Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN SINDROM METABOLIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KELURAHAN NAMBANGAN LOR MANGUHARJO Gevino Valentina Widodo; Zaenal Abidin; Zaenal Abidin
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v19i2.3844

Abstract

Metabolic Syndrome is a set of deviation functions of the body in the form of central obesity, high blood pressure, dyslipidemia (increased levels of cholesterol especially LDL, triglyceride, and low HDL levels), and DM. Metabolic syndrome is basically a pain condition that is characterized by a set of abnormalities with a variety of consequences clinical if allowed to continue and are not addressed early will lead to various degenerative diseases such as diabetes mellitus. The purpose of this study is to determine the relationship between body mass index and metabolic syndrome in type 2 DM patients in Posbindu Sagita Kelurahan Nambangan Lor Manguharjo. This research design is Cross Sectional study. The population of this study are patients with Type 2 DM who is suffering from metabolic syndrome and do not suffer from the metabolic syndrome. The method used is Purposive Sampling technique with the analysis of the Chi-Square Test. The Variables that proved to the Body Mass Index is associated with Metabolic Syndrome in Type 2 DM patients in Posbindu Sagita Kelurahan Nambangan Lor Manguharjo is the value of the ?-value of 0.000 < ? 0.05 RP by 20,0 and (95% CI = 6,5 to 61,1). There is a relationship between Body Mass Index and the Metabolic Syndrome in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus. This study shows that respondents who suffer from Type 2 diabetes with obesity are 20 times more likely to suffer from metabolic syndrome than respondents who are not obesity.Keywords: Body Mass Index, Metablic Syndrome, Diabetes Mellitus
Studi Kecemasan pada Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi COVID-19 Siti Musyarofah; Ainul Maghfiroh; Zaenal Abidin
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 1: April 2021
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/jpkm.v2i1.210

Abstract

Dunia sedang mengalami masa yang berat sejak awal tahun 2020 karena dikejutkan dengan adanya fenomena Corona Virus Disease atau COVID-19.Pandemi COVID-19 bukan hanya berpengaruh pada kesehatan fisik masyarakat tetapi juga pada kesehatan jiwa.Adaptasi terhadap perubahan yang terjadi dalam menjalani aktivitas keseharian “yang baru” bukan merupakan hal yang mudah.Kesulitan menghadapi perubahan ini dapat meningkatkan stress.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecemasan pada tenaga kesehatan di Kabupaten Kendal. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2021. Jenis penelitian deskriptif metode survey. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Teknik sampling yaitu accidental sampling. Jumlah responden penelitian sejumlah 40 orang.Hasil penelitian ini menunjukkan responden penelitian mayoritas tidak mengalami kecemasan, yaitu sebesar 70% (28). Responden yang mengalami kecemasan ringan sebesar 17.5% (7), responden yang mengalami kecemasan berat sebesar 10% (4), dan responden yang mengalami kecemasan sedang adalah yang paling kecil prosentasinya. Hal ini bisa terjadi oleh karena tenaga kesehatan telah mendapatkan vaksin COVID-19.Selain itu, APD di fasilitas kesehatan juga telah memenuhi, yaitu lengkap, sehingga responden merasa terlindungi.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD pada Pasangan Usia Subur di Puskesmas Banjarejo Kota Madiun Reky Galih Perwira; Riska Ratnawati; Zaenal Abidin
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v7i2.2672

Abstract

Intra-Uterine Device (IUD) is one of the effective contraceptives to prevent or delay pregnancy, besides being effective, the IUD has other advantages, namely having a long period of use. The purpose of this study was to analyze the factors associated with the selection of IUD contraception in couples of reproductive age. In this research, the researcher uses descriptive quantitative research as an approach. The research method uses is an analytical survey while the type of research is cross-sectional. They are 90 population as respondents with the number of samples as 73 respondents. The results of the chi-square test showed that there was a significant relationship between independent variables, namely knowledge (p-value = 0.019), acceptance of family planning information (p-value = 0.027), and husband's support (p-value = 0.010) with the choice of IUD contraception in couples of reproductive age. The researcher concludes that there is a relationship between knowledge, acceptance of family planning information, and husband's support with the choice of IUD contraception at the couples of reproductive age. From this research, the suggestion is that this research can be used as a reference for further research. The researcher hopes that further researchers will add the independent variables of the environment and the support of health workers.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS METODE TELL-SHOW-DO DAN TERAPI OKUPASI DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA PENYANDANG RETARDASI MENTAL DI PONOROGO Yuha Agistha Faza; Riska Ratnawati; Avicena Sakufa Marsanti; Zaenal Abidin
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 6: Nopember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i6.939

