Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The characteristics of government internal auditor in supporting good governance (A case study in Dompu District Inspectorate) Fauzi Rahman; Rr. Titiek Herwanti; Rr. Sri Pancawati M
The Indonesian Accounting Review Vol 6, No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : STIE Perbanas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/tiar.v6i1.858

Abstract

Regulation of Ministry of State Apparatus Empowerment (Permenpan) Number PER/05/M.PAN/03/2008, on the auditing standards of APIP (Government Internal Auditor), regulates the characteristics of APIP. The adequate characteristics of APIP are expected to support the realization of good governance. However, many problems related to the characteristics of APIP of Dompu District Inspectorate still occur, con-sisting of its expertise, independence, and objectivity. All of these problems are sus-pected to have caused agency problems in local government. This research was con-ducted using phenomenological qualitative method with a case study approach. This study used participatory observation, in-depth interview, and documentation for anal-ysis. The research found as the following: 1) the existence of agency problem caused by the conflict of interests between local government and APIP; 2) the lack of APIP’s mastery of accounting standards and; 3) the lack of APIP’s knowledge of law, account-ing, engineering, public administration, agriculture, statistics, and state administra-tion. In addition, the problems of independence and objectivity are still often found in the characteristics of APIP of Dompu District Inspectorate when auditing. Overall, the inadequate characteristics of APIP have been unable to improve participation, accountability related to financial statement quality, rule of law, and transparency of Dompu District Government.
PERILAKU MUSTAHIQ DALAM MEMANFAATKAN DANA ZAKAT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Usman Zainuddin Urif; Titiek Herwanti; Moh. Huzaini
istinbath Vol 17 No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.291 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v17i1.36

Abstract

This research aims at uncovering the behaviors of Mustahiq (therecipients of tithe), particularly those adhered to the Fakir (poor) and needy incapitalizing on the tithe received from BAZDA/ BAZNAS (local and nationaltithe agency) in East Lombok; and at looking into whether the financial gain(tithe) could transform the Mustahiq into Muzakki (the givers of tithe). Thisqualitative study design was conducted in Suralaga District, East Lombok,in which the data were collected through observations, interviews, anddocumentations. The data analysis involved the data reduction, presentationand interpretation involving eight primary participants who were determinedusing purposive and snowballing techniques. The findings showed that theacts of the Mustahiq could be categorized into two-fold: consumptive andproductive. Three out of the eight participants belonged to consumptive traitsin that they used and spent the given tithe for consumptive purposes at once;while five of the participants pertained to the productive party in that theymade use the given tithe for opening and operating a new enterprise, whichyielded much benefit that could lead to the transformation of their status fromMustahiq into Muzakki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku mustahiqkhususnya mustahiq dari golongan fakir dan golongan miskin dalammemanfaatkan dana zakat yang diterima dari BAZDA/ BAZNAS LombokTimur, dan untuk mengetahui apakah dana zakat dapat merubah statusmustahiq menjadi muzakki.Penelitian ini mengambil lokasi di KecamatanSuralaga Kabupaten Lombok Timur dengan pendekatan kualitatif.Metodepengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancaradan dokumentasi, sedangkan tehnik analisa datanya adalah analisiskualitatif dengan alur kegiatan reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan. Informan kunci dalam penelitian ini berjumlah delapan orang.Untuk menentukan informan peneliti menggunakan tehnik purposive dansnowballing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku kedelapaninforman/mustahiq dalam memanfaatkan dana zakat di kelompokkan padadua model perilaku yaitu perilaku konsumtif dan perilaku produktif.Tigaorang informan berperilaku konsumtif yang menggunakan dana zakat untukkebutuhan konsumtif yang habis pakai dalam waktu singkat, dan lima oranginforman berperilaku produktif yang menggunakan dana zakat selain untukkonsumtif, juga digunakan untuk kegiatan yang produktif sebagai modalusaha,sehingga dana tersebut dapat berkembang dan tidak habis pakai. Danazakat yang digunakan untuk kegiatan produktif atau sebagai modal usahayang hasilnya melebihi kadar kewajiban zakat, maka dana zakat tersebutdapat merubah status mustahiq menjadi muzakki.Agar dana zakat dapatberdayaguna dan berhasil guna, disarankan kepada BAZDA/BAZNAS LombokTimur untuk bersinergi dengan para pakar ekonomi,tokoh agama (Tuan Guru)memberikan penyuluhan kepada mustahiq tata cara penggunaan dana zakatyang efektif dan efisien sebelum dana zakat didistribusikan, dan memberikanpendampingan kepada mereka sesudah distribusi dana zakat sehingga danazakat tersebut dapat merubah status mustahiq menjadi muzakki.
KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM DI NUSA TENGGARA BARAT Titiek Herwanti; Muhammad Irwan
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 17 No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2013.v17.i2.156

