Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Intimasi Pertemanan ditinjau dari Self-Disclosure pada Mahasiswa Jurusan Kebidanan Universitas Prima Indonesia Sherly Sherly; Sri Hartini; Yulinda S. Manurung
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 2, No 1 (2019): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Agustus
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.87 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v2i1.49

Abstract

This study aims to know the relationship between the intimate friendship with self-disclosure. The hypothesis in this study is there is a positive relationship between self-disclosure with intimate friendship, in assumption that the higher self-disclosure, the higher intimate friendship is and the lower self-disclosure, then the lower intimate friendship itself. The subjects that used in this study are the midwifery students at the Prima Indonesia University, in which the population consists of 103 students. Data obtained from the scale to measure self-disclosure and intimate friendship. The calculation of the datas began by doing a test prerequisite analysis (the test of assumptions) that consists of a test of normality and a test of linearity. The data analysis in this study uses the Product Moment Correlation with SPSS 25 for Windows. The results of analysis showed the correlation coefficient at 0.731 of the significance 0.000 (p < 0.05). This shows there is a positive relationship between self-disclosure with intimate friendship. The results of this study indicate that the variable of intimate friendship can be predicted by self-disclosure at 53.5 percent and 46.5 percent of the rest are influenced by other factors which not examined in this study. Based on the results of this study, the hypothesis of there is a positive relationship between self-disclosure with intimate friendship is acceptable.
EMOTIONAL LABOR DITINJAU DARI KEPRIBADIAN BIG FIVE PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM SARI MUTIARA MEDAN Nurjannah Hasibuan; Sri Hartini; Rina Mirza
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 4, No 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.208 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v4i2.7694

Abstract

This study aims to find out relationship between dimension big five personality with emotional labor. The research sample was all nurses working at Sari Mutiara Medan General Hospital, which amounted to 115 people, with a total sampling method.The data were collected via emotional labor scale with 48 item and big five personality scale (BFI) with 44 item. The results showed that there was a significant relationship between big five personality with emotional labor. Openness to experience were positively related to emotional labor with correlate coefficient 0.268 and sig. 0.003 (p<0.05), the other dimensions have negative relationships, including extraversion dimensions with correlate coefficient 0.052 and sig. 0.562 (p<0.005), agreeableness with correlate coefficient -0.129 and sig. 0.150 (p<0.05), conscientiousness with correlate coefficient 0.082 and sig. 0.363 (p<0.05) and neuroticism with correlate coefficient -0.104 and sig. 0.245 (p<0.05) were negatively related to emotional labor. The results also showed that the contribution of a given big five personality on emotional labor was 9 percent, while the remaining 91 percent was affected by other factors not examined. From the results, it can be concluded that the hypothesis stating that there is a significance relationship between big five personality and emotional labor.
Turnover Intention ditinjau dari Work Family Enrichment pada Karyawan Tango Musik di Medan Grazia Tanzil; Sri Hartini
Jurnal Spiritual Healing Vol 3 No 2 (2022): Spiritual Healing
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/sh.v3i1.13660

Abstract

This study aims to determine the relationship between work family enrichment with turnover intention. The hypothesis of this study states that there is a negative relationship between work family enrichment and turnover intention, assuming that the higher the work family enrichment, the lower the turnover intention and conversely the lower the work family enrichment, the higher the turnover intention. The subjects of this study were 105 officer of Tango Musik Medan. Data were obtained from a scale to measure the work family enrichment and turnover intention. Calculations were performed to test the requirements analysis (assumption) that consisted of a test for normality and linearity. The data were analyzed by Product Moment Correlation with SPSS 17 for Windows. The results of data analysis showed that the correlation coefficient was -.622 with a significance value of 0.000 (p <0.05). It showed that there is a negative relationship between work family enrichment and turnover intention. The results of this study indicate that the contributions made by the variable of work family enrichment on turnover intention was 38 percent, while the remaining 62 percent was influenced by other factors not examined. From these results it is concluded that the hypothesis stating that there is a negative relationship between the work family enrichment and turnover intention is acceptable.
Hubungan Emotional Labor dengan Burnout Pada Frontliner Bank Swasta Di Kota Medan Sri Hartini; Grace Sherly; Thalia Thalia; Vivian Wijaya; Fernando Felix
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 5 No. 2 (2022): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v5i2.152

