Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

“Susu Listrik” Alat Pasteurisasi Susu Kejut Listrik Tegangan Tinggi (Pulsed Electric Field) Menggunakan Transformator Tegangan Tinggi dan Inverter Veri Andriawan; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.185 KB)

Abstract

Pulsed Electric Field (PEF) adalah salah satu metode pengolahan pangan non-termal dengan menggunakan kejutan listrik intensitas tinggi yang diaplikasikan pada bahan yang berbentuk cair. Proses berlangsung antara satu mikrodetik sampai satu milidetik dengan pulsa yang pendek dan tegangan antara 20-80 kV. Aplikasi teknologi PEF digunakan untuk pasteurisasi susu dari mikroorganisme, sehingga mempunyai umur simpan yang lebih panjang serta aman dikonsumsi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat alat pasteurisasi susu dengan teknologi Pulsed Electric Field (PEF), mengetahui prinsip kerja pasteurisasi dengan PEF serta mengetahui karakteristik alat pasteurisasi non termal dengan Pulsed Electric Field (PEF) melalui pengujian secara teknis dan eksperimental dengan produk susu segar. Teknologi Pulsed Electric Field (PEF) pada perancangan ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu: (1) Pembangkit Pulsa Tegangan Tinggi sebagai Pembangkit Pulsa Tegangan Tinggi yang menggunakan transformator tegangan tinggi dan inverter, (2) Tangki bahan dan ruang perlakuan yaitu tempat penampungan air susu sebelum dan sesudah proses pasteurisasi, sekaligus sebagai tempat terjadinya proses pasteurisasi, (3) Kerangka Box. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Prosessing Hasil Pertanian Jurusan Teknik Pertanian, Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan (Test Laboratory of Food Quality and Food Safety) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran dan Laboratorium Pengukuran dan Tegangan Tinggi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pembangkit tegangan tinggi yang dirancang dengan menggunakan transformator tegangan tinggi dan inverter menghasilkan tegangan keluaran maksimal 49.48 kV dengan frekuensi keluaran 50 KHz.. Hasil pengujian Total Plate Count menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah mikroorganisme setelah mengalami proses pasteurisasi dengan kejutan listrik sebesar 49.48 kV dalam waktu 270 detik yang mencapai 99.96% serta 99.65% dengan waktu 210 detik, 96.21% dengan waktu 150 detik, serta 86.28% dengan waktu 90 detik, tanpa merubah warna, rasa dan tidak ada kenaikan suhu yang signifikan.   Kata kunci: pasteurisasi, transformator tegangan tinggi, PEF, inaktivasi mikroorganisme
Perancangan Alat Sortasi Otomatis Buah Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill) Menggunakan Mikrokontroler AVR atmega 16 Arga Anugrahandy; Bambang Dwi Argo; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.344 KB)

