Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Jejari Hidrolik Stack terhadap Beda Suhu Onset pada Prime Mover Termoakustik Gelombang Berdiri Murti, Prastowo; Widyaparaga, Adhika; Setiawan, Ikhsan; Utomo, Agung Bambang Setio; Nohtomi, Makoto
Jurnal Spektra Vol 16, No 2 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPrime mover termoakustik adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengkonversi panas menjadi kerja dalam bentuk bunyi. Panas yang digunakan dapat berasal dari sumber panas yang tak terpakai dan melimpah seperti insenerasi alat-alat rumah sakit, pabrik industri, geotermal, dan energi surya. Untuk dapat mulai menghasilkan bunyi (kondisi onset) dibutuhkan beda suhu minimum antara ujung-ujung stack yang disebut 15(∆T)onset">   Semakin kecil beda suhu onset 15(∆T)onset">  maka suhu sumber panas yang diperlukan semakin rendah. Stack merupakan jantung dari prime mover termoakustik dan tempat terjadinya osilasi paket gas akibat adanya perbedaan suhu antara kedua sisinya. Pada penelitian ini, stack yang digunakan adalah lembaran-lembaran mesh (kasa kawat) stainless-steel yang tersusun rapat dengan jejari hidrolik 0,71 mm, 0,59 mm, 0,50 mm, dan 0,34 mm dengan panjang 4 cm, 5 cm, dan 6 cm. Dalam penelitian ini, panjang resonator adalah 1,28 m dan udara digunakan sebagai medium dengan tekanan atmosfer. Telah ditemukan bahwa jejari hidrolik stack mempengaruhi beda suhu onset 15∆Tonset">  pada prime mover termoakustik. Jejari hidrolik optimum pada 0,59 mm. Selain itu, ditemukan juga bahwa stack yang lebih panjang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kondisi onset dibandingkan dengan stack yang lebih pendek. Untuk mendapatkan 15∆Tonset">   lebih rendah dan waktu onset lebih cepat, perlu dilakukan penelitian tambahan tentang pengaruh beberapa paramater lain seperti panjang resonator, kalor input dan tekanan gas.Kata kunci : prime mover termoakustik, Stack mesh stainless steel, jejari hidraulik, beda suhu onset 15∆Tonset"> , waktu onset AbstractThermoacoustic prime mover is a device to convert heat into work in the form of sound. The heat used here can be obtained from unused and abundant heat source such as incineration hospital equipment, geothermal, and solar energy. A minimum onset temperature difference 15∆Tonset">  between stack ends is needed to produce the sound. Low onset temperature differences are desired when we intend to utilize low quality of heat sources. Stack is the main part of thermoacoustic prime mover in where the gas parcels oscillate due to a large temperature gradient along the stack. The stack used in this research is a pile of stainless-steels wire mesh screen with various hydraulic radius of 0.71 mm, 0.59 mm, 0.50 mm, and 0.34 mm and various stack length of 4 cm, 5 cm, and 6 cm. The length of resonator is 1.28 m and air as the working medium at atmosphere pressure is used to fill the resonator. It is found that the hydraulic radius is affecting the 15∆Tonset">  in the thermoacoustic prime mover. Hydraulic radius optimum at 0,59 mm. In addition, it is also found that longer stacks need longer time to reach the onset 15 "> condition. Investigation on the influences of other parameters, such as resonator length, heat input, and gas pressure, are required in order to have low 15∆Tonset"> .Keywords: themo-acoustic prime mover, stack mesh stainless steel screen, hydraulic radius, onset  Themperature difference 15 ∆Tonset"> , onset time.
The characterization of NMR signal for blood pressure monitoring system and its testing Bambang Murdaka Eka Jati; . Kusminarto; Agung Bambang Setio Utomo; Bambang Irawan
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 47, No 01 (2015)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.863 KB) | DOI: 10.19106/JMedSci004701201502

