Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Metode Rayleigh Dalam Prediksi Keandalan Pada Aplikasi Berbasis Web (studi Kasus: Aplikasi Web Project Information System) Putu Agus Suardana; Sri Widowati; Iman Lukmanul Hakim
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Reliability prediction merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk prediksi tingkat keandalan sebuah aplikasi. Dengan melakukan prediksi sejak tahap awal pembangunan aplikasi, output yang dihasilkan juga memiliki keandalan yang jauh lebih baik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memprediksi keandalan sebuah sistem yaitu metode Rayleigh. Implementasi metode ini akan dilakukan sejak tahap awal pembangunan sistem. Sehingga sebelum aplikasi tersebut ke tangan pengguna, kita sudah dapat membayangkan keandalan yang dimiliki oleh aplikasi tersebut nantinya. Prediksi ini juga berguna dalam meningkatkan kualitas dalam proses desain dan pengambilan keputusan untuk proses selajutnya. Kata kunci    : aplikasi  berbasis  web,  keandalan  sistem,  reliability  prediction, metode Rayleigh.
Implementasi Pendekatan Cost-value Dengan Majority Voting Goal Based Technique (mvgb) Untuk Penentuan Prioritas Kebutuhan Mohd. Fauzy; Sri widowati; Indra Lukmana Sardi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, perusahaan yang sukses adalah perusahan yang mampu mengembangkan, merancang dan menghasilkan produk yang disukai pasar dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh pesaing. Karena hal itu, Banyak sekali masalah yang dihadapi ketika memilih kebutuhan yang tepat diantara banyaknya persyaratan yang diinginkan stakeholder . Maka, dibutuhkan suatu pendekatan dan metode yang dapat memprioritaskan calon kebutuhan perangkat lunak yang dapat memuaskan para stakeholder serta mampu menangani kendala waktu dan sumber daya dalam proses pengembangan perangkat lunak. Pendekatan Cost-Value memprioritaskan persyaratan yang sesuai berdasarkan Value dan Cost sehingga menager perangkat lunak dapat membuat keputusan berdasarkan nilai yang terbaik tetapi juga mengeluarkan biaya yang terendah. Metode Majority Voting Goal Base technique (MVGB) berfokus pada tujuan spesifik dan persyaratan pemangku kepentingan dikarenakan para pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menerima hasil pengujian. Metode MVGB akan membantu pada proses pendekatan cost-value untuk menentukan prioritas kebutuhan yang lebih baik. Pada tugas akhir ini, di implementasikan pendekatan cost-value dengan metode MVGB untuk menentukan prioritas kebutuhan. Studi kasus yang digunakan yaitu suatu aplikasi Point of Sales yang bernama Antelopos. Tujuan tugas akhir ini adalah memfasilitasi setiap stakeholder dan develeoper dalam menentukan kebutuhan yang harus dilakukan serta mengevaluasi hasil yang didapatkan berdasarkan pendekatan cost-value dengan metode MVGB dalam menentukan prioritas kebutuhan. Hasil yang didapatkan yaitu faktor scalability dapat dilakukan pada Pendekatan cost-value dengan metode MVGB serta pendekatan cost-value dengan metode MVGB pada prioritas kebutuhan memberikan hasil yang lebih penting dan lebih murah.
Analisis Kualitas Blended Learning Menggunakan Rubric Quality Matters (studi Kasus – Telkom-pjj) Merlina Dewi Setyarini; Sri Widowati; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam dunia pendidikan dikenal adanya sistem pembelajaran yang senantiasa berkembang. Salah satu sistem pembelajaran yang banyak digunakan dalam institusi pendidikan sekarang ini adalah sistem blended learning. Blended learning adalah suatu kerangka kerja praktis yang dapat digunakan untuk merangkum berbagai pendekatan yang efektif untuk belajar dan mengajar. Yang mendorong penggunaan teknologi kontemporer untuk meningkatkan pembelajaran, dan pengembangan pendekatan fleksibel untuk desain pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa [1]. Telkom PJJ merupakan salah satu instansi pendidikan yang telah menggunakan sistem blended learning dalam metode pembelajarannya, menggunakan face to face dan e-learning [2]. Seiring dengan perkembangan sistem pembelajaran yang diterapkan pada institusi pendidikan maka diperlukan suatu pengukuran untuk mengetahui apakah sistem pembelajaran tersebut efektif untuk diterapkan atau tidak dalam institusi pendidikan tersebut, khususnya pada segi kualitas. Untuk melakukan pengukuran kualitas blended learning yang sedang diterapkan dalam suatu institusi pendidikan penulis mengimplementasikan metode pengukuran kualitas Rubric Quality Matters (RQM) yang relevan dengan standar - standar yang ada dalam sistem pembelajaran blended learning. Untuk memudahkan dalam proses pengukuran kualitas sistem pembelajaran blended learning yang diterapkan, penulis mengimplementasikan Rubric Quality Matters (RQM) ke dalam bentuk sebuah website. Kata kunci: Blended Learning, E-Learning, Face to Face, Rubric Quality Matters(RQM).
