Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Determinan Hipertensi pada Usia Remaja dan Dewasa (18-44 tahun) di Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima; Bella Agustina Adinda Subagiyo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8107

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia pada kelompok usia muda berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 13.2% pada usia 18-24 tahun, 20.1% di usia 25-34 tahun dan 31.6% pada kelompok usia 25-44 tahun dibandingkan dengan tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar risiko determinan riwayat genetik keluarga, obesitas, aktivitas fisik dan kondisi psikologi stres dengan kejadian hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah Case Control. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 146 responden dengan rincian 73 kasus dan 73 kontrol. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi- square. Hasil analisis menujukan riwayat genetik keluarga merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 72.696 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 22.692 – 232.890; Obesitas merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 5.056 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 2.112 – 12.101; Aktivitas fisik bukan merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 1.059 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 0.545 – 2.060; Kondisi psikologi stres merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 10.815 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 4.377 – 26.726. Kesimpulan riwayat genetik keluarga, obesitas dan kondisi psikologi stress merupakan determinan kejadian hipertensi, disarankan kepada usia remaja dan dewasa 18 – 44 tahun agar dapat mengontrol pola makan, lakukan aktivitas fisik secara teratur dan mengendalikan tingkat stres serta melakukan pengontrolan tekanan darah rutin setiap bulan dipelayanan kesehatan terdekat. Kata kunci: genetik; aktivitas fisik; obesitas; kondisi psikologi stres; hipertensi
Penyebab Terjadinya Penyakit Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Benjina Kecamatan Aru Tengah Kabupaten Kepulauan Aru Belliytra Talarima; Suherman Orno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.430

Abstract

Pneumonia is inflammation of the pulmonary parenchyma in which the acini is filled with inflammatory fluid with or without infiltration of inflammatory cells into the wall of the alfeoli and interstitial cavity, which is characterised by coughing with rapid breathing and / or shortness of breath in children under five. Pneumonia causes inflammation of the lungs which makes breathing tight and litlle oxygen intake. Pneumonia is a disease caused by microorganism pneumococcus, staphylococcus, streptococcu and viruses that can be transmitted through the air medium, spit saliva, direct contact through the mouth and through contact with objects that are shared. This study aims to determine the factors that are associated with the incidence of pneumonia in infants in the work area of the Inpatient Health Center of Benjina. This type of research is analytical with a cross sectional study design. The number of samples in this study is 126. Data analysis was done in univariate and bivariate. The results of bivariate analysis showed factors related to the incidence of pneumonia in children under five in this study, namely : Knowledge of the mother (p value = 0,023) and exclusive breastfeeding (p value 0,024) while unrelated factors are exposure to cigarette smoke (p-value = 0,027), nutritional status (0,082). From the results of this study, it can be concluded that : There is a relationship between the knowledge of mothers and pneumonia incidence in children under five, there is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of pneumonia in infants, there is no relationship between exposure to cigarette smoke and the incidence of pneumonia in infants, there is no relationship between status nutrition with the incidence of pneumonia in infants. Suggestion : Communities, especially mothers of children under five years old, are expected to pay attention to the health of children under five and participate in prevention and control of pneumonia in children under five so that children can avoid pneumonia, Health workers are expected to prioritize health services for children under five and provide information on the dangers of pneumonia in infants handling pneumonia in infants so that toddlers avoid pneumonia, Need for further research on factors related to the incidence of pneumonia in children under five so that they can find out other factors related to the incidence of pneumonia in infants.
Gambaran Kandungan Merkuri (Hg) pada Air Sumur Gali disekitar Wilayah Penambangan Ilegal Batu Cinnabar di Desa Iha dan Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat gracia victoria souisa; Dona Christifans Sahetapy; Bellytra Talarima
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.425

Abstract

Para Penambang ilegal batu cinnabar melakukan material batu tidak sesuai dengan SOP penambangan yang mengakibatkan degradasi lingkungan. Pencemaran merkuri yang lama akan menimbulkan kecacatan saraf dan fisik secara permanen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran jarak sumber pencemar, kedalaman sumur gali dan kondisi fisik sumur gali dengan kandungan merkuri (Hg) pada air sumur gali disekitar wilayah penambangan illegal batu cinnabar Desa Iha dan Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Subjek penelitian ini adalah jumlah seluruh sumur gali Desa Iha dan Luhu sebanyak 4 sumur gali. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan uji laboratorium. Analisis laboratorium terhadap kandungan Merkuri pada air sumur gali menggunakan metode AAS. Hasil penelitian menunjukan dari 4 sampel 1sampel berada di atas baku mutu yaitu 0.0017 mg/l (tidak memenuhi syarat), sedangkan 3 sampel berada di bawah baku mutu yaitu 0.0005mg/l (memenuhi syarat). Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jarak sumber pencemar berkisar 95 meter,kedalaman sumur gali berkisar 15 meter, Kondisi fisik sumur gali (Dinding, bibir dan lantai sumur gali) dan beberapa hal lain. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dari hasil observasi dan uji laboratorium pada 4 sampel sumur gali diketahui 1 sampel berada di atas baku mutu yaitu 0.0017 mg/l dan pada 3 sampel berada di bawah baku mutu yaitu 0.0005 mg/l, maka saran yang dapat diberikan diharapkan adanya pemantauan secara berkala terhadap kegiatan penambangan, pemeriksaan kualitas air bersih (air sumur) dan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat.
HUBUNGAN FAKTOR KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALONG Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima; Dolvina Sahulatta
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i2.737