Abstract

Kelompok masyarakat penyandang retardasi mental rentan memiliki keterbatasan perilakuikap terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan perilaku para penyandang retardasi mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas metode tell-show-do dan terapi okupasi terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada penyandang retardasi mental di Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi-experimental dengan desain two group pre-post test design. Populasi berjumlah 26 orang penyandang retardasi mental di Rumah Harapan, Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo. Sampel berjumlah 25 orang, 13 orang pada kelompok metode tell-show-do dan 12 orang pada kelompok terapi okupasi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian ini: (1) Ada perbedaan perilaku dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 sebelum dan setelah dilakukan metode tell-show-do, (2) Ada perbedaan perilaku dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 sebelum dan setelah dilakukan terapi okupasi, (3) Tidak ada perbedaan efektivitas metode tell-show-do dan terapi okupasi terhadap perilaku dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19. Diharapkan pengelola Rumah Harapan Desa Karangpatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada para penyandang retardasi mental menggunakan metode tell-show-do dan terapi okupasi.
Perilaku Pencegahan Dan Penanggulangan Covid-19 Di Desa Mojorejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Karina Nur Ramadhanintyas; Zaenal Abidin
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v4i2.143

Abstract

Data COVID-19 di Indonesia, selalu terjadi peningkatan hari demi hari, termasuk kasus COVID-19 di Kebonsari Madiun yaitu per 19 Desember 2020 memiliki total 14 kasus positif COVID-19 dengan 12 orang diantaranya telah sembuh, 1 orang meninggal dunia, dan 1 orang masih dalam perawatan. Oleh karena itu diperlukannya sebuah program yang fokus terhadap pelaksanaan 3M di Desa Mojorejo yang bertujuan dalam menangani pandemi. Berdasarkan hasil observasi di Desa Mojorejo bahwa penyuluhan pencegahan COVID-19 yang sudah ada dinilai kurang efektif dan tidak merata. Jadi kegiatan  pengabdian masyarakat kali ini yang dilakukan yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat secara door to door sekaligus pembagian stiker, brosur, masker, dan vitamin serta pemasangan banner di 3 Dusun yang berada di Desa Mojorejo. Untuk mengukur keberhasilan pengabdian masyarakat ini dilakukan  dengan metode pre test dan post test. Hasilnya terdapat peningkatan signifikan dengan rata-rata 40% dari ketiga indikator program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan.
Konsumsi sayuran hijau dengan kejadian anemia pada ibu hamil Dessy Hermawan; Zaenal Abidin; Dwi Yanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.648 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1557

