Riskah Nur'amalia
Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan antara Kemampuan Aktivitas Fungsional dan Risiko Jatuh pada Lansia di Yayasan Batara Hati Mulia Kabupaten Gowa Mardiansyah Mardiansyah; Yudi Hardianto; Riskah Nur'amalia
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v6i1.149

Abstract

Pada proses penuaan terjadi penurunan berbagai fungsi tubuh, seiring dengan bertambahnya usia akan menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi sel, jaringan, maupun sistem organ. Perubahan tersebut dapat menurunkan kekuatan otot yang berikutnya akan memengaruhi kemampuan aktivitas fungsional sehingga dapat menurunkan keseimbangan dan dapat meningkatkan risiko jatuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemampuan aktivitas fungsional dan risiko jatuh pada lansia di Yayasan Batara Hati Mulia Kabupaten Gowa dengan menggunakan indeks Berthel dan pengukuran time up and go test . Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Penelitian ini melibatkan sampel dalam 60 tahun ke atas melalui teknik pengambilan sampelpurposive sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 53 orang lansia. Berdasarkan hasil analisis uji hubungan dengan menggunakan Spearman Rho memperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 dengan derajat kekuatan hubungan antar variabel kedua yang dinyatakan dengan koefisien korelasi (r) sebesar -,579 yang berarti adanya hubungan negatif antara kemampuan aktivitas fungsional dan risiko jatuh dengan derajat kekuatan hubungan bersifat kuat. Dapat dikatakan bahwa meningkatkan kemandirian kemampuan aktivitas fungsional maka semakin rendah risiko yang terjadi, begitupun sebaliknya.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik dengan Kualitas tidur pada Lansia Muh Hidayat Ashari; Yudi Hardianto; Riskah Nur Amalia
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v6i1.153

Abstract

Proses menua merupakan suatu proses yang terjadi pada tubuh yang menyebabkan terjadinya penurunan berbagai fungsi tubuh, seiring semakin bertambahnya usia seseorang, akan menyebabkan bebagai perubahan pada struktur dan fungsi sel, jaringan, maupun sistem organ. Perubahan tersebut dapat menyebabkan menurunnya kekuatan otot yang berikutnya akan memengaruhi aktivitas fisik sehingga dapat menurunkan kualitas tidur seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Nisombali Kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yakni purposive sampling sehingga diperoleh sampel 90 lansia. Subjek penelitian ini adalah lansia di Desa Nisombalia Kabupaten Maros yang berusia 60ᵗʰ keatas. Pengukuran aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) sedangkan pengukuran kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Berdasarkan hasil analisis uji hubungan dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai signifikansi hasil uji statistik didapatkan p-value 0,000 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Nisombalia Kabupaten Maros.
Gambaran Aktivitas Fisik, Keseimbangan dan Kebugaran Kardiorespirasi pada Lansia Riskah Nur'amalia; Meutiah Mutmainnah Abdullah; Miftahul Khaerah Dzakirah; Mardiansyah .; Yulianti Ruhama
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v6i2.165

Abstract

Latar belakang: Populasi lansia terus mengalami peningkatan. Menjaga kebugaran di usia tua dengan melakukan aktivitas fisik sangat diperlukan karena hal tersebut merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional lansia. Tujuan: untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik, keseimbangan, dan kebugaran kardiorespirasi lansia di Yayasan Batara Hati Mulia, Kab. Gowa. Metode penelitian: Penelitian observasional dengan perencanaan deskriptif kategorik. Subjek penelitian adalah lansia sehat sebanyak 92 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Activities-specific Balance Confidence(ABC) dan International Physical Activity Questionnaire(IPAQ) menggambarkan aktivitas fisik, Time Up and Go Test(TUG) dan Dynamic Gait Index(DGI) menggambarkan keseimbangan dan Borg Scale serta 6 Minutes Walking Test(6MWT) menggambarkan kebugaran kardiorespirasi. Hasil: Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah 92 orang lansia. Hasil penelitian menampakkan mayoritas lansia masih beraktivitas sedang dan berat, memiliki fungsi fisik yang rendah sebanyak 33.7% dan memiliki fungsi fisik sedang sebanyak 40.2%. Keseimbangan lansia digambarkan melalui penilaian TUG dan DGI masing-masing 58.2% dan 76.1% yang menandakan berisiko jatuh tinggi. Kebugaran kardiorespirasi lansia berada pada kategori sangat rendah (71.7%) yang digambarkan melalui penilaian 6MWT. Simpulan : lansia di Yayasan Batara Hati Mulia, Kab, Gowa berada dalam tingkat fungsi fisik, keseimbangan, dan kebugaran kardiorespirasi yang rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait latihan fisik disertai dosis latihan yang tepat untuk mengoptimalkan kemampuan fisik, keseimbangan, dan kebugaran kardiorespirasi pada lansia.
Pelatihan Aktivitas Fisik Multimodal Sebagai Upaya Peningkatan Keseimbangan Tubuh pada Lansia Meutiah Mutmainnah Abdullah; Riskah Nur’amalia
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5959.268 KB) | DOI: 10.25008/altifani.v2i1.194

