Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Dinamika Lembaga Perlindungan Anak di Indonesia (1997-2016) Zhiyah Zhulma Zain; Kurniawati Kurniawati; Abrar Abrar
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v10i2.13506

Abstract

Abstrak: Lembaga perlindungan anak merupakan ‘rumah’ terhadap setiap permasalahan anak yang seyogyanya dilindungi oleh negara. Secara konstitusi, penguatan mengenai perlindungan anak berdasarkan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak tahun 2002. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana proses awal dan dinamika yang dihadapi oleh lembaga perlindungan anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menguraikan kelahiran dan dinamika lembaga perlindungan anak di Indonesia (1997-2016). Metode yang digunakan yaitu metode historis yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tahun 1997 dianggap sebagai tonggak lahirnya lembaga perlindungan anak di Indonesia yaitu dengan dibentuknya GNPA oleh Soeharto. Untuk memenuhi legalitas hukum, maka dibentuklah LPA melalui Departemen Sosial. Lembaga ini berubah nama menjadi Komnas PA pada tahun 1999. Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak tahun 2002, dibentuk KPAI. Perubahan nama pada lembaga perlindungan anak di Indonesia sejak tahun 1997-2002 merupakan salah satu upaya untuk melegalkan lembaga perlindungan anak. Berbagai permasalahan mengenai anak menjadi salah satu dinamika yang mewarnai lembaga perlindungan anak di Indonesia.  Kata Kunci: Komnas PA, KPAI, LPAI, Perlindungan Anak.Abstract: Child protection institutions are the 'home' for every child's problems that should be protected by the state. Constitutionally, the strengthening of child protection is based on the Act on Child Protection in 2002. The problem in this research is how the initial process and dynamics faced by child protection institutions in Indonesia. This study aims to describe the birth and dynamics of child protection institutions in Indonesia (1997-2016). The method used is the historical method consisting of heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results of this study indicate that 1997 is considered a milestone for the birth of child protection institutions in Indonesia, namely the establishment of GNPA by Suharto. To fulfill legal legality, LPA was formed through the Ministry of Social Affairs. This institution changed its name to Komnas PA in 1999. Based on the 2002 Child Protection Act, the KPAI was formed. The name change of child protection institutions in Indonesia since 1997-2002 is one of the efforts to legalize child protection institutions. Various problems regarding children are one of the dynamics that characterize child protection institutions in Indonesia.Keywords: Komnas PA, KPAI, LPAI, Childs Protectio.
Sejarah Jalur Kereta Api Batavia – Bandung Via Karawang Tahun 1884-1942 Annisya Putri Utami; Abrar Abrar; Sri Martini
PATTINGALLOANG Vol. 9, No 2, Agustus 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v9i2.35954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pembangunan jalur kereta api di jalur Batavia – Bandung lintas Karawang, Purwakarta, dan Padalarang dari awal dioperasikan pada tahun 1884 sampai zaman awal kedatangan Jepang di Indonesia pada tahun 1942. Metode yang digunakan adalah metode sejarah atau historis yang disajikan dalam bentuk deskriptif naratif. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini didapat dari arsip, buku, jurnal, dan skripsi yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian skripsi ini yaitu bahwa pembangunan jalur kereta api Batavia – Bandung dibangun oleh perusahaan kereta api milik negara Staatsspoorwegen (SS) yang diresmikan pada tahun 1884. Pembangunan jalur kereta api Batavia – Bandung ini dilatarbelakangi dengan dua alasan kepentingan utama yaitu ekonomi dan pertahanan. Awal pembangunan jalur kereta api ini dilakukan secara bertahap mulai dari pengambilan alih jalur Batavia–Karawang oleh Staatsspoorwegen dari sebuah perusahaan swasta Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS), kemudian dilanjutkan dengan tahap pembangunan jalur kereta api dari Karawang hingga ke Padalarang. Dengan dioperasikannya jalur Batavia – Bandung lintas Karawang – Padalarang membuat waktu tempuh pun menjadi lebih singkat dan meningkatkan potensi ekonomi masyarakat di sekitar jalur tersebut. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan kereta api oleh perusahaan negara Staatsspoorwegen yaitu untuk mensejahterakan penduduk. Namun kedatangan Jepang ke Indonesia pada tahun 1942 membuat banyak hal-hal dibidang perkeretaapian diubah. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia.  The History of the Batavia – Bandung Railway Via Karawang in 1884-1942                                            AbstractThis research aims to determine the construction progress of the railway line on the Batavia – Bandung route across Karawang, Purwakarta, and Padalarang from its initial operation in 1906 until the arrival of Japan in Indonesia in 1942. The study method used by the author in this study is a historical which is presented in a descriptive-narrative form. The data collection in this research was obtained from archives, books, journals, and theses related to the research topic. The result of this research is the construction of the Batavia - Bandung railway line which was built by the state-owned railway company Staatsspoorwegen (SS) and was inaugurated in 1906. The construction of the Batavia - Bandung railway line was motivated by two main reasons, namely economic and defense. The initial construction of this railway line was carried out in stages starting from the taking over of the Batavia - Karawang line by Staatsspoorwegen from a private company Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS), then continued with the construction of the railway line from Karawang to Padalarang. The operation of the Batavia - Bandung route across Karawang - Padalarang, was an effort to shorten the travel time and increases the economic growth of the people around the route. This is in line with the goal of railway construction by the state company Staatsspoorwegen, which is to improve the welfare of the population. However, the arrival of Japan in Indonesia in 1942 made many things in the railway sector change. Thus, the Dutch colonial rule in Indonesia came to an end.Keywords : Railway; Batavia, Bandung, Staatsspoorwegen
Integrasi Nilai-Nilai Karakter Mohammad Hatta pada Pembelajaran Sejarah Sebagai Penguatan Karakter Siswa SMA Mindarto Mindarto; Nuraeni Marta; Abrar Abrar
Jurnal Paedagogy Vol 10, No 1: Jurnal Paedagogy (January 2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v10i1.5720

