Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Farmaka

Risiko Peningkatan Efek Samping Terhadap Interaksi Obat Warfarin dan Antibiotik NAELI FARHATY; Rano K. Sinuraya
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.874 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17681

Abstract

Interaksi obat adalah salah satu permasalahan utama bagi pasien yang menerima terapi polifarmasi. Adanya interaksi antar obat menyebabkan terjadinya peningkatan risiko terjadinya efek samping dan rawat inap di rumah sakit. Salah satu interaksi obat yang sering terjadi yaitu obat warfarin  dan antibiotik. Interaksi kedua obat tersebut dapat menyebabkan terjadinya peningkatan risiko pendarahan. Antibiotik kuinolon, sulfonamid, dan makrolida dianggap memiliki risiko tinggi terhadap peningkatan toksisitas warfarin, sedangkan amoksisilin dan sefaleksin diyakini memiliki risiko yang lebih kecil. Umumnya, mekanisme interaksi antara kedua obat tersebut dapat melalui penghambatan enzim hati CYP2C9 dan menghambat sintesis vitamin K dari flora normal usus. Agar efektifitas dari kedua obat tetap sesuai maka diperlukan penyesuaian dosis dan pemantauan INR (International Normalized Ratio).
Utilization of Indonesia’ Natural Resources as Raw Materials in Pharmaceutical Industries for the Treatment of Degenerative Diseases AGI MEISARANI; Rano K. Sinuraya
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.213 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17902

Abstract

In Indonesia, health problems such as treatment of degenerative diseases are still not be handled properly. The common degenerative diseases in Indonesia are diabetes mellitus and hypertension. Generating qualified medicines with lower cost for degenerative disease are still be a major problem because Indonesia has not been independent in pharmaceutical raw materials. Raw materials are important part in the production process of pharmaceutical preparations. Indonesia obtained raw materials by importing from various countries. By looking at the various potentials of natural resources that can be used as a source of raw material in pharmaceutical industries, both active pharmaceutical ingredients (API) and excipients, Indonesia will be able to independently produce the pharmaceutical raw materials. To achieve independency of pharmaceutical raw materials, the appropriate processing methods to produce quality raw materials is needed. Based on this issue, a review of various studies was performed including the processing of API and pharmaceutical excipients raw materials of plant and animal body parts. “Kayu Manis” (Cinnamomum burmanii) and “Brotowali” (Tinospora cripa L.) which can be utilized as raw material pharmaceutical ingredient for the treatment of diabetes mellitus and “Mengkudu" (Morinda citrifolia L.)  which can be used for the treatment of hypertension disease. Meanwhile, some natural resources that can be used as excipients are gelatin from the skin and fish bones (as a binder in the preparation of tablets), carrageenan from seaweed (emulsifier and suspending agent) and the Mimosa “Putri Malu” (Mimosa pudica L.) mucilago seed (as an alternative to polymer as buchoadhesive agent, disintegrator and binder)
Review: Penggunaan Obat Off-label pada Anak-Anak FEBBY VALENTINE PURWADI; Rano K. Sinuraya
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.412 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16843

Abstract

Hingga saat ini pengujian klinis pada populasi pediatrik masih terbilang sedikit dibandingkan dengan pengujian klinis pada populasi dewasa. Hal ini berdampak pada ketersediaan informasi mengenai efikasi dan keamanan obat untuk populasi pediatrik. Alhasil, dokter dengan terpaksa harus mengambil keputusan untuk memberikan obat secara off-label. Penggunaan obat off-label dapat meningkatkan insiden terjadinya Medication error dan Adverse drug reaction (ADR), sehingga penggunaannya memunculkan kekhawatiran sebagaimana risiko tersebut dapat terjadi. Review ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengguanaan obat off-label dan keamanan penggunaan obat off-label pada populasi pediatrik.