Abstract

ABSTRACT A blood monitoring system based on NMR method has been designed on constructed. This set-up of equipment used magnetic permanent, radio frequency (RF), receiver coil (RC), function generator (FG), amplifier which included the filter, as well as the oscilloscope digital storage. The background of this research was based on the sensitivity of NMR signal. The signal must be separated from signals background. This method was done by adjusting the frequency on FG, which was connected to radio frequency (RF) coil, on empty sample. Subsequently, NMR signal was received by RC, and that signal could be shown on oscilloscope at resonance condition. The true frequency on NMR signal was Larmor frequency, and the other was background. The two variables of this experiment were the position of RF coil and the location temperature (20 up to 30oC). In conclusion, the resonance frequency of NMR signal (as Larmor frequency) was 4.7 MHz (at static magnetic field of 1,600 gauss) and it could be separated from background signals (3.4 and 6.2 MHz), and that signal was almost constant to room temperature. The equipment was used for sample testing. It gave systole/diastole data of 110/70 mmHg (on sphygmomanometer) that was similar to 17/9 mV (on NMR signal). ABSTRAK Telah dikembangkan alat pemantauan tekanan darah berdasar prinsip NMR.
Pengaruh Konfigurasi Geometri Buffer Resonator Tipe-H terhadap Intensitas Bunyi R. Yosi Aprian Sari; Agung Bambang Setio Utomo; Mitrayana Mitrayana; Danang Lelono
Jurnal Sains Dasar Vol 9, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v9i1.38920

Abstract

Intensitas bunyi dari perambatan akustik pada resonator tipe-H dipengaruhi oleh konfigurasi saluran buffer. Bertambahnya panjang buffer tidak lebih berpengaruh terhadap intensitas bunyi dibandingkan dengan perubahan diameter saluran. Hal ini disebabkan adanya head loss, yaitu energi gelombang yang datang tidak semuanya ditransmisikan, tapi sebagian dipantulkan sehingga akan mengurangi intensitas bunyi yang ditransmisikan. Efek head loss ini terjadi di antaranya berupa gesekan pada sistem saluran dan tumbukan karena sambungan atau diskontinuitas saluran. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi perambatan akustik dalam resonator tipe H menggunakan metode matriks transmisi dan persamaan Bernoulli. Dengan memvariasi panjang dan jari-jari buffer diperoleh nilai simulasi dari frekuensi resonansi resonator tipe H tersebut sebesar 1631 Hz.
Singularitas Efek Tepi dari Diskontinuitas Saluran pada Resonator Silinder Tipe-H R. Yosi Aprian Sari; Agung Bambang Setio Utomo; Mitrayana Mitrayana; Danang Lelono; Supardi Supardi
Jurnal Sains Dasar Vol 11, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v11i1.48872

Abstract

Diskontinuitas saluran pada resonator silinder tipe-H sangat mempengaruhi perambatan gelombang akustik di dalamnya yang menimbulkan singularitas di ujung luas penampang resonator yang lebih kecil. Singularitas efek tepi ini memunculkan pola osilasi sehingga dapat mengurangi nilai koefisien transmisi akustik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan desain optimal resonator dan frekuensi resonansinya dengan mempertimbangkan pengaruh diskontinuitas saluran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi lewat metode matriks transmisi (MMT) dan optimasi menggunakan algoritma genetika (AG). Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah panjang buffer (l_buf )=48,8 mm, panjang resonator (l_res )=102,5 mm, jari-jari buffer (r_buf )=9,2 mm, dan jari-jari resonator (r_res )=2,9 mm, serta nilai frekuensi resonansi f=1610,6 Hz.
Laser Induced Fluorescence Spectroscopy of Atoms in a Hollow Cathode Discharge Lamp Agung Bambang Setio Utomo; Hans Helmut Telle
Jurnal ILMU DASAR Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.236 KB)

