Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA HUKUM PERSAINGAN USAHA DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN DI ERA DIGITAL: ANALISIS TERHADAP PENERAPAN DYNAMIC PRICING DI INDONESIA Rahmi Yuniarti; Aksar Aksar; Mulia Akbar Santoso
ANDREW Law Journal Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v5i1.188

Abstract

Pada penerapan sistem Dynamic Pricing memiliki potensi risiko diskriminasi harga berupa penetapan harga yang lebih tinggi bagi beberapa konsumen. Permasalahan pada penelitian ini adalah Dinamika Hukum Persaingan Usaha dan Perlindungan Konsumen di Era Digital: Analisis terhadap Penerapan Dynamic Pricing di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normative. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini adalah Berdasarkan beberapa pasal yang mengatur terkait Penetapan Harga pada UU 5/1999 belum terdapat pengaturan secara spesifik terkait penetapan harga dinamis (dynamic pricing). Dynamic Pricing adalah strategi penentuan harga di mana harga produk atau layanan dapat berubah secara dinamis sesuai dengan berbagai faktor, seperti permintaan, waktu, dan kondisi pasar. Akan tetapi, nyatanya banyak konsumen yang mengeluhkan adanya perbedaan harga yang harus dibeli antara satu konsumen dengan konsumen lain. Kendala yang seringkali dihadapi dalam mewujudkan perlindungan bagi konsumen adalah masih rendahnya kesadaran konsumen atas haknya dan pandangan dari produsen yang cenderung fokus pada tujuan mencari keuntungan dan melupakan untuk tetap melindungi para konsumen. Dinamika pada hukum persaingan usaha dan hukum perlindungan konsumen dapat ditinjau dari pemikiran masa lampau, saat ini, dan yang akan datang. Jika melihat masa lampau atau awal mula terbentukanya UU 5/1999 dan UU 8/1999 sudah mengakomodir permasalahan pada masa itu. Pada saat ini mulai memunculkan beberapa permasalahan karena pengaruh perkembangan teknologi yang dilihat dengan kemunculan AI. Di Indonesia sendiri sudah ada ketentuan untuk mengakomodir perkembangan AI yang sangat pesat, yaitu Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Buatan. Ketentuan terkait, inklusivitas, kemanusiaan, keamanan, demokrasi, transparansi, kredibilitas & akuntabilitas, pelindungan data pribadi, pengembangan & keberlanjutan lingkungan hidup, dan HAKI sebagaimana dalam surat edaran tersebut seharusnya diakomodir secara khusus dalam setiap undang-undang sehingga memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat dan juga dilengkapi dengan ketentuan terkait pembuktian apabila terjadi pelanggaran.
Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Pembeli Sewa dalam Perjanjian Beli Sewa di Indonesia Aksar Aksar; Mulia Akbar Santoso; Miftahur Rachman; Umar Dinata; R Desril
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5579

Abstract

The development of hire-purchase agreements in Indonesia has shown a significant increase; however, the bargaining position of consumers remains weaker than that of business operators, resulting in contractual imbalances, particularly in standard clauses that disadvantage consumers. This article examines the legal protection of consumers in hire-purchase agreements under Indonesian civil law and its practical implications. The research addresses two main questions: how consumer legal protection is regulated in hire-purchase agreements under Indonesian civil law, and what shortcomings exist in protecting consumers against unfair standard clauses. Using a normative legal research method with a literature study and qualitative analysis of relevant legal regulations, this study finds that although civil law upholds the principle of freedom of contract, consumer protection remains inadequate in practice. The most frequent violations of consumer rights are found in standard clauses that unilaterally shift risks to consumers, limit or exclude the liability of business operators, impose disproportionate penalties in cases of default, and restrict consumers’ rights to dispute resolution. These practices significantly weaken consumers’ legal position in hire-purchase agreements. Therefore, stricter supervision of standard clauses is necessary, along with more specific and clearer regulations to prevent abusive contractual practices. This study recommends strengthening regulatory frameworks to balance the bargaining position between consumers and business operators and enforcing stricter oversight of standard clauses in hire-purchase agreements.