Perancangan User Interface E-commerce Neitzo Company Menggunakana Metode Task-centered System Design Chandra Pratama Putra; Mira Kania Sabaria; Sri Widowati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan e-commerce saat ini telah berkembang begitu pesat. Salah satu merk dagang yang mulai mengembangkan situs e-commerce adalah Neitzo. Neitzo sebenarnya telah memiliki situs e- commerce, hanya saja situs tersebut belum dapat digunakan dikarenakan fungsion¬¬alitas pada situs tersebut belum dibuat. Penyebab utama sehingga belum dibuatnya fungsionalitas dari situs tersebut karena pihak perusahaan masih mengalami kendala/kesulitan dalam mendasain user interface yang akan mendukung task-task dari tiap user yang bervariasi. Task-Centered System Design (TCSD) merupakan metode dalam Human Computer Interaction(HCI) yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan task pengguna. Metode TCSD meliputi 4 tahap, yaitu identification, requirement, design as scenario dan walktrough evaluate. Hasil identification digunakan sebagai dasar dalam perancangan user interface. Kata kunci: e-commerce, task-centered system design, human-computer interaction
Analisis Kualitas Blended Learning Menggunakan Framework Sloan Consortium Pillars Quality (studi Kasus : Telkom Pjj) Heru Sudarsono; Sri Widowati; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan kualitas pada metode pembelajaran pada sebuah institusi pendidikan dilakukan untuk mengetahui tingkat kualitas dari pembelajar, yang nantinya dapat meningkatkan daya saing agar mencapai tujuan yang ditentukan oleh institusi pendidikan. Begitu pula metode pembelajaran pada Telkom PJJ. Telkom PJJ telah mengusung metode pembelajaran berbasis face to face dan e- learning [1]. Beberapa model proses untuk mengukur kualitas blended learning memang dapat dilakukan oleh beberapa model. Permasalahanya, beberapa model dan standar untuk mengukur kualitas blended learning dirasa kurang cukup memadai dalam merepresentasikan karena menggunakan cara yang manual. Penggunaan cara manual tentunya akan memerlukan waktu yang tidak sebentar karena harus melewati beberapa tahap proses pengukuran. Oleh karena itu pada tugas akhir ini, penulis ingin mengimplementasikan salah satu model untuk pengukuran blended learning yaitu Framework Sloan Consortium Pillars pada Telkom PJJ dengan website sehingga institusi pendidikan dapat mengetahui kualitas blended learning yang mereka terapkan menurut Framework Sloan Consortium Pillars dengan lebih mudah dan cepat. Kata kunci: Telkom PJJ, Blended learning, E-learning, Face to Face Learning, Framework Sloan Consortium Pillars, Website.
Implementasi Metode Ant Colony Optimization Dan Simple Additive Weighting Pada Layanan Telkom Trouble Ticket Online (t3-online) Ahmad Yulia Rizqy Fahmi; Eko Darwiyanto; Sri Widowati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom Trouble Ticket Online (T3-Online) merupakan aplikasi yang mengelola keluhan pelanggan. Namun proses pemilihan lokasi perbaikan dilakukan oleh teknisi lapangan secara First In First Out (FIFO) sesuai dengan urutan antrian pengaduan yang terdapat pada tiket. Untuk menangani permasalahan tersebut diperlukan implementasi Travelling Salesman Problem (TSP). Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan TSP adalah Ant Colony Optimization (ACO). Selain itu untuk membantu pihak DCS menilai kapabilitas dari setiap kantor operasional Telkom dalam menangani semua tiket maka akan dilakukan implementasi metode perankingan berdasarkan jarak, durasi dan jumlah teknisi yang tersedia. Salah satu metode perankingan yang dapat digunakan adalah Simple Additive Weighting (SAW). Oleh karena itu pada tugas akhir ini dilakukan implementasi ACO dan SAW pada layanan Telkom Trouble Ticket Online (T3-Online) untuk menghasilkan total jarak dan durasi perjalanan yang lebih optimal serta memberikan rekomendasi kantor operasional Telkom terbaik kepada pihak DCS. Kata kunci: Divisi Consumer Service (DCS), Telkom Trouble Ticket Online (T3-Online), Ant Colony Optimization (ACO), Simple Additive Weighting (SAW).
