Mul Muliadi Adi
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS GAYA GESER PADA BANGUNAN MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR SEBAGAI PEREDUKSI BEBAN GEMPA Mul Muliadi Adi; Mochammad Afifuddin Mochammad Afifuddin Mochammad Afifuddin; T. Budi Aulia T. Budi Aulia T. Budi Aulia
TERAS JURNAL Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.792 KB) | DOI: 10.29103/tj.v6i1.71

Abstract

Kejadian gejala alam yang banyak mengakibatkan korban jiwa salah satunya adalah bencana gempa. Indonesia merupakan Negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan. Hal ini menunjukkan Indonesia merupakan Negara yang besar akan kelimpahan daratan dan lautan. Indonesia memiliki sifat yang dinamis terhadap variasi bentuk wilayah gempa. Dalam hal ini diperlukan langkah-langkah untuk meminimalisir kerusakan akibat gempa tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan base isolator. Sistem base isolator ini bisa melindungi bangunan dari kerusakan parah selama gempa besar terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis gaya geser (base shear) yang terjadi akibat efek gempa pada bangunan. Baik dalam  penggunaan base isolator maupun yang tanpa menggunakan base isolator. Desain struktur ini  dilakukan dengan analisis beban time history dynamic pada bangunan SRPMK (struktur rangka pemikul momen khusus). Dengan bangunan lantai 10 tingkat, bentuk beraturan, pada bangunan SRPMK (struktur rangka pemikul momen khusus). Hal yang diperbandingkan berupa gaya geser (base shear) arah memanjang (X) dan arah melintang (Y) akibat gempa. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan bantuan software komputer SAP2000. Pembebanan pada gedung didasarkan pada peraturan bangunan gedung beton bertulang dan analisa dinamik Time History Modal Analysis struktur dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung (SNI 1726:2012). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan base isolator dapat mereduksi gaya geser (base shear), baik dari arah memanjang dan melintang. Nilai rata-rata riwayat gempa pada penggunaan base isolator dapat direduksi pada bangunan SRPMK berurut mencapai 62% arah-x, 67% arah-y.
ANALISIS PERPINDAHAN PADA STRUKTUR BANGUNAN MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR DI WILAYAH GEMPA KUAT Muliadi Muliadi; Mochammad Afifuddin; T. Budi Aulia
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v9i1.610

Abstract

The meeting of three major tectonic plates makes Indonesia prone to earthquakes, be it the Indo-Australian plate, the Eurasian plate, and the Pacific plate. Earthquakes are caused by the release of energy generated by the pressure caused by moving plates. Its essence is not earthquake that damage building but anticipation of building which must be in earthquake resistant design. In this case, the building structure must be designed to be earthquake resistant. One of earthquake resistant building technology is technology with base isolator system. This study aims to determine the displacement analysis that occurs due to the effects of earthquake on the structure of the building. Both in the use of base isolator and without using base isolator. The design of this structure is done by analyzing the time dynamic history load in the SRPMK building (struktur rangka pemikul momen khusus). With 10 storey floor building, regular shape, in SRPMK building. The structural elements reviewed in analyzing the displacement of the building structure are in a column, either for fixed base building of SRPMK or for SRPMK building with base isolator. Data analysis is done by using SAP2000 computer software. The result of analysis shows that the maximum fixed column SRPMK structure building structure on the 3rd floor reaches 27.97 mm from the base of the SRPMK fixed base. While at the base of the isolator there is a displacement of 5.79 mm from the base of SRPMK base isolator. The result of analysis shows that the building of SRPMK base isolator compared with SRPMK building, the value of displacement of final floor level structure (floor 10) can be reduced to 15.85%. Application of base isolator in this case can be used as its function can reduce earthquake load.Keyword : base isolator, displacement, SRPMK; analysis of time history.
ANALISIS GAYA GESER PADA BANGUNAN MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR SEBAGAI PEREDUKSI BEBAN GEMPA Mul Muliadi Adi; Mochammad Afifuddin Mochammad Afifuddin Mochammad Afifuddin; T. Budi Aulia T. Budi Aulia T. Budi Aulia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v6i1.71

