Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PKM Pelatihan Pengolahan Kripik Ikan Kering “Bale Bungo” sebagai Upaya Peningkatan Nilai Jual Produk Lokal di Desa Lempong Kabupaten Wajo Sumiati Tahir; Agus Syam; Muhammad Jufri; Asmayanti Asmayanti; Nur Rahmi
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.78927

Abstract

Perekonomian nasional sangat ditopang oleh perekonomian daerah, perekonomian daerah ditopang oleh pertumbuhan sektor UMKM karena menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. Kabupaten wajo sebagai daerah penghasil ikan air tawar khususnya wilayah pesisir Danau Tempe membutuhkan dukungan ide inovasi pengolahan hasil perikanan. Bale Bungo merupakan salah satu jenis ikan yang banyak ditemukan di Danau Tempe. Nelayan biasanya menjual sebagai ikan segar, jika tidak laku langsung di keringkan. Ikan ini memiliki keunikan jika di keringkan karena tipis seperti kripik. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan ide inovasi pengolahan ikan kering “Bale Bungo” menjadi kripik untuk meningkatkan nilai jualnya. . Kegiatan ini terlaksana di Desa Lempong Kabupaten Wajo menggunakan metode ceramah, praktik, tanya jawab, dan diskusi. Hasil kegiatan memberikan pengetahuan dan keterampilan pegolahan ikan kering Bale Bungo menjadi kripik dengan rasa original dan rasa balado.Kata kunci: Kripik, Bale Bungo, Nilai Jual, Produk Lokal
Penguatan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal melalui Pelatihan Model Bisnis, Literasi Keuangan, dan Pemasaran Digital pada Pelaku UMKM di Kabupaten Wajo Mahmuddin; Marhawati Najib; Nur Rahmi; Asmayanti; Andi Anggi Kemalasari
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): Mei - Juli
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i02.3996

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas kewirausahaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Wajo melalui integrasi pelatihan model bisnis, literasi keuangan sederhana, dan pemasaran digital berbasis potensi lokal. Program dilaksanakan pada Januari 2026 dengan pendekatan partisipatif melalui observasi kebutuhan, koordinasi mitra, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi reflektif. Materi kegiatan meliputi identifikasi nilai jual produk, penyusunan kanvas model bisnis, pencatatan keuangan usaha sederhana, strategi harga, pengemasan pesan promosi, pengelolaan WhatsApp Business/Instagram, serta penyusunan kalender konten. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan kewirausahaan tidak cukup dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan peserta menghasilkan luaran konkret berupa profil usaha, rancangan nilai produk, contoh konten pemasaran, dan format pembukuan dasar. Program ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha agar proses pendampingan tidak berhenti pada pelatihan satu kali. Dengan demikian, kegiatan pengabdian berbasis kewirausahaan di Wajo dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang adaptif terhadap kebutuhan UMKM, relevan dengan transformasi digital, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.
Pendampingan Inovasi Kewirausahaan Kepariwisataan Berbasis Agrowisata Edukasi di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa Nur Rahmi; Asmayanti; Andi Anggi Kemalasari; Nur Halim; Hasniaty
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): Mei - Juli
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i02.3999

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas kewirausahaan kepariwisataan masyarakat Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, melalui pendampingan inovasi paket agrowisata edukasi berbasis potensi hortikultura lokal. Kanreapia memiliki posisi strategis sebagai desa dataran tinggi dengan karakter pertanian yang kuat, tetapi potensi tersebut belum sepenuhnya dikemas sebagai produk wisata yang memiliki narasi, alur layanan, struktur harga, kanal promosi, dan kemitraan pasar yang jelas. Program dilaksanakan pada Januari 2026 dengan pendekatan partisipatif melalui observasi kebutuhan mitra, pemetaan aset wisata, pelatihan dasar kewirausahaan pariwisata, klinik penyusunan paket wisata edukasi, praktik digital storytelling, serta evaluasi luaran. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa penguatan kewirausahaan pariwisata perlu diarahkan pada tiga luaran utama, yaitu prototipe paket wisata edukasi pertanian, model perhitungan harga paket yang sederhana, dan rancangan promosi digital yang menonjolkan pengalaman belajar, lanskap, dan produk lokal. Kegiatan ini menegaskan bahwa inovasi kewirausahaan di desa agrowisata tidak cukup berhenti pada promosi destinasi, tetapi harus membangun desain produk wisata yang aman, edukatif, bernilai ekonomi, dan dapat dikelola secara kolaboratif oleh masyarakat lokal.
Pelatihan Digital Marketing dalam Upaya Pengembangan Usaha Berbasis Teknologi pada UMKM di Kota Makassar Kecamatan Tamalanrea Nur Halim; Ratnah S; Herawan Hisanan; Nur Rahmi; Agus
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): Mei - Juli
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i02.4028