Implementasi dan Analisis Enterprise Resource Planning Modul Purchasing, Point of Sale, Inventory dan Accounting untuk 3 outlet dan Gudang Utama di UD. Gudang Kuota Zulfikar Alfaruqi; Eko Darwiyanto; Sri Widowati
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses bisnis di UD. Gudang Kuota yang masih manual dan belum terintegrasi menyebabkan beberapa permasalahan diantaranya pengadaan barang dari gudang dan dari outlet, keterlambatan dalam pembelian dan pengalokasian barang, sering terjadi kesalahan dan keterlambatan dalam pelaporan penjualan harian. Solusi dari permasalahan diatas adalah dengan penerapan Enterprise Resource Planning Open Source yang sesuai untuk UMKM yang dituntut untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis dengan tetap menekan biaya pengeluaran. Dimana dalam praktiknya ERP akan mengotomasi praktik bisnis dan prosedur bisnis suatu perusahaan dengan adanya integrasi antar modul dan data sehingga menghasilkan sistem yang lebih efektif dan efisien dalam penggunaan sehari-hari. ERP Open Source yang akan di impelentasikan yaitu Odoo modul purchasing, point of sale, inventory, dan accounting. Tahapan penerepan ERP dimulai dengan identifikasi masalah, kemudian dilanjutkan dengan studi literatur, mengidentifikasi proses bisnis yang terjadi kemudian mengusulkan proses bisnis baru dengan sistem ERP yang terintegrasi. Setelah itu melakukan konfigurasi dan impelementasi modul ERP, dan terakhir melakukan pengujian. Berdasarkan hasil pengujian terhadap sistem ERP menggunakan UAT(User Acceptance Test) dan pengujian masing-masing fungsionalitas dapat disimpulkan bahwa sistem ERP sangat sesuai dengan kebutuhan UD. Gudang Kuota, dengan tingkat kesesuaian sebesar 85,4%. Kata kunci : Enterprise Resource Planning, Open Source, Odoo, User Acceptance Test. Abstract Business processes at UD. Gudang Kuota which is still manual and not integrated causes some problems such as the procurement of goods from the warehouse and from the outlet, delays in the purchase and allocation of goods, frequent errors and delays in reporting daily sales. The solution to the above problems is the implementation of Open Source Enterprise Resource Planning that is suitable for MSMEs that are required to improve the efficiency of business processes while still reducing costs. Where in practice ERP will automate business practices and business procedures of a company with the integration between modules and data so as to produce a system that is more effective and efficient in daily use. Open Source ERP that will be implemented is Odoo purchasing module, point of sale, inventory, and accounting. The ERP forwarding stage starts with problems identifying, then continues with literature study, identifying business processes that occur then proposing new business processes with an integrated ERP system. After that, configuring and implementing the ERP module, and finally testing. Based on the results of testing the ERP system using the UAT (User Acceptance Test) and testing each of the functionalities it can be concluded that the ERP system is very suitable to the needs of UD. Gudang Kuota, with a suitability level of 85.4%. Keywords: Enterprise Resource Planning, Open Source, Odoo, User Acceptance Test.
