Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effectiveness of Cucumber (Cucumis Sativus) and Ambon Banana Fruit (Musa Acuminata Cola) in Reducing Blood Pressure in Hypertensive Patients in Palangga Gowa District, Indonesia Erlina Y Kongkoli; Nasrullah; Sumira; M. Askar
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 2 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i2.14715

Abstract

Hypertensive patients who are not adhering to treatment cannot control their blood pressure so it is importantto find solutions that can stabilize blood pressure with food that is consumed and can be found anytimearound them. Objective: This study was to identify the effectiveness of cucumber and Ambon banana fruitin reducing blood pressure in hypertensive sufferers. Method: This type of research is a Quasy Experimentwith a non-randomized pretest and posttest control group design. Population of this study were hypertensivepatient in Pallangga subdistrict and Sample participated were 24 people with hypertension selected bypurpossive sampling with the sample formula of unpaired numerical analytic research. Results: There weredifferences before and after treatment in the two groups, there was no difference in the effectiveness of thesample in the two same treatments. Conclusion: Cucumber and banana fruit are effective for lowering bloodpressure.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN LANSIA MENGIKUTI POSYANDU DI POSYANDU PA’TENGKO KECAMATAN MENGKENDEK KABUPATEN TANA TORAJA Erlina Y Kongkoli; Dyah Ekowatiningsih; Simunati, Simunati; Baharuddin, Baharuddin; Pebrianti, Pebrianti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lansia di Indonesia tetap menjadi perhatian, mengingat jumlah nya semakin meningkat setiap tahunnya. Merupakan tanggung jawab Bersama antara keluarga dan petugas Kesehatan , terutama dalam hal kesehatannya. Dukungan keluarga dalam hal ini sangat dibutuhkan oleh lansia dalam mempertahankan kesehatannya .Dukungan penghargaan, dukungan emosional, dukungan informasi serta dukungan instrumental merupakan factor yang sangat berpengaruh dalam memberikan motivasi kepada lansia untuk hadir di Posyandu memeriksakan kesehatannya. Tujuan penelitian terindentifikasinya dukungan keluarga dalam pemanfaatan posyandu oleh lanjut usia.Metode penelitian yang digunakan: penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, dengan jumlah sampel 56 orang tehnik sampling accidental samping hasil penelitian ditarik Kesimpulan bahwa dukungan emosinal, dukungan informasi, dan dukungan instrumental berpengaruh dengan kepatuhan lansia menggunakan atau hadir diposyandu untuk memeriksakan kesehatannya
PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS JONGAYA MAKASSAR Erlina Y Kongkoli; Baharuddin, Baharuddin; Syallomitha Baso
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9150

Abstract

Currently, Indonesia still pays little attention to the safety of the elderly, even though the safety and health of the elderly are two important things that are interconnected, healthy elderly people who do not behave well can fall. Falls are caused by 2 factors, namely intrinsic and extrinsic factors. The consequences of falls are not light, such as head injuries, soft tissue injuries, and even bone fractures. Because the elderly face serious health problems and the quality of life begins to decline, families have a big role in preventing the risk of falls, namely by knowing the factors that cause falls in the elderly. The aim of the research is to understand the role of the family as educators, motivators and facilitators in preventing the risk of falls in the elderly in the Jongaya Makassar Community Health Center area. This research uses a type of qualitative research that uses an in-depth interview approach through a question and answer process to obtain information. The number of cases in this study were 2 families who had elderly people living in the same house with risk factors for falls such as age, being sick or having a history of illness, the use of assistive devices to support life, activities, home and environmental conditions. This research was conducted in the Jongaya Makassar community health center area. The results of this research show that the role of the family as a motivator plays a good role, families who always motivate the elderly and look after the elderly in their daily lives can have a good impact on preventing the risk of falls in the elderly. Then the role of the family as an educator also plays a good role, the family always provides education to the elderly so that the elderly can know how to prevent the risk of falling. and the role of the family as a facilitator in this research did not play a good role. Families cannot provide assistive equipment to support the lives of elderly people due to several limitations. The researcher concluded that the family's role as a motivator and educator played a good role, but the family's role as a facilitator did not play a good role because they were unable to facilitate the elderly with assistive devices, so the researcher suggested to the family to modify the environment to keep it safe. This method can minimize the risk of falls in the elderly
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENATA HUNIAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN TB PARU DI KELURAHAN KARUNRUNG KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Erlina Y Kongkoli; Sulasmi, Sulasmi; Masdiana, Masdiana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kasus penderita TB paru di Indonesia semakin hari semaki bertambah Dalam tahun 2022 pertambahan kasus sebanyak 724. 000 kasus dan tahun berikutnya 2023 bertambah menjadi 809.000 kasus ini menunjukkan bahwa banyak faktor penyebab cepatnya penularan terjadi (1) Dan pada tahun 2024 global tb report melapporkan bahwa Indonesia adalah negara kedua dengan kasus tuberculosis tebanyak, dengan jumlah kasus 1060. 000 dengan angka kematian 134.000 (2), Jumlah kasus yang bertambah salah satu oleh karena huniantidak tertata denganbaik, sehinnga penularan cepat sekali terjad. Tujuan dilaksanakannya pengmas ini memberdayakan Masyarakat agar mereka dapat menata hunian agar tidak menjadi faktor risiko menularnya penyakit TB par. Permasalahan yang dihadapi Metode yang digunakan agar Masyarakat berdaya untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat dengan memberikan pendidikan Kesehatan bagaimana menata hunian yang sesuai dengan syarat Kesehatan, Hasil yang diperoleh Masyarakat dapat memahami pentingnya menata hunian yang baik untuk memutus mata rantai penularan. Kesimpulan bahwa Masyarakat sebenarnya belum memahami pentingnya menata hunian terutama bagi keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang anggota keluarganya menderita penyakit TB Paru, .
IMPLEMENTASI PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK REMAJA PUTRI DI KELURAHAN BANTA-BANTAENG KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Erlina Y Kongkoli; Harliani, Harliani; Dyah Ekowatiningsih; Sudirman, Sudirman
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri merupakan komunitas kunci yang membutuhkan perhatian pemerintah dan layanan kesehatan terkait kesehatan mereka. Sejumlah besar dari mereka menderita anemia, suatu kondisi yang lazim di Indonesia menurut data tahun 2018. Jumlah ini kemungkinan akan meningkat tanpa adanya tindakan pencegahan. Dampak anemia meluas hingga masa remaja hingga kehamilan berikutnya, yang berpotensi menyebabkan stunting pada anak. Oleh karena itu, pencegahan dini selama masa remaja sangat penting untuk memastikan kesehatan sebelum menikah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan program pencegahan stunting dengan meningkatkan status kesehatan remaja putri di Desa Banta-Bantaeng, Makassar. Upaya ini difokuskan pada pencegahan anemia sebagai faktor risiko utama stunting sejak usia muda. Metode: Metode pelaksanaannya melibatkan kombinasi pemberian tablet suplemen zat besi (Fe), latihan fisik, dan tambahan protein dari telur. Pendekatan terpadu ini diharapkan memberikan hasil yang optimal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tablet Fe, telur, dan latihan fisik berhasil meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi tablet zat besi, konsumsi protein telur, dan aktivitas fisik teratur dapat secara efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri.