Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

RELIGIUSITAS, KECERDASAN EMOSI DAN PERILAKU PROSOSIAL GURU Muryadi Muryadi; Andik Matulessy
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 7, No 2 (2012): Vol.7, No.2 (2012) Agustus 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.161 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v7i2.194

Abstract

Abstract The purpose of this research is to know whether there is a relationship between religiousity, emotional intelegence and prosocial behaviour. This research is conducted to 80 Islamic teachers of State Junior High School all around District Semen. The data is obtained by using the scala measurement of religiousity, emotional intelegence and prosocial behaviour. The result of regresi analysis shows that : (1) there is a relationship between religiousity, emotional intelegence and prosocial behaviour (F = 36,349) and p = 0,000) partially (2) there is a relationship between religiousity and prosocial behaviour (t = 2,789 dan p = 0,007) and (3) there is a relationship between emotional intelegence and prosocial behaviour (t = 5,631 pada p = 0,000). The two predictors influence 48,6% to the prosocial behaviour. Key word : religiousity, emotional intelegence and teachers prosocial behaviour
RELIGIUSITAS, KECERDASAN EMOSI DAN PERILAKU PROSOSIAL GURU Muryadi Muryadi; Andik Matulessy
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 7, No 2 (2012): Vol.7, No.2 (2012) Agustus 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.161 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v7i2.195

Abstract

Abstract The purpose of this research is to know whether there is a relationship between religiousity, emotional intelegence and prosocial behaviour. This research is conducted to 80 Islamic teachers of State Junior High School all around District Semen. The data is obtained by using the scala measurement of religiousity, emotional intelegence and prosocial behaviour. The result of regresi analysis shows that : (1) there is a relationship between religiousity, emotional intelegence and prosocial behaviour (F = 36,349) and p = 0,000) partially (2) there is a relationship between religiousity and prosocial behaviour (t = 2,789 dan p = 0,007) and (3) there is a relationship between emotional intelegence and prosocial behaviour (t = 5,631 pada p = 0,000). The two predictors influence 48,6% to the prosocial behaviour. Key word : religiousity, emotional intelegence and teachers prosocial behaviour
Psikoedukasi Seks untuk Mencegah Pelecehan Seksual pada Anak Prasekolah Anugrah Sulistiyowati; Andik Matulessy; Herlan Pratikto
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.552 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i1.5171

Abstract

Abstrak. Pelecehan seksual pada anak adalah perilaku yang mengarah pada hal yang bersifat seksual pada anak, tidak dikehendaki oleh anak, serta menimbulkan dampak negative pada anak. Kasus pelecehan seksual pada anak semakin meningkat pertahunnya sehingga perlu dilakukan pencegahan melalui psikoedukasi seks pada anak prasekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi seks dalam meningkatkan pengetahuan tentang pelecehan seksual anak prasekolah. Penelitian tersebut menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Subyek yang digunakan dalam penelitian adalah siswa TK atau prasekolah sebanyak 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan yang dipilih secara purposif. Penelitian ini dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon singed rank digunakan untuk mengukur pengaruh psikoedukasi seks untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelecehan seksual pada anak prasekolah sebelum dan sesudah intervensi. Didapatkan nilai z sebesar -3.926 dengan p=0.000 (p<0.01) hal ini menunjukan pengetahuan tentang pelecehan seksual pada anak setelah diberikan intervensi meningkat, namun tidak ada perbedaan pengetahuan antara anak laki-laki dengan anak perempuan.Kata kunci: Pelecehan seksual anak, psikoedukasi seksAbstract. Child Sexual Abuse is a form of violation against children’s right and it leads to various negative effects on them. Child Sexual Abuse cases is growing day each day. In order to protect them, it is necessary to conduct primary prevention through improving knowledge about child sexual abuse towards pre-school children. This study aimed to observe the effectiveness of psycho sexual education to improve child sexual abuse knowledge among pre-school girl and boy. This study used quantative method with one group pre-test post-test group design. The subjects of this study were pres-school student (kindergarten students) selected by purposive sampling method. Wilcoxon Sign-Ranked Test used to measure the effect of psycho sexual education to improve child sexual abuse knowledge among pre-school students before and after intervention gained z score -3,926 at p0.000 (p<0.01). This results showed there was sexual abuse knowledge improvement towards children after given intervention, but there was sexual abuse knowledge improvement no differences between girl and boy students.Key words : Child sexual abuse, Psychoeducation Sex
DUKUNGAN SOSIAL DAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL DENGAN RESILIENSI PADA KARYAWAN YANG TERKENA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA AKIBAT PANDEMI COVID-19 Ria Indi Setia Nugrahini; Andik Matulessy; Rr. Amanda Pasca Rini
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27819