Abstract

It has been demonstrated in this work that commercial hollow cathode discharge lamps can be used for LaserInduced Fluorescence technique by sending the laser beam into the cathode discharge lamp. Experiments havebeen performed using a single mode diode laser to investigate selected lines of argon (~772 nm). After resonantlaser excitation on a certain transition, most of the other lines in the spectrum change their intensities in the LIFexperiment. The highest intensity increment is observed for the wavelengths which originate from the sameexcited level (2p7) as the one accessed by the pumping radiation. Further very strong intensity changes areobserved for transitions from the excited levels nearest to the pumping level, obviously due to collisional transferprocesses.
Sistem Monitor Tekanan Darah Arteri pada Lengan dengan Metode NMR (dalam Bentuk Model) (Halaman 9 s.d. 12) Bambang Murdaka Eka Jati; Kusminarto -; Agung Bambang Setio Utomo; Bambang Irawan
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 51 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.031 KB) | DOI: 10.22146/jfi.13743

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat sebuah model alat pemantau tekanan darah arteri pada lengan manusia, dengan metode NMR. Penelitian dilakukan dengan menempatkan pipa plastik (berdiameter 0,5 cm) datar memanjang melewati rongga antara kedua kutub elektromagnet yang memberikan kuat medan magnet (150+-5)x10 gauss, dan juga berada di sepanjang koil RF. Disamping koil RF itu terdapat pula koil penerima. Saat itu, air mengalir di dalam pipa pada kelajuan (4+-1)10-1 m/s yang bersesuaian dengan tekanan 80 N/m2. Penelitian ini dilandasi oleh kenyataan bahwa 80% darah berupa air, dan molekul air mengandung atom hidrogen yang di dalam atomnya terdapat proton. Model ini dilandasi oleh kenyataan bahwa kelajuan alir darah di pembuluh arteri pada lengan (5+-1)x10-1 m/s, dan diameter pembuluh darahnya juga 0,4 cm. Penelitian ini berhasil memberikan informasi, bahwa aliran air di dalam pipa plastik pada kelajuan, tekanan, dan kuat medan magnet di atas mampu memberikan frekuensi resonansi NMR sebesar 5,5MHz, dan koil penerima memberikan GGL induksi di CRO sebesar 18 mV.
Sistem Monitor Tekanan Darah Arteri pada Lengan dengan Metode NMR (dalam Bentuk Model) (Halaman 9 s.d. 12) Bambang Murdaka Eka Jati; Kusminarto -; Agung Bambang Setio Utomo; Bambang Irawan
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 51 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.031 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24426

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat sebuah model alat pemantau tekanan darah arteri pada lengan manusia, dengan metode NMR. Penelitian dilakukan dengan menempatkan pipa plastik (berdiameter 0,5 cm) datar memanjang melewati rongga antara kedua kutub elektromagnet yang memberikan kuat medan magnet (150+-5)x10 gauss, dan juga berada di sepanjang koil RF. Disamping koil RF itu terdapat pula koil penerima. Saat itu, air mengalir di dalam pipa pada kelajuan (4+-1)10-1 m/s yang bersesuaian dengan tekanan 80 N/m2. Penelitian ini dilandasi oleh kenyataan bahwa 80% darah berupa air, dan molekul air mengandung atom hidrogen yang di dalam atomnya terdapat proton. Model ini dilandasi oleh kenyataan bahwa kelajuan alir darah di pembuluh arteri pada lengan (5+-1)x10-1 m/s, dan diameter pembuluh darahnya juga 0,4 cm. Penelitian ini berhasil memberikan informasi, bahwa aliran air di dalam pipa plastik pada kelajuan, tekanan, dan kuat medan magnet di atas mampu memberikan frekuensi resonansi NMR sebesar 5,5MHz, dan koil penerima memberikan GGL induksi di CRO sebesar 18 mV.
Penentuan Kondisi Optimum Panjang Pipa Resonator dan Daya Input Listrik Terhadap Kinerja Prime Mover Termoakustik Gelombang Berdiri Wahyu Nur Achmadin; Ikhsan Setiawan; Agung Bambang Setio Utomo
Jurnal Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8350.85 KB) | DOI: 10.22146/jfi.27998