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Kecamatan Tamalanrea adalah masalah pemasaran dan keterampilan menggunakan teknologi. UMKM di Kecamatan Tamalanrea memerlukan pengembangan usaha berbasis teknologi sehingga dapat bersaing dengan usaha-usaha baru yang bersifat online. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengidentifikasi penggunaan media pemasaran pada UMKM di Kota Makassar Kecamatan Tamalanrea dan menggambarkan upaya pengembangan usaha berbasis teknologi melalui pelatihan digital marketing. Metode yang digunakan dalam identifikasi penggunaan media pemasaran adalah observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan FGD. Metode yang digunakan dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan. Materi pelatihan meliputi penumbuhan jiwa kewirausahaan, sharing session, serta praktik digital marketing melalui pendaftaran dan pengelolaan layanan GrabFood dan GoFood. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM masih menggunakan teknologi sederhana dalam pemasaran, terutama WhatsApp dan Facebook, bahkan sebagian masih menjalankan usaha secara offline. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memperoleh tanggapan positif, dinilai memberikan wawasan, ilmu, dan inspirasi, serta mendorong hampir seluruh pelaku usaha untuk mempraktikkan bisnis online dalam pengembangan usahanya.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa: Systematic Literature Review Abdul Kadir; Arisa Arisa; Nur Rahmi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8367

Abstract

This study aims to analyze strategies, media, and instructional practices in Indonesian language learning based on literacy that contribute to improving students’ reading interest. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from 102 research articles published in nationally accredited and internationally reputable journals between 2018 and 2025. A stepwise selection process using inclusion and exclusion criteria resulted in 22 relevant articles for analysis. Data were collected through database searches (Google Scholar, Sinta, ScienceDirect, and ERIC) using keywords such as “literacy-based learning,” “Indonesian language,” and “students’ reading interest.” Data were analyzed through thematic synthesis to identify patterns and trends. The findings indicate that literacy-based Indonesian language learning effectively enhances students’ reading interest when supported by contextual strategies, interactive digital media, and active involvement of teachers and school environments. Four main themes emerged from the synthesis: (1) project- and reflection-based literacy strategies, (2) use of digital and multimodal media, (3) teachers’ and school culture roles in building a literacy ecosystem, and (4) challenges and future directions of literacy in the Merdeka Curriculum era. This study provides theoretical contributions by mapping literacy-based learning practices and practical implications for teachers and policymakers to strengthen literacy culture in schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi, media, dan praktik pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi yang berkontribusi terhadap peningkatan minat baca siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari 102 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi selama rentang waktu 2018–2025. Proses seleksi dilakukan secara bertahap menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, hingga terpilih 22 artikel yang relevan untuk dianalisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui database search (Google Scholar, Sinta, ScienceDirect, dan ERIC) dengan menggunakan kata kunci “pembelajaran berbasis literasi”, “Bahasa Indonesia”, dan “minat baca siswa.” Analisis data menggunakan teknik sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi efektif meningkatkan minat baca siswa apabila didukung oleh strategi yang kontekstual, penggunaan media digital yang interaktif, dan keterlibatan aktif guru serta lingkungan sekolah. Empat tema utama yang muncul dalam hasil sintesis meliputi: (1) strategi pembelajaran literasi berbasis proyek dan refleksi, (2) pemanfaatan media digital dan multimodal, (3) peran guru dan budaya sekolah dalam membangun ekosistem literasi, serta (4) tantangan dan arah pengembangan literasi di era Kurikulum Merdeka. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pemetaan praktik literasi Bahasa Indonesia, sekaligus implikasi praktis bagi guru dan pengembang kebijakan pendidikan untuk memperkuat budaya literasi di sekolah.