Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Fraksinasi Solanum Muricatum W. Ait terhadap Kadar Hemoglobin Tikus Rizka Aisyah; Ari Permana Putra; Nabil Anas Yamin; Iyan Hardiana
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Farmasetis: Februari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.83 KB)

Abstract

Solanum betaceum atau terung belanda adalah buah yang kulitnya berwarna ungu, dimana metabolit sekunder didalamnya terdapat senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana efek buah terung pirus terhadap kenaikan kadar hemoglobin darah, dengan menggunakan hewan percobaan kelinci purih jantan anemia. metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu fraksinasi dengan metode polar, semi polar dan non-polar buah terung pirus selanjutnya di induksi heparin leo 0,15 ml/kg BB dan di uji pada tikus yang dibagi menjadi kelompok pembanding, kelompok dosis uji (100 mg, 200 mg dan 400 mg) kemudian data di analisis menggunakan Ms. Excel dan SPSS 18. hasil penelitian ini yaitu Fraksi yang dapat meningkatkan kadar Hg darah kelinci adalah fraksi polar dari ekstrak buah terung pirus; kenaikan kadar Hb darah kelinci menggunakan metoda Fraksi Polar adalah sebesar 3,2 % menunjukkan perbedaan berarti dibandingkan dengan kontrol (P=0.1); dan kenaikan kadar Hb adalah sebesar 2,3 % Terhadap pembanding, menunjukkan perbedaan bermakna pada (p=0,1)
PENYULUHAN DAN PELATIHAN MINUMAN INSTAN DARI BAHAN DASAR JAHE (Zingiber Officinale Rosc.) DESA GITGIT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Ari Permana Putra; Rizka Aisyah; Boy Yunaidy; Silvia Anggraeni; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.26

Abstract

Pendemi covid 19 yang terjadi telah memberikan kekhawatiran kepada ibu rumah tangga untuk menjaga kesehatan keluarga melalui konsumsi makan yang sehat dan sederhana sehigga meningkatkan imun tubuh. Salah satu jenis jenis minuman herbal yang diminati oleh masyarakat saat ini adalah jahe (Zingiber Officinale Rosc.). Jahe (Zinger officinale Roxb) merupakan jenis tanaman yang dimanfaatkan rimpangnya karena memiliki rasa dan aroma yang khas terutama aromaterapi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar dalam membuat obat. Pada saat ini, sebagian besar pemanfaatan jahe oleh Masyarakat Banjar Pumahan Desa Gitgit sebagai bumbu masakan dan minuman herbal dengan cara merebus jahe. Rasa pedas yang dimiliki jahe menyebabkan rimpang ini digunakan sebagai campuran minuman dan dapat menghangatkan tubuh. Minuman jahe sering dikonsumsi dalam keadaan jahe segar tanpa adanya pengawetan. minuman jahe segar akan mengalami penurunan stabilitas bau dan warna dlam jangka waktu 1 hari dengan suhu 40 C. Penurunan kualitas disebabkan tidak adanya penambahan bahan pengawet sehingga memudahkan tumbuhnya mikroorganisme.
Pelatihan Pembuatan Obat Kumur Rizka Aisyah; Ari Permana Putra; Ahmad Sahlan Baniu; Fransiskus Samuel Renaldi; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Luh Ade Dian Martines
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.53

Abstract

Penggunaan obat kumur daun sirih secara teratur dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain mencegah infeksi gigi dengan kandungan antimikroba pada daun sirih dapat membantu melawan bakteri penyebab infeksi gigi dan mengurangi risiko terkena karies gigi, mengurangi bau mulut, sifat antiseptik daun sirih dapat membantu mengurangi produksi bakteri penyebab bau mulut, mengatasi radang gusi, sehingga perlunya diberikan ketrampilan dalam pembuatan obat kumur dari daun sirih dengan cara sederhana melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dengan penyampaian materi, demontrasi membuat minuman herbal jahe instan, pengemasan produk, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Materi yang disampaikan adalah tentang Jahe, manfaat dari rimpang jahe sebagai tanaman obat, proses pengolahan jahe menjadi minuman herbal instan dan pengembangan kewirausahaan. Disamping itu, peserta diberi ketrampilan dalam mengemas produk dan menentukan kualitas produk dengan cara sederhanan.
OPTIMASI PELARUT DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ANGGUR LAUT (CAULERPA LENTILLIFERA) UNTUK PENGUJIAN UJI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Ni Kadek Suci Swardiani; Rizka Aisyah; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/79n5jg78