Abstract

Pandemi Penyakit Coronavirus (Covid-19) merupakan krisis kesehatan dunia yang belum pernah terjadi di era modern ini yang berdampak signifikan terhadap dunia kerja, termasuk di Indonesia. Merujuk Kementerian Tenaga Kerja, 2.084.593 pekerja di-PHK dan diberhentikan kerja akibat pandemi Covid-19 pada April 2020. Pemutusan Hubungan Kerja berdampak pada pekerja yang ada di Indonesia. Keadaan yang seperti ini diharapkan untuk setiap individu harus memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan kondisi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan resiliensi antara dukungan sosial dan internal locus of control pada karyawan yang terkena pemutusan hubungan kera karena pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dan memanfaatkan 78 responden yang mengalami PHK akibat pandemi Covid-19. Teknik pengambilan sampel menggunakan isidental sampling, dimana pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Metode pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial, skala internal locus of control dan skala resiliensi. Berdasarkan analisis regresi diperoleh nilai korelasi F regresi = 37,813; p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan internal locus of control dengan resiliensi pada karyawan yang terkena PHK akibat Covid-19
Kematangan Emosi, Kontrol Diri, dan Perilaku Agresif Pada Anggota Korps Brigade Mobil Dalam Menangani Huru Hara Agung Rian Asmoro; Andik Matulessy; Tatik Meiyuntariningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.434 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v9n1.p39-48

Abstract

This study aims to investigate the relationship between emotional maturity, self-control, and aggressive behavior among members of the Mobile Brigade Corps 2 Battalion A Pioneer of Mobile Brigade Corps Unit of the Regional Police in East Java. The total number of participants involved in this study was 110. Data collected using emotional maturity, self control, and aggressive behavior scales. Multiple reggression was used to analyze the data. The result shows that correlation value R = is 0.195 and F-value = 9,341 with significance value (p) of 0.000 (p <0.05).  The result indicates that there is a significant relationship between emotional maturity, self control, and aggressive behavior of members of Mobile Brigade (Brimob) in handling riots. Thus, the main hypothesis of this study is accepted.Key words: Emotional maturity, self control, aggressive behaviorAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi, kontrol diri dan perilaku agresif. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Satuan Polisi Khusus Brigade Mobil (Brimob) 2 Batalyon A Perintis Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Satbrimob Polda) Jawa Timur. Terdapat 110 subjek terlibat dalam penelitian ini. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala yaitu skala kematangan emosi, skala kontrol diri dan skala perilaku agresif. Data dianalisis menggunakan regresi berganda (multiple regression). Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi R = 0,195 dan F-value = 9,341 dengan nilai signifikansi (p) 0,000 (p <0,05). Dapat disimpulkan dari hasil analisis data ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dan kontrol diri dengan perilaku agresif anggota Brimob dalam menangani kerusuhan. Dengan demikian, hipotesis utama penelitian ini dapat diterima.
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Task Aversiveness dalam Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Emillia Wulan Novita; Andik Matulessy; Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of peer conformity and task aversiveness on academic procrastination in high school students. Academic procrastination is the tendency to postpone schoolwork, which impacts academic achievement. This study used a quantitative correlational method with a non-probability sampling technique on 260 students in grades X and XI. Data analysis was conducted using multiple linear regression. The results showed that peer conformity (t = 5.025; p < 0.001) and task aversiveness (t = 3.707; p < 0.001) had a significant influence on academic procrastination, both simultaneously and partially. The coefficient of determination (R² = 0.205) indicates that both variables contributed 20.5% to academic procrastination. This finding indicates that the higher the conformity and task aversiveness, the greater the tendency of students to engage in academic procrastination. Keywords: Peer Conformity, Task Aversiveness, Prokratinasi Akademik Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konformitas teman sebaya dan task aversiveness terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA. Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan untuk menunda tugas-tugas sekolah yang berdampak pada pencapaian akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik non-probability sampling pada 260 siswa kelas X dan XI. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya (t = 5,025; p < 0,001) dan task aversiveness (t = 3,707; p < 0,001) memiliki pengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, baik secara simultan maupun parsial. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,205) menunjukkan bahwa kedua variabel menyumbang 20,5% terhadap prokrastinasi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konformitas dan task aversiveness maka semakin besar kecenderungan siswa melakukan prokrastinasi akademik. Kata kunci: Konformitas Teman Sebaya, Ketidaksukaan pada tugas, Prokrastinasi Akademik
Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Dadan Hendayana; Andik Matulessy; Rr. Amanda Pasca Rini
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i2.515

