Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

GAMBARAN KONSTRUKSI SUMUR GALI DAN JARAK SEPTIC TANK TERHADAP KANDUNGAN BAKTERI E. Coli PADA SUMUR GALI Jan Raymond Sapulette; Bellytra Talarima; Gracia Victoria Souisa
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.726 KB)

Abstract

Sumur gali merupakan air dangkal yang kedalamannya kurang dari 15 meter di bawah permukaan tanah yang digunakan sebagai salah satu sumber air bersih di Dusun Waimahu. Eschericia coli (E. Coli) adalah kelompok bakteri Coliform yang digunakan sebagai indikator sanitasi karena merupakan bakteri komensal pada usus manusia dan umumnya bukan patogen penyebab penyakit. Keberadaan E. coli yang bersifat fecal pada air yang dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan penyakit radang usus, diare, infeksi pada saluran kemih atau penyakit saluran empedu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konstruksi sumur gali dan jarak septik tank terhadap kandungan bakteri E. coli pada sumur gali yang ada di Dusun Waimahu, Negeri Latuhalat. Desain penelitian adalah deskriptif study. Besar sampel adalah 8 sumur gali. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 8 sampel terdapat 2 sampel yang melebihi batas kandungan E.coli dengan konstruksi sumur yang tidak memenuhi syarat dan yang ditinjau dari jarak sumur dengan sumber pencemar terdapat 2 sampel yang kandungan E.coli melebihi nilai ambang batas, dengan jarak sumur dari sumber pencemar yaitu
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI RUANGAN PENYAKIT DALAM RSUD Dr. M. HAULUSSY AMBON Bellytra Talarima
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.116 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.32

Abstract

Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Pasien di Ruangan Penyakit Dalam RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2014. Hipertensi merupakan suatu kondisi medis dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal untuk tekanan darah sistolik dan diastolik yang diukur dalam mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar risiko kejadian hipertensi pada pasien di Ruangan Penyakit Dalam RSUD Dr. M. Haulussy tahun 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian observasional desain analitik case control dengan jenis hospital based case control study. Adapun besar sampel yaitu 108 orang yang terdiri dari 54 kasus dan 54 kontrol. Data dianalisis dengan univariat, bivariat (OR) dan multivriat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa riwayat keluarga OR = 5,20 (CI 2,28 – 11,82), merokok OR = 3,25 (CI 1,45 – 7,24), konsumsi alkohol OR = 3,94 (CI 1,73 – 8,97), aktivitas fisik OR = 2,67 (CI 1,22 – 5,81), obesitas sentral OR = 3,07 (CI 1,39 – 6,91), dan tipe kepribadian OR = 5,26 (CI 2,30 – 12,02) merupakan faktor risiko hipertensi. Riwayat keluarga merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi p = 0,003, tetapi bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi karena nilai OR < 1. Disarankan kepada responden yang berisiko agar dan menjalani pola hidup yang sehat, seperti menghentikan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol, menjaga berat badan ideal, lakukan aktivitas fisik secara teratur serta menghindari stress. Kata Kunci : Hipertensi, riwayat keluarga, merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, obesitas sentral dan tipe kepribadian
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETRAMPILAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENEGAKAN DIAGNOSIS PENYAKIT TB MELALUI HASIL CROSS CHECK PADA PUSKESMAS Bellytra Talarima
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.31

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis), yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat bahkan menjadi komitmen global dalam penanggulangannya. Tahun (2010) Indonesia berada pada ranking kelima dengan beban TB tertinggi di dunia. Tingginya masalah TB dikarenakan ketepatan mendiagnosis penyakit kurang akurat sehingga pemberian pengobatan juga tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, lama kerja dan pelatihan dengan ketrampilan petugas laboratorium dalam penegakan diagnosis penyakit TB melalui hasil cross check pada puskesmas di Kota Ambon. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan Cross Sectional Study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap ketrampilan petugas laboratorium adalah pendidikan (p=0,017), dan lama kerja (p=0,010). Variabel yang tidak memiliki pengaruh adalah umur (p=1,000) dan pelatihan (p=0,129), Saran penelitian ini bagi petugas laboratorium meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan-pelatihan. Kata kunci : Penegakan diagnosis penyakit TB, cross check
Eye Fatigue on Employees of Computer Users at PT. Bank X in Ambon, Maluku Indonesia Gracia Victoria Souisa; Lorna Yulaina Rary; Bellytra Talarima
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.657 KB) | DOI: 10.30604/jika.v4i1.172