Abstract

This research aims to examine Mohammad Hatta's character values in history lessons so that these values can be integrated into history lessons to strengthen the character of high school students. The method used in this research was a descriptive method with an ethnographic approach. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation which were analyzed descriptively. Triangulation techniques were used to investigate the data's interpretative significance. According to the study findings, Mohammad Hatta's character values that can be applied and integrated into learning are book lover, discipline, honesty, and simplicity. Students can emulate Mohammad Hatta's character and apply it in the classroom and everyday life by being diligent in reading (book lovers), obeying rules, and being on time (discipline). Furthermore, it is done by answering exam questions alone without cheating, accepting something when it becomes right (honest), and not wearing excessive accessories (simple).
Amal Usaha Aisyiyah Bidang Kesehatan Daerah Padang Pariaman (1978-1998) Ricky Alviano; Nur`aeni Marta; Abrar Abrar
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 7, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v7i4.4457

Abstract

Abstract.This study aims to describe Aisyiyah's role in the health sector in the Padang Pariaman area (1978-1998). This study uses historical methods consisting of heuristics, source criticism, interpretation and historiography. Aisyiyah is an autonomous women's organization Muhammadiyah which was founded in 1917 with the initial name Sopo Tresno. Aisyiyah's existence is very helpful in the midst of society because Aisyiyah's organization operates and its programs are in various fields such as health, education, social welfare, and religion/tabligh. The work programs that exist in Aisyiyah in various fields are used as a charitable business organization by building facilities in various fields in accordance with the goals and mission of the Aisyiyah organization. Aisyiyah itself as a Muhammadiyah women's organization often helps the community as a manifestation of the real Aisyiyah movement, in its implementation and being able to realize it by starting the construction of the RBA (Children's Maternity Home) in 1978 which was spearheaded by Syarifah Dinar as chairman of the regional leadership of Aisyiyah Padang Pariaman. In the first year, many patients gave birth at RBA because there were not many midwives at that time. When there was a change in management, RBA experienced a decrease in patients because there were already many village midwives in the Padang Pariaman. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peranan Aisyiyah dalam bidang kesehatan di daerah Padang Pariaman (1978-1998). Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari Heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Aisyiy ah merupakan organisasi otonom perempuan Muhammadiyah yang berdiri tahun 1917 dengan awal nama Sopo Tresno. Keberadaan Aisyiyah sangat membantu di tengah-tengah masyarakat karena organisasi  Aisyiyah bergerak dan programnya di berbagai bidang seperti bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, dan agama/tabligh. Program kerja yang ada di Aisyiyah diberbagai bidang dijadikan sebagai amal usaha organisasi dengan pembangunan fasilitas diberbagai bidang sesuai dengan tujuan dan misi organisasi Aisyiyah. Aisyiyah sendiri sebagai organisasi perempuan nya Muhammadiyah sering membantu masyarakat sebagai wujud gerakan nyata Aisyiyah, dalam implementasinya serta mampu mewujudkan dengan dimulai adanya pembangunan RBA (Rumah Bersalin Anak) pada tahun 1978 yang dipelopori oleh Syarifah Dinar selaku ketua pimpinan daerah Aisyiyah Padang Pariaman. Tahun pertama banyak pasien yang bersalin di RBA dikarena bidan pada masa itu tidak banyak, Saat terjadi pergantian kepengurusan RBA mengalami penurunan pasien yang disebabkan sudah banyak bidan desa yang ada didaerah Padang Pariaman.  
