Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Nanas Madu Kelurahan Bukit Merdeka Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Firda - Juita; Pandu Risvino Adji; Siti Balkis
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8386

Abstract

Tingkat produksi nanas yang sangat tinggi menyebabkan perlunya pihak penyalur nanas madu dari tingkat petani hingga konsumen, yang mana pada penelitian ini adalah pedagang nanas madu lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha pedagang nanas madu Kelurahan Bukit Merdeka Kecamatan Samboja. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan Maret 2022.Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 pedagang nanas madu yang ada di Kelurahan Bukit Merdeka. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.Hasil penelitian menunjukan data sebagai berikut, variabel X1 (modal) diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel ( 4,787 > 1,729). Pada variabel X2 (tenaga kerja), X3 (lama usaha), dan X4 (jam berdagang) diperoleh nilai thitung  lebih kecil dari ttabel secara berturut-turut sebagai berikut (1,530 < 1,729), (0,853 < 1,729), dan (0,656 < 1,729).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel modal berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pedagang nanas madu di Kelurahan Bukit Merdeka. Variabel tenaga kerja, lama usaha, dan jam berdagang secara berturut-turut terbukti tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pedagang nanas madu di Kelurahan Bukit Merdeka. Kata kunci : Analisis, faktor, pendapatan, pedagang, nanas
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Komoditas Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum L.) Rumahorbo, Clarisa Weanda; Mursidah, Mursidah; Balkis, Siti
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.206

Abstract

Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual dengan harga yang relatif berbeda-beda. Penawaran berhubungan dengan harga suatu barang yang memiliki hukum yakni makin tinggi tingkat suatu harga barang, maka semakin banyak jumlah barang yang akan ditawarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga cabai merah keriting, harga cabai merah besar dan biaya pemasaran terhadap jumlah cabai merah keriting yang ditawarkan serta untuk mengetahui elastisitas penawaran cabai merah keriting. Penelitian ini dilakukan di Pasar Segiri Samarinda Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Pengambilan Sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 10 orang. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi, uji F, uji t dan elastisitas penawaran. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis regresi linear berganda didapat bahwa persamaan regresinya adalah Y = 361,808 + 0,045X1 + 0,705X2 – 0,375X3. Berdasarkan hasil uji F, terdapat pengaruh nyata variabel X terhadap variabel Y. Sedangkan hasil dari uji t, biaya pemasaran berpengaruh nyata terhadap jumlah cabai merah keriting yang ditawarkan. Cabai merah keriting termasuk komoditi yang bersifat inelastis. Berdasarkan hasil penelitian penawaran komoditas cabai merah keriting di Pasar Segiri Samarinda, elastisitas penawaran cabai merah keriting di Pasar Segiri Samarinda yaitu sebesar 0,8332 yang artinya apabila harga cabai merah keriting naik maka pedagang akan menambah jumlah cabai merah keriting untuk ditawarkan kepada konsumen.
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN IKAN TENGIRI DI KAMPUNG TALISAYAN KABUPATEN BERAU (STUDI KASUS UMKM CITA RASA) Wijayanti, Tetty; Balkis, Siti; Anwar, Nanda Aprilia
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8582

