadi sebelum dan sesudah melakukan PNF stretching. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan atlet voli yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 20 orang, yang sebagai sampel dari populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan sprint 100 meter (HIIT), pengukuran denyut nadi setelah latrihan dengan teknik palpasi, kemudian diberikan perlakuan pendinginan PNF stretching dan tanpa pendinginan PNF stretching. Hasil uji-t sampel berpasangan dengan menggunakan analisis paired samples t-test pada data pretest dan posttest kelompok PNF Stretching menunjukkan hasil denyut nadi dengan melakukan PNF Stretching dan Tanpa PNF Stretching dengan perbedaan rerata 2.43829 dengan nilai signifikan sebesar 0.021 yang berarti p< 0,05. Dengan nilai Cohen’s d 12.04760 menunujukan adanya efek yang besar. Hal ini bermakna bahwa terdapat pengaruh PNF Stretching terhadap Denyut Nadi Pemulihan pada 20 orang anggota Club Voli SMANTRI. Kesimpulan bahwa denyut nadi pemulihan PNF stretching dan denyut nadi pemulihan tanpa PNF stretching terdapat penurunan demyut nadi secara signifikan dan menunjukkan perbedaan statistik yang signifikan antara Kelompok Denyut Nadi Kelompok PNF Stretching dan Denyut Nadi Kelompok Tanpa PNF Stretching pada 20 Anggota Club Voli SMANTRI.
Efektivitas Program Latihan (T-Adv) Terhadap Penurunan Kadar Asam Laktat Pada Atlet Trail Run Darul Husnul; Arfandi Akkase; Sulaeman
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 6 No. 2 (2026): Fortchoming Issue
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v6i2.185

Abstract

Asam laktat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi performa atlet, terutama dalam olahraga ketahanan seperti trail run. Akumulasi asam laktat yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan otot dan menurunkan daya tahan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program latihan (T-ADV) terhadap penurunan kadar asam laktat pada atlet trail run. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test dan post test. Sampel terdiri dari 20 orang kelompok eksperimen tanpa kelompok kontrol. Pengambilan data dengan pengecekan kadar asam laktat sebelum dan setelah melakukan program latihan (T-ADV). Uji statistic menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan terhadap kadar asam laktat dengan rata-rata kadar asam laktat sebelum diberikan program latihan (T-ADV) sebesar 4,19 mmol/L dan rata-rata setelah diberikan program latihan (T-ADV) sebesar 3,17 mmol/L dengan selisih sebesar 1,02 mmol/L dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa program latihan T-ADV yang dilakukan selama 12 kali pertemuan efektif dalam menurunkan kadar asam laktat bagi atlet trail run. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program latihan (T-ADV) yang terstruktur dapat menurunkan kadar asam laktat.