Abstract

Apel manalagi (Malus sylvestris mill) merupakan salah satu varietas apel  yang sudah dikenal luas di Indonesia, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu cara meningkatkan nilai ekonomis buah apel terutama untuk pasar ekspor adalah dengan proses sortasi sebelum dilakukan pengiriman ke pasar. Proses penyortiran dengan menggunakan alat/mesin sortasi perlu diarahkan menuju sebuah desain alat/ mesin sortasi yang memiliki prestasi kerja yang baik, efektif dan efisien Pada penelitian ini proses perancangan alat sortasi didesain dengan bagian utama berupa mekanik alat dan elektronik. Bagian mekanik alat terdiri atas sistem hopper, sistem ruang pengumpan buah, dan pintu output hasil sortasi. Sedangkan pada bagian elektronik alat terdiri atas sistem kontrol dengan mikrokontroller ATMega 16 dan perangkat komputer dengan program Delphi 7.0 untuk pengolahan data ukuran diameter buah. Hasil pengujian kapasitas kerja alat didapatkan data rata-rata sebesar 20 buah/222.67 detik atau sama dengan 324.57 buah/jam. Hal ini masih dibawah kapasitas kerja efektif yang bisa didapatkan pada alat sortasi buah ini yaitu sebesar 600 buah/jam. Kata kunci: Alat sortasi buah otomatis, Apel manalagi, Mikrokontroler ATMega 16
Uji Performansi Motor bakar Bensin (On Chassis) Menggunakan Campuran Premium dan Etanol Fintas Afan Agrariksa; Bambang Susilo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada pendapat dari masyarakat yang menyatakan bahwa hanya dengan memakai bahan bakar premium yang ada saat ini kendaraan yang mereka miliki sudah bisa berjalan. Akan tetapi dalam penelitian ini penulis ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami situasi yang terjadi pada satu atau dua generasi ke depan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh campuran bahan bakar bensin dan etanol terhadap unjuk kerja motor bakar bensin berdasarkan nilai kalor bahan bakar. Prosedur pengujian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: Pengujian nilai kalor bahan bakar; Pengujian motor bensin; Pengujian emisi gas buang. Pengujian menggunakan bahan pencampuran bensin dan bioetanol (0%, 5%, 15%, 25% etanol). Hasil pengujian nilai kalor bahan bakar diperoleh nilai kalor premium 11.414,453 kal/gram; campuran etanol 5% = 8905,921 kal/gram; campuran etanol 15% = 8717,552 kal/gram; campuran etanol 25% = 8358,941 kal/gram. Hasil pengujian performansi diperoleh daya tertinggi ada pada campuran 15% yaitu 9,02 kW dan mampu menghabiskan 10 ml bahan bakar dalam waktu 35,87 detik. Hasil pengujian emisi gas buang diperoleh nilai CO terendah ada pada campuran 25% etanol yaitu 0,85% volume udara; nilai CO2 tertinggi ada pada campuran 25% etanol yaitu 10,6% volume udara. Kata Kunci: Etanol, Oktan, Bom Kalorimeter, Hofman Dynatest 
Marketing Outlets Identification and Distribution Hybrid Corn Pioneer in PT. DuPont Indonesia Muhammad Fatikhillah; Bambang Susilo; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The marketing is a whole system of business activities aimed at planning, determine the price of, promoting and distributes goods and services which satisfies the need both to the existing and potential buyers. Marketing management from PT. Dupont Indonesia can be categorized systematic or in accordance with study theory which exists because the continued use of channel management marketing through distribution channels that were on the sphere of work space PT. Dupont Indonesia. The strategy used in company PT. Dupont Indonesia system is using a push strategy and pull strategy that keep seeing market segmentation existing. A groove distribution hybrid corn seeds Pioneer started from the factory Pioneer in Malang. A dealer will do reservations seeds and be sent back from the factory to the warehouse central each a dealer. A dealer having stall a lock (R1) in all the region that is on Sub District Nortern of East Java (NEJ) it also functions as a store of the hybrid corn seeds Pioneer. Kiosks R1 (Retail 1) will distribute seeds hybrid corn Pioneer to the kiosks R2 (Retail 2). Farmers can get hybrid corn seeds Pioneer from the dealer , key kiosks, MAP (Mitra Andalan Pioneer) or kiosks R2 (Retail 2).   Key Word : PT. Dupont Indonesia, Hybrid, Dealer, Retail 1 dan 2, Sub District Nortern of East Java (NEJ), dan MAP (Mitra Andalan Pioneer)
Pengolahan Limbah Daun Kelapa Sawit (Elaeis guineensis JACQ) Dan Ampas Singkong Sebagai Alternatif Pakan Tambahan Untuk Ternak Ruminansia Dwi Anggreini Asmandani; Sumardi Hadi Sumarlan; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.627 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang melimpah terkadang tidak dimanfaatkan secara optimal. Pengolahan limbah perkebunan khususnya kelapa sawit yaitu daun kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui bagaimana tingkat kesukaan hewan ternak, terhadap prosentase penggunaan  daun sawit dan ampas singkong dengan penambahan komposisi bahan pelengkap serta analisa prosesnya. 2) Mengetahui pengaruh penggunaan  daun kelapa sawit dan ampas singkong dengan penambahan komposisi bahan pelengkap terhadap pertambahan berat ternak. Penelitian ini menggunakan metode rancanga acak lengkap (RAL) dengan dua faktor,  faktor pertama yaitu konsentrasi  yang terdiri dari  daun kelapa sawit 50%, 60%, 70%, 80% faktor kedua yaitu ampas singkong 0% dan 10%. Proses pelaksanaan penelitian terdiri dari pembersihan, penggilingan, pengayakan dan pemberian pakan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesukaan ternak dan pertambahan berat ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon ternak mempengaruhi pertambahan berat badan ternak pada, respon ternak nilai tertinggi dari skala 0.00 sampai dengan 1.00 respon yang ditunjukan memiliki range 0.5 kg sampai dengan 0.6 kg dan respon tertinggi sebesar 0.596 kg sedangkan pada pertambahan berat badan dari skala 0 sampai dengan 10 pertambahan menunjukan range 5 kg sampai dengan 9 kg dengan berat tertinggi sebesar 160.6 kg dan hasil analisa anova juga BNJ (5%) didapatkan hasil yang signifikan pada perlakuan daun kelapa sawit dan interaksi antara daun kelapa sawit dan ampas singkong. Kata Kunci: Pakan Ternak,Daun Kelapa Sawit, Ampas singkong, Respon Ternak, Pertambahan Berat Badan Ternak
Pemurnian Alkohol Menggunakan Proses Destilasi-Adsorpsi dengan Penambahan Adsorben Zeolit Sintesis 3 Angstrom Bambang Susilo; Rini Yulianingsih; Ulfinasari A
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.729 KB)