Abstract

Program latihan multimodal yaitu latihan keseimbangan dan kekuatan diikuti dengan latihan fleksibilitas dan latihan ketahanan yang bertujuan untuk mencegah jatuh pada lansia. Aktivitas fisik dan latihan memainkan peran penting dalam pencegahan primer, sekunder, dan tersier dalam pengelolaan penyakit dan mengurangi jatuh serta meningkatkan kinerja fisik dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi atau pengenalan latihan multimodal dan manfaatnya bagi keseimbangan tubuh dan demonstrasi gerakan-gerakan latihan aktivitas fisik multimodal sehingga peserta dapat mengaplikasikan latihan yang dapat meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan. Pada kegiatan ini peserta mengetahui dan melakukan latihan aktivitas fisik multimodal secara mandiri sehingga dapat meningkatkan keseimbangan postural tubuh saat beraktivitas sehari-hari di masa pandemi. Kata kunci: latihan multimodal, keseimbangan tubuh, lansia
Pelatihan Aktivitas Fisik dan Latihan Fisik pada Lansia Berbasis Video Edukasi Riskah Nur’amalia; Rabia Rabia; Riswana Riswana; Zein Mauludil Adhim; Hebat Mahaputra
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Maret 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v2i2.211

Abstract

Jumlah penduduk dengan usia lanjut terus mengalami peningkatan yang pesat khususnya di Indonesia. Penting untuk tetap menjaga kebugaran di usia tua dengan melakukan aktivitas fisik dan latihan karena aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional lansia. Oleh karena itu, Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan transfer knowledge mengenai edukasi dan pelatihan aktivitas fisik serta Latihan yang tepat bagi lansia, keluarga lansia, serta kader di Posbindu Lansia Batara Hati Mulia, Kab. Gowa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 November 2021 di Yayasan Batara Hati Mulia Kab. Gowa Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta 22 orang lansia. Penyuluhan ini berjalan dengan lancer, semua peserta aktif dalam diskusi dan tanya jawab baik saat pemberian materi ataupun praktik. Hasil menyatakan bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan lansia terkait pentingnya melakukan aktivitas fisik dan Latihan fisik yang rutin.
Terapi Aktivitas Lansia melalui Plyometric Exercise sebagai Upaya Pencegahan Risiko Jatuh di Posbindu Batara Hati Mulia, Kab.Gowa Hebat Maha Putera Nusantara; Nur Chaerani; Dea Aulia Andi; Riskah Nur’amalia
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2022): September 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v2i5.270

Abstract

Jumlah penduduk dengan usia lanjut terus mengalami peningkatan yang pesat khususnya di Indonesia. Penting untuk tetap menjaga kebugaran di usia tua dengan melakukan aktivitas fisik dan latihan karena aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional lansia. Oleh karena itu, Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan transfer knowledge mengenai edukasi dan pelatihan aktivitas fisik serta Latihan yang tepat bagi lansia, keluarga lansia, serta kader di Posbindu Lansia Batara Hati Mulia, Kab. Gowa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Juni hingga September 2022 di Yayasan Batara Hati Mulia Kab. Gowa Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta 15 orang lansia. Penyuluhan ini berjalan dengan lancar, semua peserta aktif dalam diskusi dan tanya jawab baik saat pemberian materi ataupun praktik. Hasil menyatakan bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan lansia terkait pentingnya melakukan aktivitas fisik dan Latihan fisik seperti latihan plyometrik yang rutin.
Pengaruh Latihan Kesimbangan dan Ankle Strategy Exercise Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia Riskah Nur’amalia; Meutiah Mutmainnah; Anggun Indah Lestari; Sulastri Sulastri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.803

Abstract

Introduction: Elderly people who have health problems are said to be more vulnerable (frailty). One aspect that causes the elderly to experience vulnerability is the high risk of falling. Aim: Determine the effect of balance training and Ankle Strategy Exercise on the risk of falls in the elderly. Methods: Using comparative analytic research one group pretest-posttest design Population pre-elderly 50-60 years and elderly >60 years, sampling with a purposive sampling technique that met the inclusion criteria. Data collection with the Timed Up and Go Test (TUG) instrument. Results: Showed that the value of p = 0.000 (p <0.05). Conclusion: There is an effect of giving balance exercises and ASE on the risk of falling in the elderly.
Core Strength Training Terhadap Perubahan Nyeri dan Activity Daily Living Pada Penderita Low Back Pain Meutiah Mutmainnah Abdullah; Riskah Nur’amalia; Winda Mey Zulvina; Zein Mauludil Adhim; Herdin Herdin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.820