Abstract

Using computers for long periods of time can cause eye fatigue. The ILO, AOA, NIOSH and CVS Statistics data show that eye fatigue is common among computer users. Therefore, this study aims to determine the factors that related to eye fatigue. The research design used observational-analytic with cross-sectional method. The number of samples in this study as many as 25 employees of computer users, used total sampling. Research data obtained by using questionnaires filled by employees to know the length of time, work and eye fatigue sufferers, roll meter to measure the distance of the monitor to the eye and Lux meter to measure the room lighting. Data analysis is done by univariate and bivariate analysis with chi square test. The result of the research shows that the length of working time using computer obtained p value 0.003, the monitor distance obtained result p value 0.245 and room lighting obtained result p value 0.042. So it can be concluded that the length of time working using computers and lighting the room related to eye fatigue. ABSTRAKPenggunaan komputer dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan mata. Data ILO, AOA, NIOSH dan CVS Statistic menunjukan bahwa kelelahan mata sering terjadi pada karyawan pengguna komputer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan mata. Rancangan penelitian yang digunakan adalah observasional-analitik dengan metode cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 karyawan pengguna komputer, penarikan sampel menggunakan total sampling. Data penelitian didapat dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh karyawan untuk mengetahui lama waktu kerja dan penderita kelelahan mata, roll meter untuk mengukur jarak monitor terhadap mata dan lux meter untuk mengukur pencahayaan ruangan. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan lama waktu kerja menggunakan komputer memperoleh p value sebesar 0.003, jarak monitor memperoleh p value sebesar 0.245 dan pencahayaan ruangan memperoleh p value sebesar 0.042. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara lama waktu kerja menggunakan komputer dan pencahayaan ruangan dengan kelelahan mata serta tidak ada hubungan antara jarak monitor dengan kelelahan mata. 
Peningkatan Kapasitas Relawan Desa, Kelurahan, dan Negeri Lawan COVID-19 melalui Pemberdayaan Masyarakat di Kota Ambon Bellytra Talarima; Ivy Violan Lawalata
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.24 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.1021

Abstract

Ambon City is one of 11 regencies/cities in Maluku Province as well as being the provincial capital, and also being the center of a fairly high population mobility in Maluku Province, the development of COVID-19 in Ambon City, was first reported on March 22, 2020 which were imported cases until September 11, 2020, the Ambon City Health Service reported 1,764 confirmed cases with 28 deaths (CFR 1.5%). The purpose of the activity is to increase the capacity of volunteers regarding efforts to prevent, control and deal with COVID-19 in the Village, Sub-district and State in Ambon City. The method used is training and delivery of material (lectures). The results obtained were an increase in knowledge before and after all volunteers took part in capacity building activities, where the pre test results showed a mean value of 57.41 and the post test results showed a mean value of 78.90 where there was an increase in the mean value of 21.483 and there were zoning maps and risk scores. COVID-19 for every Village/Sub-district/State in Ambon City. The conclusion from capacity building activities through material presentation (lectures) has increased the knowledge of all volunteers who participated. ABSTRAK Kota Ambon adalah salah satu dari 11 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Maluku sekaligus menjadi Ibu Kota Provinsi, dan juga menjadi sentral mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Provinsi Maluku, perkembangan COVID-19 di Kota Ambon, terlapor pertama kali pada tanggal 22 Maret 2020 yang merupakan kasus import sampai dengan tanggal 11 September 2020 Dinas Kesehatan Kota Ambon melaporkan 1.764 kasus konfirmasi dengan 28 meninggal (CFR 1.5%). Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas relawan tentang upaya pencegahan, pengendalian dan penanggulangan COVID – 19 di Desa, Kelurahan dan Negeri di Kota Ambon. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan penyampaian materi (ceramah). Hasil yang didaptkan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah seluruh relawan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas, dimana hasil pre test menunjukan nilai mean 57,41 dan hasil post test menunjukan nilai mean 78,90 dimana terjadi peningkatan nilai mean sebesar 21,483 dan terdapat peta zonasi dan skor risiko COVID – 19 untuk setiap Desa/Kelurahan/Negeri yang ada di Kota Ambon. Kesimpulan dari kegiatan pingkatan kapasitas melalui penyampian materi (ceramah) telah meningkatkan pengetahuan seluruh relawan yang mengikuti.
TB Specimen Transportation Model as a Strategy for Increasing Service Access through Toss-TBC Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima
Journal La Medihealtico Vol. 3 No. 6 (2022): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v3i6.748