Abstract

Pemerintah Nusa Tenggara Barat mengembangkan program 3A (ADONO, ABSANO dan AKINO) untuk mewujudkan SDM yang berkualitas. Pentingnya mewujudkan hal ini menjadikan penilaian kualitas SDM di NTB menjadi tujuan dalam penelitian ini dan akan dilanjutkan dengan analisis perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sumber dan jenis data adalah data sekunder dari tahun 2008 – 2012. Tingkat Pertumbuhan dikaji menggunakan metode rata–rata End to End. Pertumbuhan Ekonomi tergolong belum berkualitas karena masih ditopang oleh sektor padat modal (non-tradeable). Indeks Pembangunan Manusia NTB telah mencapai 66,88 dan berada pada golongan kesejahteraan menengah, tetapi posisi NTB masih berada di urutan 32 dari 33 propinsi. SDM yang berkualitas dalam ekonomi Islam adalah yang memiliki ilmu pengetahuan, harus melakukan pekerjan dengan  kondisi jiwa yang bersih dan menyelamatkan generasi pewaris keturunan. Ekonomi Islam mewajibkan umat manusia untuk bekerja agar penghasilannya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Sebagiannya ada hak orang lain yang didistribusikan melalui distribusi harta baik yang wajib maupun sunnah. Kualitas SDM di Nusa Tenggara Barat telah menerapkan unsur–unsur yang berada di dalam perspektif ekonomi Islam, namun hasil yang diperoleh belum mencapai kondisi ideal, karena masih terdapat perilaku–perilaku yang menyimpang dari tujuan tersebut.
PENGARUH PENDAPATAN, LAMA KERJA DAN STATUS FAMILI TERHADAP REMITAN TENAGA KERJA WANITA PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT Hj. Titiek Herwanti
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 15 No 1 (2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/j25485024.y2011.v15.i1.195