Abstract

Hypertension or high blood pressure is the cause of death and high illness. Hypertension as a chronic disease is influenced by several factors. The risk factors for hypertension are divided into non-modifiable risk factors and modifiable risk factors. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Halong Public Health Center. This study uses an analytical survey method with a cross sectional research design. The sample size was 73 people with purposive sampling technique. The results of the physical activity test with the incidence of hypertension in the elderly obtained a p-value=0.03, smoking habits p-value=0.04, genetic factors p-value=0.03, obesity p-value=0.00. This it can be concluded that there is a relationship between physical activity, smoking habits, genetic factors and obesity with the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Halong Public Health Center. This research is expected to be an illustration to the public to prevent hypertension
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN KADAR ASAM URAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAIHOKA KOTA AMBON TAHUN 2018 Indri Noya; Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i2.31

Abstract

Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon prevalensi peningkatan kadar asam urat mengalami peningkatan dari Tahun 2017 dengan jumlah 72 kasus dan jumlah kasus dari bulan Januari sampai bulan Agustus Tahun 2018 sebesar 111 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Peningkatan Kadar Asam Urat Di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon Tahun 2018. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Metode Purposive Sampling dengan jumlah sampelnya yaitu 98 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan komputer program statistic (SPSS). Hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan antara obesitas sentral dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,02), terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,00), tidak terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,75) dan tidak terdapat hubungan antara asupan makanan kandungan purin (p =0,46). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan riwayat keluarga dengan peningkatan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dan asupan makanan kandungan purin dengan peningkatan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka. Disarankan kepada masyarakat agar meningkatkan pola hidup yang sehat dan selalu mengontrol kesehatan di pusat kesehatan masyarakat. Kata Kunci : Peningkatan Kadar Asam Urat, Asupan Makanan Kandungan                             Purin, Obesitas Sentral, Konsumsi Alkohol, Riwayat Keluarga
Systematic Review Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Talarima, Bellytra; Lawalata, Ivy Violan; Pantouw, Felix Falentino
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.991

Abstract

Pneumonia pada balita masih merupakan masalah kesehatan utama baik di Indonesia maupun dunia. Hal ini terlihat dengan tingginya angka morbiditas dan mortalitas pneumonia pada balita. Salah satu upaya untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas adalah dengan mengetahui faktor resiko yang menyebabkan terjadinya pneumonia pada balita itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran hubungan faktor-faktor pemberian ASI eksklusif, status gizi, status imunisasi, dan kebiasaan merokok keluarga terhadap kejadian pneumonia pada balita melalui systematic review. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode systematic review yang mengkaji 34 jurnal penelitian nasional yang diambil dari situs pencarian Garuda Ristek Brin dan Perpustakaan Nasiona; yang telah memenuhi kriteria inklusi untuk dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian setelah dikaji secara systematic review menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok, ASI eksklusif dan status gizi terhadap kejadian pneumonia pada balita sedangkan status imunisasi tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap kejadian pneumonia pada balita. Peningkatan pengetahuan untuk orang tua dan pemahaman bagi tenaga kesehatan terkait faktor resiko penyebab pneumonia pada balita sangat penting dalam mencegah peningkatan angka morbiditas dan mortalitas. Kata Kunci: Sistematik Riview Pneumonia pada balita, Merokok, status imunisasi.
DETEKSI DINI PTM MELALUI PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DAN ASAM URAT Talarima, Bellytra; Lawalata, Ivy Violan
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2034

Abstract

Hypertension is called the silent killer because many people do not realize that they have hypertension, the incidence of gout continues to increase with age. This activity aims to provide education and measurement (screening) for blood pressure and uric acid for all educational and educational staff as well as the community around the campus of the Indonesian Christian University, Maluku, totaling 122 people. The method used is point of care testing (POCT) using a blood pressure measurement device (tensimeter) and uric acid through blood tests. The results obtained were that the majority of respondents had a blood pressure category of pre hypertension and above, namely pre hypertension at 33.6%, grade 1 hypertension at 17.2% and grade 2 hypertension at 6.6%, while for uric acid levels the majority of respondents had the category the maximum is 6 – 7.9 mg/dl and above with details of the percentage of uric acid levels of 6 – 7.9 mg/dl amounting to 35.2%, 8 – 9.9 mg/dl amounting to 15.2% and ≥ 10 mg/dl dl of 9.8%. In conclusion, prevention efforts need to be carried out through implementing a healthy diet, good physical activity and controlling genetic factors
Jojaro (Pemuda) dan Mongare (Pemudi) Melalui Peningkatan Pengetahuan TBC Sebagai Upaya Preventif Talarima, Bellytra; Lawalata, Ivy Violan; Jotlely, Hery
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13715

Abstract

Background: Based on the Global Tuberculosis Report in 2022, the prevalence of TB in Indonesia is 10.6 million, Ambon City is an area in Maluku Province with the highest incidence of TB, namely 4,787 cases with the highest locus in the Passo community health center area in Ama Ory Hamlet. The aim was to increase the knowledge of jojora and mongare (young men and women) about TB, ILTB and TPT. Method The method used is community education through a counseling approach to increase knowledge by delivering material (lectures). Result: Respondents experienced an increase in knowledge where the first session of pre test results 68.4 and post test 87.6 there was an increase of 19.2 and the second session of pre test results 45.7 and post test results 69.8 there was an increase of 24.1. Conclusion: There was an increase in knowledge among respondents after counseling was conducted.