Zakiyuddin Baidhawy
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Memecahkan kebuntuan teoretik hubungan Islam dan politik Baidhawy, Zakiyuddin
IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul asli : Islam, Secularism and Liberal Democracy: Toward a Democratic Theory for Muslims Judul terjemah:Islam, Sekularisme, dan Demokrasi Liberal: menuju Teori Demokrasi dalam Masyarakat Muslim Penulis Penerjemah Penerbit Tahun terbit Halaman Pendahuluan : : : : : Nader Hashemi Aan Rukmana dan Shofwan Al Banna Choiruzzad Gramedia Pustaka Utama 2011 xxii + 323
Lazismu and Remaking the Muhammadiyah’s New Way of Philanthropy Baidhawy, Zakiyuddin
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 53, No 2 (2015)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2015.532.387-412

Abstract

This study is aimed to analyze the new way of philanthropy by special reference to Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah Muhammadiyah (Muhammadiyah Philanthropic Board: hereafter Lazismu); explore the measures taken by Lazismu to promote empowerment and social justice movements by combining charity and entrepreneurship; and understand the motive of the new philanthropy movement initiated by Lazismu. Through the ‘third way’ approach and analysis, this study found that: first, Muhammadiyah, as a non-profit social-religious organization, admits its role as an agent of transformation vis-à-vis the State. Lazismu is able to show its flexibility to adapt to new trends in philanthropy. Lazismu is also able to initiate breakthrough in management of Zakat, Infaq, and Sadaqah and move them beyond charity activities to productive and redistributive activities to promote social justice and equity. Second, Lazismu shows creativity and sophisticated programs exceeding the expectations of muzakki (alms payer), benefactor, and donors. Realization of philanthropy programs developed by Lazismu extends from education development, agriculture development, youth entrepreneurship, and women empowerment, to Masjid based community empowerment. Third, Lazismu combines theology of love, generosity, and voluntarism to produce transformative philanthropy that is successful to alter charity oriented generosity to creative and innovative good deeds.[Kajian ini dimaksudkan untuk melihat model filantropi baru pada Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah Muhammadiyah); mengungkapkan langkah-langkah yang diambil oleh Lazismu untuk melakukan pemberdayaan dan keadilan sosial; dan untuk memahami tujuan filantropi baru yang digagas oleh Lazismu. Menggunakan pendekatan dan analisis “Jalan Ketiga”, makalah ini menemukan bahwa Muhammadiyah,  sebagai organisasi non-profit, mengakui perannya sebagai agen perubahan vis-a-vis Negara. Lazismu mampu menujukkan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan mode-mode filantropi baru. Lazismu juga mampu menemukan terobosan-terobosan dalam manajemen zakat, infak, dan sedekah. Lazismu mengelolanya dari sekedar kegiatan kedermawanan menjadi kegiatan-kegiatan produktif dan redistributif untuk mewujdukan kesetaraan dan keadilan sosial. Kedua, Lazismu menunjukkan kreatifitas dan program-program canggih melampaui harapan muzakki, donor, dan penerima. Wujud program filantropi yang dikembangkan oleh Lazismu meliputi pengembangan pendidikan, pembangunan pertanian, kewirausahaan pemuda, dan pemberdayaan perempuan, sampai dengan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Ketiga, Lazismu mengkombinasikan teologi kasih, kebajikan, dan kerelawanan, untuk mewujudkan filantropi transformatif yang berhasil mengubah kebajikan berorientasi amal menjadi program-program kreatif dan inovatif.]
AR-RUJU’ ILA AL-QURAN DARI KEBEBALAN FOUNDATIONALISME MENUJU PENCERAHAN HERMENEUTIKS Baidhawy, Zakiyuddin
Jurnal Bestari No 35 (2003)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3188.039 KB)