Dinamika Sekretariat Bersama Golongan Karya (1965-1971) Damar Erlangga; Abrar Abrar; Nurzengky Ibrahim
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.21212

Abstract

Sejarah pemerintahan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan partai politik di setiap masanya. Pasca kemerdekaan muncul banyak partai politik yang berupaya mewakili kepentingan kelompoknya. Salah satu partai politik yang berkembang dengan cepat adalah Sekber Golkar. Sekber Golkar menjadi partai politik yang berkembang dengan cepat terutama setelah Soeharto menggunakannya sebagai alat politik kekuasaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan adanya faktor penting dari berpengaruhnya Golkar masa Orde Baru, yaitu dinamika internal di dalam tubuh Sekber Golkar. Dalam penelitian ini membahas adanya sejarah munculnya Sekber Golkar yang berasal dari ide kalangan Angkatan Darat, perseteruan Angkatan Darat dengan PKI, nilai penting Sekber Golkar, peran Soeharto dalam Sekber Golkar, perkembangan Sekber Golkar masa transisi kekuasaan, integrasi internal Sekber Golkar, dan partisipasi Sekber Golkar dalam politik. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian historis analisis dengan menggunakan teori situasi historik untuk membantu penyusunan kerangka analisis tentang penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peranan penting kelompok sipil dalam kesuksesan Golkar di masa Orde Baru, tidak hanya menunjukan kesuksesan kelompok militer. Sekber Golkar sebagai organisasi baru yang baru dibentuk menjadi faktor penting lain mengapa pada akhir Soeharto dapat mempengaruhi dan berkuasa di Sekber Golkar hingga berakhirnya kekuasaan yang ia miliki pada tahun 1998. AbtractThe history of the Indonesian government cannot be separated from the history of the development of political parties in each period. After independence, there were many political parties that tried to represent the interests of their groups. One of the rapidly growing political parties is the Golkar Secretary. Sekber Golkar became a political party that developed rapidly, especially after Suharto used it as a political tool for his power. This study aims to reveal the existence of an important factor in the influence of Golkar during the New Order era, namely the internal dynamics within the Golkar Secretariat. This study discusses the history of the emergence of the Golkar Secretariat originating from the ideas of the Army, the Army's feud with the PKI, the importance of the Golkar Secretariat, Suharto's role in the Golkar Secretariat, the development of the Golkar Secretariat during the transition of power, the internal integration of the Golkar Secretariat, and the participation of the Golkar Secretary. in politics. The method used is historical research method analysis using historical situation theory to assist in the preparation of an analytical framework for this research. The results of this study indicate that there is an important role for civilian groups in the success of Golkar during the New Order, not only showing the success of military groups. The Golkar Secretariat as a newly formed organization became another important factor in why Suharto was able to influence and rule at the Golkar Secretariat until the end of his power in 1998. Keywords : Golkar Secretary, Politics, New Order
Kota Bekasi: Suatu Analisis Pertumbuhan Ekonomi (2002-2012) Abrar Abrar; Sri Martini; M. Hasmi Yanuardi
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.121.03