Abstract

This research took place in West Praya subdistrict (Mangkung Village), Jonggat subdistrict (Puyung Village). All places was in Central Lombok Region, West Nusa Tenggara Province. The objective of this research is to know the factors that  influence the number of remittance including it’s contribution toward household income, the changes of attitude according to environmetal perception and working ethos and also to know the influence of workers mobility toward the sustainable development in their region. This research have 90 respondents. 30 respondents represent return migrants, 30 respondents represent potensial migrants and 30 respondents respresent household migrant. The data of income, working period, and family’s status is taken from labor department. The result of this research shows that the income factors of destination country, working period and family’s status, influence the numbers of remittance. The income of household migrant and return migrants (which are 75,73% and 76,74%) increased because of the workers mobility. This situation also can bring positvef influence toward the environmental perception and working ethos, as well as giving contribute to sustainable development in their region. 
Strategi Penghimpunan dan Penyaluran Dana pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) al-Hidayah di Kabupaten Lombok Timur Sanwani Sanwani; Titiek Herwanti; Akhmad Jufri
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6 No 1 (2017): April
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the strategies used in collecting and distributing funds on Baitul Maal wat Tamwil (BMT) al-Hidayah in East Lombok. Reason investigated, because the collection and distribution of funds strategy in BMT al-Hidayah which shows the development and BMT relative age of 10 years old, BMT al-Hidayah also have extensive cooperation network. Based on the above reasons researchers assume that the collection and distribution of funds strategy in BMT al-Hidayah was nice because the researchers wanted to know how the collection and distribution of funds strategy BMT al-Hidayah.This research was conducted with a qualitative approach, the process using triangulation techniques as collecting data and analyzing the results. Focus of this study was to determine the strategies used in collecting and distributing funds on Baitul Maal wat Tamwil (BMT) al-Hidayah in East Lombok.Results of research on how the collection and distribution of funds strategy in BMT al-Hidayah which are coming directly to the place of prospective customers, social care, marketing, and promotion of the brochures that were disseminated to the public.Strategy, BMT Product, Marketing
Etika Bisnis Pedagang pada Jual Beli Telepon Genggam Bekas Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam di Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur Lalu Muh Shabiran; Titiek Herwanti; Ihsan Rois
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6 No 2 (2017): Oktober
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.004 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know about business ethics of used mobile phone traders in Kecamatan Selong, East Lombok regency. The reason is studied, because East Lombok especially in Kecamatan Selong is area which majority of Moslem, and its people many who trades as trader especially in buying and selling of used mobile phone. besides East Lombok is an area that has many master teachers and kyai who understand the science of religion. Based on the above reasons, the researcher assumes that the merchant will run the buying and selling in accordance with the ethics of Islamic business but in fact many traders who only prioritize profit by memamfaatkan buyer ignorance. This research is conducted by qualitative approach, which process using triangulation technique as data collection and analyze the result. Focus of this research is to know the ethics of merchant business on buying and selling of used mobile phones in Selong Sub-district, East Lombok. The results of research on how the business ethics of used mobile phone dealers in Selong Sub-district are open traders on used mobile phone conditions, in taking advantage of high traders exploiting buyer ignorance, in obtaining the old geggam phone from the merchant community lowering the price and sell at the highest price. Keywords: business ethics, traders, buying and selling used mobile phones
PENYULUHAN PEMANFAATAN MODAL BERBASIS SYARIAH BAGI PENGUSAHA PEMULA DI LINGKUNGAN GRISAK KELURAHAN KEKALIK JAYA Muhammad Irwan; Titiek Herwanti; Siti Maryam; Eka Agustiani
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v1i2.31

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah: (a) Memberikan Pengetahuan dan Pemahaman Kepada Pengusaha Pemula tentang hal-hal yang berkaitan dengan kewiraushaan syariah, (b) Memberikan pemahaman tentang sumber-sumber modal dari lembaga keuangan baik bank maupun non bank yang cara pengelolaannya dilakukan secara syariah, (c) Memberikan bantuan tambahan modal kepada Pengusaha Pemula baik yang baru atau sudah menjalankan usahanya dan cara memanfaatkan modal tersebut secara syariah. Solusi yang dilakukan untuk mencapai tujuan adalah : (a) Memberikan pemahaman dan pengetahuan yang berkenaan dengan sumber dan pengelolaan modal usaha melalui pertemuan terbatas dengan metode ceramah dan diskusi, (b) Mendampingi dan memantau perkembangan usaha melalui pemanfaatan modal baik modal sendiri maupun modal dari pihak luat (pinjaman), (c) Memberi bantuan modal usaha sebagai dasar untuk melakukan usaha sekaligus membentuk kelompok usaha. Kegiatan ini dikatakan berjalan baik dilihat dari beberapa indikator yaitu: (a) Kehadiran peserta yang melebihi syarat minimum, terdiri dari peserta laki – laki dan perempuan, (c) Diskusi dan tanya jawab yang memberikan gambaran tentang permasalahan yang dihadapi peserta terutama berkenaan dengan modal usaha yang berbasis syariah, (d) Peserta bersedia untuk mendukung serta menjadi anggota koperasi syariah yang akan dibentuk kelak setelah perjalan modal awal dari kegiatan ini terus mengalami perkembangan baik dari jumlah modal maupun jumlah peminjam. Saran berkenaan dengan kegiatan ini adalah (a) Tim harus menindaklanjuti keinginan peserta untuk memberikatan pelatihan kewirausahaan sekaligus membentuk lembaga keuangan non bank sejenis koperasi berbasis syariah, (b) Diperlukan alokasi dana pengabdian yang proporsional dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada masa mendatang, (c) Penyajian tim masih dalam bentuk ceramah, dikembangkan dalam bentuk pendidikan seperti mempraktekkan langkah-langkah memulai usaha dan modal pendukungnya.
PENYULUHAN TENTANG SISTEM PEMBIAYAAN MUDHARABAH BAGI PENGUSAHA PEMULA DI LINGKUNGAN GRISAK KELURAHAN KEKALIK JAYA Muhammad Irwan; Titiek Herwanti; Emi Salmah; Siti Maryam; Eka Agustiani
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v1i2.36