Abstract

Analisis Nilai Tambah Usaha Pengolahan Ikan Tengiri Di Kampung Talisayan Kabupaten Berau (Studi Kasus Umkm Cita Rasa). Ikan tenggiri merupakan salah satu komoditas perikanan tangkap laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun perlu diketahui bahwa ikan tenggiri memiliki sifat yang mudah rusak atau busuk. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui proses diversifikasi produk pangan olahan yang dapat memberikan nilai tambah pada ikan tenggiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan ikan tenggiri pada UMKM Cita Rasa. Penelitian ini dilakukan di UMKM Cita Rasa Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau pada bulan  April-Juni 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi kerupuk tenggiri sebesar Rp6.134.098,71 produksi-1 dan pengolahan pentol tenggiri sebesar Rp2.185.482,18 produksi-1. Pendapatan rata-rata kerupuk ikan tenggiri adalah Rp8.950.000 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri adalah Rp3.000.000 produksi-1. Pendapatan rata-rata kerupuk ikan tenggiri adalah Rp2.815.901,29 produksi-1 dan pengolahan pentol ikan tenggiri adalah Rp814.517,82 produksi-1. Nilai tambah bersih rata-rata kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp3.537.000 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp1.466.120 produksi-1, nilai tambah bersih rata-rata kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp3.470.901 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp1.399.518 produksi-1, nilai tambah bersih rata-rata per kemasan kerupuk ikan ukuran 230 gr sebesar Rp3.913,27 kemasan-1, ukuran 400 gr sebesar Rp3.232,70 kemasan-1, dan ukuran 800 gr sebesar Rp3.062,56 kemasan-1. Nilai tambah bersih rata-rata per kemasan pentol ikan tenggiri sebesar Rp11.663 kemasan-1. Nilai tambah rata-rata bahan baku kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp17.685 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp33.321 produksi-1. Nilai tambah rata-rata per tenaga kerja untuk kerupuk ikan kembung sebesar Rp147.375 produksi-1 dan pentol ikan kembung sebesar Rp183.265 produksi-1.
Preferensi Konsumen dan Faktor Yang Menentukan Pengambilan Keputusan Pembelian Buah Nanas Madu (ananas comosus l.merr) (Studi Kasus Kios Buah Sarlini Sahril di Kelurahan Bukit Merdeka Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur) Juita, Firda; Oktapiana, Hema Tasya; Balkis, Siti
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen buah nanas madu, menganalisis atribut preferensi konsumen terhadap buah nanas madu dan mengidentifikasi faktor-faktor yang Menentukan pengambilan keputusan pembelian buah nanas madu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 di Kios buah nanas Madu yang terletak di Kelurahan Bukit Merdeka.Pengambilan sample pada penelitian ini dilakukan secara (accidental sampling). Jumlah responden sebanyak 32 orang. Metode analisis data menggunakan metode kualitatif. Analisis tahapan proses pengambilan keputusan pembelian konsumen dalam melakukan pembelian buah nanas madu.Karakteristik konsumen buah nanas madu adalah jenis kelamin laki-laki 68,75%, rentang umur 25-45 tahun sebesar 40,62%, tingkat pendidikan SMA sebesar 46,88%, jumlah pendapatan Rp3.000.000 sebesar 56,25% dan jenis pekerjaan adalah wirausaha sebesar 31,25%. Atribut preferensi diataranya warna daging buah kuning terang dengan 87,50% warna kulit buah hijau kekuningan sebesar 59,38% ukuran buah yang paling diminati adalah buah yang berukuran sedang (10-13cm) dengan persentase sebesar 68,76%. Jenis packing buah yaitu kulit tidak dikupas sebesar 84,38% aroma yang dimiliki buah adalah aroma harum manis 62,50%. Pengambilan keputusan pembelian adalah karena rasa manis 40,63% motivasi membeli nanas madu untuk dijadikan sebagai oleh-oleh 34,38%. mencari informasi sendiri dalam persentase sebesar 53,12%. Pada tahap evaluasi alternatif 81,25% konsumen membeli buah nanas madu karena kualitas, 71,88% konsumen membeli buah nanas madu karena kebiasaan yang telah dilakuikan. Sebanyak 78,12% Pembelian terencana ada sebesar 84,38 % keadaan buah segar atau baru Evaluasi pasca pembelian konsumen 100% puas dan jika harga naik sebesar 71,88% konsumen tetap membeli, dan jika buah tidak tersedia di kios 84,38% pembeli akan mencari buah nanas madu di tempat lain.Hasil dari penelitian ini digunakan oleh penjual untuk memperbaiki strategi pemasaran dan meningkatkan pemahaman terkait tentang preferensi konsumen serta faktor yang dapat Menentukan pengambilan keputusan pembelian.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Nanas Madu Kelurahan Bukit Merdeka Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Juita, Firda -; Adji, Pandu Risvino; Balkis, Siti
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8386

Abstract

Tingkat produksi nanas yang sangat tinggi menyebabkan perlunya pihak penyalur nanas madu dari tingkat petani hingga konsumen, yang mana pada penelitian ini adalah pedagang nanas madu lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha pedagang nanas madu Kelurahan Bukit Merdeka Kecamatan Samboja. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan Maret 2022.Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 pedagang nanas madu yang ada di Kelurahan Bukit Merdeka. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.Hasil penelitian menunjukan data sebagai berikut, variabel X1 (modal) diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel ( 4,787 > 1,729). Pada variabel X2 (tenaga kerja), X3 (lama usaha), dan X4 (jam berdagang) diperoleh nilai thitung  lebih kecil dari ttabel secara berturut-turut sebagai berikut (1,530 < 1,729), (0,853 < 1,729), dan (0,656 < 1,729).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel modal berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pedagang nanas madu di Kelurahan Bukit Merdeka. Variabel tenaga kerja, lama usaha, dan jam berdagang secara berturut-turut terbukti tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pedagang nanas madu di Kelurahan Bukit Merdeka. Kata kunci : Analisis, faktor, pendapatan, pedagang, nanas
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI TOMAT DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KELURAHAN API-API KECAMATAN BONTANG UTARA Balkis, Siti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.354

Abstract

The purpose of the research was to determine the tomato farm income and knowing the tomato farm income contributing to household incomes of farmers in Api-Api Village, Bontang Utara Sub District.This research started on April until July 2012, with research location is in Api-Api Village, Bontang Utara Sub District.  The method that used is census method. The data needed by research are primary and secondary data. Primary data is got by observation and interview with responder use questionnaire which have been compiled in line with research.  While secondary data is got from bibliography study and institution information which is related to research execution.  The results of this research shows that :Based on the survey result to 9 respondent obtained  tomato production to one season is 4.777,78 kg-1 meter-1 at the price of selling Rp 8.000 – 9.000 kg-1. Total revenue farmers was Rp 730.000.000,00 year-1 and total income from tomato farming is Rp 522.588.633,33 year-1with average farm income is Rp 58.065.403,70 year-1 respondents-1.Value of R/C ratio was 3,45 meaning that the cultivated tomato farm is already profitable then planting a tomato can for resumes.Average contributing of the tomato farm income to household incomes of farmers is 62,50%.