Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Sab’ngatun Sab’ngatun; Danik Riawati
Avicenna : Journal of Health Research Vol 4, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v4i2.533

Abstract

ANALISIS NILAI PRAKTIKUM EDUKATOR PELAYANAN DARAH TERHADAP NILAI UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI (KIE) DAN PROMOSI KESEHATAN Danik Riawati
Avicenna : Journal of Health Research Vol 3, No 1 (2020): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.814 KB) | DOI: 10.36419/avicenna.v3i1.344

Abstract

Latar Belakang : Lulusan mahasiswa Diploma III Teknologi Bank Darah diharapkan mampu bertindak sebagai teknisi pelayanan darah, pelaksana pengujian mutu produk darah dan edukator layanan darah. Salah satu contoh yaitu mampu bertindak sebagai edukator layanan darah, artinya mahasiswa harus mampu menjadi teknisi dalam memberikan komunikasi, informasi, edukasi di pelayanan darah. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara nilai praktikum sebagai edukator layanan darah terhadap nilai Ujian Akhir Semester (UAS) Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan Promosi Kesehatan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa tingkat II Akademi Teknologi Bank Darah Surakarta. Subyek penelitian ini semua mahasiswa tingkat II Akademi Teknologi Bank Darah Surakarta sebanyak 64 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Alat pengumpulan data berupa formulir penilaian. Analisa data menggunakan uji koefisien korelasi Spearman’s rho. Hasil : Nilai output didapatkan koefisien korelasi Spearman’s rho sebesar 0,693, sehingga hubungan antara nilai praktikum edukator pelayanan darah dengan nilai UAS KIE dan Promosi Kesehatan adalah kuat. Nilai koefisien bertanda positif arti terjadi hubungan posistif, yaitu jika nilai praktikum edukator pelayanan darah tinggi maka nilai UAS KIE dan Promosi Kesehatan juga tinggi atau sebaliknya. Simpulan : Nilai signifikansi sebesar 0,000
PRODUKSI KOMPONEN DARAH PACKED RED CELLS BUFFY COAT REMOVED (PCR BCR) DI UDD PMI KOTA SURAKARTA Repsi Komaretno; Danik Riawati
Avicenna : Journal of Health Research Vol 4, No 1 (2021): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v4i1.454

Abstract

KADAR HAEMOGLOBIN BERDASARKAN STATUS GIZI CALON PENDONOR Danik Riawati; Syarifah; Ni’mah Hidayatul Laili
Jurnal Infokes Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v9i2.828

Abstract

Status anemia ditentukan berdasarkan jumlah kadar haemoglobin, karena kadar haemoglobin yang rendah merupakan salah satu data penunjang untuk menentukan seseorang terkena anemia. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis faktor kadar haemoglobin dengan status gizi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dengan dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua calon pendonor di Prodi DIII Teknologi Bank Darah Surakarta pada bulan September tahun 2019 sebanyak 30 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer. Teknik analisis data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden berumur >20 Tahun sebanyak 21 responden (63,6%), sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 26 responden (78,8%) dan status gizi responden sebagian normal sebanyak 21 responden (70%) dengan kadar haemoglobin termasuk kategori tidak anemia sebanyak 13 responden (43,33%). Kesimpulan penelitian ini adalah kadar haemoglobin pada calon pendonor di Prodi DIII Akademi Teknologi Bank darah sebagian besar tidak mengalami anemia dan memiliki status gizi yang normal.
PENYULUHAN PENTINGNYA KOMUNIKASI SAAT TERJADI BENCANA GEMPA BUMI DI LINGKUNGAN SEKOLAH Risqi Ekanti Ayuningtyas Palupi; Pranoto Suryo Herbanu; Danik Riawati; Jasmine Hera Veronia; Mario Beko Sihombing
HIKMAYO: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AMAYO Vol 2 No 1 (2023): HIKMAYO : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56606/hikmayo.v2i1.112

Abstract

Indonesia is located between the world's large plates, the Indo-Australian, Eurasian, Pacific, and Philippine plates. The interactions that often occur on these plates produce natural phenomena in the form of earthquakes. Earthquake natural phenomena can often be declared a disaster if the earthquake threatens and has the potential to cause harm to humans, both material and non-material. Earthquakes cannot be predicted with certainty when they will occur and earthquakes come suddenly without any sign from nature. Therefore, we must always be prepared if an earthquake occurs at any time. We must know what to do when an earthquake occurs wherever we are. This aims to get safety from earthquake disasters and reduce the risk of disasters. So counseling is needed about the importance of communication when an earthquake occurs. The benefits of the importance of communication in disasters, especially earthquake disasters, include: 1) Reducing the impact, especially for residents, 2) As a basis (guidelines) for development planning, 3) Increasing public knowledge in dealing with and reducing the impact/risk of disasters so that people can live and work safely. The Education Unit is the unit with the most potential for holding counseling on the importance of communication during a disaster. This is due to a large number of resources, both human resources and asset resources owned by the education unit.
Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 3 – 5 tahun di Posyandu Tawangsari Mojosongo Jebres Surakarta Lilik Hanifah; Danik Riawati
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 4 (2018): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.692 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol4.iss0.9

Abstract

Abstrak Masa balita yang disebut dengan golden periode, merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia, masa ini otak bersifat plastis dibandingkan dengan orang dewasa sehingga balita sangat terbuka dan peka dalam menerima berbagai macam pembelajaran dan pengayaan baik bersifat positif maupun negatif. Oleh karena itu kita harus memberi masukan dan nilai-nilai yang postiif, menghindari masukan yang bersifat negatif dan sedapat mungkin memberikan asupan gizi yang adekuat, memberikan stimulasi yang baik dan benar, serta memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi anak, sehingga tercapai tumbuh kembang yang optimal.1 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia 3 – 5 Tahun di Posyandu Tawangsari Mojosongo Jebres Surakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah anak usia 3 – 5 tahun di Posyandu Tawangsari, Mojosongo, Jebres, Surakarta. Sampel penelitian sebanyak 40 anak dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan status gizi dengan perkembangan pada anak usia 3 – 5 tahun. Semakin tinggi status gizi anak semakin meningkat pula perkembangan anak. Hubungan tersebut secara statistik signifikan (OR= 2,785). Nilai p value adalah 0.000 berarti terdapat hubungan status gizi dengan perkembangan pada anak usia 3 – 5 tahun.
FAKTOR PENENTU KRITERIA PENOLAKAN SELEKSI UMUM PENDONOR BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN KESEHATAN Danik Riawati
JURNAL MEDIKA USADA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v5i2.137

Abstract

Background: Blood donors who will donate blood must meet general selection criteria such as: age, weight, blood pressure, pulse, body temperature, hemoglobin, interval since the last donation, appearance of the donor, health history and lifestyle-related risks. Objective: to analyze the determinants of the criteria for rejection of the general selection of prospective donors. Methods: This type of research is descriptive with a cross sectional research design. The population is all the number of blood donors who did not pass the initial selection. The sampling technique using purposive sampling obtained a sample of 353 respondents, the data analysis technique used was univariate which was presented in the form of a frequency distribution table. Results: Donors did not pass the initial selection who did not meet the criteria because the highest Hb level was in January as many as 98 respondents (31.4%), blood pressure factors in March 23 respondents (7.4%), and other factors in March 18 respondents (5.8%). Conclusion: Some of the criteria for prospective donors that are not included in the general selection criteria are due to hemoglobin levels, blood pressure and other factors. Keywords: Deciding Criteria for Rejection, General Selection, Donor