Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI PEKANBARU Trisiwi Kusuma Ningrum; Nidya Kusuma Khairunnas
Sistem Informasi Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v9i2.1296

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang tidak menular, tetapi hampir setiap orang mengalami penyakit ini. Hipertensi dapat pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor umur, keturunan, merokok, jenis kelamin, dan riwayat hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi di Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru. Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan mengidentifikasi kelompok dengan efek tertentu ( kasus) dan kelompok tanpa efek ( kontrol). Sampel pada penelitian ini berjumlah 42 orang responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan menggunakan dua kelompok sampel yaitu kelompok kasus yaitu pada penderita hipertensi yang ada riwayat hipertensi sebelumnya dan kelompok kontrol yaitu pada penderita hipertensi yang tidak ada riwayat hipertensi sebelumnya. yang diambil secara accidental Sampling. Hasil Penelitian menunjukkan hasil faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi pada pasien adalah faktor riwayat keturunan dengan nilai PV <0.05 ( 0.003) NIlai OR hasil penelitian 9,067 dengan 95% CI = 2,306 – 35,650. Di harapkan kepada instansi tempat penelitian untuk meningkatkan program edukasi kesehatan tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi sehingga masyarakat dapat melakukan upaya preventif sejak dini untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi.
Studi Kasus Penyakit Pada Anak Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Di Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru Tahun 2016-2018 Trisiwi Kusuma Ningrum; Supitri Asih Rahayu
Sistem Informasi Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v10i1.1601

Abstract

Imunisasi merupakan suatu upaya untuk memberikan kekebalan terhadap tubuh anak dengan cara pemberian vaksin. Apabila anak tidak diberikan imunisasi secara lengkap dapat menyebabkan terjadinya penyakit pada anak yang dapat mengakibatkan kelemahan, kecacatan maupun kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyakit pada anak yang dapat dicegah dengan imunisasi. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data sekunder berupa catatan rekam medik kunjungan anak sakit di poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Sidomulyo tahun 2016-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga terbesar penyakit pada anak yang dapat dicegah dengan imunisasi adalah penyakit TBC sebanyak 53,45%, penyakit hepatitis 10.34% dan penyakit diptheri sebanyak 10,43%. Diharapkan tenaga kesehatan Klinik KIA Puskesmas Sidomulyo untuk lebih intensif meningkatkan program edukasi kesehatan kepada orangtua yang memiliki anak usia 0-18 tahun tentang pentingnya imunisasi pada anak untuk mewujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.
Edukasi Kesehatan Demonstrasi Senam Kaki Diabetes Pada Penderita Diabetes Di Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru Tri Siwi Kusumaningrum; Maswarni Maswarni; Yeni Yarnita; Chairil Chairil; Wiwik Norlita; Juli Widiyanto; Isnaniar Isnaniar; Pratiwi Gasril
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 6 No 1 (2022): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v6i1.3615

Abstract

Prevalensi DM di dunia semakin hari semakin meningkat. Pada tahun 2013 sebesar 8,4% dari populasi penduduk yang ada di dunia. Pertumbuhan DM di Indonesia pada tahun 2.000 diprediksi sebesar 15,2% atau 8.426.000 orang dan diperkirakanakan meningkat menjadi 21.257.000 orang di tahun 2030. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah atau mengobati diabetes ini salah satunya dengan cara melakukan senam kaki diabetes. Senam kaki merupakan senam yang bisa membantu sirkulasi darah dan otot-otot kecil dikaki, serta dapat mengontrol gula darah. Puskesmas Payung Sekaki memiliki program senam Prolanis untuk penderita hipertensi dan diabetes. Permasalahan yang dialami oleh sasaran adalah tidak tahu manfaat dan cara senam kaki diabetes Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan latihan senam kaki diabetes. Metode PKM ini dengan menggunakan ceramah dan demonstrasi tentang senam kaki diabetes secara offline menggunakan protokol kesehatan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan peningkatan pengetahuan dan katrampilan peserta PKM tentang manfaat dan gerakan senam kaki diabetes.
Tingkat Kecemasan Penderita Penyakit Komorbid Takut Tertular Covid 19 Di Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru Trisiwi Kusuma Ningrum; Maswarni Maswarni; Nur Rohmah
Sistem Informasi Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v13i1.4289

Abstract

Comorbidity is a disease experienced by a person. Patients with komorbid diseases are more susceptible to contracting Covid 19 because they experience a decrease in their immune system. The purpose of this study was to find out how the anxiety level of patients with comorbidity fear of contracting Covid 19 at the Sidomulyo Outpatient Health Center Pekanbaru. This type of research is a descriptive study. This research was conducted on August 1-5 2022 at the Raway Health Center Jalan Sidomulyo, Peknabaru. The sampling technique used is accidental sampling with a total sample of 48 respondents. The instrument used in this study was the HARS (Hamilton Ansiaty Rating Scale) anxiety scale questionnaire. The results showed that the anxiety level of respondents at the Sidomulyo Outpatient Public Health Center Pekanbaru was the majority in the moderate anxiety, level category as many as 23 respondents (23%), while respondents who experienced severe anxiety levels were 19 people (39.6%) and those who experienced mild anxiety levels were 4 respondents (8.3%) and 2 respondents (4.2%). Respondents are expected to do more social activities, worship activities that build a sense of comfort, provide peace and avoid anxiety so that their health is always well maintained.