Abstract

Anggur laut jenis Caulerpa lentillifera merupakan spesies alga hijau yang ditemukan di beberapa perairan Indonesia. Caulerpa lentillifera menghasilkan metabolit sekunder berperan sebagai antioksidan. Dalam penelitian ini peneliti meggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat dan N-Heksan karena ingin membandingkan ketiga pelarut tersebut. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 96%, etil asetat, dan N-Heksan dalam anggur laut jenis (Caulerpa lentillifera) memiliki aktivitas antioksidan dan untuk perbandingan pengujian skining fitokimia, efektivitas antioksidan menggunakan DPPH, pengujian kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium, menggunakan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan aktivitas antioksidan. Pelarut etanol 96% menunjukkan hasil kuat dengan IC50 55,279, pelarut etil asestat menunjukkan hasil sangat kuat dengan IC50 34,601, pelarut n-heksana menunjukkan hasil kuat dengan IC50 51,747. Ekstrak pigmen Caulerpa lentillifera dengan melakukan identifikasi pigment menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), kemudian masing – masing ekstrak dipisahkan dan dimurnikan dengan kromatografi kolom selanjutnya dikarakterisasi dengan sinar UV kemudian diidentifikasi pigmen tersebut. Menunjukkan hasil pigmen turunan karetenoid, feofitin, feofitin a, klrofil a, klorofil b, karetenoid dan xantofil. Jenis pigmen- pigmen tersebut diketahui melalui perhitungan nilai Rf dari masing-masing spot pigment yang nampak pada plat KLT.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIKA DI RT 09 KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Reza Ismail Abdul Rahman; Eric Kurnia Abdillah; Lestari Nugrahini; Apriana Apriana; Rizka Aisyah; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/fe9ygm77

Abstract

Ketidakpatuhan penggunaan antibiotik rasional masih tinggi, penyebabnya tingkat pengetahuan masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh profil tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik rasional berdasarkan jenis kelamin, rentang umur, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan. Pengukuran tingkat pengetahuan pada Maret-Juli 2023 di RT 09 Kelurahan Oesapa Kota Kupang metode observasional menggunakan kuesioner. Diklasifikasikan menjadi 4 kategori sangat baik (86-100%), baik (70-84%), cukup (55-69%) dan kurang (0-54%). Data dianalisis deskriptif kuantitatif. Tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik rasional rerata nilai 71,62% kategori “Baik”. Berdasarkan jenis kelamin diperoleh rerata nilai pria lebih baik dari perempuan 71,85% dan wanita 71,44%. Berdasarkan jenis pekerjaan rerata nilai karyawan/ wiraswasta (73,67%) lebih baik dari ibu rumah tangga (70,86%), mahasiswa (72%), lain-lain (69,78%), tidak bekerja (71,27%). Berdasarkan tingkat pendidikan rerata nilai pendidikan D3/S1 76,62% lebih baik dari SMA (72,11%), SMP (71,20%), SD (38%), tidak bersekolah (68%). Berdasarkan rentang umur rerata nilai umur 26-35 tahun 73,67% lebih baik dari umur 17-25 (72,13%), umur 46-55 tahun (70,46%) dan umur 36-45 tahun (68,50%). Profil tingkat pengetahuan dari segi tingkat pendidikan, pekerjaan dan rentang umur di RT 09 Kelurahan Oesapa Kota Kupang sebagai data awal pemerintah, organisasi profesi melakukan intervensi mencegah dan menurunkan kasus resistensi antibiotik.
EFEKTIVITAS SEDIAAN HAIR TONIC KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM (Amaranthus Hybridus L. ) DAN AKAR ALANG - ALANG (Imperata Cylindrica) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Ratus norvegicus L.) Luh Ade Dian Martines; Rizka Aisyah; Iyan Hardiana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/7p93c047