Abstract

Kejadian gejala alam yang banyak mengakibatkan korban jiwa salah satunya adalah bencana gempa. Indonesia merupakan Negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan. Hal ini menunjukkan Indonesia merupakan Negara yang besar akan kelimpahan daratan dan lautan. Indonesia memiliki sifat yang dinamis terhadap variasi bentuk wilayah gempa. Dalam hal ini diperlukan langkah-langkah untuk meminimalisir kerusakan akibat gempa tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan base isolator. Sistem base isolator ini bisa melindungi bangunan dari kerusakan parah selama gempa besar terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis gaya geser (base shear) yang terjadi akibat efek gempa pada bangunan. Baik dalam  penggunaan base isolator maupun yang tanpa menggunakan base isolator. Desain struktur ini  dilakukan dengan analisis beban time history dynamic pada bangunan SRPMK (struktur rangka pemikul momen khusus). Dengan bangunan lantai 10 tingkat, bentuk beraturan, pada bangunan SRPMK (struktur rangka pemikul momen khusus). Hal yang diperbandingkan berupa gaya geser (base shear) arah memanjang (X) dan arah melintang (Y) akibat gempa. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan bantuan software komputer SAP2000. Pembebanan pada gedung didasarkan pada peraturan bangunan gedung beton bertulang dan analisa dinamik Time History Modal Analysis struktur dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung (SNI 1726:2012). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan base isolator dapat mereduksi gaya geser (base shear), baik dari arah memanjang dan melintang. Nilai rata-rata riwayat gempa pada penggunaan base isolator dapat direduksi pada bangunan SRPMK berurut mencapai 62% arah-x, 67% arah-y.
PENGARUH RASIO AGREGAT BINDER TERHADAP PRILAKU MEKANIK BETON GEOPOLIMER DENGAN CAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN ABU AMPAS TEBU Mul Muliadi Adi; Burhanuddin Burhanuddin; Darwis Darwis
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v7i1.109

Abstract

Beton merupakan material yang sangat penting dan banyak digunakan untuk membangun infrastruktur. Kebutuhan akan beton meningkat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan sarana dan prasarana dasar manusia. Oleh karena itu produksi semen sebagai bahan pengikat beton meningkat pula. Dalam proses produksi semen terjadi pelepasan karbon dioksida (CO2) yang sangat banyak ke atmosfer yang dapat merusak lingkungan. Untuk mengatasi efek buruk tersebut maka perlu dicari material lain sebagai bahan pengganti semen. Beton geopolymer merupakan salah satu alternatif untuk mengganti beton yang menggunakan semen yang kurang ramah lingkungan. Beton geopolymer dibuat tanpa menggunakan semen sebagai bahan pengikat, dan sebagai gantinya digunakan binder. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendapatkan nilai optimum kuat tekan dari beton geopolimer dengan berbagai variasi agregat binder menggunakan bahan dasar abu sekam padi dan abu ampas tebu.Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan beton terhadap sejumlah benda uji berbentuk kubus 15x15x15 cm3 dengan variasi agregat: 90%, 80%, 70%, 60% terhadap binder: 10%, 20%, 30%, 40%.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kuat tekan pada variasi 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, dengan kuat tekan masing-masing yaitu 1,265 Mpa, 8,104 Mpa, 13,208 Mpa, 20,024 Mpa. Trend menunjukkan bahwa semakin besar komposisi binder maka semakin besar kuat tekan yang dihasilkan. Terlihat juga bahwa kuat tekan optimum dihasilkan pada variasi 60% agregat dan 40% binder yaitu 20,024 Mpa, dan sesuai dengan kuat tekan rencana 20 Mpa.
ANALISIS PERIODA BANGUNAN DINDING GESER DENGAN BASE ISOLATOR AKIBAT GAYA GEMPA Mul Muliadi Adi; M. Kabir Kabir Ihsan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v7i2.129