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah: (a) Memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para masyarakat khususnya pengusaha pemula tentang sistem pembiayaan mudharabah; (b) Memberikan pemahaman tentang cara-cara pembagian bagi hasil dalam sistem pembiayaan mudharabah; (c) Memberikan tambahan bantuan modal untuk pengembangan usaha dan dapat dimanfaatkan oleh pengusaha pemula yang belum dan memiliki modal yang masih terbatas; (d) Membentuk kepengurusan wadah yang mengelola modal usaha yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha pemula dalam menjalankan usahanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, solusi yang dilakukan adalah (a) Memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang sistem pembiayaan mudharabah melalui kegiatan penyuluhan; (b) Memberikan contoh-contoh perhitungan tengan cara bagi hasil antara pihak peminjam dengan pihak yang memberi pinjaman; (c) Memberi suntikan modal untuk melengkapi modal usaha yang telah ada untuk menambah pengusaha pemula memanfaatkan dana tersebut sesuai dengan kesepakatan yang telah dimusyawarahkan. Kegiatan ini dapat dikatakan berjalan baik dan berhasil dilihat dari beberapa indikator yaitu: (a) Kehadiran peserta yang hadir melebihi setengah dari syarat minimum, yang dihadiri oleh peserta baik laki-laki dan perempuan, (c) Diskusi dan tanya jawab yang memberikan gambaran tentang permasalahan yang dihadapi peserta terutama berkenaan dengan makna, manfaat dan cara pembagian hasi keuntungan dengan skim mudharabah, (d) Telah terbentuk susunan kepengurusan Organisasi usaha pengusaha pemula yang mengelola modal untuk dimanfaatkan oleh pengusaha pemula. Saran yang berkenaan dengan kegiatan ini adalah (a) Tim harus menindaklanjuti keinginan peserta untuk memberikan pelatihan dan praktek sistem mudharabah secara khusus sehingga peserta atau masyarakat semakin tertarik untuk menjalankan usaha dengan sistem mudharabah; (b) Disarankan kepada peserta dan pengelola lembaga yang ada untuk melakukan sosialisasi pada tokoh-tokoh masyarakat tentang keberadaan lembaga yang terbentuk sehingga mendorong masyarakat untuk menanamkan modalnya pada lembaga tersebut; (c) Penyajian dapat dikembangkan dalam bentuk pendidikan seperti mempraktekkan langkah-langkah memulai usaha dengan sistem mudharabah dan modal pendukungnya
ETIKA BISNIS PEDAGANG PADA JUAL BELI TELEPON GENGGAM BEKAS DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM LALU MUH SHABIRAN; TITIEK HERWANTI
Maqdis: Jurnal Kajian Ekonomi Islam Vol 2, No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/maqdis.v2i1.80

Abstract

The theme of the article is "economy based on the principles of Islam". The purpose of this research is to know about business ethics former trader of mobile phones in Sub Selong East Lombok. This research was conducted with a qualitative approach. Focus of this study was to determine the merchant's business ethics on the sale and purchase of second hand phone in the District Selong East Lombok. Results of the study are: merchant opens on condition of used cell phones are sold, in taking high profits traders capitalize upon ignorance of the buyer, in getting a used cell phone from the merchant community push prices as low and sell at the highest possible price.
STRATEGI PENGHIMPUNAN DAN PENYALURAN DANA PADA BAITUL MAL WAT TAMWIL SANWANI SANWANI; TITIEK HERWANTI; AKHMAD JUFRI
Al-Masraf: Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan Vol 2, No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Prodi Manaj. Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam – UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-masraf.v2i1.87

Abstract

The theme of the article is the banks and financial institutions. The research objective was to determine strategies in collecting and distributing funds on BMT Al-Hidayah. The study was qualitative. Research technique is triangulation. The focus of the study was to determine the strategy that is used in collecting and distributing funds. Results of the study are: the collection and distribution of funds strategies used are: 1) Direct the place of prospective customers, 2) Social Care, 3) Marketing, and 4) Spread the brochure.