Abstract

The proportion of TB RO cases in 2015 was 228 cases, an estimated 2% of new TB cases were 5 cases and 12% of TB re-treatment cases were RO TB cases. access to TB services through island-based TOSS-TB in Ambon City in 2022. This research is a descriptive study with an observational approach and a SWOT analysis using a qualitative SWOT matrix to analyze internal and external factors on the subject and research object, which will then be used to design a model transport of TB specimens. The research results obtained an overview of the TB specimen transportation system network system in Ambon City in 2022 3 health centers TCM laboratory with a network system, there are 19 health centers, TB specimen referral mechanism at the Ambon City Health Service in 2022 carried out by 19 Referral Health Centers, Test examples from aspects of packaging and Referrals at the Ambon City Health Office in 2022 are carried out by 19 Community Health Centers as referral health centers for the process of sending specimens to the TCM Laboratory and Reviewing and analyzing aspects of examination results reporting in the framework of the City of Ambon City Health Service 2022 online using Form TB 05 from the TCM Laboratory Health Center to the Referral Health Center.
Women's Reproductive Health for Housewives in the Work Area of the Passo Health Center, Ambon City Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima; Lisse Pattipeiluhu
Journal of Universal Community Empowerment Provision Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Universal Community Empowerment Provision
Publisher : Pusat Studi Pembangunan dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.507 KB) | DOI: 10.55885/jucep.v2i2.165

Abstract

Reproductive health for housewives in the work area of the Passo Health Center is carried out based on problems from the partner group, namely low knowledge and minimal information about women's reproductive health, especially cervical cancer and breast cancer as well as skills in practicing or performing the BSE method resulting in low awareness of the importance women's reproductive health, this is shown through the low behavior of early detection carried out by housewives both the IVA test for early detection of cervical cancer and the application of the BSE method for early detection of breast cancer. With the aim of increasing the knowledge, skills and health of housewives in the target group regarding reproductive health, especially cervical cancer and breast cancer as a prevention effort. As well as increasing the knowledge of mothers about basic clinical information on cervical cancer and breast cancer, methods of detection as prevention and treatment methods, the number of mothers who are detected and can be treated. The solutions applied to the above problems are (1). Counseling to increase the knowledge of housewives about women's reproductive health (cervical Ca and breast Ca); (2). perform early detection of cervical cancer and early detection (screening) of breast cancer. The method used for the implementation of the solution is (1). Lectures, questions and answers and discussions both audio (sound) and visual (pictures and video) to increase mothers' knowledge about women's reproductive health; (2). Visual inspection method with acetic acid, also known as visual inspection with acetic acid (IVA test) for early detection of cervical cancer in housewives of the target group; Evaluation is carried out for each implementation of activities to encourage understanding of housewives to behave healthily towards reproductive health.
ANALISIS INTERVENSI GIZI SPESIFIK TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS KILANG KOTA AMBON Bellytra Talarima; Ivy Violan Lawalata
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i2.2132