Abstract

Bangunan yang hancur oleh gempa dapat dicegah dengan memperkuat struktur bangunan terhadap gaya gempa yang bekerja padanya. Perkuatan bangunan dapat dilakukan dengan memperkaku bangunan dalam arah lateral yaitu moment resisting frame (rigid frame), braced frame dan shear wall. Bangunan dinding geser merupakan salah satu jenis bangunan tahan gempa gedung beton bertulang menggunakan sistem rangka struktur yang dikombinasikan. Kinerja gedung akan bertambah dan menjadi optimal jika pola penempatan dinding geser serta metode analisanya tepat. Sistem lainnya dalam mengurangi kerusakan bangunan akibat gempa dengan performance based seismic design yaitu dengan menggunakan base isolator., yang memanfaatkan teknik analisa non-linear berbasis komputer untuk menganalisa perilaku inelastis struktur dari berbagai macam intensitas gerakan tanah (gempa), sehingga dapat diketahui kinerjanya pada kondisi kritis. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perioda dalam penggunaan base isolator dengan yang tanpa menggunakan base isolator, pada bangunan sistem ganda, lantai 10 tingkat, bentuk beraturan pada bangunan dinding geser. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan bantuan software komputer SAP2000. Pembebanan pada gedung didasarkan pada peraturan bangunan gedung beton bertulang dan analisa dinamik Time History Modal Analysis struktur dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung (SNI 1726:2012). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan base isolator memperbesar perioda alami. Nilai perioda pada dinding geser dan dinding geser base isolator besarnya berturut-turut 0.988 detik dan 2.465 detik. Hal ini menyebabkan gaya gempa yang bekerja menjadi lebih kecil.
PENGARUH KUAT LENTUR BETON TERHADAP PENAMBAHAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Mul Muliadi Adi; Sofyan Sofyan Sofyan; Yusti Yusti Hajar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i2.156

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain-lain. Kelemahan beton sebagai bahan konstruksi adalah kuat lentur yang rendah dan sifatnya yang getas. Perbaikan kelemahan sifat beton tersebut bisa dengan menambahkan serat (fiber) dalam adukan beton. Bahan campuran beton antara lain yaitu semen, agregat halus, agregat kasar, air dan bahan tambah lainnya (zat adiktif, serat). Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah serat tandan kosong kelapa sawit (STKKS). Tujuan Penelitian ini mengetahui pengaruh penambahan serat tandan kosong kelapa sawit terhadap kuat lentur beton pada setiap variasi serat. Proses pengelolahan serat yaitu serat direndam dan dibilas menggunakan 10% larutan NaOH selama 12 jam kemudian dikeringkan didalam oven, panjang serat yang digunakan 40 mm. Variasi persentase serat dengan mengurangi berat volume semen di dalam campuran adalah 0%, 5%, 10%, 15%, 20%.  Hasil Kuat lentur rata-rata yang dihasilkan pada tiap-tiap variasi serat yaitu 0% (3,51 Mpa), 5% (4,18 Mpa), 10% (4,09 Mpa), 15% (4,53 Mpa), dan 20% (4,62 Mpa). Dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan serat pada campuran beton menunjukkan kenaikan terhadap kuat lentur beton pada titik persentase serat 5%, 10%, 15%, dan 20%, bila dibandingkan dengan beton normal (0%).
PENGARUH LIMBAH SERAT KULIT PINANG TERHADAP SERAPAN AIR DAN KUAT TEKAN PADA PAVING BLOCK Mul Muliadi Adi; wesli wesli wesli; aulia rahman aulia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i1.252

Abstract

Paving block merupakan komposisi bahan bangunan yang dibuat dari paduan semen atau bahan perekat hidrolis, air, dan agregat halus dengan atau tanpa bahan tambahan lainya. Penambahan bahan lainya bisa berupa limbah alami atau limbah kimia dalam material paving block. Dalam penelitian ini dilakukan penambahan limbah alami (serat pinang) dalam material paving block. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kulit pinang terhadap serapan air dan kuat tekan pada paving block. Metode penambahan serat kulit pinang dilakukan dengan cara subsitusi dari volume pasir, dengan panjang serat 1 - 3 cm, perbandingan komposisi 1Pc : 3Ps, faktor air semen 0.35, kalsifikasi mutu rencana mutu D. Variasi campuran serat yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, dengan cetakan berukuran 8 x 8 x 11,6 cm dan slinder 15 x 30 cm, masing-masing varian memiliki 5 sampel. Pengujian dilakukan pada sampel berumur 28 hari. Dengan hasil rata-rata serapan air variasi 0% sebesar 9,57%, rata-rata serapan air variasi 5% sebesar 15,17%, rata-rata serapan air variasi 10% sebesar 15,56%, rata-rata serapan air variasi 15% sebesar 15,96%, rata-rata serapan air variasi 20% sebesar 16,65%. Nilai rata-rata kuat tekan variasi 0% sebesar 8,83 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 5% sebesar 7,44 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 10% sebesar 6,23 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 15% sebesar 5,13 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 20% sebesar 4,20 MPa. Dari hasil pengujian menggambarkan bahwa, pengaruh pemanfaatan serat kulit pinang pada pembuatan paving block meningkatnya nilai serapan air dan menurunnya nilai kuat tekan. Kata kunci: paving block, serapan air paving block, kuat tekan paving block.