Abstract

Burnout adalah suatu kondisi kelelahan baik secara fisik, mental, maupun emosional yang dihasilkan oleh kerja yang berlebihan. Emotional labor merupakan kemampuan individu dalam melakukan kontrol untuk mengelola emosi dengan menampilkannya secara profesional sesuai dengan tuntutan organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara burnout serta emotional labor yang terjadi pada pegawai frontliner bank swasta di Medan. Subjek penelitian disini ialah para karyawan frontliner atau mereka yang biasanya menghadapi nasabah secara langsung di beberapa bank swasta di kota Medan yang berjumlah 102 orang. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala alat ukur yaitu Burnout (29 aitem = α ,920) dan Emotional labor (27 aitem = α ,884). Berdasarkan analisis korelasi pearson didapati koefisien sebesar sebesar -0,434. Didasarkan pada nilai koefisien korelasi 0,40 – 0,599, maka korelasi menunjukkan kekuatan hubungan diantara kedua variabel adalah sedang. Didapati hubungan negatif antara emotional labor dengan burnout pada karyawan Frontliner Swasta cabang Medan, artinya jika emotional labor semakin tinggi, maka burnout akan semakin rendah. Sebaliknya, jika emotional labor semakin rendah maka munculnya burnout semakin rendah. Sumbangan efektif sebanyak 18,9 persen beban kerja mempengaruhi burnout dan selebihnya 81,1 persen dipengaruhi oleh factor lain. Kata Kunci: burnout, emotional labor, frontliner, Bank Swasta Medan.
Employee Engagement Ditinjau Dari Komunikasi Interpersonal Pada Karyawan Pt X Sri Hartini; Katelynne Olivia Wijaya; Nathania Siregar; Ema Nina Charina; Angga Ginting
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 3 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i3.389

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki hubungan antara employee engagement dan komunikasi interpersonal. Menurut hipotesis penelitian ini ada interaksi positif antar employee engagement dan komunikasi interpersonal, dengan asumsi, semakin tinggi employee engagement dan komunikasi interpersonal juga semakin tinggi, dan sebaliknya. Jumlah total karyawan PT X yang berkontribusi pada penyelidikan ini berjumlah 102 orang. Sampling jenuh digunakan untuk mendapatkan data dari analisis ini. Uji Korelasi Pearson Product Moment dan analisis statistik lainnya dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows, versi 25.0. Koefisien korelasi 0,000 dan Sig 0,438 dengan nilai psoitif. Hasil survei ini membuktikan variable employe engagement memliki peran sebanyak 19,2% dalam komunikasi interpersonal. Terlihat bahwa tingkat employee enggagement yang tinggi berkorelasi dengan tingkat komunikasi interpersonal yang efektif.
Turnover Intention Ditinjau Dari Emotional Labor Dan Burnout Pada Karyawan Di Perusahaan X Sri Hartini; Vera Agusriani; Irfan Deni Sinaga; Nabila Putri Rahma; Dori M. Panjaitan
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i1.1296

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT X. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Emotional labor dan Burnout terhadap Turnover intention pada karyawan di PT X. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan di PT X yang berjumlah 120 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan skala likert. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS statistics 22 for windows. Hasil analisis menunjukkan hipotesa mayor diterima bahwa terdapat pengaruh Emotional labor dan Burnout terhadap Turnover intention dengan uji F= 29. 127 dan sig.= 0.000 ( p< 0.05). Hasil analisis hipotesis minor pertama ditolak, yang menunjukkan tidak ada hubungan negatif yang signifikan antara Emotional labor dengan Turnover intention dengan nilai sig = 0.655 (p>0.05) dan nilai β = 0. 045. Hasil analisis hipotesis minor kedua diterima dan menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara Burnout dengan Turnover intention dengan nilai sig = 0.000 (p<0.05) dan nilai β = 0.534. Adapun hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa Emotional labor dan Burnout memberikan sumbangan efektif sebesar 32, 1 persen terhadap Turnover intention, dan 67,9 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Psychological Well-Being Ditinjau dari Dukungan Sosial Pada Remaja di Pinggir Rel Kelurahan Tanjung Gusta Medan Sri Hartini; Kelvin Tanadi; Yakub Yakub; Valerie Utami; Sri Ngayomi Yudha Wastuti
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 2 (2023): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i2.1912

