Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Upaya Ardan Radio Bandung Mempertahankan Citra Radio Anak Muda Melalui Segmentasi, Targeting, Positioning Dioba Ari Saputra; Djudjur Luciana Radjagukguk
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i2.1566

Abstract

The purpose of this study is to identify and analyze the Segmentation, Targeting, Positioning (STP) of Ardan Radio Bandung in maintaining the image of Radio Anak Muda which will certainly make Ardan radio last for a long time in the world of radio broadcasting. The method used is descriptive qualitative, namely the results of thoughts, talks and observations of the behavior of other people who produce and provide detailed and in-depth data regarding the strategies carried out by Ardan Radio. The results of this study, Ardan Radio always do STP well and provide youth programs, so that the image is maintained as a Youth Radio in the city of Bandung. Maintain good relations with clients and good relations with listeners, so that listeners do not move to other radios by giving a giveaway, bringing in artists who are loved by young people and collaborating through youth events and local brands that are liked by young people in Bandung and outside Bandung . Then in the defending stage, always be the first in any case. Ardan Radio always tries to innovate and provide interesting youth programs every month so that it builds a strong image and increases listeners. After forming the image, it must also strengthen the programs that are broadcast around young people that reach 30 compared to other radio stations, ranging from regular to special programs. In addition to the program, there are other things that can strengthen the image, namely the characteristic that is owned is the broadcaster side who has high knowledge, slang and also has a variety of characters and one of the regional radios located in Bandung by lifting the trends of today's young people with enthusiasm local.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) Ardan Radio Bandung dalam mempertahankan citra Radio Anak Muda yang tentunya akan membuat Ardan radio dapat bertahan lama dalam dunia penyiaran radio. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif  yaitu hasil pemikiran, pembicaraan serta pengamatan terhadap perilaku orang lain yang menghasilkan dan memberikan perolehan data-data detail serta mendalam mengenai strategi yang dilakukan Ardan Radio. Hasil dari penelitian ini, Ardan Radio selalu  melakukan STP dengan baik dan memberikan program-program anak muda, sehingga citra tetap terjaga sebagai Radio Anak Muda di Kota Bandung. Menjaga hubungan baik dengan klien dan  hubungan baik dengan pendengar, agar  pendengar tidak pindah ke radio lain dengan  memberikan sebuah giveaway, mendatangkan artis yang digandrungi anak muda dan bekerjasama  melalui  event – event anak muda dan brand lokal yang disukai anak  muda Bandung maupun di luar Bandung.  Kemudian dalam tahapan mempertahankan selalu menjadi yang pertama dalam hal apapun. Ardan Radio selalu mencoba berinovasi dan memberikan program-program anak muda yang menarik setiap bulannya sehingga terbangunlah citra yang kuat dan menambah pendengar. Setelah membentuk citra juga memperkuat program sekitar anak muda dengan jumlah mencapai 30 dibanding radio lainnya, mulai dari yang reguler sampai spesial program.   Selain program ada hal lain juga yang bisa memperkuat citra yaitu ciri khas yang dimiliki adalah sisi penyiar yang memiliki pengetahuan yang tinggi, gaul dan juga punya karakter yang beragam. Ardan Radio juga menjadi salah satu radio regional yang berada di Bandung dengan mengangkat tren-tren anak muda masa kini dengan semangat lokal.   
STRATEGI KOMUNIKASI MANAJEMEN REDAKSI TELEVISI RADIO (TVR) PARLEMEN DALAM MENINGKATKAN MINAT PENONTON DI ERA DIGITAL Tiara Dwi Putri; Djudjur Luciana Radjagukguk
JSSHA ADPERTISI JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2022): Jun 2022
Publisher : JSSHA ADPERTISI JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.583 KB)

