Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Journalism

Gaya Penulisan Media Ormas Islam Alif Gibran; Askurifai Baksin
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.5938

Abstract

Abstract. The media of Islamic organizations in Indonesia can now be said to be an online media that is needed by the community, especially those who are involved in these Islamic organizations. The presence of information that feels closer personally and geographically makes Islamic mass media media the community's choice of media when the need for valid information is difficult to find. Of the various types of Islamic media organizations in Indonesia, each has its own characteristics, ranging from the variety of websites they manage to different writing styles, one of which is the style of the environment. This research focuses on how the diversity of writing between NU Jabar and Persis media can be written so as to produce the finding that how a media can determine the language style / style of its environment which is so diverse, even though it is still in the same source or rule, namely Islam. The method used in this research is qualitative with a case study approach, and uses data collection techniques in the form of observations, interviews, and literature studies. The results of the research are 1) The writing format on the West Java and Persis NU media there are some basic differences, such as the difference in the font used where NU uses the Metropolis Semibold Family font, while Persis.or.id uses the Trebuchet MS font. In the West Java NU media, they set a standard number of words for each article, which is 300 words, while in Persis they are more flexible by not specifying a minimum number of words. 2) There are differences in the mention of religious figures in the NU Jabar and Persis media, NU Jabar uses the words H. (Haji) and KH. (Kyai Haji) for the designation of religious figures, while Persis mentions Ustad or Al-Ustad. There are also many differences regarding the mention of events, for example, the mention of the word Ramadan, Prayer, Pupils and so on. 3) Basically, the West Java and Persis NU media still refer to the KBBI in determining each word choice they use. However, both of them agreed that some differences in words or what is commonly called the selingkung style is a natural thing considering this is the hallmark of an organization which eventually becomes the hallmark of the media. Abstrak. Media ormas Islam di Indonesia saat ini bisa dibilang menjadi media online yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama mereka yang berkecimpung di organisasi Islam tersebut. Hadirnya informasi yang terasa lebih dekat secara personal maupun geografis menjadikan media ormas Islam menjadi media pilihan masyarakat ketika kebutuhan akan informasi yang valid sulit ditemukan. Dari berbagai jenis organisasi media Islam di Indonesia, masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri, mulai dari keberagaman website yang mereka kelola hingga gaya penulisan yang berbeda-beda, salah satunya adalah gaya selingkungnya. Penelitian ini berfokus kepada bagaimana keberagaman penulisan antara media NU Jabar dan Persis dapat ditulis sehingga menghasilkan temuan bahwa bagaimana sebuah media bisa menentukan gaya bahasa/gaya selingkungnya yang begitu beragam, walaupun masih dalam sumber atau kaidah yang sama yaitu agama Islam. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Adapun hasil penelitiannya yaitu 1) Format penulisan pada media NU Jabar dan Persis terdapat beberapa perbedaan yang mendasar, seperti perbedaan font yang digunakan dimana NU menggunakan font MetropolisSemibold Family, sedangkan Persis.or.id menggunakan font Trebuchet MS. Pada media NU Jabar, mereka menetapkan standar jumlah kata tiap tulisan yaitu 300 kata, sedangkan pada media Persis mereka lebih fleksibel dengan tidak menentukan minimal jumlah kata. 2) Terdapat perbedaan penyebutan tokoh keagamaan pada media NU Jabar dan Persis, NU Jabar menggunakan kata H. (Haji) dan KH. (Kyai Haji) untuk sebutan tokoh keagamaan, sedangkan Persis menyebutkan Ustad atau Al-Ustad. Terdapat pula banyak perbedaan terkait penyebutan peristiwa contohnya seperti penyebutan kata Ramadhan, Sholat, Murid dan sebagainya. 3) Pada dasarnya, media NU Jabar dan Persis masih merujuk kepada KBBI dalam menentukan setiap pemilihan kata yang mereka gunakan. Namun keduanya bersepakat bahwa beberapa perbedaan kata atau yang biasa disebut gaya selingkung merupakan hal yang wajar mengingat hal ini merupakan ciri khas suatu organisasi yang akhirnya menjadi ciri khas pada media tersebut.
Jurnalisme Data dalam Media Online Dimas Rachmatsyah; Askurifai Baksin
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8329

Abstract

Abstract. Data journalism is becoming more up-to-date along with the flood of data on the internet which is often called big data, which triggers the development of tools for collecting and analyzing data. One of the media that provides in-depth news information and uses data journalism in it is Bandungbergerak.id. Media Bandungbergerak.id in their work focuses on data and in-depth reporting, with a focus on issues, one of which is education. This research focuses on data journalism activities on the online media Bandungbergerak.id in terms of making news that uses data on data analysis activities in general in relation to data journalism. Based on that, the writer is interested in researching Data Journalism in Online Media. This study uses a type of qualitative research with a case study approach modeled by Robert K. Yin. The results of the study found that Bandungbergerak.id in its data articles there is a comparison of data with scientific journals. Bandungbergerak.id in the process of making its news prioritizes marginalized issues. Abstrak. Jurnalisme data menjadi lebih mutakhir seiring dengan banjirnya data di internet yang kerap disebut big data, yang memicu perkembangan tools untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Salah satu media yang menyajikan informasi berita secara mendalam serta menggunakan jurnalisme data didalamnya yakni Bandungbergerak.id. Media Bandungbergerak.id dalam kerjanya berfokus pada data dan reportase mendalam, dengan fokus terhadap isu salah satunya pendidikan. Penelitian ini berfokus pada aktivitas jurnalisme data pada media online Bandungbergerak.id dari segi pembuatan berita yang menggunakan data pada kegiatan analisis data secara umum dalam kaitannya dengan jurnalisme data. Berlandasan dari itulah penulis tertarik meneliti mengenai Jurnalisme Data Dalam Media Online. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus model Robert K. Yin. Hasil penelitian menemukan bahwa Bandungbergerak.id dalam artikel datanya terdapat pembandingan data dengan jurnal ilmiah. Bandungbergerak.id dalam proses pembuatan beritanya mengedepankan isu-isu terpinggirkan.