Abstract

Consumption of dark green, leafy vegetables and maternal anemia during pregnancyBackground: The data base of the statistical bureau agency in Indonesia, the prevalence of maternal anemia during pregnancy is still relatively high and tends to increase where in 2013 in urban areas amounted to 36.4%, in rural areas 37.8% so that the average 37.1%. in 2018 it has increased significantly to an average of 48.9%. The incidence of maternal anemia during pregnancy in 12  public health centre (Puskesmas)  in North Lampung  was found a public health centre (Puskesmas)  that was classified as still high in Semuli Raya public health centre (Puskesmas) (33.6%).Purpose: Knowing of consumption of dark green, leafy vegetables and maternal anemia during pregnancyMethod: A quantitative study with an analytical survey using the cross sectional study. The samples were 60 respondents and  analysis of statistical tests used the chi-square test.Results: The consumption of dark green, leafy vegetables in 60 respondents, 29 respondents (48.3%) consumes vegetables every day, and 31 respondents (51.7%) has seldom  consumes. Hemoglobin status in 60 respondents, 28 respondents ( 46.7%) had normal range of haemoglobin  and 32 respondents (53.3%) had lower of  haemoglobin . Statistical test results using chi square obtained p-value of 0.000.Conclusion: There was correlation of consumption of dark-green leafy vegetables in prevention of maternal anemia during pregnancy.Keywords: Consumption; Dark green, Leafy vegetables; Maternal anemia; During pregnancyPendahuluan: Data dari badan pusat statistik di Indonesia, prevalensi anemia pada ibu hamil tergolong masih tinggi dan cenderung meningkat dimana di tahun 2013 di perkotaan sebesar 36.4 %, di perdesaan 37.8% sehingga rerata 37.1%. di tahun 2018 telah naik secara signifikan menjadi rerata 48.9%. Kejadian anemia pada ibu hamil di 12 Puskesmas di Kabupaten Lampung Utara didapatkan ada puskesmas yang  tergolong masih tinggi di Puskesmas Semuli Raya (33.6%).Tujuan: Diketahui hubungan konsumsi sayuran hijau dengan kejadian anemia pada ibu hamil.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah  sampel sebanyak 60 orang dan analisis uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil : Konsumsi makanan sayuran hijau pada 60 responden sebanyak 29 responden (48,3%) mengkonsumsi sayuran hijau setiap hari, dan sebanyak 31 responden (51,7%) jarang mengkonsumsi sayuran hijau setiap hari. Status hemoglobin pada 60 responden sebanyak 28 responden (46,7%) memiliki hb normal, dan sebanyak 32 responden (53,3%) memiliki hb rendah. Hasil uji statistik menggunakan chi square didapat nilai p-value 0.000 < 0,05.Simpulan : Ada hubungan konsumsi sayuran hijau dengan kejadian anemia pada ibu hamil. 
Pengaruh Status Ekonomi Keluarga dan Pola Makan terhadap Kejadian Balita Bawah Garis Merah (BGM) di Puskesmas Balong Kabupaten Ponorogo Tahun 2020 Zaenal Abidin; Fanny Zahrotun Nabila; Karina Nur Ramadhaningtyas
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.2990

Abstract

Status ekonomi keluarga serta pola pemberian makanan merupakan factor tidak langsung dan faktor langsung yang memiliki pengaruh dalam status gizi balita. Balita Bawah Garis Merah (BGM) dapat berada dalam kondisi gizi kurang ataupun buruk dengan cut off point nilai z-score≥-3 SD s/d 2,0 dan <-3 SD. Indikator awal balita mengalami masalah gizi diketahui apabila anak berada pada kondisi Bawah Garis Merah BGM. Tujuan Penelitian adalah mengetahui pengaruh status ekonomi keluarga dan pola makan terhadap kejadian balita bawah garis merah (BGM) di Wilayah Kerja Puskesmas Balong Kab. Ponorogo Tahun 2020. Metode Penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel adalah balita yang di wilayah Puskesmas Balong dengan sebanyak 80 balita dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Hasil penelitian menggunakan uji alternative fisher exact nilai sig 0,111 pada variabel status ekonomi dan nilai sig 0,0001 pada variabel pola makan, yang artinya tidak ada pengaruh dari status ekonomi dengan kejadian BGM dan ada pengaruh dari pola makan dengan kejadian BGM.Kesimpulan, ada pengaruh pola makan balita terhadap kejadian bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Balong. Saran untuk ibu dapat memberikan makanan dengan jenis dan jumlah yang disesuaikan usia balita.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN DI UNIT INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT ISLAM SITI AISYAH MADIUN ZAENAL ABIDIN
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.623 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.255

