Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MUTIARA PGSD

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di MI Jauharul Ulum Vidya Pratiwi; Heldie Bramantha
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.6

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan berpikir kritis siswa yang beragam. Berpikir kritis sangat diperlukan dalam matematika, terutama dalam mengerjakan soal. Pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari menjadikan matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh setiap siswa. Matematika memiliki peranan penting dalam membentuk dan mengembangkan keterampilan berpikir nalar, logis, sistematis dan kritis. berpikir kritis adalah proses berpikir untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut bisa didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman atau komunikasi. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menganalisis suatu permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Peningkatkan pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan karena berpikir kritis dan matematika merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Materi matematika dipahami melalui berpikir kritis dan berpikir kritis dilatih melalui serangkaian proses dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk mencoba meneliti, dengan mengambil judul ”Analisis Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V Di MI Jauharul Ulum” Permasalahan yang dikemukakan adalah : bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika di MI Jauharul Ulum?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dimana yang diteliti adalah bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil peelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir siswa paling rendah berada pada Tingkat Kemampuan Berpikir (TBK) 0 (tidak kritis) dan kemampuan berpikir paling tinggi berada pada Tingkat Kemampuan Berpikir (TBK) 1 (kurang kritis).
Inovasi Pembelajaran Matematika: Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan Media Konkret untuk Siswa Kelas 2 Vidya Pratiwi; Adisti Maya Octaviana
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.7

Abstract

Penerapan pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media konkret dalam peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas 2 SDN 1 Mimbaan. dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) membangun hubungan yang bermakna, (2) melakuka kegiatan inkuiri, (3) kegiatan bertanya, (4) ciptakan masyarakat belajar, (5) hadirkan model sebagai contoh pembelajaran, (6) lakukan refleksi diakhir pertemuan, (7) lakukan penilaian yang sebenarnya. Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching an Learning (CTL) Berbantuan Media Konkret. Pendidikan merupakan tanggung jawab keluarga sekolah dan lingkungan. Keberhasilan pendidikan oleh tiga komponen tersebut sangat menentukan. Disamping tiga komponen tersebut, metode atau strategi pembelajaran, media pembelajaran juga diperlukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual berbantuan media konkret pada mata pelajaran matematika siswa kelas Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan dari kegiatan pratindakan, siklus I dan siklus II. Dalam penelitian pratindakan siswa yang mengalami ketuntasan sebanyak 40% setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran konktekstuan berbantuan media konkret ketuntasan belajar siswa dalam siklus I naik menjadi 73,33% dilanjutkan siklus selanjutnya seluruh siswa mengalami ketuntasan belajar.