Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peta Kognitif dalam Ritual Budaya Olah Tetanen Masyarakat Adat Genaharjo Kabupaten Tuban Suantoko Suantoko; Agus Wardhono
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.744 KB) | DOI: 10.30651/lf.v4i1.4463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peta kognitif dalam ritual budaya Olah Tetanen masyarakat adat Genoharjo Kabupaten Tuban, melalui pendekatan antropologi kognitif yang dikemukakan oleh Ward Goodenough. Pendekatan tersebut memandang bahwa bahasa memiliki peran penting di dalam kebudayaan. Selain itu teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori etnografi yang dikemukakan oleh James P. Spradley (2007). Sedangkan metode yang digunakan adalah metode Alur Maju Bertahap (Development Research Of Sequency). Setelah dilakukan pengkajian dan pembahasan penelitian, sampai penulisan etnografis, peta kognisi masyarakat adat Genaharjo sebagai budaya kolektif dapat ditemukan simbol-simbol budaya yang tercermin dalam tingkah laku, bahasa, dan sastra setempat. Oleh karena itu, penelitian diharapkan mampu memberikan sumbangan yang berharga bagi masyarakat sebagai dasar alternatif pengembangan kearifan lokal yang berpijak pada pikiran-pikiran lokal. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa ritual yang masih dinilai sebagai hal-hal yang mistis, didalamnya menyimpan pengetahuan yang dapat dikembangkan ke ranah keilmuan.
Gaya Pengontrasan di Kanal Youtube Caveine sebagai Tanggapan Keadaan Sosial-Politik Indonesia: Kajian Stilistika Dhida Meilando Cahyo Rio Utomo; Sri Yanuarsih; Suantoko Suantoko
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2707

Abstract

Fakus penelitian ini adalah gaya pengontrasan menggunakan ilmu stilistika dengan lokusnya pada kanal Youtube Caveine. Data berdasarkan tanggapan Caveine terhadap keadaan sosial dan politik yang terjadi di Indonesia. Caveine di kenal dalam gaya sindirannya berupa satir terhadap isu keadaan yang dirasa miring sehingga gaya pengontrasan dinilai cocok untuk mengkaji hal tersebut. Menurut Burhan Nurgiyantoro gaya pengontrasan dibagi menjadi lima gaya yaitu (1). hiperbola, (2). litotes, (3). paradoks, (4). ironi, dan (5). sarkasme. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatf dengan menganalisis bukti-bukti yang telah dikumpulkan. mencatat dan mencari makna mendalam mengenai ucapan objek penelitian. Menggunakan analisis temantik data dikumpulkan kemudian di kelompokkan berdasarkan kategori tujuan penelitian yakni mencari gaya pengontrasan. Dengan observasi digital, bukti yang dikumpulkan berupa ucapan atau kalimat yang dituturkan oleh pemilik kanal Caveine. Hasil dari penelitian menunjukkan dari kelima gaya pengontrasan yang paling mendominasi adalah gaya ironi dan sarkasme. Caveine seringkali membahas dan menanggapi sesuatu yang bersifat sensitif sehingga bentuk ironi sindiran yang mengarah pada candaan-candaan internet dinilai lebih cocok untuk mencerna isu-isu berat tanpa merasa terbebani sekaligus menjadi wahana hiburan bagi penonton.
Ambiguitas Makna Kata Cinta dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy Kajian Semantik Mariatul Qiftiyah; Sri Yanuarsih; Suantoko Suantoko
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2711

Abstract

Ambiguitas merupakan aspek bahasa yang menarik untuk dikaji, terutama dalam karya sastra yang sarat nilai makna. Kajian ini bertujuan untuk menelaah ambiguitas makna kata cinta dalam novel religius karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ayat-Ayat Cinta melalui kajian semantik, khususnya bagaimana kata cinta menghadirkan berbagai makna dalam konteks linguistik, sosial, dan religius. Teori semantik digunakan untuk memahami variasi makna yang muncul dari penggunaan kata cinta dalam dialog, narasi, dan interaksi tokoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen, menganalisis kutipan-kutipan yang relevan dari novel. Analisis data dilakukan melalui identifikasi bentuk ambiguitas leksikal, gramatikal, dan kontekstual, serta interpretasi makna berdasarkan konteks penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata cinta memiliki makna ganda yang kompleks: sebagai dorongan emosional dan romantis, sebagai rasa empati dan solidaritas sosial, serta sebagai komitmen moral dan spiritual terhadap Tuhan dan sesama. Ambiguitas ini memperkaya pengalaman membaca, sekaligus menampilkan strategi estetik pengarang dalam menyampaikan nilai moral dan religius. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang kompleksitas makna bahasa dalam karya sastra dan pentingnya konteks dalam interpretasi makna kata.