Abstract

Hemodialisis ialah suatu metode pengobatan yang digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal pada individu yang menderita penyakit gagal ginjal kronis. Meskipun secara efektif dapat menurunkan risiko penyakit dan kematian, hemodialisis juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat memengaruhi kesejahteraan pasien secara keseluruhan. Dalam penelitian yang dilakukan peneliti terhadap pasien penyakit gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, daitemukan bahwa pasien tersebut menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi kurangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan pasien untuk pulih, ketidakpastian dalam mematuhi jadwal hemodialisis yang dianjurkan, dan kurangnya dukungan sosial, terutama dari anggota keluarga. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan individu untuk bertahan dalam keadaan tertekan dalam kehidupan yang disebut sebagai resiliensi. Melakukan analisis terkait hubungan efikasi diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan suatu metode kuantitatif dan melakukan analisis data menggunakan analisis korelasi rank Spearman dengan program IBM SPSS 25. Dalam penelitian ini, peneliti melibatkan 150 pasien yang menjalani hemodialisis selama periode Juni sampai dengan Juli 2024. Temuan studi menunjukkan adanya korelasi positif antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pada individu dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Secara khusus, efikasi diri dengan resiliensi memiliki korelasi positif, begitu pula dukungan sosial dengan resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Adanya suatu korelasi positif efikasi diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Positive narratives against the destructive behavior of novice voters on social media Rr. Amanda Pasca Rini; Andik Matulessy; Elza Kusumawati; Daffa Dwi Sri Diyanti
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 26 No. 1 (2024): FEBRUARY 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v26i1.3529

Abstract

Direct elections do not always run well. The aggressiveness of political partisans, who are sometimes hostile – swearing and verbally blaspheming one another on social media – during the campaign triggers a wider public conflict. Teenagers play an active role as novice voters in elections, yet verbal aggression of social conflicts on social media is prone to occur. This study is a multi-year research. In the first year, it mapped down the verbal aggression tendencies of young voters in Indonesia using literature and explanatory studies. It examined the theory and identified factors inducing polite behaviors. It was conducted in several areas around East Java for 6 months. The respondents in this study comprised 500 novice voters from designated provinces, with 100 samples from each. This quantitative research instrument involved verbal aggression, positive thinking, and positive communication as instruments analyzed and measured according to compatible measuring instruments. The study results indicated that teenagers who make the most of logic and common sense in thinking are not susceptible, especially to things that don't make sense. Logic teenagers prefer to ignore bad thoughts. Consequently, they hold a high sense of empathy once communicating, are calm, and tough to be emotionally provoked. Keyword: Polite behavior design; positive thinking; positive behavior; verbal aggressiveness; novice voter.
Stres Akademik sebagai Pemicu Cyberloafing: Peran Status Mahasiswa Pekerja Khinanta Azzahra Al Jannah; Andik Matulessy; Nindia Pratitis
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The combination of studying and working places extra responsibilities on individuals, which can heighten stress within the educational setting. This situation may result in unproductive actions like engaging in online distractions during study time. This research intends to investigate how academic stress correlates with cyberloafing among students who also have jobs. A sample of 160 active students from the University of 17 Agustus 1945 in Surabaya was chosen using purposive sampling methods. The instruments utilized for this research comprise the Academic Stress Scale, grounded in Gadzella's theory, and the Cyberloafing Scale, derived from Akbulut's theory. Both measures have undergone tests for validity and reliability. The analysis through simple regression reveals a noteworthy positive correlation between academic stress and cyberloafing behavior. The results suggest that as academic stress rises, the likelihood of engaging in cyberloafing also increases. It is anticipated that these findings will be valuable for managing academic stress and provide useful insights for educators to help minimize ineffective online activities during learning sessions. Keywords: Academic stress; cyberloafing; dual role; working students. Abstrak Peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja menciptakan tuntutan tambahan yang dapat meningkatkan stres di lingkungan akademis. Kondisi ini bisa menimbulkan perilaku negatif seperti cyberloafing selama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara stres akademik dan cyberloafing di kalangan mahasiswa yang juga bekerja. Sebanyak 160 mahasiswa aktif dari Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Skala Stres Akademik yang berdasarkan teori Gadzella dan Skala Cyberloafing yang diadaptasi dari teori Akbulut. Keduanya telah diuji untuk validitas dan reliabilitasnya. Menurut analisis regresi sederhana, ada korelasi positif yang signifikan antara stres akademik dan cyberloafing. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat stres akademik terkait dengan kemungkinan cyberloafing. Diharapkan hasil ini dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan stres akademik dan memberikan panduan praktis bagi para pendidik untuk mengurangi perilaku online yang tidak produktif selama kegiatan belajar. Kata kunci: Stres akademik; cyberloafing; peran ganda; mahasiswa yang bekerja.