Abstract

This research seeks to investigate Bekasi City's economic development from 2002 and 2012. The approach employed in this research is a descriptive analysis with an economic viewpoint. The main and secondary sources used were acquired, among other places, from the Bekasi City Government, the Bekasi City Statistics Center, the regional library in Bekasi City, and the national library. The heuristic and critical stages were utilized to gather the data needed for this investigation. The facts are then interpreted so that historical works can be presented. The results of the research show that Bekasi City's economy has evolved. Sectors like trade, industry, and agriculture all saw these changes. Because there is less and less land available for production, the development of the agricultural sector is showing signs of deterioration. 23,622 tons of paddy were produced in 2005. It decreased to 13862 tons in 2008. It decreased once again to 10,461 tons in 2012. The commercial sector is improving. Trade exports were worth $152513254 in 2005, while imports were worth $31698837. When compared to import value, which was $52493273, it then grew to $167814950 in 2008. It amounted to $983515065 in 2012, and the value of trade imports is $122847383. The City of Bekasi currently has a surplus because of the changes in the market. The largest surplus, $860,667,682, was recorded in 2012. Although the industry sector experienced a period of very constant growth from 2002 to 2010, with only an average of over two hundred industries, mostly in 2011–2012 did it frequently drop under two hundred industries. A surplus of value in trade is made possible by efficient transportation and population increase, especially in terms of labor Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi tahun 2002-2012. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan ekonomi yang dituangkan dalam bentuk deskriptif analisis. Sumber yang digunakan berupa sumber primer dan sekunder yang didapatkan antara lain dari perpustakaan daerah Kota Bekasi, Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, Pemda Kota Bekasi, dan perpustakaan nasional. Fakta-fakta yang disajikan dalam penelitian ini diperoleh melalui tahapan heuristik dan kritik. Kemudian fakta itu diinterpretasi agar dapat disajikan menjadi tulisan sejarah. Temuan penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan ekonomi di Kota Bekasi. Perubahan tersebut terjadi pada sektor seperti pertanian, perdagangan dan industri. Sektor pertanian perkembangannya memperlihatkan kemunduran karena makin sedikitnya lahan produksi. Produksi padi pada tahun 2005 sebanyak 23622 ton. Pada tahun 2008 turun menjadi 13862 ton. Sampai tahun 2012 turun lagi menjadi 10461 ton. Sektor perdagangan yang memperlihatkan kemajuan. Pada tahun 2005 nilai ekspor perdagangan $152513254, sedangkan nilai impor perdagangan $31698837. Kemudian pada tahun 2008 meningkat menjadi $167814950, sementara nilai impor $52493273. Pada tahun 2012 telah mencapai $983515065 dan nilai impor perdagangan $122847383. Perkembangan yang terjadi dalam perdagangan itu memberikan hasil surplus untuk Kota Bekasi. Surplus terbesar tercapai pada tahun 2012 yang mencapai $860.667.682. Sementara sektor industri relatif stabil dari tahun 2002-2010 dimana jumlah industri rata-rata di atas 200 industri. Hanya tahun 2011-2012 yang cenderung turun menjadi dibawah 200 industri. Tercapainya nilai surplus dalam perdagangan itu didukung oleh transportasi yang memadai dan pertumbuhan penduduk terutama angkatan kerja.
Hubungan motivasi terhadap hasil belajar sejarah siswa di sekolah menengah atas Ardian Rafi; Umasih Umasih; Abrar Abrar
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202322955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan motivasi terhadap hasil belajar sejarah di SMAN 78 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik surveri melalui penyebaran kuisioner. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI yang berjumlah 395. Dengan sample 198 peserta didik yang diperoleh menggunakan teknik random sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi terhadap hasil belajar sejarah dimana dari hasil analisis hubungan antara motivasi terhadap nilai didapatkan 35 (44,9%) siswa dengan motivasi tinggi memiliki nilai tidak tuntas dan 73  siswa (70,2%) dengan motivasi sedang memiliki nilai tidak tuntas. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value 0,00 (<0,05), maka dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat motivasi dan hasil belajar sejarah. 
Greenpeace: Sebuah Gerakan Sosial Dan Politik Hijau Di Indonesia (Kampanye Greenpeace Di Jakarta 2006-2021 Luthfi Ridzki Fakhrian; Abrar Abrar; Firdaus Hadi Santosa
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.5730