Abstract

Personal hygiene adalah upaya pemeliharaan kebersihan karyawan dan tenaga penjamah makanan melalui pemeriksaan rutin terhadap kebersihan rambut, gigi dan mulut, kuku, pakaian kerja dan penampilan kerja. Tujuan dari personal higiene yaitu untuk mencegah terjadinya kontaminasi makanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan personal hygiene penjamah dan menilai pengetahuan, sikap, tindakan penjamah makanan. Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi adalah tenaga pengolah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Madiun, dan total sampling sebanyak 19. Pengambilan data menggunakan kuesioner, observasi dan wawancara. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan baik (%), sikap kurang baik (47%) dan tindakan kurang baik (41,2%) . Hasil analisa bivariat tidak ada pengaruh antara pengetahuan dengan personal hygiene (P= 0,62, RP(95%CI), 0,87(0,15-3,39), ada pengaruh antara sikap dengan personal hygiene P= 0,006, RP (95%CI),6,00(1,71-7,79,) dan ada pengaruh antara tindakan dengan personal hygiene P= 0,006, RP(95%CI)=,6,00(1,71-7,79,). Disarankan bagi Instalasi Gizi, meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan penjamah makanan dengan rutin mengadakan penyuluhan, pelatihan personal hygiene, melengkapi sarana dan prasarana serta meningkatkan pengawasan kinerja atau perilaku penjamah makanan.
Hubungan Kadar Kolesterol dan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Hipertensi pada Anggota Polisi di Klinik Bhayangkara Polres Madiun Kota Oktafa Laila Nurjannah; Zaenal Abidin; Pipid Ari Wibowo
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v6i2.930

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah ‎diastolik ≥ 90 mmHg ‎pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang‎. Tujuan : Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kadar kolesterol dan indeks massa tubuh dengan kejadian ‎hipertensi pada anggota polisi di Klinik Bhayangkara Polres Madiun Kota‎. Metode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan desain studi kasus kontrol dengan sampel berjumlah 132 orang. ‎Teknik sampel ‎yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis data dilakukan ‎secara bertahap mencakup analisis ‎univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat ‎menggunakan regresi logistik‎. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan nilai p value variabel ‎kadar kolesterol adalah 0,250 dan nilai p value variabel ‎indeks ‎massa tubuh adalah ‎‎0,045 (aOR = 2,270: 95% CI = 1,020-5,056). Sehingga variabel yang berhubungan ‎‎dengan ‎kejadian hipertensi pada anggota polisi di Klinik Bhayangkara Polres Madiun ‎Kota adalah indeks ‎massa tubuh ‎‎(IMT)‎. Kesimpulan: Dapat disimpulkan hubungan kejadian hipertensi pada anggota polisi di Klinik Bhayangkara Polres Madiun ‎Kota adalah IMT dengan kategori obesitas ( ≥ 25 kg/m2) merupakan faktor risiko yang ‎berpengaruh terhadap ‎hipertensi pada anggota Polres Madiun Kota‎. Kata Kunci:
Ketertarikan Lalat Pada Fly Grill yang Berbeda Warna Wulan Nugrahani; Avicena Sakufa Marsanti; Zaenal Abidin
Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 7 (2022): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v3i7.535

Abstract

The objective of this research is to determine the difference between the yellow variations on the fly grill on the fly density. This study was carried out through pre-experimental research through a one-shot case study design. Furthermore, this research was conducted at Sambirejo Market, particularly the area that sells meat. In this case, there are 4 measurement points employed. The measurement of fly density was done for 30 seconds with 10 repetitions and each measurement average was determined. Furthermore, the data collected were analyzed using one-way ANOVA test and followed by an LSD test. Based on the research, results were obtained in the form that there was a significant difference between the fly grill and the yellow color variation on the fly density at Sambirejo market (p value = 0.035 < α = 0.05). In addition, there was also a significant difference between the dark yellow and golden fly grills (p value=0.007 < α = 0.05). In this case, the golden yellow fly grill is more effective in measuring the fly density than the dark yellow and light yello. It is further suggested that future researchers will use different bright colors and provide a grease on the surface of the fly grill using materials whose smell is preferred by fly such as meat or fish. Therefore, it will be more attractive for fly to perch.