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kondisi optimum panjang pipa resonator dan daya input terhadap kinerja mesin prime mover termoakustik gelombang bediri. Prinsip prime mover termoakustik adalah memindahkan panas dari suhu tinggi ke suhu rendah dan menghasilkan usaha dalam bentuk gelombang bunyi. prime mover termoakustik terdiri atas sebuah heater, sebuah pipa resonator, dan sebuah stack. stack terbuat dari susunan rapat lembaran lembaran kasa kawat baja antikarat (wire mesh stainless steel) ukuran #14 sepanjang 5 cm yang kemudian diletakkan 13 cm dari ujung pipa resonator. Pipa resonator terbuat dari stainless steel berdiameter 6,8 cm. Heater yang digunakan memiliki diameter 6,8 cm dengan kemampuan daya input listrik maksimal 400 W berada dalam pipa stainless steel. Panjang pipa resonator dan daya input listrik divariasi untuk mencari panjang pipa resonator optimum dan daya input listrik optimum. Panjang pipa resonator 155 cm dengan daya input listrik 400 W menghasilkan beda suhu onset terkecil dan waktu suhu onset terkecil (tercepat) yaitu (251 4) C dan (308 4) s. Panjang pipa resonator 105 cm menghasilkan frekuensi gelombang bunyi terbesar yaitu (173,7 0,6) Hz. Panjang pipa resonator 180 cm dengan daya input listrik 266 W menghasilkan amplitudo tekanan terbesar yaitu (4,4 0,2) kPa. Panjang pipa resonator 205 cm dengan daya input listrik 266 W menghasilkan daya bunyi dan efisiensi terbesar yaitu (4,2 0,7) W dan (1,6 0,3) %.
Sistem Pendingin Termoakustik Dengan Menggunakan Stack Acak dan Penukar Kalor Tambahan Dalam Resonator Yumnawati Yumnawati; Prastowo Murti; W N Achmadin; Agung Bambang Setio Utomo
Jurnal Fisika Indonesia Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v22i1.28039

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada kinerja sistem pendingin termoakustik menggunakan stack acak dan kemudian ditingkatkan lagi kinerjanya dengan memberi penukar kalor tambahan sebagai auxiliary heat exchanger. Resonator yang digunakan berbentuk silinder dengan satu ujung tertutup, sedangkan ujung yang lain dihubungkan dengan speaker. Gelombang bunyi yang dihasilkan dari speaker dalam resonator akan memberi pengaruh pada medium udara dalam tabung resonator. Dalam hal ini pengaruh utamanya pada daya pendinginan, sehingga perlu dibuat sistem yang cukup efisien. Diharapkan dengan terwujudnya sebuah pendingin termoakustik menggunakan penukar kalor tambahan dapat meningkatkan kinerja sistem. 
Numerical Calculation of Energy Eigen-values of the Hydrogen Negative Ion in the 2p^2 Configuration by Using the Variational Method Yosef Robertus Utomo; Guntur Maruto; Agung Bambang Setio Utomo; Pekik Nurwantoro; Sholihun Sholihun
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i1.53331

Abstract

Calculation of energy eigen value of hydrogen negative ion (H − ) in 2p^2 configuration using the method of variation functions has been done. A work on H − can lead to calculations of electric multipole moments of a hydrogen molecule. The trial function is a linear combination of 8 expansion terms each of which is related to the Chandrasekhar’s basis. This work produces a series of 7 energy eigen values which converges to a value of −0.2468 whereas the value of this convergence is expected to be −0.2523. This deviation from the expected value is mainly due to the elimination of interelectronic distance (u) coordinate. The values of the exponent parameters used in this work contribute also to this deviation. This variational method will be applied to the construction of some energy eigen functions of Hv2 .