Abstract

Psychological well-being is a condition in which one feels psychologically well, by being able to seize self-acceptance, mastery of environment, appreciation and positive meaning of life. One’s psychological well-being degree, focusing on adolescents, can be affected due to several factors, one of which is social supports they received. This study aimed to discover the relationship between social support and psychological well-being of adolescents. Correlational quantitative was used in this study, with sampled by purposive technique, namely adolescents living at railroad tracks at Tanjung Gusta Medan with age range between 13 to 18 years. Data collection tool is used by including both psychological well-being and social support scale which were arranged in the form of Likert scale. Collected data were analyzed by Pearson Product Moment Correlation, using SPSS software version 26.0 for windows. The results of this study showed an effective contribution at 54,7 percent and correlation coefficient of 0.739. In another word, both variables are positively related. High social support will increase the one’s psychological well-being degree, whereas low social support will hinder their psychological well-being degree.
Kemandirian Belajar Ditinjau dari Efikasi Diri Pada Mahasiswa Fakultas Sosial Sains Program Studi Ilmu Hukum Universitas Panca Budi Medan Eltalina Tarigan; Sri Hartini; Satria Jujuan Hairumansyah; Natali Gressia Angelina Nasution; Febby Claudia; Fika Tarigan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan kemandirian belajar pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Panca Budi Medan. Sebanyak 257 dari 1024 mahasiswa dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan kemandirian belajar (r = 0,379, p < 0,05). Artinya, semakin tinggi efikasi diri mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat kemandirian belajarnya. Mayoritas mahasiswa (89,15%) memiliki tingkat kemandirian belajar sedang. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum memiliki kemampuan untuk belajar mandiri secara optimal. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian belajar antara lain: motivasi belajar, strategi belajar, keterampilan belajar, dukungan dosen, dan fasilitas belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kemandirian belajar mahasiswa. Meningkatkan efikasi diri dapat membantu meningkatkan kemandirian belajar dan prestasi belajar mahasiswa.
Hubungan Emotional Labor dengan Burnout Pada Frontliner Bank Swasta Di Kota Medan Sri Hartini; Grace Sherly; Thalia Thalia; Vivian Wijaya; Fernando Felix
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 5 No. 2 (2022): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v5i2.152

Abstract

Burnout adalah suatu kondisi kelelahan baik secara fisik, mental, maupun emosional yang dihasilkan oleh kerja yang berlebihan. Emotional labor merupakan kemampuan individu dalam melakukan kontrol untuk mengelola emosi dengan menampilkannya secara profesional sesuai dengan tuntutan organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara burnout serta emotional labor yang terjadi pada pegawai frontliner bank swasta di Medan. Subjek penelitian disini ialah para karyawan frontliner atau mereka yang biasanya menghadapi nasabah secara langsung di beberapa bank swasta di kota Medan yang berjumlah 102 orang. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala alat ukur yaitu Burnout (29 aitem = α ,920) dan Emotional labor (27 aitem = α ,884). Berdasarkan analisis korelasi pearson didapati koefisien sebesar sebesar -0,434. Didasarkan pada nilai koefisien korelasi 0,40 – 0,599, maka korelasi menunjukkan kekuatan hubungan diantara kedua variabel adalah sedang. Didapati hubungan negatif antara emotional labor dengan burnout pada karyawan Frontliner Swasta cabang Medan, artinya jika emotional labor semakin tinggi, maka burnout akan semakin rendah. Sebaliknya, jika emotional labor semakin rendah maka munculnya burnout semakin rendah. Sumbangan efektif sebanyak 18,9 persen beban kerja mempengaruhi burnout dan selebihnya 81,1 persen dipengaruhi oleh factor lain. Kata Kunci: burnout, emotional labor, frontliner, Bank Swasta Medan.
Employee Engagement Ditinjau Dari Komunikasi Interpersonal Pada Karyawan Pt X Sri Hartini; Katelynne Olivia Wijaya; Nathania Siregar; Ema Nina Charina; Angga Ginting
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 3 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i3.389

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki hubungan antara employee engagement dan komunikasi interpersonal. Menurut hipotesis penelitian ini ada interaksi positif antar employee engagement dan komunikasi interpersonal, dengan asumsi, semakin tinggi employee engagement dan komunikasi interpersonal juga semakin tinggi, dan sebaliknya. Jumlah total karyawan PT X yang berkontribusi pada penyelidikan ini berjumlah 102 orang. Sampling jenuh digunakan untuk mendapatkan data dari analisis ini. Uji Korelasi Pearson Product Moment dan analisis statistik lainnya dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows, versi 25.0. Koefisien korelasi 0,000 dan Sig 0,438 dengan nilai psoitif. Hasil survei ini membuktikan variable employe engagement memliki peran sebanyak 19,2% dalam komunikasi interpersonal. Terlihat bahwa tingkat employee enggagement yang tinggi berkorelasi dengan tingkat komunikasi interpersonal yang efektif.