Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK MESIN

SIMULASI DISTRIBUSI SUHU DAN KELEMBAPAN RELATIF PADA RUMAH TANAMAN (GREEN HOUSE) DENGAN SISTEM HUMIDIFIKASI Mahmudyan Nuriil Fahmi; Eflita Yohana; Sugiyanto Sugiyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.33 KB)

Abstract

Ada berbagai jenis rumah tanaman yang digunakan untuk daerah tropik . Simulasi dilakukan untuk menentukan distribusi suhu udara dan pola pergerakan udara di dalam rumah kaca . Penelitian ini bertujuan untuk membuat tanaman desain rumah yang bisa melakukan kontrol suhu dan kelembaban relatif secara otomatis sesuai dengan kebutuhan tanaman. Model Greenhouse ( L = 3 m , W = 2 m , H = 2.3 m ) diatur menggunakan ventilasi paksa. Kontrol iklim mikro yang akan dipasang adalah bentuk pengaturan suhu dan kelembaban . Dalam simulasi ini digunakan kipas sirkulasi dan kipas exhaust untuk memberikan distribusi suhu dan kelembaban yang merata . Pengaturan kelembaban dilakukan dengan menggunakan nozzle sprayer, yaitu tetesan air mikro dengan penyemprotan bertekanan tinggi melalui nozzle , yang diharapkan dapat meningkatkan kelembaban di rumah tanaman. Pengukuran Suhu dan kelembaban yang dilakukan pada November 2013 menjadi objek validasi . Hal ini dilakukan dengan memindahkan sensor di beberapa titik di rumah tanaman . Simulasi dilakukan dengan software CFD Solidworks Flow SImulation. Hasil simulasi menunjukkan rumah kaca yang dibuat dalam percobaan telah mampu memberikan kontur dengan distribusi suhu dan kelembaban merata . Penggunaan kontrol suhu-kelembaban dan ventilasi di rumah kaca mampu memberikan penurunan suhu yang signifikan dan peningkatan RH. Selain itu, rata-rata penurunan suhu sebesar 7-9o Celsius.
PENGARUH TEMPERATUR NOZZLE 3D PRINT TERHADAP FLEXURAL STRENGTH BIOKOMPOSIT BERBAHAN PLA, PCL, DAN HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG RAJUNGAN Muhammad Dzaky Arizsa Athallah; Sugiyanto Sugiyanto; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan ORIF (Open Reduction Internal Fixation) atau yang biasa dikenal dengan pemasangan implan adalah tindakan medis operasi terbuka untuk mengatur kembali tulang yang mengalami fraktur maupun patah tulang. Umumnya implan terbuat dari material logam tahan karat, material logam tahan karat memiliki kekurangan berupa dibutuhkannya operasi kedua untuk pengangkatan implan yang beresiko menyebabkan trauma lanjutan. Maka dari itu penelitian ini berfokus kepada pemanfaatan biopolimer dan biokeramik untuk membentuk suatu biokomposit yang memiliki sifat biodegradable sebagai kandidat implan tulang yang dapat dibentuk sesuai kebutuhan pasien menggunakan metode 3D print. Pembuatan biokomposit berbahan PLA, PCL, dan hidroksiapatit sebagai kandidat implan tulang menggunakan metode 3D print secara keseluruhan berhasil dilakukan. Pembuatan biokomposit pada penelitian ini mengunakan variasi suhu nozzle 3D print dengan range suhu 190 – 215oC. Perbedaan suhu nozzle 3D print berpengaruh kepada karakteristik material yang dihasilkan. Hasil pengujian pada penelitian ini setiap spesimen memiliki nilai flexural strength yang berbeda. Pada penelitian ini variasi suhu nozzle 205oC menghasilkan biokomposit terbaik dengan flexural strength sebesar 41,09 MPa yang mendekati kriteria tulang kortikal manusia.
EKSPERIMEN PENGATURAN SUHU DAN KELEMBABAN PADA RUMAH TANAMAN (GREENHOUSE) DENGAN SISTEM HUMIDIFIKASI Sugeng Wahono; Sugiyanto Sugiyanto; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.028 KB)

Abstract

Pertanian di Indonesia masih menggunakan sistem pertanian tradisional dan tergantung pada perubahan iklim yang terjadi. Perubahan iklim yang tidak menentu pada akhir-akhir ini menyebabkan prediksi petani menjadi meleset dan banyak yang mengalami kerugian berupa gagal panen dsb. Seiring dengan dengan semakin berkembangnya isu pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim, membuat sektor pertanian begitu terpukul. Tidak teraturnya perubahan iklim dan perubahan awal dan akhir musim seperti musim kemarau dan musim hujan membuat para petani begitu susah untuk merencanakan masa tanam dan masa panen. Berdasarkan ilmu pengkondisian udara hal tersebut dapat dibuat kondisi seperti musim pada tanaman tertentu sesuai yang diharapkan, yaitu dengan mengatur besarnya kelembaban dan suhunya. Pengaturan kelembaban dan suhu ini dilakukan pada sistem pertanian yang menggunakan rumah tanaman. Metodologi yang digunakan dalam pengaturan suhu dan kelembaban ini adalah dengan membuat alat kontrol iklim dan variasi metode eksperimen pada rumah tanaman. Pembuatan alat kontrol iklim berguna untuk menambah nilai kelembaban pada rumah taanaman. Perakitan komponen-komponen alat kontrol iklim dilakukan dengan data-data awal eksperimen untuk menentukan spesifikasi alat. Alat kontrol iklim sudah dapat berfungsi dengan baik sesuai harapan, yaitu dapat menurunkan suhu rumah tanaman antara 3 -9ºC dan menaikkan kelembaban antara 25% - 30%. Namun sistem alat kontrol ini masih butuh banyak penyempurnaan, hal ini dikarenakan saat eksperimen masih terdapat proses pengembunan. Sehingga kedepannya dapat dijadikan masukan penelitian selanjutnya dan dapat memberi sumbangan teknologi untuk pertanian Indonesia kedepannya menjadi lebih baik.