Abstract

Hair tonic merupakan sediaan cair yang digunakan sebagai penumbuh dan penyubur rambut yang biasanya berasal dari ekstrak tanaman dan campuran bahan kimia lainnya. Beberapa ekstrak tanaman yang mengandung flavanoid digunakan sebagai formulasi hair tonic untuk menambah aktivitas pertumbuhan rambut salah satunya ekstrak daun bayam dan akar alang – alang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pemberiaan sediaan hair tonic kombinasi ekstrak etanol daun bayam (Amaranthus Hybridus L.) dan akar alang – alang  (Imperata cylindrica) untuk penumbuh rambut pada hewan uji tikus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji BNT. Pada penelitian ini digunakan 24 ekor tikus jantan dan dibagi menjadi 4 kelompok besar yaitu  kelompok kontrol yang terdiri dari kontrol positif  dan kontrol negatif  kelompok perlakuan yang terdiri dari sediaan hairtonic konsentrasi 25% dan sediaan hairtonic konsentrasi 35% . Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol  (p<0.05) . Sediaan hair tonic konsentrasi 35% menunjukkan hasil paling efektif dalam mempercepat pertumbuhan rambut dengan rata – rata 13.21 ± 2.34 mm.
UJI EFEKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA CALIFORNIA (Carica Papaya L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Made Edi Putra Darsika Putra Darsika; Ari Permana Putra; Rizka Aisyah
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/8d1jxn23

Abstract

Diare merupakan penyakit endemis khususnya di Negara berkembang seperti Indonesia dan penyakit yang berpotensi megalami Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai antidiare yaitu daun pepaya. Daun pepaya mengandung senyawa flavanoid, tanin, dan saponin yang digunakan sebagai antidiare. Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui gambaran aktivitas antidiare ektrak etanol daun pepaya (Carica Papaya L.) pada mencit jantan (Mus musculus). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan uji One- Way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Pada penelitian ini terdiri dari kontrol positif (Loperamide), kontrol negatif (Na-CMC), kelompok EEDP 300 gr/mg bb, dan kelompok EEDP 600 gr/mg bb. Hasil penelitian mendapatkan hasil bahwa daun pepaya memiliki aktivitas antidiare yang baik dimana pada uji ANOVA menunjukkan hasil jika nilai 0.000.< 0.05 maka terdapat perbedaan dalam setiap kelompok perlakuan. Dan berdasarkan hasil uji LSD menyatakan bahwa kelompok kontrol negatif terhadap kontrol positif, EEDP 300 gr/mg bb dan EEDP 600 gr/mm bb.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH(Plumeria acuminate, W. T. Ait) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Ketut Rika Hariyati; Rizka Aisyah; Ni Made Raningsih
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/n3r2vt24

Abstract

Salah satu penyakit kulit yang sering di keluhkan oleh remaja adalah jerawat. Salah satu faktor yang menyebabkan jerawat adalah akibat infeksi bakteri Staphylococcus epidermidis. Bunga Kamboja Putih (Plumeria acuminate. W. T. Ait) merupakan tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji mutu fisik dari sediaan gel, stabilitas gel, dan aktivitas antibakterigel dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode yang digunakan adalah metode maserasi, pembuatan sediaan gel, uji mutu fisik sediaan gel (uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat), uji stabilitas sedian dilakukan selama 28 hari dan uji aktivitas daya hambat antibakteri dengan menggunakan metode difusi agar sumuran menggunakan kelompok perlakuan FI 5%, FII 10%, FIII15%, kontrol positif gel klindamycin serta kontrol negatif basis gel tanpa ekstrak. Hasil analisis oneway Anova pada pengujian stabilitas di dapatkan nilai signifikan (p>0,05) yang artinya tidak di dapatkan perbedaan bermakna pada kelompok. Hasil analisi daya hambat antibakteri di dapatkan nilai signifikan (p>0,05) yang artinya data terdistribusi normal dan hasil Sig.1.000 yang artinya tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada setiap kelompok. Hasil penelitian ini di dapatkan Formulasi gel ekstrak bunga kamboja putih (Plumeria acuminate.W.T.Ait) konsentrasi 5%, 10%, 15% memiliki uji mutu fisik baik dan stabilitas yang stabil selama masa penyimpanan. Pada uji aktivitas daya hambat antibakteri pada Formulasi I (5%) didapatkan hasil Kategori 11,76±1,48 mm kategori sangat kuat, Formulasi II (10%) 10,12±2,0 mm kategori Kuat, dan Formulasi III (15%) 8,8±1,72mm kategori sedang.