Abstract

This research aims to reconstruct the Green Social and Political Movement implemented by Greenpeace from 2006 to 2021 through campaign methods. This research uses a historical approach designed in a descriptive-analytical format, based on critical analysis that follows the principles suggested in historical research. The historical method is a critical process of examining and analyzing records and remnants of the past, to show how influential Greenpeace's green social and political movements are through campaign strategies and providing solutions and recommendations in pressuring the government in Jakarta. Provide a deeper understanding of Greenpeace's efforts in responding to environmental challenges in Jakarta so that they can conduct
The Relationship Of Learning Interest And Historical Awareness With Students Learning Outcomes In History Subjects Nusa Peninda Hakim; Muhammad Fakhruddin; Abrar Abrar
Prosiding Amal Insani Foundation Vol. 1 (2024): PROSIDING INTERNASIONAL
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the relationship between interest in learning and historical awareness on the learning outcomes of class XI students at SMK Negeri 4 Jakarta. This research was conducted from April to May 2024. The research method used was ex-post facto research. The research results are as follows. 1) There is a significant positive relationship between interest in learning and student learning outcomes. 2) There is a significant positive relationship between historical awareness and student learning outcomes. 3) There is a significant positive relationship between interest in learning and historical awareness and student learning outcomes. Thus, the results of this research can be concluded that there is a significant positive relationship between interest in learning and historical awareness and student learning outcomes
Studi Sosial, Ekonomi Transmigrasi Jawa-Bali di Desa Tugumulyo Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatra Selatan L.R. Retno Susanti; Hudaidah; Abrar Abrar; Made Darme; Nur Aeni Marta; Wahyu Rizky Andhifani; Luh Suwita Utami
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i3.75018

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis perubahan sosial dan ekonomi masyarakat Jawa-Bali di Desa Tugumulyo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi, kemudian dianalisis menggunakan tiga tahap, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi lebih lanjut. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, jurnal, buku, dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil temuan dari penelitian menunjukkan transmigrasi Desa Tugumulyo bukan program transmigrasi rancangan dari pemerintah. Transmigran Jawa, Bali, dan penduduk asli melakukan perambahan hutan untuk membangun lahan pertanian dan tempat tinggal. Perambahan lahan tersebut menuai hasil, karena Tugumulyo memiliki pH tanah yang cukup subur. Transmigran memanfaatkan untuk menanam bibit padi dan perolehan panen sesuai harapan transmigran. Pemerintah setempat juga menobatkan Tugumulyo penghasilan beras terbanyak di Kabupaten OKI. Perpindahan transmigran ke lahan baru telah membawa warna kehidupan yang lebih baik dan membentuk hubungan sosial melalui perayaan hari besar keagamaan, pernikahan, sunatan, dan yasinan. Pembinaan desa semakin teratur ketika para pemimpin desa membangun desa menjadi lebih maju dan mendapat penghargaan “Desa Terbaik” dari Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Semakin membaiknya Desa Tugumulyo, pemerintah kembali membangun desa di bidang pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah, atas, dan perguruan tinggi. Dengan adanya pendidikan tersebut, masyarakat transmigran dapat menikmatinya sesuai kebutuhan di era masa kini.