Abstract

Stunting occurs in almost all regions of Indonesia, one in three under five and toddlers is stunted, the prevalence of stunting based on the 2022 Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) is 21.6%. Data on stunting toddlers in the working area of the Ambon City Refinery Health Center in 2021 totals 50 toddlers. The purpose of this study was to determine the relationship and magnitude of the risk of exclusive breastfeeding, initiation of early breastfeeding, the appropriateness of giving MP-ASI and a history of childhood infectious diseases with the incidence of stunting. The research method used was analytic observational with a cross-sectional approach. The study was conducted at the Ambon City Refinery Health Center, the number of samples was 115 under-fives with a purposive sampling technique, the data were analyzed using the chi-square test with a value of α = 0.05. The results showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding with a p value = 0.03 and a prevalence ratio (PR) CI of 95% = 1.722; Early initiation of breastfeeding with a p value = 0.02 and a prevalence ratio (PR) CI of 95% = 2.314; The accuracy of complementary feeding with a p value = 0.00 and a prevalence ratio (PR) CI of 95% = 1.927; and a history of infectious diseases under five with a p value = 0.02 and a prevalence ratio (PR) CI of 95% = 2.643. It is hoped that the participation of all parties in efforts to prevent, control and overcome stunting. Keywords: specific nutrition; Exclusive breastfeeding; MP-ASI; IMD; stunting
Praktik Tradisi Lokal Bameti dan Balobe Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Masyarakat Pesisir Belly Talarima; Ivy Violan Lawalata; Hellen Nanlohy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.989

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, menujukan bahwa prevalensi stunting di provinsi Maluku sebesar 34,02% dengan tiga kabupaten yang menjadi lokasi fokus penanganan stunting di tahun 2018 - 2019 masing-masing, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Kepulauan Aru. Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, menunjukan prevalensi stunting di Provinsi Maluku sebesar 28,7%. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dalam bentuk ceramah dan tanya jawab dilengkapi dengan peralatan media seperti LCD dan sound system. Hasil yang didaptkan menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah seluruh peserta mengikuti kegiatan, dimana hasil pre test menunjukan nilai mean 52,73 dan hasil post test menunjukan nilai mean 79,24 dimana terjadi peningkatan nilai mean sebesar 25,51. Kesimpulan dari kegiatan ini memberikan gambaran bahwa melalui penyampian materi dalam bentuk ceramah dan tanya jawab telah meningkatkan pengetahuan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan, dengan harapan bahwa pembudayaan tradisi lokal bameti dan balobe dapat mencegah stunting.
Duration of Contact on Pulmonary Tb Transmission: Case Study - Control Bellytra Talarima
Journal La Medihealtico Vol. 4 No. 1 (2023): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v4i1.793

Abstract

The Ambon City Health Office, through the Prevention and Control of Infectious Diseases, pointed out that the number of new TB cases in Ambon City in the last three years has tended to increase, where in 2020 the number of cases was 716, in 2021 there were 961 and in 2022 there were 1,296 sufferers. with the number of deaths of 32 people in 2020, in 2022 and 2023 each of 23 people. This study used an analytic observational study with a case control study design, designed to determine the risk and the effect of exposure duration on pulmonary TB transmission with a total sample of 72, bivariate analysis using the chi square test and calculating the odds ratio (OR). multivariate analysis using binary logistic regression test. The results of the study found that close contact is a risk factor for TB transmission with OR = 4.857; contact time is a risk factor for TB transmission with OR = 6.143; and length of contact are risk factors for TB transmission with OR = 5.857. The binary logistic regression equation shows that someone who lives in the same house with a patient with pulmonary tuberculosis, exposure time > 8 hours/day and contact duration > 6 months, has a probability of suffering from pulmonary TB by 30% compared to someone without risk factors. In conclusion, the closeness of contact, contact time and duration of contact are risk factors for pulmonary TB transmission.