Abstract

Introduction: Low Back Pain (LBP) is a complaint often found in the community; it is a problem in the community because it often results in sufferers being disturbed or unable to carry out daily tasks. Objective: Knowing the effect of Core Strength Training (CST) on changes in pain and daily living (ADL) activities in patients with low back pain (LBP). Method: This study is quasi-experimental with a pretest-posttest one-group design study where the effect of exercise is measured before and after treatment. The sample was 15 people consisting of 53.5% women and 46.7% men with an age range of 25-65 years. Results: Statistical tests using the Wilcoxon test obtained a significant value of p = 0.001 (p<0.05), which showed that there were substantial changes before and after the administration of Core Strengthening Training by looking at a decrease in pain and an increase in Activity Daily Living (ADL) in Low Back Pain patients. Conclusion: There is a decrease in pain and an increase in Activity Daily Living (ADL) after the administration of Core Strength Training in LBP patients.
Tingkat Kebugaran Kardiorespirasi Pada Penyintas Coronavirus Disease Puja Asmaul Husna; Riskah Nur’amalia; Meutia Mutmainnah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.883

Abstract

Introduction: Covid-19 survivors often complain of fatigue, cough, shortness of breath, fever, dermatitis, headache and so on. This decrease then has an impact on changes in cardiorespiratory fitness. Objective: Determine the level of cardiorespiratory fitness in Covid-19 survivors. Method: This study used a cross sectional design. The population of this study is Covid-19 survivors in Makassar City. Sampling using purposive sampling technique with a sample of 385 people. Data collection was carried out by taking primary data through measuring cardiorespiratory fitness levels using the Six Minute Walk Test (6MWT). Results: A total of 236 people (61.3%) Covid-19 survivors had a low level of cardiorespiratory fitness with an average distance value of 507.6 meters. Conclusion: Respondents who come from the adolescent age group, have a normal BMI, high activity, asymptomatic and mild symptoms, and a phase of chronic Covid-19 infection tend to have a good level of cardiorespiratory fitness. While most respondents from the elderly age group, have obese and obese BMI, work as medical personnel with low physical activity, accompanied by comorbidities and the acute Covid-19 infection phase have a low level of cardiorespiratory fitness.
MENGGAPAI KESEHATAN JANTUNG-PARU PADA ANAK MELALUI DETEKSI DAN EDUKASI Riskah Nur'amalia; Mardiansyah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.21819

Abstract

Good cardiovascular endurance will also allow you to build more excellent resistance to fatigue and perform more extended activities. Thus, to prevent the occurrence of metabolic disorders and obesity, it is necessary to detect and educate regarding the importance of maintaining cardiovascular endurance from an early age. This activity aims to educate children on the importance of maintaining body resistance, especially heart and lung and early detection/prevention of metabolic disorders in the future by measuring cardiopulmonary endurance in children. The method collects primary data by measuring the cardiorespiratory fitness level using the Six Minute Walk Test (6MWT). General data samples were obtained by filling out questionnaires. The results are that children can understand the importance of maintaining endurance, especially heart-lung. So a child can better maintain or improve their immune system to stay fit in the future.  ---  Daya tahan kardiovaskular yang baik juga akan memungkinkan untuk membangun ketahanan yang lebih besar terhadap kelelahan agar dapat melakukan aktivitas untuk jangka waktu yang lebih lama. Dengan demikian, untuk mencegah terjadinya gangguan metabolik dan obesitas, dibutuhkan deteksi dan edukasi terkait pentingnya menjaga daya tahan jantung-paru sejak dini. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengedukasi anak terkait pentingnya menjaga daya tahan tubuh, khususnya jantung paru dan deteksi dini/pencegahan terjadinya gangguan metabolik di masa yang akan datang dengan melakukan pengukuran daya tahan jantung-paru pada anak. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data primer melalui pengukuran tingkat kebugaran kardiorespirasi menggunakan  uji jalan enam menit atau Six Minute Walk Test (6MWT) dan pengetahuan umum diperoleh melalui pengisian kuesioner. Adapun hasil yang didapatkan yaitu anak mampu memahami pentingnya menjaga daya tahan tubuh, khususnya jantung-paru dan lebih menjaga atau memperbaiki daya tahan tubuhnya agar tetap bugar hingga di masa yang akan datang