Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Posisi Berdoa: Pandangan Teologis Menurut Alkitab dan Tulisan Ellen G. White Cluiverth Lynold K.M Windesi*; Jemmy C. Najoan
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24733

Abstract

Berdoa adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan orang percaya. Dalam pelaksanaanya, masing-masing agama berbeda dalam cara melaksanakan ritual ini. Di kalangan orang Kristen, secara khusus Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, posisi berdoa kadang-kadang menjadi masalah. Sering muncul ide dari beberapa orang yang memaksakan kehendak dalam hal berdoa dimana satu posisi berdoa dianggap lebih utama dan paling tepat untuk dipraktekkan sementara posisi yang lain dianggap tidak benar. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan kajian pustaka, penulis mengkaji secara teologis posisi berdoa menurut Alkitab dan dari tulisan Ellen G. White. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Alkitab memberikan deskripsi tentang berbagai posisi atau postur berdoa yang dilakukan atau dibicarakan oleh tokoh-tokoh Alkitab antara lain, menadahkan tangan/mengangkat tangan, bertelut/berlutut, berdiri, berbaring di tempat tidur, duduk, berbaring di tanah/lantai (bersujud/prosration), menumpangkan tangan. Hasil penggalian dari tulisan Ellen G. White menunjukkan ada beberapa postur doa seperti, bertelut/berlutut, duduk, berdiri, dan berdoa dalam kondisi apapun. Dalam hal penekanan, kedua-duanya menekankan bahwa doa bertelut/berlutut menunjukkan satu penghormatan khusus kepada Allah yang bisa dilakukan baik secara pribadi maupun secara berjemaah.
Posisi Berdoa: Pandangan Teologis Menurut Alkitab dan Tulisan Ellen G. White Windesi*, Cluiverth Lynold K.M; Najoan, Jemmy C.
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24733

Abstract

Berdoa adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan orang percaya. Dalam pelaksanaanya, masing-masing agama berbeda dalam cara melaksanakan ritual ini. Di kalangan orang Kristen, secara khusus Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, posisi berdoa kadang-kadang menjadi masalah. Sering muncul ide dari beberapa orang yang memaksakan kehendak dalam hal berdoa dimana satu posisi berdoa dianggap lebih utama dan paling tepat untuk dipraktekkan sementara posisi yang lain dianggap tidak benar. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan kajian pustaka, penulis mengkaji secara teologis posisi berdoa menurut Alkitab dan dari tulisan Ellen G. White. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Alkitab memberikan deskripsi tentang berbagai posisi atau postur berdoa yang dilakukan atau dibicarakan oleh tokoh-tokoh Alkitab antara lain, menadahkan tangan/mengangkat tangan, bertelut/berlutut, berdiri, berbaring di tempat tidur, duduk, berbaring di tanah/lantai (bersujud/prosration), menumpangkan tangan. Hasil penggalian dari tulisan Ellen G. White menunjukkan ada beberapa postur doa seperti, bertelut/berlutut, duduk, berdiri, dan berdoa dalam kondisi apapun. Dalam hal penekanan, kedua-duanya menekankan bahwa doa bertelut/berlutut menunjukkan satu penghormatan khusus kepada Allah yang bisa dilakukan baik secara pribadi maupun secara berjemaah.
The Shoot Leadership Vs Babylonian Leadership: An Exposition of Isaiah 11:1-5, 11:1-22, 47:1-14 and its Implications for Leadership Today Beidobak, Kostani; Najoan, Jemmy C.
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 2 No. 2 (2023): Vol. 2 No. 2 2023
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v2i2.126

Abstract

The study of leadership is a subject that always arises in human life because of the changes and phenomena that continue to occur in leadership, especially in the context of the church. Problems that arise in the context of leadership in the church organisation make people turn to the Bible to find out the models of leadership that should be emulated or avoided. Using the exegesis method and supported by qualitative data from various sources, this article discusses the leadership models of the Shoot (Isaiah 11:1-5) and Babylon (14:1-22; 47:1-13). Based on the analysis, the leadership of the Shoot is based on the indwelling Spirit of God. Therefore, the Shoot has special skills in leading and the result is that his leadership is just and righteous, especially for the poor and oppressed. Furthermore, the success of the Shoot's leadership came about because it was based on righteousness and steadfast love. Babylon's leadership model, on the other hand, is prideful and relies on its own wisdom and understanding. This leads to a feeling of security to do evil. This also happened because it was supported by godless advisors. The result was total destruction for the nation itself. Today's modern leadership is expected to emulate the leadership of the Shoot and be careful not to emulate the leadership of Babylon