Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TAJDÎD, ISLAH DAN MODERNITAS: SUATU PERSPEKTIF PEMBAHARUAN DALAM DUNIA ISLAM Fuad Masykur
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.509

Abstract

Tajdîd, islah dan modernitas adalah sebuah gerakan yang menganjurkan kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah, menggelorakan kembali semangat untuk berijtihad, menganjurkan untuk kembali kepada tradisi atau periode salaf. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan kualitatif, yang menitikberatkan pada studi kepustakaan dengan menggunakan model deskriptif-analitis. Penelitian ini menunjukan bahwa makna kembali kepada periode salaf bagi para mujaddîd adalah sebuah gerakan revolusioner atau revitalisasi di berbagai aspek kehidupan ummat Islam. Hal ini bukan berarti hanya kembali kemasa silam an sich, tetapi jika dilihat dari tema-tema yang ada, tajdîd juga bersifat menghimbau kepada semangat masa kini. Misalnya tema-tema gabungan tajdîd-islah dalam tradisi Islam yang menuntut hak untuk berijtihad seraya menegaskan kembali ke sumber-sumber asli. Tajdîd juga berarti pembaharuan dan modernitas dalam Islam. Hal ini dianggap penting untuk meresponi keagungan dunia modern (Barat) yang ditandai dengan canggihnya tekhnologi.
ASURANSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Fuad Masykur
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 2 No 2 (2019): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini asuransi marak diminati oleh berbagai kalangan. Tidak sedikit dari masyarakat yang rela untuk mengikuti asuransi. Dengan mengikuti hal tersebut, masyarakat dapat merasa nyaman. Anggapan ini lahir, karena setiap program yang ditawarkan oleh jasa asuransi memberikan jaminan terhadap setiap hal yang tidak diinginkan oleh setiap masyarakat, seperti sakit, kecelakaan, kematian dan sebagainya. Namun tidak sedikit pula, jasa asuransi yang diikuti oleh masyarakat mengandung hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti bersifat ribawi, minim unsur keadilan dan sejenisnya. Kondisi inilah yang menjadikan asuransi syari’ah dibutuhkan keberadaannya oleh setiap masyarakat, terutama oleh masyarakat Islam.