Abstract

Perkembangan media elektronik sangat populer di kalangan masyarakat saat ini era digital 4.0. Karenanya, setiap informasi yang disampaikan mudah dan cepat sampai pada masyarakat. Di era digital saat ini juga banyaknya industri media sudah mengikuti perkembangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi. Salah satunya, media siaran internal TV Parlemen program terbatas di bawah naungan Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal yang membuat manajemen pemberitaan sendiri membuat berbagai program jenis berita menyajikan kegiatan Anggota DPR. Untuk itu diperlukan peran manajemen redaksi dalam menyajikan konten dan membangun ciri khas yang dikelola oleh kelompok organisasi dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam mengenai strategi komunikasi manajemen redaksi TV Parlemen dalam meningkatkan minat penonton di era digital. Landasan teori yang digunakan adalah teori manajemen media penyiaran oleh Morissan, M.A memiliki 4 fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode field research atau penelitian lapangan disebut juga kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara langsung, mengamati secara langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi manajemen redaksi TV Parlemen dalam meningkatkan minat penonton sudah baik dan sesuai terhadap proses perencanaan kegiatan, penyusunan pengorganisasian bisa ditangani dan dijalankan dengan baik, melakukan pengarahan menjalin komunikasi antar atasan dan karyawan, melakukan pengawasan dengan evaluasi bersama. Serta dalam meningkatkan minat penonton, melakukan perubahan re-branding, mengembangkan website, dan menjalin kerja sama dengan media swasta maupun lokal.
Pelatihan Service Excellent Kepada Siswa/Siswi Smk Negeri 3 Depok Yayu Sriwartini; Djudjur Luciana Radjagukguk; Andhika Pratama
Open Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.574 KB) | DOI: 10.33292/ocsj.v2i1.25

Abstract

Kurangnya optimalnya pelajaran keterampilan berkomunikasi di SMKN 3 Depok, membuat tim PKM dan mitra sepakat untuk menyelenggarakan pelatihan service excellence kepada pelajar jurusan Otorisasi Perkantoran dengan jumlah 36 peserta. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2022 ini bertujuan (1) memberi wawasan mengenai komponen service excellent yang harus diketahui, dipahami dan dikuasai oleh pada siswa/siswi; (2) secara praktis mewujudkan kemampuan para siswa dalam memberikan pelayanan yang prima (service excellent). Ada empat (4) tahap yang dilalui dalam serangkaian kegiatan pelatihan ini. Pertama, observasi lapangan yang dilakukan dalam rangka menjajagi dan menganalisis kebutuhan mitra (SMKN 3 Depok). Kedua, Training of Trainer dilakukan untuk mempersiapkan kematangan tim PKM sebagai trainer service excellence. Ketiga pelaksanaan pelatihan yang diawali dengan pre-test. Adapun metode pelaksanaan pelatihannnya menggunakan metode direct instruction dan role playing. Tahap keempat adalah evaluasi ketercapaian tujuan program yang dilakukan dengan cara memberikan post-test baik secara materi maupun praktek. Adapun hasil dari pelatihan menunjukkan adanya penambahan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai service excellence secara signifikan. Sedangkan secara keterampilan, perubahan kompetensi berkomunikasi peserta tidak bisa sekaligus langsung meningkat tajam, service excellence tidak hanya dari segi berkomunikasi saja, tetapi juga mencakup aspek sikap, perilaku dan produk atau fasilitas fisik yang menjadi obyek layanannya. Tetapi secara umum tujuan pelatihan tercapai sesuai harapan, dan ke depannya diharapkan terjalin Kerjasama yang berkelanjutan antara Prodi Ilmu Komunikasi Unas dengan SMKN 3 untuk mempersiapkan para pelajar memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal service excellence.
The Influence of Exposure to Educative Content on Instagram Account @Zeniuseducation on Students' Learning Interest Gloria Enggelin; Djudjur Luciana Radjagukguk
IJESS International Journal of Education and Social Science Vol 4 No 1 (2023): VOL 4 NO 1 APRIL 2023
Publisher : INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/ijess.v4i1.124

Abstract

There are several findings in research that found that students' interest in learning in Indonesia is currently experiencing a decline during the pandemic, this is due to learning being carried out online. Students have the feeling that online learning is less motivating when compared to classroom learning. The purpose of this study was to find out how much influence exposure to educational content has on the Instagram account @zeniuseducation on students' learning interest. This study uses a quantitative approach. The method used in this study is an explanatory survey method to explain the effect of one variable on another with the help of a research instrument in the form of a questionnaire. The population of this study were followers of the Instagram account @zeniuseducation and the number of samples was drawn based on calculations using the Slovin formula, the results obtained were 100 samples. The sampling technique was carried out by purposive sampling technique. Descriptive analysis found that most of the respondents' educational content exposure variables were in the often exposed category and most of the students' learning interest variables were in the moderate category. The results of the hypothesis test show that the calculated significance value is 0.000 <0.05, which means that there is a significant effect of exposure to educational content on students' learning interest. The magnitude of the influence based on the coefficient of determination test is 43.5%, which means that the remaining 56.5% influence comes from other variables outside this study.