Abstract

Kadar alkohol yang didapatkan pada tahap fermentasi hanya sekedar 10% (v/v). Untuk memurnikan alkohol  dengan melalui proses refinery terdapat empat tahap yaitu, tahap evaporasi, tahap destilasi, tahap dehidrasi dan tahap rektrifikasi. Pada tahap evaporasi menghasilkan kadar alkohol 18% (v/v). Pada  tahap dehidrasi menggunakan proses perendaman (adsorpsi) secara secara fisika dengan penambahan adsorben berupa zeolit sintesis 3A. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kadar alkohol yang dapat diperoleh pada pemurnian alkohol 18% (v/v) dengan menggunakan destilasi- adsorpsi. Tujuan kedua ialah untuk mengetahui lama waktu perendaman dan berat zeolit sintesis 3A yang paling optimal pada pemurnian alkohol 18% dengan menggunakan proses adsorpsi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Faktorial (RAK) dua faktorial. Faktor pertama yaitu berat zeolit sintesis 3A sedangkan faktor kedua adalah waktu perendaman (adsorpsi). Berat zeolit sintesis 3A yang digunakan terdiri dari 3 level yakni, 25 gram, 35 gram dan 45 gram dengan waktu perendaman selama 180 menit, 300 menit dan 420 menit. Perlakuan menggunakan penambahan adsorben zeolit sintesis 3A sebanyak 45 gram dengan waktu perendaman selama 5 jam dapat meningkatkan kadar alkohol sebesar 98,92%.
Pengaruh Pelapisan Lilin Lebah dan Pengemasan Terhadap Karakteristik Buah Mangga Apel (Mangifera indica L.) selama Penyimpanan pada Suhu Ruang Khotimatus Sa'adah; Bambang Susilo; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.925 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penggunaan pelapisan lilin lebah dan pengemasan terhadap karakteristik dan masa simpan buah mangga apel pada suhu ruang. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 2 (dua) faktor  dan 3 (tiga) kali pengulangan dan perlakuan dianalisa pada suhu ruang serta pengamatannya dilakuan dengan interval 2 hari sekali. Faktor I adalah konsentrasi lilin lebah (4%, 6%, 8%). Faktor II yaitu Pengemasan (plastik wrap dan kertas koran). Adapun parameter yang diamati meliputi susut bobot, total padatan terlarut, kadar air buah, tekstur, dan organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Data analisis menggunakan ANNOVA, apabila terdapat perbedaan diuji lanjut dengan BNT selang kepercayaan 5%. Hasil analisa menunjukkan faktor pelapisan lilin dan pengemasan berpengaruh nyata terhadap parameter: susut bobot, total padatan terlarut, kadar air buah, tekstur, dan dan menunjukkan perbedaan pada uji organoleptik (aroma, warna, rasa, dan tekstur), dengan menggunakan metode indeks efektifitas diperoleh perlakuan terbaik dari beberapa kombinasi perlakuan yaitu ada P1L2 (lilin lebah konsentrasi 6% dan pengemasan dengan plastik wrap).
Pengaruh Hidrogen Peroksida dan Suhu Pendinginan Pada Proses Penyimpanan Jamur Merang Windri Cessari; Bambang Susilo; Sumardi Hadi Sumarlan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.879 KB)