Implementasi Alat Pengukuran Kualitas Blended Learning Menggunakan Chart For Blended Learning Mikoreza Fakhrurozi; Sri Widowati; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kualitas dalam sebuah pembelajaran pada sebuah institusi dapat mengetahui seberapa bagus kualitas dari metode yang diambil dalam pembelajaran tersebut, yang dimana dapat meningkatkan daya saing untuk bisa mencapai tujuan dari sebuah institusi. Dengan demikian tugas akhir ini dibuat untuk mengimplementasikan model salah satu untuk pengukuran blended learning dengan menggunakan chart for blended learning dalam bentuk website sehingga institusi tersebut dapat mengetahui kualitas blended learning yang mereka terapkan. Kata Kunci : Blended Learning, Chart for blended learning, E-Learning, Website
Implementasi Nlp Untuk Menilai Kualitas Skpl Berdasarkan Karakteristik Modifiable Hilmy Azhary; Sri Widowati; Jati Hililamsyah Husen
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan perangkat lunak adalah pernyataan suatu kebutuhan dan batasan serta kondisinya. Ilmu yang membahas pembentukan kebutuhan disebut dengan Requirement Engineering (RE). Salah satu produk dari RE adalah SKPL (Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak). Untuk memastikan bahwa kualitas perangkat lunak tinggi, maka kualitas SKPL pun harus tinggi. Perkembangan dalam SKPL selalu terjadi, maka SKPL harus selalu bisa dimodifikasi tanpa mengubah struktur kata dan dokumennya. Dalam standar IEEE hal ini disebut dengan sifat modifiable. Untuk mengukur kualitas modifiable dari SKPL, maka dalam penelitian ini telah dilakukan pengembangan tools berbasis Python. Setelah kualitas SKPL dihitung maka akan dilakukan pengujian program dengan perbaikan manual terhadap SKPL tersebut dan dibandingkan dengan hasil penghitungan awal. Hasil yang didapat adalah nilai kualitas Modifiable SKPL dalam penggunaan bahasa natural dan struktur dokumen yang dapat menjadi acuan perbaikan atau perlengkapan SKPL. Kata kunci : Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak, Modifiable, Quality Assessment, Natural Languange Processing Abstract SRS (Software Requirement Specifications) is a document that explains the specifications for the needs of a particular software that performs certain functions in a specific environment. In making SRS, various kinds of errors can occur, one of which is when the document has a writing structure and document structure which is not good. This makes the SRS not modifiable. When modifiable characteristics inside the SRS are not achieved, it is very likely that a software development project will encounter failure when the SRS is updated. Therefore in this study a Python-based program were developed to check the SRS Modifiable quality values automatically. In the program the Quality Assessment method is applied which inside it the application for Natural Language Processing also happened. After SRS quality is calculated, the program will be tested by the means of doing manual repairs to the SRS and compared it with the results of the initial calculation. The results obtained are SRS modifiable quality values and document sections which can be a reference for SRS repair or completion. Keywords: Software Requirement Spesifications, Modifiable, Quality Assessment, Natural Languange Processing
Implementasi Webqual 4.0 Untuk Pembangunan Aplikasi Pengukuran Kualitas Website (webqtools) Ayu Nurlatifah; Sri Widowati; Rosa Reska Riskiana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebuah website menjadi salah satu sarana penyedia layanan informasi dimana manfaat dari websitesendiri yaitu dapat digunakan sebagai media yang efektif dan efesien karena mampu digunakan oleh userdimanapun dan kapanpun. Website sendiri dalam pengelolaan informasi maupun layanan dapat diperolehmelalui jenis websitenya. Jenis-jenis website berdsarkan fungsinya yakni seperti : Company Profile, EGoverment,eCommerce,Archive,PortalBeritadanInformasi,danBlog.Berdasarkanpemanfaatanlayanandaninformasiyangdimuatdalamsuatuwebsitetentuharusmemperhatikankualitasnyaterhadapuseryangmengakseswebsitetersebut.Pengalamanuserdalammelakukanaksessuatuwebsitesangatberpengaruhterhadappenilaiankualitasnya.Olehkarenaitupeneltianinimembahastentanganalisiskualitaslayananwebsitemenggunakan metode WebQual 4.0 untuk mengukur penilaian dari segi user denganmemperhatikan dimensi usability quality, information quality, dan service interaction quality. Website yangdilakukan pengujian yakni jenis website E-Goverment dan eCommerce. Hasil analisis dan evaluasi daripenelitian ini yang nantinya akan menjadi suatu rekomendasi untuk pengembangan kualitas layananwebsite yang lebih baik.Kata kunci : Website, Webqual 4.0, Usability Quality, Information Quality, Service Interaction Quality,WebQTools.Abstract A website is one of the means of an information service provider where the benefits of the website itselfcan be used as an effective and efficient media because it can be used by users wherever and whenever. Thewebsite itself in managing information and services can be obtained through the type of website. Types ofwebsites based on their functions such as Company Profile, E-Government, eCommerce, Archive, News andInformation Portal, and Blog. Based on the utilization of services and information contained in a website, ofcourse, must pay attention to the quality of the users who access the website. The user experience in accessinga website is very influential in the quality assessment. Therefore this research discusses the analysis of thequality of website services using the WebQual 4.0 method to measure the assessment in terms of the user bypaying attention to the dimensions of usability quality, information quality, and service interaction quality.Website testing is the type of E-Government and eCommerce website. The results of the analysis andevaluation of this study will later become a recommendation for the development of better website servicequality.Keywords: Website, Webqual 4.0, Usability Quality, Information Quality, Service Interaction Quality,WebQTools.