Abstract

Menggagas sketsa paradigmatik dalam tafsir ar-ruju? ila al-Quran di tenagh semangat zaman yang dinamis,bila tidak diikuti perbendaharaan kata dan rumusan yang mampu berdialog dan bercermin pada perubahan pengalaman kognitif kultural dan spiritual akan terjebak dalam foundational logika modernisme.Perkembangan hermeneutik dalam tradisi filsafat kontinental tahun 1962 dan tersingkirnya fondalism dari positivime logis memberi harapan baru bagi perkembangan tafsir al-Qur?an.Pada gilirannya,tafsir al-Qur?an tidak lagi dimaknai sebagai Bila Kufa yang telah diagungkan sebagian muslim.Sikap itu memungkinkan lahirnya epistemologi foundalism,sebagaimana kebingungan yang dialami para rasionalis,empiris dan institusionis yang memandang al-Qur?an sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar tanpa tafsir,kalaupun diterima hanya ada tafsir tunggal.Dalam rangka keluar dari krisis pemikiran Keislaman dan praksis sosial,sudah saatnya umat Islam memanfaatkan ide-ide baru melalui hermeneutik.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MEMPROMOSIKAN PERDAMAIAN DALAM MASYARAKAT PLURAL Baidhawy, Zakiyuddin
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 14 No 2 (2014): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v14i2.690

Abstract

RELIGIOUS EDUCATION IN PROMOTING THE PEACE AMONG PLURAL SOCIETIES: Political and ideological tensions often led to hatred speeches and messages of intolerance against ethnic other  groups, cultures, and religions. Religious Education can play a role in promoting a positive view of diversity.  This study provides a review of the curriculum of Islamic studies (PAI) that  exist in four junior high schools in Solo, as well as the perceptions of teachers and students about religious diversity. This study adopted a qualitative approach, using content analysis of written documents such as student’s manuals and teacher handbooks), combined with a semi- structured  questionnaire for principals, teachers, and students, and Focused Group Discussion to assess their perceptions and attitudes  towards  diversity  and difference.  This  study  found that the curriculum of PAI lacked content aimed at instilling co- existence and peace education. Also, about a third of teachers and students  reported intolerance towards different religions. The result is then followed by a pilot project to  develop an Islamic-based  Peace Education, which aims to build a peace- loving character among young people, through teaching mutual respect, non-violence, social justice and co-existence, using the values of Islam.
Building Pacifist Character: Islamic Peace Education for Indonesian Youth in Divided Communities Khisbiyah, Yayah; Thoyibi, M.; Aly, Abdullah; Santoso, M. Fattah; Baidhawy, Zakiyuddin
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 27 No 4 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 4, 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v27i4.4236

Abstract

The ideological and political agenda of different groups are often put forward by way of hate speech and intolerant messages towards members of different ethno-religious groups. In this context, religious education could play a key part in promoting more positive views about diversity. This article presents an investigation into the curriculum of existing Islamic Religious Education in four junior high schools in Solo, as well as teachers and students’ perceptions regarding religious diversity. The research results show that the curriculum lacks content that aims at co-existence and peace education. Also, around a third of the teachers and students reported intolerant attitudes towards different religions. The results were then followed up by a pilot project to develop the Islam-based Peace Education (IPE), which aims at building pacifist character in youth, through teaching mutual respect, non-violence, social justice, and co-existence, by using Islamic values derived from al-Qur’an andSunnah. Kepentingan ideologis dan politik berbagai golongan dalam memperebutkan kuasa ditengarai telah membuat masyarakat terpecah-belah oleh perbedaan etnis dan agama, sehingga rentan terhadap ketegangan antarkelompok, konflik, dan bahkan kekerasan berdarah, termasuk yang sering terjadi pada masyarakat majemuk di kota Solo. Dalam konteks ini, pendidikan agama memegang peran kunci untuk membentuk sikap yang lebih toleran terhadap perbedaan. Artikel ini meneliti muatan kurikulum Pendidikan Agama Islam di empat SMP di Solo, dan persepsi guru serta peserta didik tentang keanekaragaman agama dan budaya. Hasil penelitian menemukan bahwa muatan kurikulum yang mengajarkan hidup berdampingan dalam keanekara- gaman secara damai ternyata masih kurang memadai, Sekitar sepertiga guru dan siswa ditengarai memiliki sikap intoleran terhadap perbedaan agama. Hasil penelitian ini ditindaklanjuti dengan program rintisan Pendidikan Perdamaian Berbasis Islam (PPBI) yang bertujuan mensosialisasikan nilai-nilai keadilan, nir- kekerasan, dan perdamaian sebagaimana diajarkan Islam melalui dua sumber utamanya, al-Qur’an danSunnah.