Abstract

Jamur merang tumbuh di daerah tropis dan subtropis yang membutuhkan suhu dan kelembaban cukup tinggi untuk pertumbuhannya.Kerusakan jamur merang setelah panen umumnya disebabkan oleh kecepatan respirasinya yang sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi hidrogen peroksida untuk penyimpanan jamur merang segar dan mengetahui hasil penyimpanan jamur merang segar yang telah diberi hidrogen peroksida. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor I adalah larutan hidrogen peroksida dengan 3 konsentrasi larutan yaitu 0,01%, 0,05%, dan 0,10%, Sedangkan faktor II adalah suhu yaitu 5ºC, 10ºC, dan 15ºC.  Kemudian dikemas dengan plastik polietilen ukuran 0,18 mm. Data yang diperoleh di analisa sidik ragamnya, bila terdapat perlakuan berbeda maka diuji dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk membandingkan nilai antar perlakuan. Dalam pelaksanaan penelitian ini dipilih jamur merang yang masih kuncup dan seragam warna serta ukurannya. Selanjutnya dilakukan sortasi, dicuci, kemudian ditiriskan selama 10 menit lalu ditimbang utuk setiap perlakuan ±50 g. Hasil analisa menunjukkan Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi larutan H2O2 0,01% dengan suhu 5ºC. Pada perlakuan ini dengan nilai tekstur 1.800 mm/dtk/gr, laju respirasi 71.639 ml.O2/kg.jam, kadar air 77,820 %., uji organoleptik warna 5.617, uji organoleptik kesegaran 5.650, dan susut berat 2.077 %. Dari perlakuan diatas dapat disimpukan bahwa pendinginan dengan suhu rendah dan penambahan hidrogen peroksida dengan konsentrasi yang bessar dapat menambah umur simpan pada jamur merang yang kualitasnya dapat diterima panelis.
Uji Pembuatan Marning Jagung dengan Menggunakan Autoclave Tutut Dyah Ayu Permatasari; Sumardi Hadi Sumarlan; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.178 KB)

Abstract

Salah satu komoditas industri pangan dengan bahan baku biji jagung yang dianggap cukup potensial untuk dikembangkan adalah marning. Marning merupakan makanan ringan yang dibuat dari biji buah jagung ( Zea mays) tua, direbus,dikeringkan dan digoreng menggunakan minyak. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan lama perebusan yang terbaik pada pengolahan marning sehingga mendapatkan marning yang berkualitas terhadap beberapa sifat fisik( kadar air, perubahan berat, perubahan volume dan organoleptik). Hasil penelitian diperoleh nilai rerata nilai kadar air marning mentah 9.24 % - 10.6 %, rerata nilai kadar air marning matang 1.41 % - 1.98 %. Sedangkan rerata rendemen marning jagung adalah 94.99 % - 100.9 %. Sifat fisik marning jagung diperoleh nilai rerata tekstur marning jagung 0.00049- 0.00142 ( mm/g.sec ). Perlakuan terbaik menurut indeks efektivitas adalah perlakuan perebusan 2.5 jam dengan nilai produk 0.676. Nilai Daya Kembang marning jagung memiliki rerata 164.29-235.28 %.   Kata kunci: Marning Jagung, Sifat Fisik ( Kadar air, Rendemen, Daya Kembang dan Tekstur)
Analisis Finansial Pengolahan Limbah Biogas Menjadi Pellet Ikan dan Pupuk Organik Cair Dani Pratama Putra; Bambang Susilo; Wahyunanto Agung Nugroho; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.129 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan sludge dari degester biogas menjadi pellet ikan dan pupuk organik cair serta menghitung dan menganalisis kelayakan aspek finansial dari pengolahan sludge biogas dengan investasi penambahan  spinner dan pencetak pellet sederhana berdasarkan manfaat (benefit) dan biaya (cost) yang terjadi selama umur investasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif analisis. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui aspek teknis meliputi kapasitas produksi, teknologi proses produksi, serta mesin dan peralatan produksi. Data yang dianalisis pada aspek finansial meliputi data yang berhubungan dengan biaya produksi serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), Payback Period (PP), Net Present Value (NPV) dan B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan waktu olah dari pengolahan sludge biogas ini sekitar 36 kg/jam (mesin spinner) dengan waktu kerja efektif 8 jam dan dalam 1 tahun dapat mengolah sludge sebanyak 64,8 ton. Usaha pengolahan sludge biogas ini dapat menghasilkan produk pellet ikan sebanyak 16479 kg per tahun dan 21600 botol pupuk organik cair. Usaha pengolahan sludge biogas ini layak secara finansial untuk dilaksanakan karena memenuhi kriteria investasi yaitu NPV sebesar Rp 24,439,660.58,-, B/C ratio sebesar 1,25, IRR sebesar 50.97%, Payback Period selama  0,43 tahun. Dan berdasarkan hasil analisis sensitivitas, usaha pengolahan sludge biogas ini sensitif terhadap penurunan produksi dan penurunan harga jual.   Kata kunci : Degester, Sludge, Spinner, Pellet, Harga Pokok Produksi, Payback Period, B/C Ratio, Net Present Value (NPV)